APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BUKAN CINTA LOKASI

BUKAN CINTA LOKASI

Proyek film mempertemukan aktris menawan Naomi Clara dengan Azka Dananjaya. Awalnya menepis perasaan, Clara akhirnya luluh oleh kepedulian tulus dari Azka. Namun, kisah asmara mereka langsung dihadapkan pada ujian berat. Keluarga Azka menentang keras hubungan tersebut karena Clara tidak berasal dari kalangan ningrat. Di tengah rintangan perbedaan kasta yang mengancam, Azka berjanji untuk tetap mencintai Clara apa adanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Clara baru saja keluar dari salah satu toko pakaian branded dan berniat hendak membeli segelas kopi di lantai dua. Membawa beberapa paper bag di tangannya, Clara tiba di depan gerai kopi yang tak terlalu ramai itu.

"Caramel macchiato dingin satu, Mbak," ucap Clara sambil mengeluarkan kartu debitnya.

"Ditunggu sebentar, Mbak Clara. Silahkan duduk dulu," ucap barista itu ramah.

Memilih duduk tak jauh dari meja kasir, Clara menatap sekitar ruangan yang hanya ada beberapa pengunjung. Begitu Clara melemparkan senyum pada sekumpulan anak muda yang sedang nongkrong, salah satu dari mereka datang dan mendekat.

"Boleh selfie?"

Clara mengangguk dan memasang senyum manisnya. Beberapa detik kemudian temannya yang lain ikut datang dan meminta foto juga. Bergantian satu per satu mereka mengucap terima kasih setelah selesai berfoto.

"Makasih, Mas," ucap Clara menerima pesanan kopinya. Mengeluyur begitu saja, Clara lupa paper bag belanjaannya tertinggal. Untung saja sekumpulan anak muda tadi langsung mengantarkan sebelum Clara jauh.

Hampir sampai di apartemen, Clara tiba-tiba menerima pesan dari dari Lisa yang memberi tahu kalau Papa masuk rumah sakit.

"Papa gak ada bilang, Lis. Kamu tau dari mana?" tanya Clara yang langsung menghubungi Lisa. Memastikan ulang.

"Ini aku di bengkel Papa kamu, Cla. Karyawan Papa kamu yang bilang waktu aku tanya mana Om Wisnu," jawab Lisa.

"Aku langsung ke rumah sakit, Lis. Tolong kamu nanti ke apartemen, bawain baju ganti aku ke rumah sakit," pinta Clara.

"Oke, Cla. Kamu hati-hati," pesan Lisa.

Memacu mobilnya sedikit kencang, Clara menuju ke rumah sakit tempat Papa dirawat sesuai dengan isi pesan dari Lisa.

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Clara mencoba menghubungi ponsel Papa namun tak ada respon. Membuat Clara semakin cemas. Ia segera memarkirkan mobilnya dan menanyakan ruang rawat Papa pada petugas jaga.

"Makasih, Mbak," sahut Clara begitu mendapatkan informasi ruang rawat Papa. Tampak beberapa perawat tadi berbisik membicarakan Clara.

Tanpa basa basi, ia langsung masuk ke ruangan tempat Papa dirawat.

"Papa, gak bilang kalau sakit!" seru Clara membuat Papa yang sedang menatap jendela kamar menoleh ke arah sumber suara.

"Cuma capek biasa, Cla. Papa gak mau ganggu aktivitas kamu," sahut Papa. Meski wajahnya pucat, Papa masih memaksakan diri untuk tersenyum.

Rasa bersalah perlahan melingkupi hati Clara. Ia merasa tak berguna menjadi anak. Tak bisa merawat dan berbakti pada Papa.

"Gak usah sedih, Clara. Papa baik-baik aja. Cuma penyakit orang tua. Kamu gak usah khawatir," kata Papa lagi mencoba menenangkan Clara yang telah meneteskan air mata.

"Clara minta maaf belum bisa jadi anak yang Papa harapkan," tangis Clara mencium tangan Papa.

"Kamu tetap anak Papa yang paling Papa sayangi, Cla." Papa mengusap kepala Clara lembut. Anak semata wayangnya itu meski sempat memberontak dan kabur-kaburan di awal menjadi artis, tapi ia tetap sayang. Semua tindak tanduk Clara di luar sana, baik buruk Clara semua ia tahu. Ia simpan sendiri karena yakin Clara sudah berubah.

***

"Om," sapa Lisa yang datang membawakan baju ganti dan makanan untuk Clara.

Papa hanya tersenyum 

"Cepat sembuh ya, Om. Ini saya bawain buah," kata Lisa.

Papa mengangguk.

"Cla, aku letakan di sini ya," kata Lisa pada Clara yang baru saja selesai menyuapi Papa makan. Lisa duduk di sofa sambil serius menatap layar ponselnya.

"Papa mau Clara kupasin buah?" tanya Clara.

"Nanti aja, Cla," sahut Papa singkat.

"Clara sama Lisa dulu ya, Pa." Clara menghampiri dan duduk di samping Lisa.

Menunjukkan layar ponselnya pada Clara, Lisa memperlihatkan beberapa pilihan rumah yang nantinya akan Clara kontrak.

"Kalau bisa kamu cari yang dekat rumah Papa, Lis," pinta Clara.

"Oke," sahut Lisa singkat. Ia menahan diri untuk tidak menanyakan alasan Clara, mengapa harus rumah yang dekat dengan rumah Papa, meski sebenarnya ia penasaran.

Menemani Clara hingga pukul setengah sepuluh malam, Lisa pamit pulang pada Papa dan Clara.

"Gak usah, Cla. Kamu temenin Papa aja," ucap Lisa menolak Clara yang berniat untuk mengantarkannya sampai bawah.

"Gapapa, Lis. Aku pengen sekalian ketemu perawat," sahut Clara beralasan.

Menutup pintu secara perlahan karena Papa telah tidur, mereka berdua menuju lift dan turun ke bawah.

"Kamu fokus sama Papa dulu, Cla. Biar aku atur ulang jadwal kamu," kata  Lisa sebelum masuk ke dalam mobil.

"Iya, Lis. Makasih ya. Kamu hati-hati di jalan," pesan Clara.

Kembali masuk ke dalam rumah sakit, Clara berhenti di dekat ruang jaga perawat karena melihat dan mendengar suara tivi yang sedang menanyakan infotainment. Clara menatap seksama pada layar tivi.

'Itu kan waktu di restoran kemarin. Hah, sepupu? Cewek itu saudara sepupu dia' gumam Clara dalam hati. Siapa lagi kalau bukan Azka yang sedang berada di layar kaca.

"Selamat malam ada yang bisa dibantu, Mbak?" Seorang perawat menyapa Clara.

"Eh, malam. Saya mau tanya dokter yang merawat pasien atas nama Wisnu Prayogo siapa ya?" Clara mendekat.

"Pak Wisnu Prayogo?" ulang perawat itu.

"Iya, saya anaknya." Clara mempertegas.

"Dokter Halim, Mbak. Pak Wisnu ada sedikit masalah dengan lambung," kata pertama itu lagi.

"Lalu sekarang kondisinya gimana?"

"Besok bisa langsung ditanyakan dengan dokter saat visit di pagi hari, Mbak. Biar lebih jelas."

"Terima kasih." Clara melirik ke arah layar kaca yang masih menayangkan Azka, sebelum kembali ke kamar Papa.

Setibanya di kamar Papa, Clara berganti pakaian dan membaringkan diri di sofa. Sambil memainkan ponselnya, Clara sesekali melihat ke arah Papa yang terlihat sangat nyenyak tidur.

"Kenapa semua berita isinya dia sih?" rutuk Clara dalam hati saat membuka explore di media sosialnya, hanya pemberitaan Azka yang muncul. Menjauhkan ponselnya, Clara memejamkan mata mencoba untuk tidur. Baru beberapa menit, rasa kantuk datang menyerang hingga membuat Clara akhirnya tertidur. 

Tiba-tiba saja Clara terbangun dan mendapati dirinya berada di dalam hutan dengan pohon-pohon yang sangat tinggi dan semak belukar. Merasa bingung dan aneh, Clara berjalan perlahan dan sangat hati-hati melewati jalan yang penuh semak belukar itu. Terdengar suara begitu berisik yang membuat langkah Clara terhenti. Suara berisik yang menyamarkan suara desisan ular yang secara tiba-tiba telah melilit dan dengan cepat menggigit kakinya. Tak perlu waktu lama, Clara langsung terkulai lemah dan jatuh tak sadarkan diri.

"Cla, Clara." Membawa selang infus, Papa menghampiri dan mencoba membangunkan Clara.

"Clara," panggil Papa lagi. Setelah menggoyangkan badan Clara cukup lama, anaknya itu akhirnya bangun juga.

"Pa. Papa ngapain?" tanya Clara bingung melihat Papa yang sudah berdiri di sampingnya.

"Kamu yang kenapa? Ngigau gak jelas, keringatan kayak gini," kata Papa yang juga bingung.

Clara duduk dan mengikat rambutnya. Ia meraih tisu dan mengelap keringat di jidatnya.

"Clara mimpi digigit ular, Pa," ucap Clara.

"Berarti jodoh kamu sudah dekat, Cla," celetuk Papa santai.

"Ngomong apa sih, Papa?" Clara seolah tak Terima dengan ucapan Papa barusan. Ia berdiri dan mengajak Papa kembali ke tempat tidur karena dokter dan perawat telah datang untuk mengecek keadaan Papa.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Rahasia Sang Kepala Mafia
8.8
Lima tahun mengabdi sebagai istri tak dianggap bagi pewaris dinasti mafia Dario Mahardika, wanita ini akhirnya memilih pergi. Meninggalkan mimpi senimannya demi pria yang selalu mengutamakan Arisa, ia melangkah pergi membawa surat cerai bertandatangan dan janin berusia tiga bulan. Kini, setelah sang mantan suami menyadari kehilangan besar ini dan mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk mencari keberadaannya, ia telah bertransformasi menjadi ibu sekaligus pejuang tangguh yang tidak akan mudah menyerahkan kembali kehidupannya yang sempat hancur.
Sampul Novel Diperbudak Nafsu
9.5
Mengusung genre romansa modern dewasa, kisah ini menyoroti perjalanan hidup penuh gairah dari seorang tokoh utama bernama Fahrizal. Cerita dimulai sejak ia berumur tiga belas tahun, saat bakat dan keahlian luar biasanya dalam hal intim mulai terlihat. Diwarnai deretan adegan eksplisit yang sensual, pembaca akan diajak menyaksikan bagaimana hasrat mendalam Fahrizal terus berkembang seiring berjalannya waktu melalui alur narasi yang berani.
Sampul Novel Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri
8.8
Aluna, cucu kesayangan konglomerat Hartawan, dididik untuk memimpin dinasti bisnis keluarganya. Meski hidup bergelimang harta, gadis periang ini selalu bebas mengejar keinginannya. Ambisi terbesarnya kini adalah meluluhkan hati Reyhan, pria dewasa yang sangat kaku, disiplin, dan dingin. Walau Reyhan gigih menjaga jarak demi keteraturan hidupnya, kehangatan dan energi Aluna perlahan mulai mengacaukan dunia tenang yang selama ini ia pertahankan dengan rapat.
Sampul Novel Pesona Perawat Tuan Daniel
8.1
Pasca kecelakaan tragis, CEO sukses Daniel lumpuh dan depresi karena ditinggal Isabella, kekasihnya. Clara, sang ibu yang dirundung kesedihan, terus berjuang merawat putranya hingga ia mempekerjakan Elara. Sebagai perawat baru, Elara membawa ketulusan serta empati mendalam. Melalui kesabaran dan perhatian kecilnya, ia berusaha membangkitkan kembali semangat hidup Daniel yang sempat sirna dalam kegelapan.
Sampul Novel Terperangkap Cinta Tuan Muda
9.7
Malam Natal Hanako Rin Sudo berubah menjadi mimpi buruk. Setelah diputuskan pacarnya, ia diseret oleh Ryoma Otsuka untuk membayar utang Tomohiro Yamashita Sudo, kakaknya. Ryoma, bos kosmetik Tokyo yang sombong dan misterius, menawarkan sebuah solusi: semua utang tersebut akan dianggap lunas jika Hanako mau menikahinya. Namun, Ryoma tidak pernah menyangka bahwa kesepakatan pernikahan ini justru akan menyeret hidupnya ke dalam bahaya dan masalah yang sangat rumit.
Sampul Novel The Duke's Daughter
8.7
Nivea Del Castano, sang putri pemberontak yang jujur namun berhati dingin, mendapati dirinya sebagai reinkarnasi dari masa lalu. Di tengah bayang-bayang takdir kuno yang terus mengejarnya, hadirlah Matias Vander Lawrence membawa perubahan tak terduga dalam hidupnya. Kini, terjebak di antara garis takdir yang mengikat, Nivea dihadapkan pada pilihan sulit: terus berlari menghindari takdirnya atau bertahan demi cinta yang baru ia temukan.