APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)

BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)

Pernikahan Airra, seorang yatim piatu, dengan miliarder bernama Arief hancur akibat fitnah kejam dari Garna dan Binar. Tanpa status yang jelas, ia diusir hingga terpaksa bekerja sebagai pembersih hotel demi menghidupi anak kembarnya. Tiga tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi fisik Airra sangat lemah. Pertemuan ini membangkitkan dendam membara di hati Airra akibat luka masa lalu. Akankah hubungan mereka bertahan di tengah badai yang belum usai?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Arief! kau tau impian Ibu membesarkan mu untuk kau bisa memegang kekuasaan Ayah mu! bagaimana pun Ibu tak rela membiarkan anak selir itu menggantikan posisi mu! apa lagi ini hanya karena wanita miskin itu!" marah Nadira ibu Arief.

Rumah sakit Anta Ratna dimana saat ini Airra sedang di rawat.

Sentuhan tangan mas Arief setiap kali menyentuh tubuh Airra membuat Airra menyadari akan kehadirannya.

"Sudah makan? apa Suster merawat mu dengan baik?" cakap lembut Arief.

"Bagaimana dengan keluarga mu? kau habis menangis ya?" tanya lembut Airra segera mengusap pipi lembut Arief dengan0 punggung tangannya.

Melihat Arief sudah menjadi dokter pribadi Airra serta melepas gelarnya sebagia ceo.

Sudah pasti ia kembali dalam keadaan terpuruk, tentu saja kedua orang tuanya tak akan merestui tindakkan tak masuk akalnya.

"Bisakah jangan membahas itu sekarang?" Arief memalingkan wajahnya, jelas terlihat kesedihan di bola matanya.

"Aku tak akan menanyakannya, terimakasih Mas Arief aku cinta kamu," lembut Airra memeluk erat Arief.

Sejak saat itu Keluarga Arief sama sekali tak menanyakan kabar tentang Arief, sampai Airra memutuskan untuk menikah dengan mas Arief agar tidak membuat pengorbanan mas Arief sia-sia.

Undangan pernikahan di kirimkan kerumah kediaman Nandra, walau Airra serta Arief tahu mereka pasti tidak akan mau datang.

Tanggal 22 febuari 2019 Airra menikah dengan mas Arief dan tak menyangka ibu mas Arief datang di acara pernikahan.

Orang tua Arief melihat proses pernikahan, paling tidak terbayangkan entah mengapa selama ini yang Airra fikirkan tentang pandangan buruk ibu Arief kepada Airra ternyata salah.

Mereka menerima Airra menjadi menantu, tentu saja dengan alasan mas Arief kembali ke tempat duduknya sebagai seorang ceo.

"Haha ... senangnya menjadi Nadira memiliki menantu cantik serta jago memasak, mau tinggal satu atap lagi sama mertua,"

"Benar tuh, biasanyakan menantu lebih memilih tinggal terpisah untuk menghindari suruhan mertua," cakap teman sosialita ibu Arief.

"Haha ... kalian bisa saja, menantu ku Airra memang tak sebanding dari menantu kalian," ucap bangga Nadira menatap Airra yang saat ini sedang duduk malu.

Setiap hari Airra di rangkul hangat dengan ucapan manis dari mulut semua orang. Serta bisa tinggal satu atap menjadi sepasang suami istri sah dengan mas Arief.

"Kenapa kamu menangis Airra," Arief.

Airra menatap cermin sembari menangis, tentu saja suami mana yang tak terkejut melihat istrinya tiba-tiba menangis tanpa ada perkara.

"Apa cara ku mengeringkan rambut mu salah?" tanya kembali Arief.

Airra menggeleng, ia segera memegang tangan Arief yang berada di samping kepalanya.

"Terimakasih Mas, karena mu aku benar-benar memiliki sebuah keluarga," ujar Airra.

"Bicara apa sih," segera Arief mencium pipi Airra dengan lembut mencoba menenangkan istrinya.

Dua bulan pernikahan Airra terasa begitu cepat, mungkin karena setiap hari Airra yang selalu sibuk.

Dan lagi Airra harus merelakan mas Arief yang akan pergi sebentar lagi keluar negri, untuk mengurus masalah di perusahaan sana yang terkena kendala.

Airra melihat Arief sedang berkemas, perasaan sedih juga takut tak bisa menahan rindu kepada mas Arief membuatnya tak kuat ingin menahan Arief untuk tidak pergi.

"Mas ... berapa hari kamu akan pergi?" tanya Airra.

"Sebulan, kenapa? jika kamu merasa keberatan lebih baik aku batalkan saja ya?" sahut Arief.

Airra tentu saja bisa membuat Arief tak jadi pergi namun, ia paham jika Arief tidak jadi pergi, mungkin saja keluarga Arief akan membujuk Airra mati-matian agar menyuruh Arief pergi.

"Bukankah sama saja, aku akan tetap membiarkannya pergi?" gumam pelan Airra.

"Tidak perlu Mas, lagi pula disana memerlukan diri mu, aku yang di sini ... hanya akan menunggu mu pulang," seru Airra.

Setelah kepergian Arief, suasana rumah menjadi berbeda semenjak kedatangan ayah Arief Garna Nandra.

Entah perasaan Airra yang salah atau memang benar, sikap ibu mertuanya seketika berubah.

"Selamat datang Ayah mertua," sambut Airra dengan sopan.

Garna Nandra ayah Arief yang di kenal pleyboy, bahkan sudah lima tahun tidak pulang, ia masih berani membawa satu wanita muda di sampingnya.

Sedikit syok ketika melihat sikap ayah Arief yang sangat santai membawa selingkuhannya pulang, jelas sekali disana sedang berdiri tegak istri sah yaitu ibu Arief.

"Kau istri yang anakku sampai rela turun ya? wajar kau memang cantik, maaf tidak bisa hadir di pernikahan mu waktu itu," sapa Garna sembari mengelus kepala Airra.

Setelah perbincangan yang menurut Airra agak sedikit celetuk, tanpa malu ayah Arief meminta istrinya tidak menggunakan kamar utama, karena kamarnya akan di pakai ia dan selingkuhannya.

Jelas tatapan sakit serta benci yang sekarang ibu mertua Airra rasakan.

"Ibu ... hari ini ingin tidur bersama ku?" tanya Airra.

Sejak saat itu ayah mertua selalu memperhatikan Airra tepat di hadapan ibu mertua.

"Ibu ... aku sudah memasak makanan kesukaan ibu, mari makan," ajak Airra, selama ayah mertua memperhatikannya lebih, entah mengapa ibu mertuanya merasa memberi jarak padanya.

Tepat saat itu juga pintu terbuka, terlihat seorang wanita cantik sedang berjalan masuk dan membawa beberapa oleh-oleh di tangannya.

Nadira segera berlari ke arah wanita itu, mengabaikan ajakkan makan menantunya.

"Binar! sayang ku, ya ampun ini semua untuk Bibi?" ria Nadira menyambut hangat Binar.

"Tentu saja, Binar habis syuting dari sepanyol loh, ini untuk Bibi," sambut kembali Binar.

Binar dari dulu memang memiliki hubungan erat pada keluarga Arief, dan lagi karirnya sebagai artis papan atas juga sebagai aset negara.

Binar menoleh ke arah Airra, sekejap ia tersenyum, lalu segera mengajak Airra bersalaman.

"Hallo, saya Binar teman wanita satu-satunyaa semasa kecil Mas Arief," Binar mengulurkan tangannya ia sedikit agak mengerengkan teman wanita satu-satunya.

Perasaan Airra tak enak saat melihat uluran tangan itu namun, jika ia tidak menyambut tangan wanita yang sedang menggatung itu, bisa saja ibu mertua yang sedari tadi menatapnya tidak akan berhenti menatap.

"Hai, saya Airra Handira istrinya Mas Arief selamat datang Binar di kediaman kami," sapa lembut Airra.

Airra agak kesal, ia kembali menekankan kata istri pada Binar.

Tentu saja semua orang tau di antara pria dan wanita tidak ada kata teman di dalamnya.

"Duh Binar, padahal kamu sudah jauh-jauh datang, Airra bisa siapkan beberapa cemilan dan minuman, Ibu dan Binar tunggu di ruang tamu ya," ujar Nadira segera menggenggam tangan Binar.

Seolah orang asing yang sedang berada di tengah-tengah keluarga akrab. Itu lah Airra sekarang.

Ibu mertua Airra lebih banyak berbincang dengan Binar, bahkan mereka sama sekali tak memberi Airra celah untuk berbicara.

Sejak hari itu wanita yang bernama Binar sering sekali datang, Airra pun merasa ibu mertua lebih senang atas kehadiran Binar, walau sering menyusahkan dirinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel KECELAKAAN SEMPURNA
8.9
Demi membiayai pengobatan kanker sang ibu, Qarletta Averly yang berumur 21 tahun melamar sebagai fotografer di Heston Corporation. Namun, harapan Arlett pupus setelah berurusan dengan sang CEO, Carl Heston. Sebuah kecelakaan fatal justru menyeretnya ke dalam skandal besar yang telah direncanakan oleh Carl. Kini, Arlett terjebak dalam pusaran masalah rumit bersama pria berkuasa tersebut, yang membuat seluruh kehidupannya berubah total.
Sampul Novel Kupuaskan Nafsuku di Klub
8.2
Pasca putus cinta, hasrat besar yang dimiliki wanita ini tidak pernah lagi terpenuhi. Demi membantunya, sang sahabat mengajak dirinya bergabung ke sebuah klub lari malam yang tidak biasa, lengkap dengan celana khusus yang telah dipesan secara sengaja. Di tengah aktivitas yang sangat menguras tenaga tersebut, ia didera kelelahan hebat hingga kakinya lemas dan berulang kali memohon ampun. Saat mengira penderitaannya telah selesai, situasi mengejutkan terjadi ketika dua orang pria tiba-tiba melangkah masuk ke dalam tendanya.
Sampul Novel Menipu Penipu Asmara
8.3
Niat baik Cassidy Belgenza menyelamatkan Sophie Marigold dari pelecehan justru berujung salah paham. Ternyata, Sophie adalah selingkuhan dari suami Angelica, mantan pacar Cassidy. Demi membantu Angelica yang tersiksa, Cassidy bersedia menjauhkan Sophie dari pernikahan mantannya itu. Didorong cinta masa lalu, ia merancang siasat balas dendam untuk menjatuhkan Sophie. Namun, akankah Cassidy berhasil mengelabui Sophie, atau malah dirinya sendiri yang terjerat dalam perangkap?
Sampul Novel RAHIM GADIS SEWAAN
7.8
Zevanya menghadapi kesulitan finansial yang sangat berat. Demi membayar utang yang menumpuk dan membiayai operasi jantung sang ayah, ia terpaksa mengambil jalan pintas dengan menyewakan rahimnya. Harapan untuk merasakan pernikahan yang bahagia pun lenyap seketika karena ia harus mengandung anak dari pasangan suami istri lain. Kini, Zevanya harus berjuang menjalani hidup sebagai ibu pengganti. Mampukah ia bertahan melahirkan bayi yang tak bisa ia miliki demi menyelamatkan keluarganya?
Sampul Novel Sedingin Es
7.8
Sejak sang ayah pergi demi wanita lain, Tisa menutup rapat hatinya dan memandang cinta sebagai sumber penderitaan. Trauma mendalam ini membuatnya dikenal sangat dingin dan tidak tersentuh. Namun, sikap apatis tersebut justru memicu rasa penasaran Langga, seorang playboy kampus yang terbiasa mendapatkan apa saja. Meski terus diabaikan oleh Tisa, Langga pantang menyerah. Akankah kegigihan cowok itu mampu meruntuhkan tembok pertahanan Tisa?
Sampul Novel Terjerat Hasrat Cinta Atasanku
9.2
Dalam dunia kerja modern, kisah cinta membara antara seorang bos dan karyawannya harus berhadapan dengan rintangan yang sangat besar. Ketertarikan yang begitu kuat di antara mereka terhalang oleh sebuah batas kokoh layaknya Tembok China yang mustahil diruntuhkan. Hubungan asmara kantor ini pun dipenuhi pergolakan hebat. Mampukah mereka memperjuangkan perasaan dan menembus dinding penghalang tersebut, atau justru harus menyerah pada keadaan?