APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak

Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak

Demi membela diri dari pelecehan ayah mertuanya hingga koma, seorang istri justru terjebak tipu daya Rangga, suaminya yang berpura-pura menjadi pelindung. Sebuah pesan rahasia membongkar kenyataan pahit bahwa dirinya hanya dijadikan umpan demi warisan asuransi. Rangga sengaja memanfaatkan situasi tersebut agar sang ayah tersingkir tanpa mengotori tangannya sendiri. Kini, dendamnya membara; sang istri bertekad merebut segalanya dan menjebloskan Rangga ke dalam penjara.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tjahjo memutar tubuhku sedikit, tanpa suara. Ia menekan pinggulku lebih rapat ke tubuhnya. Jemarinya yang tadi berada di dalam, kini bergerak perlahan ke tepi kain. Ia mengulurkan tangan, meraih bagian bawah gaun yang kukenakan.

Dengan gerakan halus, seolah tanpa sengaja, ia menarik gaunku sedikit ke atas. Bukan hanya kain luar, tapi juga kain dalam yang tipis. Sekarang, kulitku sepenuhnya terekspos padanya.

Ia melingkarkan lengannya di pinggangku, menarikku lebih dekat lagi. Wajahnya mendekat ke telingaku. Aku bisa merasakan napasnya yang hangat dan berbau khas pria tua yang menghisap rokok mahal.

"Manis sekali," bisiknya, suaranya serak dan rendah. Aku merasakan desiran aneh di tulang punggungku. Rasa jijik dan gairah bercampur aduk, membuatku mual.

"Tidak," bisikku balik, mencoba terdengar tegas, tapi suaraku bergetar. "Jangan."

Seketika, aku teringat. Ini Tjahjo. Ayah mertuaku. Apa yang sedang kulakukan? Apa yang Rangga akan pikirkan jika tahu?

Aku harus menghentikannya. Sekarang. Aku tidak bisa membiarkan diriku jatuh ke dalam lubang yang lebih dalam.

Aku mengumpulkan seluruh kekuatanku, mendorong bahunya sedikit. "Ayah Tjahjo," kataku, suaraku sedikit lebih keras. "Ini Liana."

Wajah Tjahjo berubah pucat. Matanya melebar, dan ia menarik tangannya dengan cepat, seolah tersengat listrik. Aku merasakan hawa dingin menerpa kulitku yang baru saja terekspos.

Aku tidak berani menatap matanya. Rasa malu dan jijik membakar wajahku. Aku hanya menunduk, menatap sepatu kulitnya yang mahal.

Tjahjo terdiam. Ia tampak shock. Kemudian, perlahan, ia menarik tubuhnya menjauh dariku. Ada kekagetan, ketidakpercayaan, dan juga sedikit kemarahan di wajahnya.

Ketika ia menarik tubuhnya, aku menyadari sesuatu yang lain. Sesuatu yang besar, sangat besar, menonjol di balik celananya yang mahal. Aku nyaris terkesiap.

Ukuran itu. Astaga. Aku tidak pernah melihat yang seperti itu sebelumnya. Bahkan Rangga, suamiku, tidak memiliki... sebesar itu.

Aku sudah bersama Rangga selama lima tahun. Aku tahu seperti apa pria. Sudah banyak pria yang kutemui sebelum Rangga. Tapi ini... ini di luar dugaanku.

Pria ini, Tjahjo, ayah mertuaku, memiliki sesuatu yang luar biasa. Jika saja aku tidak tahu siapa dia, jika saja situasinya berbeda, aku mungkin akan...

Tidak. Liana, hentikan. Pikiran macam apa itu? Dia ayah mertuamu. Dia adalah orang mesum. Hentikan.

Aku cepat-cepat menarik gaunku ke bawah, menutupi area yang tadi terekspos. Aku harus terlihat normal. Aku harus terlihat tidak terpengaruh.

"Ayah sebaiknya hati-hati," kataku, suaraku terdengar lebih tenang dari yang kukira. "Mal ini sangat ramai."

Tjahjo hanya mengangguk kaku. Ia tidak berkata apa-apa. Wajahnya masih pucat, matanya menghindari tatapanku.

Sisa perjalanan di lift terasa panjang. Kami berdiri dalam diam, terpisah oleh beberapa inci yang terasa seperti jurang. Hanya suara bising keramaian di luar lift yang memecah kesunyian canggung kami.

"Liana, kamu harus lebih berhati-hati," kata Tjahjo kemudian, suaranya kembali normal, seolah tidak terjadi apa-apa. "Penampilanmu terlalu menarik. Banyak pria hidung belang di luar sana." Ia bahkan tidak menyebutkan kejadian barusan. Ia mengabaikannya, pura-pura tidak ada.

Aku menatapnya. Pria ini. Pria yang baru saja melecehkanku. Sekarang ia menasihatiku tentang bagaimana berpakaian? Betapa munafiknya.

Pikiranku kembali pada ukuran itu. Besarnya. Jika aku tidak mengatakan siapa aku, jika aku tidak menghentikannya, apa yang akan terjadi?

Bayangan itu terlintas di benakku: Tjahjo menyeretku ke tempat yang lebih sepi, tangannya masih di pinggangku, dan...

Tidak! Hentikan! Aku menggelengkan kepala, mencoba menghalau pikiran-pikiran kotor itu. Ini tidak benar. Dia adalah monster.

Namun, di dalam diriku, ada bisikan lain. Bisikan tentang bagaimana sentuhan Tjahjo terasa. Bisikan tentang bagaimana tubuhku bereaksi. Bisikan tentang hasrat yang membara, yang tidak pernah Rangga penuhi.

Aku merasakan denyutan samar di antara kedua kakiku. Tubuhku seolah memiliki pikirannya sendiri, melawan setiap perintah akal sehatku. Ini gila. Aku gila.

Ketika lift akhirnya mencapai lantai dasar, aku nyaris berlari keluar. "Ayah Tjahjo, aku harus pulang," kataku cepat, tanpa menunggunya menjawab. "Rangga pasti sudah menungguku."

Aku bergegas menuju tempat parkir, jantungku berdebar kencang. Aku harus pulang. Aku harus sendiri.

Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamar tidur. Aku melepas semua pakaianku dengan cepat, merasa kotor dan jijik. Aku meraih vibratorku dari laci nakas.

Aku berbaring di tempat tidur, memejamkan mata. Pikiranku dipenuhi oleh bayangan Tjahjo. Bukan Tjahjo yang tua dan menjijikkan. Tapi Tjahjo yang memiliki... sesuatu yang begitu besar.

Aku membutuhkan seorang pria. Siapa saja. Pria yang bisa membuatku lupa. Pria yang bisa memenuhi hasratku yang membara. Aku tidak peduli siapa dia, dari mana asalnya, atau apa konsekuensinya. Aku hanya ingin dilepaskan dari siksaan ini.

Aku ingin tubuhku merasakan hal itu lagi, hal yang telah lama hilang. Aku ingin gairah, sentuhan, kehangatan, sampai aku tidak bisa lagi berpikir. Sampai aku pingsan karena kelelahan.

Pikiranku berputar-putar antara rasa jijik dan penolakan pada Tjahjo, dan satu pikiran yang terus muncul: apa jadinya jika aku tidak menghentikannya? Apa yang akan terjadi jika aku membiarkannya?

Aku tidak tahu apakah aku menolak karena dia ayah mertuaku, atau karena aku benar-benar tidak menginginkannya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya
8.7
Ketika penculikan melanda diriku dan Elowyn, mantan kekasih suamiku, dia yang berprofesi sebagai ahli negosiasi segera datang menyelamatkan. Namun, saat diberi pilihan membebaskan satu sandera, suamiku justru memilih menyelamatkan Elowyn. Dia tega mendorongku ke arah penculik demi menjaga kesucian mantan kekasihnya, menganggapku yang sudah menikah bisa menanggung kepahitan itu. Dia tidak tahu saat itu aku tengah mengandung anaknya yang berusia tiga bulan.
Sampul Novel Jodoh Terpilih
8.4
Akibat perbuatan Bulan yang tertangkap basah bermesraan dengan Arjuna, Mentari yang berketerbatasan harus menanggung akibatnya. Demi mengejar karier, Bulan menolak menikah dan menjadikan Mentari sebagai pengantin pengganti, meski sebenarnya ia dan Arjuna saling mencintai. Mentari pun terpaksa menikahi pria asing tersebut. Di tengah ujian cinta Bulan dan Arjuna, mampukah Mentari menemukan kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada
8.5
Sejak tragedi masa kecil yang menewaskan sang kakak saat mereka membolos sekolah, kehidupan protagonis berubah menjadi neraka. Sang ibu menaruh kebencian mendalam dan menuduhnya sebagai penyebab kematian tersebut. Selain diperlakukan layaknya pembantu, posisinya digantikan oleh seorang anak angkat. Puncaknya, sang ibu menuntut donor ginjal demi anak adopsi tersebut. Memilih menyerah pada ketidakadilan ini, ia memberikan nyawanya, menyisakan penyesalan tak berujung bagi sang ibu yang terlambat menyadari kebenaran.
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder
8.3
Dikhianati kekasih yang dihidupinya demi sahabat sendiri membuat Riani terluka. Di situasi sulit ini, ia nekat menikahi Rizky, pria asing yang berjanji memenuhi semua kebutuhannya. Keraguan Riani sirna saat Rizky terbukti menjadi suami protektif dan suportif yang mendongkrak kariernya. Namun, misteri menyelimuti sang suami yang selalu punya solusi ajaib, hingga Riani terkejut melihat wajah Rizky di sampul majalah bisnis dunia sebagai miliarder.
Sampul Novel Suami CEO-ku yang Suka Memerintah
8.2
Rosalynn lelah diabaikan oleh Brian, suaminya yang dingin dan kerap digosipkan dengan selebritas. Ia pun mantap meminta cerai. Pascaperceraian, Brian justru terpikat oleh kecerdasan seorang desainer anonim di perusahaannya sendiri. Saat Brian begitu terobsesi mengungkap sosok misterius tersebut, ia tidak menyadari bahwa kebenaran di balik identitas wanita itu akan menghancurkannya dengan penyesalan masa lalu yang sangat mendalam.
Sampul Novel Takdir Cinta dan Dendam
8.6
Seara Arleta Kusuma menutup diri dari cinta karena merasa tiada pria sehebat ayahnya. Sementara itu, Rigelaldo Damian didera penyesalan atas kesalahpahaman masa lalu yang memicu kebencian Seara padanya. Di sisi lain, Vanessa harus menderita dalam pernikahan tanpa cinta dengan Bayu Agara, yang menikahinya hanya untuk membalas dendam pada kakak Vanessa. Saat benih cinta mulai tumbuh, Bayu pun tersiksa rasa bersalah. Akankah takdir menyembuhkan luka mereka atau justru berujung perpisahan?