APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bismillah, Aku Ikhlas

Bismillah, Aku Ikhlas

Pernikahan yang didambakan harmonis justru berujung pilu akibat lisan tajam sang ibu mertua. Setiap hari, seorang istri harus menahan tuduhan mandul dan cercaan atas pernikahan mereka, sembari memikul beban urusan domestik yang tiada henti. Tekanan batin kian berat saat ia terus dituntut segera menghadirkan cucu. Di tengah perlakuan semena-mena ini, ia kini berada di titik krusial untuk menentukan pilihan: tetap berjuang bertahan atau menyudahi segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ya Allah ... kenapa aku harus mengalami hal ini?

Nindi, adik iparku itu semakin bersemangat mengerjaiku. Aku sudah menuruti keinginannya untuk meminta maaf, tapi dia seolah masih kurang puas.

Nindi beranjak dari posisinya. "Mbak Naima. Aku tidak akan memaafkanmu sebelum kamu berlutut di kakiku!" ucap Nindi lagi yang membuatku semakin geram. Sungguh! Sikap gadis remaja ini padaku sama persis seperti ibunya.

Mendengar permintaannya kali ini membuatku tak habis pikir. Aku yang semakin emosi memilih diam. Sudah berkali kuladeni sikap kasarnya, namun dia sama sekali tidak menghargaiku.

"Naima! Cepat lakukan perintah Nindi!" Ibu mertua kembali ikut campur. Tangan kananya menarik kasar lenganku dan memaksaku untuk berlutut di hadapan putrinya.

"Ibu!" Aku memekik. Ini sungguh di luar dugaanku. Bisa-bisanya kedua wanita ini semakin bersikap semau mereka padaku.

Ibu mertua berhasil mendudukkan tubuhku di bawah kaki anaknya. "Cepat, minta maaflah sekarang!" titahnya lagi dengan sorot mata tajam menatapku. "Awas kamu kalau mengadu pada Ilham. Ingat, aku bisa mengusirmu dari sini, kapan pun."

Bersamaan dengan itu, suara langkah kaki terdengar mendekat ke arah kami dan seketika mampu membuat kami terdiam.

"Ada apa ini?" Mas Ilham menatap penasaran dengan apa yang dilihatnya.

Ibu menarik kasar tubuhku yang masih dalam keadaan bersimpuh di bawah kaki Nindi. Wanita itu mengedipkan mata memberi kode padaku agar aku diam dan segera berdiri.

"Bu? Kenapa ibu diam? Nindi juga. Sebenarnya ini, ada apa?" tanya Mas Ilham lagi semakin penasaran.

Kulirik dua wanita yang sejak tadi merundungku itu tampak saling lembar pandang kebingungan. Sebenarnya aku sangat berharap Mas Ilham sempat mendengarkan perdebatan kami, tapi sepertinya tidak.

Ibu mertua melangkah menghampiri putranya. "Tidak ada apa-apa, Ham," jawabnya dengan senyum keterpaksaan. "Kamu pasti capek, kan baru pulang kerja," jawab ibu mertua sembari tersenyum lagi dimanis-maniskan.

Pandangan wanita itu kini beralih padaku. "Naima, cepat buatkan minuman dingin buat suamimu," titahnya padaku yang langsung kuturuti. Sebenarnya, walaupin tanpa disuruh Aku juga pasti menyiapkannya minum. Ish! Aku kesal sekali.

Mas Ilham tampak diam menatapku sembari meniup napas dalam-dalam. Ya Allah ... aku benar-benar ingin menceritakan semua padanya, tapi ....

Sabar Naima, sabar ....

Dengan langkah pelan aku menuju dapur. Membuka lemari pendingin dan langsung meraih sebotol air dingin yang akan kujadikan air es teh untuk Mas Ilham. Kembali membalik badan, aku berniat mencari toples gua.

"Heh! Mbak! Awas ya kalau sampai mengadu pada Mas Ilham," ancam Nindi padaku, yang seketika membuatku terhenyak. Ternyata, gadis berkuncir itu mengekor dan entah sejak kapan sudah berdiri tepat di belakangku.

"Kenapa? Takut??" Aku sengaja menyulut emosinya. Karena kelakuan gadis manja ini semakin hari semakin mirip ibunya membuatku berani bersikap kasar. Sebenarnya aku bukan wanita bar-bar. Tapi, jika setiap hari aku mendapat perlakuan seperti ini, mau tidak mau, ya harus kulawan.

"Mbak berani, ya!" ancamnya lagi dengan tangan kiri meraih lenganku.

"Aw! Sakit, Nin," pekikku langsung mengusap lenganku yang kena cubit oleh gadis tomboy itu. Tidak kusangka, ternyata Nindi berani main tangan juga.

Sabar, Naima.

Sabar ....

"Makanya kamu jangan macam-macam, Mbak!" ancamnya sekali lagi sambil menunjukkan jari telunjuk tepat di wajahku. Gadis ini benar-benar seperti ibunya!

Selesai membuatkan minuman dingin, aku segera mengantar ke hadapan Mas Ilham yang masih duduk di sofa ruang tamu keluarga. Pria itu masih bersama dengan ibunya. Entah apa yang dibahas. Tapi, begitu aku masuk, pembicaraan mereka terhenti. Membuatku bertanya-tanya, apa mungkin ada yang mereka sembunyikan dariku?

"Wah, seger, nih!" Mas Ilham meraih teh es yang kubuat dan langsung menghabiskannya.

"Alhamdulillah kalau suka, Mas. Mau lag ...."

"Kalau mau, ibu bisa buatkan lagi, Ham. Teh es buatan Ibu lebih manis, dan pastinya jauh lebih seger." Ibu mertua menyambar kalimatku yang belum selesai. Wanita itu melirik sinis ke arahku.

Mas Ilham tersenyum kecil menatap sang ibu. "Ah, tidak perlu, Bu. Ini juga sudah cukup." Pria itu beralih menatapku. "Terima kasih ya, Dek. Mas suka teh esnya. Seger," ucapnya padaku yang otomatis membuat hati ibu kandungnya kembali berasap.

"Teh es mah, di mana-mana ya begitu rasanya. Kalau nggak kurang manis ya kemanisan!" celetuk wanita tua itu lagi menyindirku. Entah kenapa semakin hari, kebenciannya padaku semakin kentara. Apa mungkin sebenarnya dia telah menyesal menjadikanku mantu?

Untung saja Mas Ilham tidak begitu menanggapi celotehan ibunya. Mungkin, ia sudah hapal dengan tingkah ibunya yang super banyak omong itu. Astaghfirullah, maafkan hamba sudah membicarakan keburukan mertua sendiri.

"Ayo masuk, Dek," ajak Mas Ilham. Pria itu meraih tanganku, dan mengajakku masuk kamar. Aku menurut, kami berjalan beriringan melewati ibu mertua yang masih mematung sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Mas," panggilku pada pria yang masih memakai kemeja kerja itu.

Mas Ilham menoleh ke arahku seraya berjalan mendekat. "Ada apa, Dek?"

Aku ingin sekali memberitahunya tentang apa yang dilakukan ibu dan adik perempuannya padaku. Namun, aku urung. Mengingat Mas Ilham yang sangat berbakti pada ibunya membuatku menutup rapat mulutku kembali.

"Ada apa??" tanya Mas Ilham lagi. Saat ini posisinya sudah berada tepat di hadapanku. Kami saling berhadapan.

Entah kenapa, Mas Ilham tiba-tiba memelukku dengan sangat lembut. "Kamu harus sabar ya, Dek. Aku tahu ini pasti berat untukmu."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha kerap dikhianati akibat genophobia yang dideritanya. Sang sahabat yang ingin ia sembuh akhirnya mendaftarkan Zeline ke situs kencan global. Lewat platform itu, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang jenuh dengan wanita materialistis. Walau terpisah jarak Indonesia-New York, keunikan Zeline sukses memikat Ricardo. Kini, keduanya harus menghadapi trauma masa lalu dan bentangan jarak demi membuktikan kekuatan takdir cinta mereka.
Sampul Novel Dinikahi Sang Penguasa : Suami Kontrakku Memberi Segalanya
9.0
Dikhianati oleh tunangannya membuat Lily melampiaskan sakit hati dengan mabuk. Saat terbangun, ia mendapati dirinya bersama pria asing bernama Arsen. Tersinggung karena dianggap wanita sewaan, Lily langsung menamparnya. Dua hari kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah pesta, dan terungkap bahwa Arsen dekat dengan sang mantan tunangan. Secara tak terduga, Arsen justru menawarkan pernikahan kontrak padanya, menantang Lily dengan alasan dialah pria pertama yang telah menidurinya.
Sampul Novel Gairah Ana Dalam Perjalanan Waktu
9.3
Usai bersusah payah merampungkan skripsinya, Nuna justru terlempar ke masa lampau dan terlahir kembali sebagai bayi di dimensi gaib yang misterius. Di dunia baru ini, ia tidak hanya harus berhadapan dengan sosok raja iblis yang menakutkan, tetapi juga dikelilingi deretan pria rupawan yang memikat. Nuna kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjalani takdir penuh cinta dan petualangan mendebarkan, atau mencari cara kembali ke tempat asalnya.
Sampul Novel My Baby
9.5
Demi menghindari rasa malu akibat taruhan, Kalla Rei memutuskan untuk meninggalkan Romeo Evans terlebih dahulu. Meski hancur setelah tahu cinta Romeo palsu, Kalla mencoba tegar walau bayang-bayang pria itu sulit dihilangkan dari hidupnya. Sementara itu, Romeo kini menghadapi dilema rumit. Sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali, mengacaukan perasaannya tepat di saat ia mulai menemukan tambatan hati yang baru.
Sampul Novel Takdir Cinta yang Malang
7.9
Tepat pada hari ulang tahun pernikahan yang kelima, Anna Wesley mendatangi firma hukum untuk menyiapkan dokumen perceraian dari Rio Ansari. Keputusan ini diambil setelah Rio mengusir Anna demi menghindari kesalahpahaman dengan sekretarisnya, Sella, yang diundang makan di rumah mereka. Selama lima tahun, Rio selalu merahasiakan pernikahan mereka di kantor. Menyadari suaminya lebih mementingkan wanita lain, Anna memilih menyudahi hubungan ini.
Sampul Novel WARUNG KOPI JENNY
8.8
Demi sang ibu, Jennyta memilih menetap di Rusunawa Depok setelah pulang menjadi TKW Malaysia. Sisa modalnya ia pakai untuk mendirikan sebuah warung kopi kecil. Sayang, ketenangannya kerap terusik oleh ulah Jimmy Waluyo, mantan preman yang selalu mengganggunya. Namun, dari pertengkaran harian itu, tumbuh perasaan cinta yang tak terduga. Kini Jennyta bimbang, mampukah ia melupakan sosok sang kekasih, Januar Arifin, demi menerima Jimmy di hatinya?