APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya

Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya

Kematian kakak kembar suaminya membuat sang kakak ipar hilang ingatan dan mengklaim suami saya sebagai pasangannya. Demi kesehatannya, suami dan ibu mertua membujuk saya menyetujui sandiwara ini. Saya terpaksa melihat mereka hidup bersama, sementara putri kami harus menyaksikan ayahnya dipanggil papa oleh anak lain. Saat putri saya sakit parah, perselisihan pecah hingga gunting menancap di dada saya. Namun, saya justru terbangun kembali di hari keputusan fatal itu dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah mendengar kabar dari pasukan bahwa kakak kembar suamiku gugur dalam sebuah misi, kakak ipar yang baru ditinggal suaminya itu sangat terpukul hingga pingsan.

Saat sadar kembali, dia kehilangan ingatannya. Tangannya menggenggam erat tangan suamiku dan tidak mau melepaskannya.

Hanya karena dokter mengatakan, “Pasien tidak boleh menerima guncangan.”

Suamiku dan ibu mertua pun membujukku agar ikut dia bersandiwara.

Setiap kali aku menyinggung soal itu, mereka berdua selalu menjawab, “Tunggu aja sampai kakak iparmu pulih kembali ingatannya!”

Maka dari itu, aku hanya bisa memandangi suamiku sendiri tinggal dan makan bersama kakak iparnya dengan mataku sendiri.

Bahkan putri kami pun hanya bisa melihat anak kakak iparku memanggil suamiku sebagai papa di hadapannya.

Sampai suatu ketika, putriku demam tinggi dan tak kunjung sadar. Aku memohon padanya untuk mengantarkan kami ke rumah sakit.

Dan yang tidak kusangka, kakak ipar justru marah besar karena hal ini. Dia menangis sambil mengancam bunuh diri.

Pada saat tarik menarik pertikaian mereka, sebilah gunting itu malah menancap ke jantungku.

Saat kembali membuka mata, aku mendapati diriku telah kembali ke hari ketika suamiku memutuskan untuk menjadi suami pengganti bagi kakak iparnya.

“Tasya, kamu tahu, di dalam hatiku hanya ada kamu. Tapi sekarang kakakku sudah tiada, kita sekeluarga seharusnya lebih banyak menjaga Kakak Ipar.”

“Dokter bilang, Kakak Ipar tidak boleh kena guncangan. Anggap saja kita sedang berbuat kebaikan.”

Suara dan kata-kata yang begitu familiar terdengar, otakku sempat kosong sesaat.

Belum sempat sadar sepenuhnya, aku sudah merasakan genggaman tangan lelaki itu.

Aku sontak menepis tangannya secara refleks.

Wajah lelaki itu langsung berubah sedikit, nada bicaranya pun seperti menyudutkanku.

“Tasya! Kalian sama-sama perempuan, ‘kan? Kenapa sih kamu nggak bisa mengerti?”

“Aku melakukan ini semua juga demi keluarga ini. Apa kamu benar-benar tega memberi tahu Kakak Ipar kebenarannya?”

Aku mencubit telapak tanganku dengan keras, berusaha agar diriku sedikit lebih sadar.

Namun, justru diamku ini malah membuat kedua orang di depanku semakin cemas.

Detik berikutnya, wanita di sampingku mulai membujukku lagi dan berkata, “Barusan dokter bilang, Kakak Ipar-mu ini hanyalah amnesia sementara, mungkin saja beberapa hari lagi akan pulih.”

“Kamu tahan saja dulu ya, nanti begitu dia pulih ingatan, semuanya akan kembali.”

Perkataan yang amat sangat familiar itu kembali terdengar, dan aku akhirnya menyadari sesuatu.

Hanya karena kalimat itu … kalimat yang entah aku sudah berapa kali mendengarnya.

Namun … semua itu terjadi sebelum aku mati.

Kenapa sekarang semuanya seolah kembali ke awal?

Jantungku berdebar keras dua kali, sebuah dugaan gila terlintas dalam pikiranku.

A-apakah ... aku benar-benar telah terlahir kembali?

Hatiku bergetar hebat.

Untuk sesaat aku tidak menyadari, bahwa reaksiku membuat dua orang di depanku saling bertukar pandang.

Saat aku kembali sadar, kulihat mereka berdua masih ingin mengatakan sesuatu lagi.

Namun pada saat itu, suara seorang wanita dari dalam kamar pasien terdengar, “Yudha, kamu di luar?”

Yudha Tanujaya, itu nama kakak suamiku.

Namun, yang berdiri di hadapanku jelas-jelas adalah suamiku sendiri, Yudhi Tanujaya.

Di kehidupan sebelumnya dan juga di tempat ini, aku hanya bisa melihat suamiku melangkah masuk tanpa menahannya.

Tidak pernah kuduga, sejak saat itu, dia benar-benar menjadi pengganti suami sang janda yang merupakan kakak iparnya.

Lebih tidak pernah kubayangkan, bahwa aku menyetujuinya pada waktu itu akan menyeretku dan putriku ke dalam hidup yang tragis.

Sejak saat itu, aku hanya bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana suamiku hidup bersama dengan Kakak Iparnya.

Bahkan, putriku tidak punya kesempatan lagi untuk memanggilnya papa.

Kemudian, setiap kali aku menyinggung masalah ini, mereka hanya akan menutup mulutku dengan satu kalimat: “Tunggu saja sampai ingatan Kakak Ipar pulih kembali.”

Namun setelah aku mati, barulah aku tahu, ternyata semua amnesia yang disebut-sebut sang janda itu hanyalah pura-pura.

Arwahku melayang-layang di udara, melihatnya berdiri di hadapan jasadku tanpa rasa bersalah.

Dia berkata, “Kamu jangan salahkan aku ya. Yudha sudah mati, aku dan anakku sendirian, tentu harus ada seseorang yang menjaga kami.”

“Salah kamu sendiri tidak bisa mempertahankan dia.”

“Kamu mati juga bagus, cepatlah bereinkarnasi memulai hidup baru, jangan selalu merebut lelaki denganku!”

Setelah mengetahui kebenaran itu, aku panik melayang di hadapan suami dan mertuaku. Tetapi tidak peduli bagaimana aku melambaikan tangan di depan mereka, mereka sama sekali tidak melihatku.

Aku mati-matian ingin membuat mereka tahu kebenarannya, tetapi tidak pernah kusangka ...

Detik berikutnya, aku justru mendengar mertua berkata dengan wajah penuh sukacita,

“Bagus sekali! Mulai sekarang akhirnya tidak ada lagi yang merusak kebahagiaan kalian!”

Hatiku langsung seperti ada yang menusuk dengan dalam, menatap wajahnya dengan kosong.

Aku sempat mengira itu hanya ilusi.

Walau mertuaku memang tidak pernah menyayangiku, tetapi juga tidak pernah benar-benar menyiksaku. Bagaimana mungkin dia berharap aku mati?

Namun setelah mendengar perkataan suamiku, seluruh tubuhku sontak terasa dingin. Dengan wajah penuh senyum, dia berkata dengan puas, “Kalau bukan aku yang menghentikan kalian, kalian pasti sudah menolongnya. Bagi kita semua, akan lebih baik kalau dia mati.”

Saat itulah aku tahu, ternyata aku masih punya sedikit kesempatan untuk hidup, tetapi mereka yang memilih untuk menyerah menyelamatkanku. Marah, benci, semuanya menyatu di dalam hatiku.

Aku ingin membalas dendam kepada mereka, tetapi aku hanya bisa menyaksikan mereka yang bermesraan.

Mengingat kembali adegan itu, kebencianku pun kembali meledak.

Aku mendengar Yudhi menjawab suara dari dalam, lalu memberi isyarat kepada mertuaku sebelum melangkah masuk.

Mertuaku menangkap isyarat itu, segera meraih lenganku erat-erat.

Sambil setengah memaksaku keluar, dia berkata, “Kakak Ipar-mu baru saja bangun, dia pasti lapar. Ayo, kita pergi keluar membeli sesuatu untuk dimakan.”

Mungkin khawatir aku akan kembali lagi, dia berjalan sangat cepat.

Aku hanya menyeringai sinis, tidak berkata apa-apa.

Di kehidupan sebelumnya, aku tidak menghentikan mereka, karena aku bodoh, tolol, dan terlalu percaya pada lelaki yang tidak pernah mencintaiku.

Di kehidupan ini, aku tetap tidak akan menghentikan mereka. Karena di dalam hatiku, mereka sudah bukan lagi suami dan mertua, melainkan pembunuh.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ISTRI KEDUA TUAN KAIRO
8.0
Farah Maharani, gadis desa berumur 25 tahun, terdesak keadaan hingga bersedia menyewakan rahimnya pada pengusaha Kairo Juang. Hal ini terjadi karena Salsa, istri Kairo, kerap mendapat hinaan mandul dari sekitarnya. Agar suaminya punya keturunan, Salsa pun mengizinkan Kairo beristri lagi. Kesepakatan mereka awalnya berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Namun, sebuah petaka besar mendadak muncul dan mengancam kelangsungan hidup mereka semua.
Sampul Novel Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu
9.2
Aluna Maheswari menderita akibat sikap dingin Renandio serta pengkhianatan keluarga besarnya. Usai menggugat cerai, ia bertemu Dion Ardianata, duda kaya yang membesarkan putranya, Elvano, sendirian. Hubungan mereka bermula saat Aluna menyelamatkan Elvano dari kecelakaan. Bocah yang merindukan kasih sayang ibu itu pun mulai melekat padanya. Meski benih cinta tumbuh, masa lalu yang kelam dan orang-orang yang iri menjadi penghalang besar bagi kebahagiaan baru mereka.
Sampul Novel Maaf, Merebut Suamimu
9.2
Melihat kebahagiaan orang lain membuat Gilsha merasa hidupnya sangat tidak adil. Didorong rasa putus asa, ia bertekad merebut kembali apa yang diyakininya sebagai miliknya. Target utamanya adalah Noah, pria yang kini telah membangun rumah tangga bahagia bersama wanita lain. Demi obsesi tersebut, Gilsha nekat menghancurkan pernikahan mereka. Namun, akankah tindakan ini benar-benar membawanya pada kebahagiaan sejati yang ia impikan?
Sampul Novel Mengejar cinta Kayana
8.5
Rafandra Wirautama, pewaris tunggal konglomerat berusia 30 tahun, memilih menolak perjodohan keluarga demi mencari cinta sejati. Takdir lalu mempertemukannya dengan Kayana Tantri, perempuan cerdas berumur 28 tahun yang berwatak ketus. Walau awalnya kerap berdebat sengit, pesona Kayana justru memikat hati Rafandra. Ia pun nekat menyamar sebagai pria biasa demi mendekatinya. Jika rahasia ini terbongkar, Rafandra harus menyerah dan menikahi wanita pilihan orang tuanya.
Sampul Novel Perawan Tua Idola CEO
9.3
Demi menutupi kebohongan, Jingga Amelia nekat meminta fotografer ternama, Carlos Santana, menjadi pacar pura-puranya. Meski Carlos menawarkan pertemanan, Jingga curiga ada niat tersembunyi di balik ketampanan pria itu. Hubungan mereka justru makin dekat hingga Carlos mengajaknya berpacaran. Namun, saat penyakitnya kambuh, Jingga memilih pergi bersama Gin untuk mengakhiri segalanya. Kini setelah kembali, ia ragu apakah Carlos masih mau menerimanya.
Sampul Novel Tetap mencintaimu
9.6
Ketulusan Keyzia Khanza dalam mencintai Yahya Al-Zayyan begitu menguras energi. Bersama dukungan para sahabat, ia akhirnya menyadari bahwa berharap pada manusia hanya akan menggoreskan luka. Bagi mereka, pernikahan adalah ikatan suci yang jauh lebih tinggi daripada pacaran, dengan takdir Tuhan sebagai penentu akhir. Walau badai dan perpisahan mengintai, Keyzia dan Yahya memilih saling menjaga rasa lewat diam dan doa, berharap cinta mereka abadi hingga ke jannah tanpa melukai siapa pun.