APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bertukar Peran Dipelaminan

Bertukar Peran Dipelaminan

Wajah yang serupa dengan sang kakak, Mariana, justru membawa petaka bagi Eveline. Demi menutupi aib keluarga akibat kehamilan rahasia Mariana, Eveline dipaksa berpura-pura menjadi pengantin di hari pernikahan. Rencananya sederhana: ia hanya perlu menyamar semalam dan membius Viktor, sang suami, dengan obat tidur. Namun, saat fajar tiba, janji Mariana untuk kembali bertukar peran tidak pernah terwujud. Keputusan ini justru menyeret Eveline ke dalam pusaran rahasia kelam keluarga yang mulai terkuak.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam itu terasa lebih gelap dari biasanya, dan udara seolah berhenti bergerak. Eveline duduk di samping Viktor, tangan gemetar memegang gelas berisi cairan berwarna jernih. Rasa cemas menguasai hatinya, setiap detik yang berlalu semakin menambah beban di dadanya. Viktor duduk dengan tenang di sampingnya, memperhatikan Eveline dengan tatapan yang sulit dibaca. Sejak mereka duduk bersama, ia belum berkata sepatah kata pun. Hanya keheningan yang mengelilingi mereka, membuat Eveline merasa lebih tertekan.

Ia merasa seperti boneka yang dipaksa bergerak sesuai dengan kehendak orang lain. Tangan Eveline menggenggam erat gelas, merasa dunia ini berputar lebih cepat dari yang bisa ia hadapi. Setiap detik yang berlalu terasa semakin panjang, dan ia tahu bahwa malam ini akan menjadi titik balik dalam hidupnya, mengubah segalanya.

Viktor akhirnya membuka mulut, suaranya dalam dan tenang. "Kau terlihat cemas, Eveline. Bukankah ini seharusnya menjadi malam yang membahagiakan untuk kita?"

Eveline menoleh ke arah Viktor, matanya mencari-cari ekspresi di wajahnya, namun ia hanya melihat ketenangan yang memikat. Tidak ada yang bisa ia baca dari ekspresinya-hanya sebuah kedamaian yang menyakitkan. "Aku... hanya sedikit lelah," jawab Eveline pelan, berusaha menghindari tatapan Viktor yang tajam.

"Leha? Kau baru saja mulai menjalani malam ini, dan sudah merasa lelah?" Viktor tersenyum tipis, tapi ada sesuatu dalam tatapannya yang membuat Eveline semakin tertekan. Ada sesuatu yang ia coba sembunyikan, sesuatu yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Viktor sepertinya tahu ada yang salah, tapi ia memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut.

Eveline merasa wajahnya memanas, seakan rahasia besar yang ia sembunyikan akan terbuka begitu saja. Dalam hatinya, ia berdoa agar Viktor tidak curiga, tapi di sisi lain, ia merasa bersalah karena telah menyembunyikan kebenaran. Viktor tidak tahu bahwa ia bukan kakaknya, bahwa ia hanya menggantikan Mariana, dan bahwa malam ini adalah sebuah pengorbanan yang dipaksakan.

Namun, Viktor tidak berkata apa-apa lagi setelah itu. Mereka duduk dalam keheningan, sampai akhirnya Eveline merasa ia harus melakukan sesuatu agar malam ini berakhir dengan cepat. Waktu terasa melambat, dan pikiran-pikiran yang mengganggu semakin sulit untuk dibendung.

Tiba-tiba, ia teringat pesan yang diberikan oleh Mariana sebelum ia meninggalkan ruangan. "Berikan dia obat tidur. Biarkan dia tertidur, dan semuanya akan selesai," ujar Mariana dengan suara yang begitu penuh rasa khawatir. Eveline menghela napas dalam-dalam. Ia sudah tahu bahwa malam ini bukan hanya tentang menggantikan kakaknya, tetapi tentang membuat Viktor tidur agar ia tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh suami dan istri.

Dengan hati yang berat, Eveline mengambil gelas yang berisi cairan yang sudah ia persiapkan. Ia mengangkat gelas tersebut ke mulut Viktor, berharap ia bisa menyelesaikan malam ini tanpa harus berhadapan dengan kenyataan yang menyakitkan. Namun, saat gelas itu hampir sampai ke mulut Viktor, tangan Eveline berhenti.

Viktor menoleh dengan tajam, mata birunya yang dalam menatap Eveline, seolah menunggu. "Apa yang kau lakukan, Eveline?" katanya perlahan, suaranya rendah, namun penuh dengan makna yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Eveline merasa darahnya berhenti mengalir. Wajahnya memucat, dan jantungnya hampir terhenti seketika. Ia menganggap dirinya cukup pintar untuk menyembunyikan rencananya, tetapi Viktor tidak bodoh. Ia tahu ada yang tidak beres.

"Viktor..." suara Eveline bergetar. "Aku hanya ingin memastikan kita tidur dengan tenang malam ini."

Viktor mengangkat alisnya, menyelidikinya lebih dalam. "Tidur yang tenang? Atau kau hanya ingin memastikan bahwa aku tak akan ingat apa yang terjadi malam ini?"

Eveline menatap Viktor dengan mata yang tidak bisa lagi menyembunyikan kebingungannya. Ada perasaan aneh yang menjalar di tubuhnya-rasa takut dan rasa bersalah yang bercampur aduk. Viktor tidak bodoh. Ia tahu ada sesuatu yang salah, dan ia akan mencari tahu apa itu.

"Eveline, apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang kamu sembunyikan?" Viktor akhirnya bertanya dengan suara yang semakin dalam, penuh dengan penekanan.

Eveline terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Rasa takut menguasai dirinya, dan ketakutannya mulai merambat ke setiap sendi tubuhnya. "Tidak ada yang salah, Viktor. Aku hanya merasa sedikit cemas." Ia berusaha mengalihkan perhatian, berharap Viktor akan membiarkannya begitu saja.

Namun Viktor tidak mudah dibohongi. Ia menatap Eveline dengan tatapan tajam yang hampir menusuk jantungnya. "Aku tahu ada yang salah, Eveline. Tidak ada yang membuatmu cemas selain diriku. Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi di sini. Apa yang sebenarnya terjadi antara kita?"

Eveline merasa dinding-dinding yang dibangunnya mulai runtuh. Ia ingin berteriak, ingin mengungkapkan semua yang ada di hatinya, tetapi ia tak bisa. Bagaimana bisa ia menjelaskan bahwa ia bukanlah orang yang seharusnya berada di sini? Bagaimana bisa ia mengatakan bahwa ia hanya pengganti dari sang kakak yang kini sedang hamil dan bersembunyi dari kenyataan?

Namun, sebelum ia bisa menjawab, Viktor berdiri dengan gerakan cepat. "Aku tahu sesuatu yang tidak kau katakan, Eveline. Dan aku akan mencari tahu apa itu, apakah kau suka atau tidak."

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka dengan keras, dan sebuah suara yang familiar membuat tubuh Eveline membeku. Mariana muncul, wajahnya pucat, mata merah seperti baru saja menangis.

"Viktor, jangan percaya apa yang dia katakan," kata Mariana dengan suara serak. "Semua ini salah. Jangan biarkan dia memanipulasi kita berdua."

Eveline menatap kakaknya dengan terkejut. Semua yang ia persiapkan, semua yang ia lakukan malam ini, kini hancur. Perasaan yang sudah lama terkubur dalam dirinya mulai muncul, membawa lebih banyak kebingungannya ke permukaan.

Viktor menatap mereka berdua, jelas bingung dan marah. "Apa yang sedang terjadi di sini?" tanyanya dengan suara yang penuh ketegangan.

Mariana melangkah maju, berusaha menenangkan Viktor, tetapi Eveline tahu sudah terlambat. Semua rahasia yang mereka coba sembunyikan kini terungkap. Tidak ada lagi jalan keluar.

Eveline hanya bisa berdiri diam, matanya penuh dengan air mata yang hampir jatuh, tidak tahu apakah ia harus merasa takut atau lega karena akhirnya kebenaran mulai terungkap. Malam ini, segalanya akan berubah-lebih buruk dari yang bisa ia bayangkan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra didera pergolakan batin yang hebat. Di satu sisi, ia membenci kekejaman Azhar, namun di sisi lain, ketakutan kehilangan pria itu merayap saat rasa cinta mulai bersemi. Azhar sendiri awalnya hanya berniat memperbudak Citra demi memuaskan hasratnya. Namun lambat laun, naluri untuk melindungi wanita itu justru menguasai dirinya. Hubungan yang sarat akan luka ini pun berkembang menjadi ikatan rumit, membuktikan hadirnya rasa yang tepat di waktu yang salah.
Sampul Novel Diary Istri CEO
9.5
Aisyah, lulusan Manajemen Pendidikan Islam, merantau ke Jakarta untuk berdakwah. Namun, ia justru dihina saat melamar di perusahaan milik Rahman. Rahman, sang CEO sukses, berubah menjadi nakal sejak batal menikah dengan Cindy akibat masalah kesuburan. Suatu hari, takdir membuat Aisyah mengetahui rahasia Rahman. Demi menjaga kehormatan, ia bersedia dinikahi. Walau sempat ragu dengan kondisinya, Rahman akhirnya menerima syarat Aisyah untuk berikhtiar bersama demi masa depan.
Sampul Novel Dikhianati oleh Orang yang Dicintai
9.1
Malam pertama Lana berubah menjadi mimpi buruk saat mendapati suaminya, Revan, berselingkuh dengan seorang pria. Di tengah keputusasaan karena dikhianati dan terjebak di rumah mertua, Lana kehilangan arah. Namun, sang ayah mertua, Henry, datang melindungi. Ketegasan Henry luluh demi menjaga menantunya yang rapuh. Dalam kesunyian yang mendalam, Lana mulai bergantung pada Henry hingga akhirnya hubungan terlarang di antara mereka berdua terjalin tak terkendali.
Sampul Novel Dinodai CEO Kejam
8.3
Sena Monela mengalami nasib buruk hanya karena mengenakan gaun sang kakak di hari ulang tahun kekasihnya. Ia diculik oleh Alexander Sagala, seorang pria berkuasa yang ingin membalas dendam demi adiknya yang depresi akibat ditinggalkan oleh Giana, kakak Sena. Meski menyadari telah salah menangkap orang, Xander menolak melepaskan Sena dan justru menjadikannya tawanan pribadi. Kisah penuh misteri dan penderitaan Sena dimulai saat ia terperangkap dalam kemarahan sang CEO kejam.
Sampul Novel Mantan Istri CEO Tampan
8.9
Alana terpaksa pergi menjauh selamanya demi membiayai operasi Andra. Ia rela meninggalkan suaminya itu meski dalam kondisi mengandung. Merasa dikhianati, Andra pun menyimpan dendam mendalam dan bertekad membalas sakit hatinya jika kelak bersua kembali. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi. Kini Alana telah memiliki seorang anak, sedangkan kebencian di hati Andra masih membara. Akankah cinta lama mereka bisa bersemi kembali?
Sampul Novel Menikahi Mantan Pacar Teman
9.0
Dunia Mei runtuh saat pria impiannya sejak SMA menikah dengan sahabatnya. Di tengah pesta pernikahan yang menyakitkan itu, Juna datang membawa lamaran tak terduga. Meski mapan dan menawan, mantan kekasih sahabatnya itu juga sedang patah hati. Juna menawarkan sebuah pernikahan tanpa cinta sebagai jalan mencari kebahagiaan baru. Akankah persatuan dua jiwa yang terluka ini menjadi obat penawar lara, atau justru menggoreskan luka yang jauh lebih perih?