APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa

Bukan Pelayan Biasa

Hari kelulusan Amanda Felicia berubah menjadi duka mendalam saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. Keadaan kian berat ketika Fanny, sahabat karibnya, harus pindah ke luar negeri. Demi bertahan hidup di tengah keterpurukan, Amanda memutuskan bekerja menjadi pelayan di rumah seorang miliarder bernama Alexander Mattew. Sayangnya, Alex yang berhati dingin terus mempersulit pekerjaannya agar ia tidak betah. Sanggupkah Amanda bertahan menghadapi segala tekanan dari majikannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Beberapa hari berlalu setelah kepergian Fanny sahabatnya. Hari-hari yang dijalani Amanda, tampak suram seperti tak ada kehidupan.

Sekarang dia benar-benar hidup sebatang kara, tak ada keluarga maupun teman yang menemani.

Tok.. tok.. tok..

Suara ketukan pintu berbunyi. Amanda yang sedang duduk di ruang tamu, lantas berdiri dan berjalan menuju pintu.

Amanda membuka pintu rumahnya, seorang wanita paruh baya tengah berdiri di depan pintu rumahnya.

“Bibi..,” panggil Amanda yang langsung memeluk wanita itu sambil menangis.

Amanda memeluk erat tubuh Bi Nala, sahabat ibunya dan sudah dianggap seperti saudara sendiri oleh ibunya. Setelah melepaskan pelukan, Amanda mempersilahkan Bi Nala untuk masuk.

“Kita masuk dulu, bi,” pinta Amanda.

“Iya, nak.”

Amanda dan Bi Nala masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.

“Amanda, apa yang terjadi denganmu nak? Bibi baru dapat kabar jika ayah dan ibumu kecelakaan dan ..,” ucap Bi Nala terhenti dan tak bisa melanjutkan perkataannya kembali..

“Iya, bi. Aku juga kaget, dan sekarang aku tidak tahu harus bagaimana?!”

“Sabar ya, nak. Kamu harus kuat. Bibi datang kesini karena sebelum hari kecelakaan ibumu menghubungi bibi, untuk meminta bantuan bibi mencarikan toko. Ibumu bilang dia mau membuka usaha toko kue bersama ayahmu.”

Mendengar perkataan Bibi Nala, Amanda kembali meneteskan air matanya. Dia kembali teringat akan kedua orang tuanya.

Ayah dan ibunya memang berniat untuk membuka usaha toko kue, setelah ayahnya sudah tidak bekerja karena mengalami PHK beberapa bulan yang lalu.

“Tenang, sayang. Kamu tidak sendiri, masih ada bibi disini.”

Amanda hanya bisa menangis mendengar perkataan Bibi Nala. Tak lama terdengar suara ketukan pintu kembali.

Terlihat ada tiga orang asing yang tak dia kenal. Dua orang berbadan besar macam preman, sedangkan satu orang lagi seperti pria tua berkumis dan rambutnya sudah beruban.

“Kalian siapa?” tanya Amanda.

“Kami rentenir, kami kesini ingin menagih uang pinjaman orang tua kamu.”

“Apa?! Apa anda yakin, papa saya memiliki hutang dengan anda?”

“Tentu saja. Bahkan mereka menjamin rumah ini sebagai taruhannya.”

“Apa?!! Berapa banyak yang orang tuaku pinjam?”

“30 juta, belum dengan bunganya jadi total sekitar 40 juta,” ucap rentenir itu dengan entengnya.

“Apa?!! Ya Tuhan..,” ucap Amanda.

Kaki Amanda sudah lemas, hampir saja Amanda terjatuh. Untungnya Bibi Nala dengan sigap menahan tubuhnya.

“Ada apa ini?” tanya Bi Nala.

“Orang tuaku, bi. Mereka memiliki hutang pada mereka.”

“Berapa banyak?” tanya Bi Nala.

“40 juta, bi. Bagaimana bisa aku punya uang sebanyak itu?” ucap Amanda menangis.

“Kami tidak mau tahu, anda harus segera membayarnya. Jika tidak rumah ini akan kami ambil, karena sudah menjadi jaminannya.”

“Beri kami waktu,” ucap Bi Nala pada ketiga orang tua.

“Kami tidak punya waktu lama. Kami hanya berwaktu 3 hari, setelah itu kami akan kembali ke sini. Jika uang itu belum ada. Maka rumah ini menjadi milik kami.”

“Baiklah, kami akan segera membayarnya.”

Setelah selesai berbicara dengan ketiga orang itu, mereka pun pergi meninggalkan Amanda dan Bi Nala. Bibi membantu Amanda untuk berjalan masuk dan duduk di kursi kembali.

Amanda terlihat sangat shock, mendengar semua itu. Rumah satu-satunya peninggalan kedua orang tuanya, harus menjadi jaminan dari hutang mereka.

“Bagaimana ini? Bagaimana cara aku membayarnya? Jika rumah ini mereka ambil. Aku harus tinggal dimana?” ucap Amanda menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Tenanglah dulu, Amanda. Bibi akan membantumu.”

“Bagaimana caranya, bi? Aku tidak ingin merepotkan bibi.”

“Jangan khawatir, bibi akan cari pinjaman pada majikan bibi. Kebetulan bibi bekerja cukup lama disana, dan majikan bibi orangnya sangat baik.”

“Bibi yakin? Mereka akan membantu meminjamkan.”

“Entahlah, tapi bibi akan berusaha mencari pinjaman. Agar rumah ini tidak mereka ambil.”

“Terima kasih, bi,” ucap Amanda kembali memeluk Bi Nala.

Setelah puas mengobrol dengan Amanda, Bi Nala pamit pulang. Dia akan kembali lagi, dan membantu Amanda sebisa mungkin, agar rumah peninggalan kedua orang tua Amanda tak diambil para rentenir itu.

***

Tiga hari kemudian.

Amanda nampak khawatir karena Bi Nala belum juga datang kembali. Hingga terdengar suara ketukan pintu, dan itu mengagetkan Amanda.

Amanda berjalan mendekat ke arah pintu, dia terlihat ragu untuk membuka. Namun, terdengar suara seorang wanita.

“Amanda..,” panggil Bi Nala yang berada di luar rumah.

Amanda mendengar suara Bi Nala, buru-buru membuka pintu.

“Bibi..,” panggil Amanda yang langsung memeluknya Bi Nala.

“Maafkan bibi datang terlambat. Kamu baik-baik saja kan. Apa mereka sudah datang?” tanya Bi Nala.

“Aku baik-baik saja, bi. Mereka belum datang.”

“Baguslah, bibi sudah bawakan uang ini untuk membayarnya. Kamu tenang saja.”

“Bibi benar-benar meminjam uang ini dari majikan bibi?” tanya Amanda.

“Iya, tapi kamu tenang saja.”

Tak lama para rentenir itu datang dan menagih hutang Amanda. Bi Nala memberikan uang itu dengan syarat membuat perjanjian di atas materai. Agar para rentenir itu tidak kembali lagi menagih hutang ke Amanda.

Mereka pun setuju, dan menandatangani surat perjanjian itu. Lalu Bi Nala memberikan uang itu, dan para rentenir itu pun pergi meninggalkan rumah Amanda, tak lupa mengembalikan sertifikat rumah Amanda yang sempat dijadikan jaminan orang tuanya.

“Terima kasih sudah membantuku, bi. Aku pasti akan membayar semua uang itu.”

“Sama-sama, nak. Sebenarnya bibi ke sini juga, karena ada yang ingin bibi sampaikan padamu.”

“Apa itu, bi?” tanya Amanda penasaran.

“Amanda, apa kamu mau ikut dengan bibi? Tinggal di tempat bibi bekerja, disana kamu bisa membantu bibi serta mencari pekerjaan disana. Tapi untuk sementara kamu bekerja sebagai pelayan, kebetulan mereka membutuhkan pelayan disana. Bibi khawatir, jika kamu tinggal sendiri disini. Bibi juga sudah bicara pada majikan bibi, tinggal bagaimana kamunya? Apa kamu setuju atau tidak?” ucap Bi Nala.

Amanda merasa bimbang, di satu sisi dia tidak ingin meninggalkan rumah orang tuanya, karena banyak kenangan di rumah ini. Tapi di sisi lainnya, dia sangat berhutang budi pada Bibi Nala karena sudah menolong dirinya.

Dia juga tidak memiliki saudara disini, jika dia tinggal bersama Bibi Nala, maka dia tidak akan sendirian lagi.

“Sudah-sudah, kamu bisa pikirkan dulu. Besok baru kamu kasih bibi jawabannya.”

Amanda pun mengangguk kepalanya.

“Hari ini bibi akan menginap, besok bibi akan kembali ke rumah majikan bibi. Bibi berharap kamu mau ikut.”

***

Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan Bibi Nala, dan mengakhiri obrolan. Amanda masuk ke dalam kamar dan mengistirahatkan tubuhnya, sambil memikirkan jawaban yang tepat nantinya.

Di dalam kamar, Amanda memikirkan apa yang akan dia lakukan. Sebenarnya dia nggak mau pergi ke kota lain. Tapi Amanda merasa tak enak hati, jika menolak permintaan Bibi Nala.

Setidaknya selama dia jadi pelayan, dia bisa mengembalikan uang yang dia pinjam dan sembari mencari pekerjaan disana.

Daripada harus berdiam diri di tempat tinggalnya, yang jauh dari perkotaan. Setidaknya jika dia tinggal di kota, dia bisa mencari pekerjaan yang layak nantinya.

Setelah mendapatkan jawabannya, Amanda memejamkan matanya dan mengistirahatkan tubuhnya. Dia berharap semuanya akan lebih baik lagi, ketika dia bangun nanti.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar
8.2
Pernikahan Velia dan Chris Dirja yang baru berjalan dua tahun diuji oleh sikap kejam sang suami. Chris sengaja membawa perempuan lain ke rumah mereka demi menyiksa perasaan Velia. Dia bahkan menantang istrinya untuk mencoba menjalin hubungan dengan pemuda lain yang lebih berenergi. Namun, permainan mental ini menjadi bumerang ketika Velia benar-benar membuka hatinya untuk pria lain. Saat Chris menyadari luka cakaran baru di pinggang pemuda selingkuhan Velia, kemarahan dan kecemburuannya pun meledak.
Sampul Novel Balas Dendamku: Menikahi Bos Mantan Suamiku
9.3
Demi cinta, Vyora Arabelle rela melepas mimpinya. Namun, pernikahan tanpa restu itu hancur karena sang suami tega berkhianat demi harta setelah dihasut keluarganya. Di tengah keterpurukan dan luka akibat dihina, seorang pria misterius datang menawarkan bantuan untuk membalas dendam kepada sang mantan. Vyora pun menerima tawaran tersebut. Akankah rencana balas dendam ini menumbuhkan cinta baru yang tulus bagi Vyora, atau ia justru akan selamanya terjebak dalam bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan, pebisnis dingin tanpa ampun, terusik saat Yezi kembali ke hidupnya. Merasa diabaikan oleh wanita blasteran Jepang-Indonesia itu, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal pada ayah Yezi. Tak gentar, Yezi membalas ancaman tersebut menggunakan rekaman rahasia dari tiga tahun lalu. Di balik arogansi dan persaingan bisnis yang sengit, ada rahasia besar masa lalu yang mengikat mereka berdua.
Sampul Novel En-PD181
7.9
Karier saya sebagai agen papan atas terancam hancur karena ulah Lucas. Model pendatang baru yang sombong itu menuntut pemecatan saya hanya demi masalah jaket, bahkan memamerkan kedekatannya dengan pemilik perusahaan saat pesta. Namun, dia salah mencari lawan. Tanpa ragu, saya langsung menghubungi pria terkaya di negeri ini untuk menarik diri dari proyek film besarnya. Kini, investasi mereka berada di ujung tanduk akibat keangkuhan Lucas.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan
9.5
Tiga tahun pernikahan hanya memberi Stephanie sikap dingin dari Erik. Ketika niat buruk suaminya menghancurkan harapannya, ia bangkit hingga menjadi wanita terkaya di dunia. Erik terkejut melihat transformasi sang mantan istri dan mencoba mengejarnya kembali. Namun, bagi Stephanie, pria kini hanyalah penghambat kesuksesan. Erik Palmer yang dulu angkuh kini rela merendahkan diri di depan umum demi membujuk Stephanie agar mau membangun kembali rumah tangga bersamanya.
Sampul Novel MAWAR EMAS SANG PEWARIS
9.2
Sebagai pewaris tunggal bisnis keluarganya, Lily terjebak perjodohan bisnis demi menguasai pasar global. Pernikahan tanpa cinta itu murni demi kekuasaan. Namun, segalanya rumit ketika Lily jatuh hati pada asisten pribadinya sendiri. Pemuda cerdas itu hidup dalam kemiskinan, memicu dilema besar dalam diri Lily. Kini, ia harus memilih antara menunaikan tanggung jawab warisan keluarga atau mengejar cinta tulusnya.