APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bos Posesifku

Bos Posesifku

Richard Lewis sempat memandang sebelah mata Viola, sekretaris barunya yang berparas menawan, cerdas, dan kuat. Daya tarik Viola membuat Richard bertekad menaklukkan hatinya, walau wanita itu masih trauma akibat dikhianati di masa lalu. Melalui kepemilikan protektif dan aturan yang kaku, Richard berjuang membuktikan ketulusannya. Namun, Viola tidak goyah. Mampukah Richard meluluhkan pertahanan Viola saat ia harus bersaing ketat dengan dua pria lain?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tak ada yang tidak mengetahui betapa tampan dan kayanya seorang Richard Lewis. Banyak wanita bermimpi ingin menjadi pendampingnya karena ketampanan dan kekayaannya. Namun, ia tidak memedulikan wanita mana pun yang mendekatinya. Semenjak ia ditinggal pergi oleh Luna, sahabatnya sejak masa kuliah, dirinya mendadak menjadi anti wanita.

Baginya wanita itu merepotkan. Bahkan, sempat beredar kabar kalau Richard adalah seorang Gay karena selalu berinteraksi dengan William dan Tio sepanjang waktu. Namun Richard tak memedulikan semua itu. Baginya, pekerjaan nomor satu. Dia tidak butuh wanita dalam hidupnya.

"Selamat pagi, Pak Richard," sapa Vio ramah sambil tersenyum. Hari ini Vio tampak begitu cantik dan elegan dalam balutan blazer coklat mudanya.

"Simpan senyumanmu itu! Kamu mau menggodaku, ya?" bentak Richard garang. "Bacakan jadwalku dari hari ini hingga seminggu ke depan?" lanjutnya ketus.

Sebenarnya waktu masuk tadi Richard sempat terpana melihat senyuman indah Vio. Namun, segera ditepisnya perasaan aneh itu. Ia mengalihkan keterpanaannya dengan ucapan ketusnya barusan.

“Dasar bos edan! Siapa juga yang mau menggoda kulkas macam dia. Sabar, Vio! Ingat gaji, Vio!” batin Vio menyabarkan hatinya.

"Maaf, Pak. Jadwal Anda hari ini ... jam 10.00 rapat dengan pemegang saham, jam 1.00 siang ada jadwal makan siang dengan klien dari Inggris, jadwal besok jam 9 meeting dengan klien dari Jepang..."

Vio terus membacakan jadwal Richard yang sudah dia hafalkan di luar kepala.

"Baik, segera bersiap, Sekretaris Viola!”

Richard memerintah Vio dengan tegas dan lugas tanpa senyum sedikit pun. Padahal dalam hatinya, Richard kagum akan kecerdasan Vio yang bisa mengingat jadwalnya seminggu ke depan.

’Boleh juga ingatannya,' puji Richard dalam hati.

Meeting pun berlangsung dengan baik dan lancar hingga akhirnya waktu makan siang pun tiba. Vio sengaja berkeliling kantor sekalian berkenalan dengan staf kantor lainnya. Tidak butuh waktu lama Vio langsung bisa berbaur dengan staf di sana. Mulutnya yang ceplas-ceplos, tapi suka bercanda, membuatnya cepat beradaptasi dengan yang lainnya. Terutama karyawan laki-laki yang begitu terpesona dengan kecantikan Vio.

"Perkenalkan, aku Ricky, manajer bagian keuangan. Salam kenal. Semoga betah ya kerja sama bos kita.”

Ricky terpesona akan kecantikan dan keluwesan Viola hingga tak sadar masih memegang tangan Viola ketika bersalaman tadi.

"Pak Ricky, tangan tolong dikondisikan, dong! Gantian, kita juga mau kenalan, nih” omel Dimas.

Dimas menepis tangan Ricky dari Viola lalu tersenyum manis pada gadis itu. "Aku Dimas, staf bagian administrasi. Selamat bergabung di perusahaan, Viola.”

Vio menyunggingkan senyuman indahnya. "Halo, salam kenal semua. Senang bisa kenalan sama kalian. Mohon bimbingannya, ya! Aku juga masih training di sini. Semoga aku bisa diterima kerja di sini.”

"Semoga diterima ya, Vio," kata Renny, staf bagian keuangan.

"Yang penting tahan banting aja sama kelakuan bos kita. Nurut aja! Dijamin aman, Vio," lanjut Sarah, staf HRD.

"Memangnya bos kita tegas banget, ya?" tanya Vio penasaran.

Ricky tersenyum sambil menatap lekat wajah Viola. "Ya, bos orangnya tegas, dingin, cenderung kejam, Vio. Namun, tak usah khawatir! Kalau ada kesulitan, tanya aja sama aku, aku siap bantu kapan pun kamu butuh," lanjut Ricky menggoda.

"Modus, ih, bapak!" kata Renny, Sarah dan Dimas kompak sambil tertawa lepas.

"Yang penting cekatan dan nurut aja, Vio. Dijamin aman, kok,"  lanjut mereka lagi.

Vio merasa senang, di hari pertama bekerja, ia sudah diterima dengan baik oleh rekan kerjanya. Makan siang di kantin pun berlanjut diiringi canda tawa mereka berempat.

"Viola, dipanggil Bos ke ruangannya, sekarang!” panggil Tio, memutus tawa riang gadis itu yang tengah asyik bercanda ria di kantin perusahaan.

"Baik, Pak,” jawab Viola sopan.

"Aku ke ruangan bos dulu, ya. Sampai nanti,” lambai Viola pada rekan-rekannya. Viola pun buru-buru menuju ruangan CEO Richard.

"Ada yang bisa saya bantu, Pak," tanya Vio ramah dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya.

"Jangan tersenyum!" cecar Richard garang, tak mau melihat senyum menawan Vio.

‘Ampun! Senyum aja ga boleh?' jerit Vio dalam hati. "Baik, Pak.” Vio memilih menunduk saja, tak mau dibentak lagi.

"Segera reservasi restoran termahal untuk pertemuan dengan klien malam ini! Kamu juga ikut. Klien kita hari ini dari Amerika. Pastikan dia mau bekerja sama dengan kita! Ini kartu perusahaan, beli baju bagus yang pantas untuk dipakai malam ini. Pergilah sekarang!" perintah Richard lantang.

"Tapi, Pak. Jadwal malam ini, bukan dengan klien Amerika, tapi—"

"Tidak usah membantah!” sentak Richard lagi. Lama-lama pria itu kesal selalu dibantah calon sekretarisnya itu. “Meeting ini dadakan. Cancel saja pertemuan sebelumnya!" tegasnya dengan wajah datar dan tatapan tajamnya.

"Baik, Pak. Permisi!" jawab Viola ketakutan.

Lama-lama Vio bisa jantungan dibentak terus-terusan. Gadis itu heran, kenapa bosnya selalu saja marah-marah. Apa ada yang salah pada dirinya? Vio segera meninggalkan ruangan bosnya menuju butik dengan tanda tanya di hatinya.

"Ini kunci mobilnya, Viola. Pakai saja untuk pergi ke butik. Kamu bisa menyetir, kan?" tanya asisten Tio.

"Bisa, Pak. Kalau begitu saya permisi!" jawab Vio mengambil kunci dari Tio lalu bergegas menuju butik.

Sementara di ruangan CEO, William, sahabat Richard yang baru saja sampai, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya. "Marah-marah terus, cepat tua nanti," ledeknya.

"Kalo nggak ada urusan penting mendingan keluar deh?" usir Richard ketus.

"Santai, dong! Gue cuma mau lihat sekretaris baru lo. Cantik, ga? tanya William genit.

"Ga usah ganggu calon sekretaris gue! Urus saja pacar-pacar dan teman tidur lo itu!” ancam Richard kesal.

"Posesif nih ceritanya," William terkekeh. "Kalau cantik mau kudeketinlah. Jangan larang gue, dong! Dia bebas, bukan milik lo," goda William lagi. Pria itu menahan tawa. Karena ia tahu sebentar lagi pasti sahabatnya akan mengamuk.

"Jangan macam-macam, ya! Gue pecat, mau lo?" ancam Richard kasar lalu tanpa memedulikan sahabatnya, Richard berjalan meninggalkan William begitu saja.

Wiliam keki karena diabaikan. Pria tampan itu akhirnya mengekori Ricard sambil berseru. "Eh, mau ke mana? Maen tinggal aja. Richard, tunggu dong!”

***

"Ini kayaknya cantik, deh,” gumam Viola sambil memadankan gaun ke tubuhnya. “Presdir marah, nggak, ya? Kalo aku beli yang ini? Cantik gaunnya, tapi tipis. Nanti dikiranya aku mau goda klien lagi." Vio bermonolog sendiri.

Setelah puas memilih akhirnya pilihan jatuh pada gaun hitam panjang tak berlengan dengan hiasan silver yang terlihat anggun, lengkap dengan outer yang menambah keeleganan gaun tersebut. Vio segera membayar pakaian dan kembali ke kantor untuk mempersiapkan dokumen meeting malam nanti.

"Semoga malam ini aku berhasil membantu presdir menghadapi klien Amerika itu, sekalian pembuktian kalau aku layak bekerja di perusahaan ini.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Simpanan Tante-Tante
8.2
Terperangkap sebagai pria simpanan dua wanita kaya yang kesepian membuat hidup Andra terasa kelam. Titik balik muncul saat ia mengenal sosok gadis mandiri yang membangkitkan tekadnya untuk bertaubat. Kini, Andra berupaya keras lepas dari belenggu harta para tante demi meraih cinta sejati. Namun, mampukah perempuan idamannya menerima masa lalu kelam tersebut, ataukah hal itu justru menjadi perusak rencana masa depan mereka?
Sampul Novel Assalamu'alaikum, Mas CEO!
8.3
Hanif, bos INANTA Group, dikenal sebagai sosok religius yang taat beribadah di tengah kesuksesan bisnisnya. Kehidupannya berubah drastis setelah putrinya, Aisyah, bertemu Aida, seorang office girl yang berwajah sangat mirip dengan mendiang sang ibu. Kedekatan erat di antara mereka berdua mulai mengancam rencana pertunangan Hanif dengan Soraya. Terjebak antara kewajiban dan kebahagiaan sang anak, ke manakah takdir akan membawa pelabuhan hati Hanif berikutnya?
Sampul Novel MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMIKU
7.9
Kehidupan pernikahan Amira hancur seketika saat perselingkuhan suaminya, Bagas, terungkap. Selama ini, wanita berusia 26 tahun tersebut selalu patuh dan setia mendampingi sang suami tanpa pernah mengeluh. Meski dikhianati dan terluka sangat dalam, Amira menolak untuk menjadi korban yang lemah. Ia mulai merancang strategi matang untuk membalas rasa sakit hatinya. Mampukah Amira melewati rintangan berat ini? Ikuti kisah perjuangannya menuntut keadilan atas pengkhianatan Bagas.
Sampul Novel My Rental Woman
9.3
Alana terdesak biaya pengobatan ibunya. Di tengah kesulitan, dokter muda bernama Bernando Thomas menawarkan kesepakatan rahasia. Thomas baru saja kehilangan istrinya, Calista, yang wafat secara misterius di luar negeri tanpa diketahui orang tuanya. Karena wajah Alana sangat mirip dengan mendiang istrinya, Thomas berniat menyewanya untuk menyamar sebagai Calista. Sebagai imbalan, seluruh biaya medis ibu Alana akan ditanggung. Akankah Alana bersedia menjadi istri sewaan demi sang ibu?
Sampul Novel My [Secret]ary
8.6
Penolakan Raya atas posisi pemimpin anak perusahaan Chinar Group membawanya bertemu kembali dengan Jevano. Mantan kakak tingkat kuliahnya tersebut kini justru bekerja sebagai sekretaris pribadinya. Walau Jevano selalu bersikap dingin dan cuek, Raya tidak bisa menahan perasaannya. Namun, di balik sikap profesional tersebut, sang sekretaris menyimpan misteri besar. Jevano bukanlah pegawai biasa, melainkan sosok penuh rahasia yang menyembunyikan identitas aslinya.
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando memendam obsesi kelam pada Laily, adik tirinya yang santun. Suatu malam, ia nekat mencoba melecehkan Laily saat gadis itu hendak beribadah. Beruntung, Abdi yang sedang mabuk datang menolong. Namun nasib malang menimpa Abdi ketika ia justru difitnah sebagai pelaku asusila tersebut. Akibat salah paham yang berkembang, Abdi pun terpaksa menikahi Laily demi bertanggung jawab atas tuduhan keji yang menjerat dirinya.