APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bos, Jangan! Nanti Ketahuan

Bos, Jangan! Nanti Ketahuan

Hidup Selena sebagai ibu rumah tangga berubah total setelah Haris, bos suaminya, terpesona oleh penampilannya yang sederhana saat berkunjung. Haris menawarkan posisi sekretaris pribadi yang menjadi jalan keluar Selena dari kekangan rumah tangga. Namun, pekerjaan ini justru menyeretnya ke dalam perselingkuhan panas. Demi ambisi naik jabatan, sang suami memilih mengabaikan pengkhianatan tersebut. Kini, mereka semua terjebak dalam pusaran gairah dan tuntutan moral yang mengancam pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Selena terpaksa menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga karena sang suami melarangnya bekerja dengan alasan 'wanita hanya boleh di rumah'.

Hidupnya terasa terkubur sampai suatu hari bos besar suaminya berkunjung ke rumah. Tanpa sengaja, Selena menerima tamu itu dengan penampilan sederhana—hanya daster tipis—dan justru membuat Haris, bos suaminya, terpesona.

Dari sinilah jalan hidupnya berubah: tawaran pekerjaan sebagai sekretaris pribadi membuka kesempatan sekaligus jebakan. Yang awalnya sekadar pintu keluar dari rutinitas rumah tangga, perlahan menyeretnya ke hubungan terlarang dengan sang bos.

Di sisi lain, suaminya yang semula menolak, justru memilih menutup mata demi ambisi promosi. Antara logika moral dan gairah yang tak terbendung, mereka semua terjebak dalam permainan yang mengancam runtuhnya rumah tangga.

. Tamu Tak Terduga

Braaak!

"Kerja! Kerja! Setiap hari itu saja yang kau rengekkan!" kesal Anton kepada istrinya, Selena.

Dia menggebrak meja makan dengan kasar, bahkan piring, mangkok dan gelas ikut bergoyang karenanya. Saking emosinya setiap pagi mendengar istrinya merengek ingin kerja. Padahal, dia tidak kekurangan memberikan nafkah.

"Tapi, aku bosan di rumah, Mas," jawab Selena.

Dan selalu saja, alasan yang Selena ucapkan tidak pernah berbeda, selalu karena bosan di rumah.

"Kau tidak perlu bekerja! Tugas istri itu hanya dirumah, mengurus rumah tangga!" teriak Anton semakin emosi.

"Tapi..."

"Aku pergi!" potong Anton dengan cepat, meraih tasnya dan berlalu dengan mobilnya.

Bahkan, dia tidak menyentuh sarapan yang sudah disiapkan Selena sama sekali.

Selena hanya menatap debu yang ditinggalkan ban mobil suaminya. Dan beralih menatap meja makan yang tidak tersentuh.

Dia hanya bisa menghela nafas berat. Ada setitik penyesalan bersarang di hatinya, seharusnya dia tidak membuka pembicaraan mengenai keinginannya untuk kembali bekerja.

Dua tahun lalu, dia bekerja sebagai supervisor marketing di sebuah perusahaan. Namun, setelah menikah dia berhenti atas permintaan sang suami.

Awalnya, dia menikmati hidupnya menjadi ibu rumah tangga. Namun, lama kelamaan rasa bosan mulai menghinggapi. Ditambah lagi, Anton tidak pernah memberikannya ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Dia dilarang memanjakan dirinya, seperti ke salon ataupun hanya sekedar ngopi sendirian.

Apalagi ketika tidak sengaja bertemu dengan teman-temannya, mereka selalu bangga dengan pencapaian karir. Sedangkan dia?

Selena adalah seorang sarjana, dengan usia yang baru menginjak pertengahan dua puluh tahunan. Saat tamat kuliah sempat bekerja setahun dan akhirnya menikah.

Semakin lama, dia merasa semakin kesepian. Apalagi pernikahan mereka yang hampir menginjak usia dua tahun, belum juga dikarunia seorang anak. Kalau ada anak, mungkin kesepian itu akan sedikit berkurang.

"Ah, penyesalan itu selalu datang terlambat. Seharusnya dulu aku mengejar karir," ujar Selena yang akhirnya menghempaskan tubuhnya di sofa dan menyalakan televisi.

Begitulah cara dia menghabiskan waktu.

Kring! Kring!

Ponsel yang terletak diatas meja berdering, menjerit dengan keras seolah meminta untuk segera dijawab.

Dengan malas, Selena meraih ponselnya. Menggeserkan ikon gagang telepon warna hijau. Dia sempat melihat, suaminya yang menelpon.

"Iya, Mas." Selena menjawab dengan datar ketika terdengar suara Anton diujung sana.

"Kau dimana?" tanya Anton.

"Di rumah."

"Malam ini, Pak Haris mau datang ke rumah. Siapkan makanan yang enak dan pastikan rumah dalam keadaan bersih dan rapi! Jangan malas!"

Begitulah Anton, setiap kata yang keluar dari mulutnya hanya sebuah perintah. Selena seolah pembantunya.

Padahal, dulu saat mereka belum menikah, Anton begitu lembut dan sabar. Tapi, sekarang dia berubah seratus delapan puluh derajat.

Baginya, istri itu harus menunjukkan kehebatannya di dapur, sumur dan kasur, juga tidak suka mengeluh, barulah disebut istri yang baik.

"Selena, kau dengar tidak?" tanya Anton, tatkala Selena tidak segera menjawab.

"Mau ngapain Mas, bos kamu datang ke rumah kita?" Selena balik bertanya.

"Sudah, kau cukup lakukan saja yang aku katakan. Jangan banyak tanya! Dan ingat, jangan membuat malu!"

Tut!

Sambungan telepon langsung dimatikan oleh Anton secara sepihak.

Selena melirik jam di dinding. Sekarang pukul dua siang. Dia harus mulai bersih-bersih dan masak.

Detik berikutnya, Selena mulai berkutat di dapur. Mengolah bahan menjadi makanan yang lezat. Karena ini bos besar, jadi cukup banyak yang dia masak. Beruntungnya bahan makanan di kulkas masih cukup banyak, sehingga tidak perlu belanja terlebih dahulu.

Peluh membasahi dahi Selena, bahkan dia tidak sadar kalau sudah hampir seluruh tubuhnya berkeringat.

Setelah selesai masak, masih mengenakan daster putih tipis, Selena melanjutkan membersihkan beberapa bagian rumah.

"Ya ampun, kenapa sih harus dadakan ngasih taunya?" ujar Selena dengan sedikit kesal menggantikan taplak meja makan dengan yang baru.

"Apa Mas Anton pikir menyiapkan makanan itu gampang? Tuh lihat, sekarang gak terasa sudah pukul lima," sambung Selena berbicara pada dirinya sendiri.

Selena mengelap wajahnya yang berkeringat dengan tisu.

Ting nong! Ting nong!

Di saat pekerjaannya belum beres, bel berbunyi.

"Sepertinya paketku datang," ujar Selena tersenyum.

Dua hari lalu dia memesan paket skincare, dia yakin itu pesanannya yang baru tiba. Dia hanya merawat tubuhnya dengan skincare rutin, karena kalau ke salon, jangan harap mendapatkan izin dari sang suami.

"Sebentar," ujar Selena sambil mengelap tangannya ke daster, menyampirkan lap meja ke bahunya dia meninggalkan sejenak pekerjaannya.

Dengan langkah ringan, Selena berjalan menuju pintu. Inilah salah satu hiburannya di rumah yaitu unboxing paket.

Kriet!

Selena membuka pintu.

Namun, matanya membola saat melihat siapa yang berdiri di depan pintunya.

Bukan kurir seperti yang dia pikirkan, tapi seorang lelaki dewasa, penampilannya rapi dan berkharisma.

Selena sempat terpaku sejenak melihat bos suaminya sudah berdiri disana, bukankah katanya malam nanti baru datang?

"P-pak..." sapa Selena.

Haris yang berdiri di ambang pintu menatapnya tidak berkedip.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Demi mengatasi masalah keuangan, Gavin memboyong istrinya, Aura, untuk menetap di kediaman sang kakak. Namun, keputusan ini justru menjerumuskan Aura ke dalam pusaran obsesi Adrian Mahendra. Sebagai konglomerat berhati dingin yang sangat berpengaruh, Adrian diam-diam mendamba adik iparnya tersebut. Lewat pengaruh dan taktik liciknya, Adrian mulai menyudutkan Aura, memaksanya goyah di antara komitmen pernikahan dan jerat pesona sang ipar yang kian sulit dihindari.
Sampul Novel Birahi Kadang Tak Ada Logika
9.3
Kisah romansa modern khusus dewasa ini mengupas tuntas dinamika asmara, di mana cinta dan hasrat sering kali melampaui batas nalar manusia. Mengapa fenomena tersebut bisa terjadi? Temukan jawabannya dengan mengikuti narasi ini sampai akhir. Setiap bab menyajikan sudut pandang krusial yang akan memberikan pemahaman baru mengenai logika birahi yang terus berkembang. Jangan lewatkan kelanjutan kisahnya agar Anda mendapatkan pemahaman utuh dan tidak menjadi pembaca yang merugi.
Sampul Novel Hubungan Penuh Gairah
9.1
Trauma masa lalu membuat aktris Yuna menutup rapat hatinya untuk cinta. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang aktor papan atas dalam proyek video klip yang sama. Sebuah insiden tidak terduga membawa mereka ke dalam malam penuh gairah. Yuna mengira itu hanya cinta satu malam biasa, tetapi sang senior justru jatuh cinta dan terus mengejarnya dengan ketulusan. Akankah kegigihan sang aktor mampu menyembuhkan luka lama Yuna dan membuatnya kembali membuka hati?
Sampul Novel Kekasih yang Hilang
9.4
Anya, seorang siswi SMA polos, dituduh berselingkuh dengan gurunya, Pak Jamal. Untuk memulihkan nama baiknya, Renata menjodohkan Anya dengan Bobby, sepupunya, dalam sebuah hubungan palsu. Sandiwara pacaran ini bahkan berlanjut hingga jenjang pertunangan guna membungkam rumor. Sayangnya, konflik pecah saat perceraian Pak Jamal melibatkan Anya, sementara Bobby memilih menikahi Lila. Meski akhirnya mereka harus berpisah, bayang-bayang Bobby tetap melekat erat di ingatan Anya.
Sampul Novel Selingkuhannya Pengasuh Anakku
9.4
Kehidupan rumah tangga Sekar hancur setelah perselingkuhan suaminya terungkap. Pengkhianatan ini terasa sangat menyakitkan karena wanita lain tersebut adalah pengasuh anaknya sendiri, orang yang sangat ia percayai. Walau suaminya meminta maaf dan mengaku khilaf, Sekar didera dilema berat. Terlebih saat tahu sang pengasuh ternyata masih bersuami dan dinafkahi oleh suaminya. Mampukah Sekar bertahan menghadapi kenyataan pahit yang merusak pernikahannya ini?
Sampul Novel SEPENGGAL KISAH TANPA JUDUL
8.9
Jeany, gadis Minang yang tertutup, dirundung duka beruntun. Usai dikhianati pacarnya, keluarganya pun hancur setelah sang papa pergi dengan perempuan lain. Kiriman video asusila dari selingkuhan papanya bahkan membuat sang mama depresi berat hingga memicu trauma pernikahan pada Jeany. Bersama saudara perempuannya, Jeje, ia kini harus tegar menghadapi teror tiada akhir dari pelakor tersebut. Mampukah Jeany bertahan di tengah badai ujian hidup ini?