APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama

Bukan Menantu Idaman Mama

Demi mempertahankan cintanya pada Alya, seorang pemuda berani menentang dominasi sang ibu. Mirna, sang ibu, menuntut pernikahan bisnis guna menjaga kestabilan perusahaan mereka. Ia menolak keras Alya yang merupakan seorang yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan hanyalah alat demi keuntungan finansial. Namun, putranya menolak tunduk pada kendali keluarga dan memilih berjuang demi wanita pilihannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2 – Tamu Tak Diundang dalam Hati yang Sibuk

Pesta ulang tahun Sarah digelar megah di ballroom Hotel Aruna, hotel bintang lima milik keluarganya. Kilauan lampu kristal memantul dari dinding kaca, musik jazz mengalun lembut, dan para tamu berdatangan dengan dandanan yang nyaris seperti pesta pernikahan.

Sarah berdiri di tengah ruangan dalam balutan gaun biru muda rancangan desainer kenamaan. Senyumnya mengembang, bukan hanya karena semua mata tertuju padanya, tapi karena satu sosok yang sejak tadi berdiri tak jauh dari panggung utama: Mas Ferdi.

Lelaki itu mengenakan jas abu gelap, posturnya tegap, sorot matanya tenang dan tajam, tanda dari kariernya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Usianya sepuluh tahun lebih tua dari Sarah, dan selama ini hanya menganggap Sarah sebagai "adik kecil yang manja." Tapi di mata Sarah, ia adalah sosok idaman: matang, mapan, dan... nyaris tak tersentuh.

"Mas Ferdi datang juga..." bisik Sarah pada dirinya sendiri, sambil menahan degup jantung.

"Aku selalu datang tiap kamu ulang tahun, kan?" suara berat Mas Ferdi menyapa dari belakang.

Sarah menoleh, dan senyumnya makin merekah. "Tapi tetap aja bikin deg-degan."

Mas Ferdi tertawa kecil. "Udah 22 tahun, masih kayak anak SMA aja."

"Dan Mas Ferdi masih aja nganggep aku anak kecil," timpal Sarah dengan nada menggoda.

"Kalau kamu terus manja gini, gimana aku bisa berubah pandangan?"

Sarah hanya bisa tersenyum, walau hatinya menjerit. Ia tahu, Ferdi bukan lelaki yang mudah didekati dan dia terlalu sibuk dengan dunia hukum yang penuh tekanan. Tapi malam ini, Sarah hanya ingin jadi gadis biasa yang sedang jatuh cinta. Ia ingin percaya, mungkin saja pandangan itu akan berubah... cepat atau lambat.

..

..

Alya berdiri di dekat meja minuman, mengenakan gaun sederhana berwarna krem yang ia pinjam dari sepupunya. Tidak seperti para tamu lainnya yang tampak percaya diri, Alya merasa seperti masuk ke dunia yang bukan miliknya. Tapi undangan itu datang langsung dari Sarah, dan sebagai teman... ia tak ingin mengecewakan.

Ia memandangi ruangan. Musik, tawa, aroma parfum mahal, semuanya terasa asing tapi juga memukau. Lalu matanya menangkap sosok Reza berdiri tegak di sisi ruangan, mengenakan setelan hitam klasik, tampak semakin dewasa dan berwibawa. Tapi yang membuat langkah Alya terhenti bukanlah Reza... melainkan wanita di sampingnya.

Bu Mirna.

Sosok elegan berbalut kebaya modern, riasannya nyaris sempurna. Ia tidak perlu bersuara untuk membuat orang segan. Hanya tatapan matanya yang dingin bisa membekukan seluruh ruangan.

Reza juga melihat Alya. Sekilas. Cukup satu detik untuk membuat jantungnya berdetak panik. Alya di sini?

Mata mereka bertemu. Tapi Reza langsung memalingkan wajahnya, menjaga jarak. Ia menelan ludah pelan. Di sebelahnya, Bu Mirna sedang sibuk berbicara dengan tamu pejabat. Reza tahu, ia tidak boleh membuat kesalahan. Satu gerakan yang salah, dan ibunya akan mencium sesuatu yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat.

Cinta kepada gadis sederhana bernama Alya.

..

..

Sarah memperhatikan semuanya dari jauh.

Ia tahu Mas Ferdi adalah tamu kehormatan malam ini, tapi diam-diam matanya menangkap gerak tubuh Reza yang kaku, serta pandangan Alya yang tertahan. Ia membaca kecanggungan itu sejelas papan tulis dan itu membuat dadanya sesak.

Bukan karena cemburu, tapi karena ia tahu, cinta seperti itu tak akan pernah dibiarkan tumbuh bebas. Apalagi di tengah keluarga seperti milik Reza.

Sarah menghampiri Alya, mencoba mencairkan suasana.

"Kamu cantik banget malam ini. Serius."

Alya tersenyum tipis. "Gaun pinjeman, Sarah."

"Justru itu. Kamu gak butuh label mahal buat kelihatan spesial."

Alya menunduk, lalu berbisik pelan, "Reza di sana... sama mamanya."

Sarah menoleh sekilas. "Aku tahu."

"Dia bahkan gak berani nyapa aku."

Sarah menghela napas. "Dia hanya sedang menyamar. Jadi putra keluarga terpandang yang sempurna."

Alya menatap sahabatnya. "Kamu nggak marah? Aku... merasa aneh banget."

"Marah?" Sarah tersenyum, tapi matanya tak benar-benar berbinar. "Aku punya Mas Ferdi yang cuma anggap aku kayak anak kecil. Kamu punya Reza yang harus pura-pura gak kenal. Dunia kita sama rumitnya, Alya."

..

..

Beberapa menit kemudian, MC naik ke panggung.

"Selamat malam, para tamu undangan! Kita akan mulai dengan sambutan dari orang spesial di hati Sarah Mas Ferdi, silakan naik ke panggung!"

Tepuk tangan menggelegar. Sarah menahan napas. Mas Ferdi naik dengan tenang, lalu mengambil mikrofon.

"Sarah itu... anak yang terlalu banyak tanya sejak kecil. Dan tiap ulang tahun, dia selalu bilang ke aku: 'Mas Ferdi harus datang ya.' Jadi, meskipun aku baru selesai sidang siang tadi, aku langsung ke sini."

Tawa kecil terdengar.

"Aku nggak tahu, Sarah sudah tumbuh secepat ini. Tapi aku tahu, di balik wajah manja dan gaya mewahnya, dia gadis yang kuat. Dan aku bangga jadi orang yang bisa melihatnya bertumbuh."

Sarah hampir menangis. Tapi ia tersenyum. Karena meskipun Mas Ferdi tak mengucap cinta, kalimat itu cukup untuk membuat malamnya sempurna.

..

..

Di sisi ruangan, Reza mencuri pandang ke arah Alya. Ia tahu tidak bisa bertindak sembarangan malam ini. Tapi batinnya menjerit ingin mendekat.

Namun bayangan ibunya... terlalu besar.

Bu Mirna berbalik menatap Reza. "Tadi itu siapa gadis berbaju krem?"

Reza terkejut sepersekian detik. "Temannya Sarah."

"Hm." Bu Mirna mengernyit. "Tampangnya biasa aja. Tapi gaya duduknya... terlalu percaya diri untuk orang biasa."

Reza hanya tersenyum kaku. "Mungkin karena dia juaranya kampus. Pak Burhan pernah cerita."

Bu Mirna mengangguk, tapi tatapannya masih menelisik. Reza tahu, ibunya sudah mencium sesuatu. Dan jika ia tahu lebih dari itu... semuanya bisa berakhir.

..

..

Malam semakin larut, pesta terus berlangsung, tapi Alya memutuskan untuk pulang lebih awal.

Sebelum pergi, ia menghampiri Sarah. "Makasih ya udah undang aku. Aku pulang dulu."

Sarah memeluknya. "Alya, jangan biarin dunia ini bikin kamu merasa kecil. Kamu punya hak untuk berdiri di ruangan ini. Bahkan lebih dari beberapa orang yang hanya datang karena nama belakangnya."

Alya mengangguk. "Kamu juga."

Begitu Alya melangkah keluar ballroom, Reza menoleh. Tapi ia tetap berdiri di tempatnya, menahan langkah.

Cukup Alya dan Sarah yang tahu tentang mereka. Dunia belum siap. Dan ia... belum cukup berani.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Sangat Mencintaimu
9.6
Akibat satu malam tak terduga, Rossa Saraspati hamil dan terpaksa menikah dengan Robert Carlos. Sebagai miliarder, Robert memanjakan istrinya dengan kemewahan tanpa batas. Namun, ia melarang Rossa bekerja. Saat Rossa nekat mencari uang secara diam-diam, Robert selalu menyabotase usahanya hingga gagal. Demi menjaga Rossa tetap di sisinya, Robert akhirnya memberi sang istri posisi khusus sebagai istri bos di kantornya sendiri.
Sampul Novel Anak Rahasia Sang Kepala Mafia
8.8
Lima tahun mengabdi sebagai istri tak dianggap bagi pewaris dinasti mafia Dario Mahardika, wanita ini akhirnya memilih pergi. Meninggalkan mimpi senimannya demi pria yang selalu mengutamakan Arisa, ia melangkah pergi membawa surat cerai bertandatangan dan janin berusia tiga bulan. Kini, setelah sang mantan suami menyadari kehilangan besar ini dan mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk mencari keberadaannya, ia telah bertransformasi menjadi ibu sekaligus pejuang tangguh yang tidak akan mudah menyerahkan kembali kehidupannya yang sempat hancur.
Sampul Novel Cinta Kita Sudah Sampai Ujung
8.5
Vanesa akhirnya menyadari pernikahan kontrak lima tahunnya dengan Steven adalah kebohongan besar setelah mengetahui anak yang diasuhnya merupakan anak kandung suaminya dengan wanita lain. Saat sang madu membawa surat cerai di tengah kabar kehamilannya, Vanesa memilih pergi dan mengembalikan anak itu. Mengabaikan masa lalu, ia bangkit menjadi wanita mandiri yang kaya raya. Penyesalan pun datang dari keluarga pencela hingga Steven yang mabuk dan menolak meresmikan perceraian mereka.
Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Kehidupan profesional Grace, seorang sekretaris berdedikasi, berubah total sejak kakak atasannya gencar mendekat. Walau awalnya dingin, sebuah malam tak terduga membuat Grace sulit mengabaikan daya tarik pria itu. Kini ia menghadapi dilema berat antara mempertahankan karier profesional atau menyerah pada perasaan cintanya. Di tengah dunia elite yang penuh rahasia, Grace harus menentukan pilihan hidupnya dalam jalinan asmara yang kian rumit.
Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey
8.9
Laura berjuang keras mencari kerja sampingan sebagai pengasuh demi membiayai pengobatan ayahnya yang sedang sakit parah. Sayangnya, nasib buruk justru menimpanya saat ia bertemu Greyson. Kesucian Laura direnggut paksa, dan ia dipaksa menjadi pemuas hasrat pria tersebut. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang sangat menyiksa. Ia harus memilih: sanggupkah ia bertahan menjadi budak nafsu Greyson demi mendapatkan uang untuk menyelamatkan nyawa sang ayah?
Sampul Novel Mengungkap Hati: Istriku Seorang Miliarder?!
9.7
Demi membalas budi, Melanie rela menikahi Ashton. Namun, ia hanya mendapat derita, bahkan sang suami tega berniat memeras darahnya tanpa empati. Kecewa dengan kekejaman itu, Melanie pun menuntut cerai demi harga diri. Di tengah proses perpisahan, rahasia besar terbongkar; Melanie ternyata seorang miliarder, memicu kehebohan publik. Saat situasi memanas, ia baru menyadari bahwa paman Ashton, Derek, selalu melindunginya secara diam-diam.