APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda

Bersinar Setelah Menjanda

Amira sempat dipandang sebelah mata oleh Irfan yang mengira mantan istrinya itu tak akan mampu bertahan sendirian. Namun keadaan kini berbalik total. Saat Amira berhasil membuktikan kemandiriannya hingga meraih puncak kesuksesan, hidup Irfan justru hancur berantakan. Di tengah penyesalannya, Irfan datang lagi berusaha mendekati dan memikat Amira kembali. Apakah Amira akan luluh pada rayuan masa lalu, atau membiarkan sang mantan suami meratapi nasibnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Tiga kunci dalam pernikahan ialah senyum istri, do'a istri dan keikhlasan istri.

Senyum istri adalah Rezki suami, do'a istri itu kesalamatan suami sedangkan keikhlasan hati istri adalah kunci suksesnya seorang suami.

Maka dari itu janganlah seorang suami menyia-nyiakan bidadari yang sudah engkau pilih sebagai pelengkap hidupmu.

--------

"Sayur mayur, murah meriah..!" teriak penjual sayur yang sudah datang. Ibu-ibu segera menghampiri tak ketinggalan juga, bu Fatma.

"Kalian lihat deh si Mira, dia itu jorok banget masa baju kotor seperti itu di taruh di kursi," ucap bu Fatma dengan suara yang sengaja di keraskan.

"Eh iya, iya. Nggak nyangka ternyata Mbak Amira jorok banget orangnya," balas salah satu ibu-ibu itu.

Amira yang mendengar bahwa dirinya di bicarakan mengurungkan niat untuk berbelanja. Hatinya terasa kesal, capek, dan sakit bercampur aduk menjadi satu.

Hidup berdampingan dengan ibu mertua yang toxic tidaklah mudah. Selama empat tahun Mira memendam perasaan sedihnya sendiri, saat ia mengeluh kepada sang suami pasti Irfan akan membalas, "Maklum orang tua memang seperti itu".

Saat membersihkan rumah, tepat di bagian rak sepatu Mira tak sengaja menemukan uang di dalam sepatu Irfan yang sudah jarang dipakai.

"Uang! Banyak sekali, astaga," gumam Mira dengan kedua mata yang melotot.

"Ini pasti uangnya bang Irfan. Bisa-bisanya dia menyimpan uang di sini kalau di gondol tikus bagaimana coba," gumamnya lagi. Saat Mira menghitung lembaran uang merah itu ternyata ada sepuluh lembar. Selama menjadi istrinya Irfan, dirinya belum pernah memegang uang sebanyak itu.

"Bolehlah aku jadi tuyul di rumah sendiri?" Mira menyeringai licik. Ya, ia tahu apa yang harus di lakukannya.

Amira tidak bisa menahan senyum nakal yang melintas di pikirannya. Rasa penasaran dan kegembiraan campur aduk dalam dirinya, ia tidak menyangka akan menemukan uang sebesar itu di dalam sepatu Irfan. Pikiran-pikiran jahil mulai terbesit dalam benaknya, ide nakal untuk mengejutkan suaminya itu terus menggelitik di dada.

Tanpa ragu lagi, Amira segera menyembunyikan uang tersebut di tempat yang aman. Kemudian, ia memutuskan untuk berpura-pura tidak mengetahui apa pun tentang uang tersebut.

Sore hari setelah memandikan Celin dan memakaikan baju, badan Mira terasa kaku punggungnya terasa pegal. Ia memilih merebahkan tubuhnya di kursi sofa sebentar dan memejamkan kedua mata untuk menikmati rasa sakitnya. Setelah sakitnya mereda ia berencana akan segera mandi sebelum Irfan pulang.

"Amira..!" Terdengar lengkingan yang begitu keras membuat Mira yang baru saja memejamkan mata terlonjak kaget.

"Tidur terus kerjaanmu!! Lihat ini rumah bagaikan kapal pecah, aku baru pulang kerja badan rasanya capek sampai rumah bukannya senang justru kepalaku semakin pening melihat rumah dari pagi sampai sore sangat berantakan, kamu malah enak-enakkan ngebo terus!!" Maki Irfan di ambang pintu. Raut wajahnya memerah seperti menahan amarah dan emosinya yang sangat besar, rahangnya juga terlihat mengeras tanda bila lelaki itu sudah di puncak kemarahan.

Amira segera membuka mata dan duduk untuk mengumpulkan nyawanya, ia baru sadar ternyata ketiduran, sebelum memandikan putrinya rumah sudah bersih. Namun ternyata saat ia tertidur Celin memberantakkan lagi semua mainannya. Sungguh ia tak bisa berkata-kata apalagi, badannya terasa capek sekali setelah seharian mengurus rumah dan mengurus anak yang lagi aktif-aktifnya.

"Mira, mana makanan reques abang?! Abang kan minta di masakin rendang kenapa yang ada cuma mie instan." Teriak Irfan dari dapur. Rupanya ia mengomel sembari melangkah menuju dapur untuk mencari makan.

"Sama saja, Bang, itu mie juga rasa rendang kok," balas Mira. Ia segera bangkit dari duduknya meski kepala terasa berputar dirinya tetap membereskan mainan Celin.

Bruak....

Mira sungguh shock saat piring berisi mie goreng rasa rendang itu dilemparkan ke arahnya. Piring itu pecah dan mienya tercecer kemana-mana, untung saja pecahan piring itu tak mengenai tubuhnya ataupun tubuh Celin.

"Seharian ngapain saja kerjaan kamu, masak nggak becus, merawat diri juga nggak pecus. Ngaca sana lihat tubuhmu yang kumal dan rambut yang acak- acakkan di tambah lagi bau keringat kamu, bikin aku mual dan semakin jijik denganmu!" bentak Irfan. Amira tak kuasa membendung air mata, ia menangis terisak.

"Makan tuh rendangmu!!" ujar Irfan menginjak mie rendang dengan sepatunya dan menendang mie itu hingga mengenai wajah sang istri.

"Keterlaluan kamu, Bang," balas Mira. Namun Irfan sama sekali tak merasa iba dan ia bergegas masuk ke dalam kamar.

Seharian ini Mira belum sempat mandi, apalagi sekedar menyisir rambut ia tak sempat. Celin yang begitu aktif tak bisa berdiam diri, selalu ada saja tingkah Celin yang membuat sang Ibu kawatir dan tak bisa meninggalkannya walau sekedar untuk mandi. Bahkan perut Mira pun berbunyi keroncongan, ia belum sempat makan siang karena lupa.

Tadi pagi Amira tak jadi belanja setelah mendengar omongan Ibu mertuanya yang menyakitkan. Maka dari itu ia memutuskan untuk membeli mie instan saja, saat akan memasak kebetulan gas juga habis. Mau tak mau ia memasaknya dengan magicom. Sambil berlinangan air mata Amira membersihkan mie yang kotor itu dan membuangnya ke tempat tong sampah.

"Abang mau kemana??" tanya Mira. Ia heran saat melihat Irfan sudah rapi dan wangi sembari membawa kontak motornya.

"Mau keluar cari angin, sumpek dan mual aku di rumah terus!" jawab Irfan dengan ketus. Ia sama sekali tak memandang sang istri yang masih terisak.

"Ya- Yah, itut. Yah... itut," rengek Celin. Anak kecil itu mengulurkan kedua tangannya meminta di gendong sang ayah. Namu Irfan dengan tega tak memperdulikan tangisan dan rengekan Celin.

Amira sama sekali tak tahu Irfan akan pergi kemana, padahal ia berharap Irfan mau menjaga Celin walau hanya sebentar supaya dirinya bisa segera mandi. Amira memilih menenangkan Celin yang masih menangis dan memberikan susu formula agar tangisnya mereda.

"Dedek Celin yang cantik di sini sebentar ya jangan ke mana-mana, Bunda mandi sebentar ya," ujar Mira. Tangis Celin sudah mereda dan ia juga sudah tenang kepada setelah mengedot dan menonton kartun upin dan ipin di televisi.

Saat dirasa Celin sudah anteng, Mira bergegas menyambar handuk dan membawanya ke kamar mandi. Ia akan segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar pikirannya juga menjadi dingin.

Huaa.... hua....huawaaa..

Baru saja Amira mengguyur tubuh sudah terdengar tangisan Celin yang begitu keras. Ia segera memakai sabun dengan cepat dan mengguyurnya dengan air lagi, setelah itu ia bergegas keluar setelah menutup tubuhnya dengan handuk.

"Astaga, Sayang, kamu ngapain lagi sih..." ucap Mira. Ia berlari menghampiri Celin yang sedang menjerit kesakitan.

"Celin..!" panggil Mira. Panik, itulah yang dirasakan Mira saat tubuh putrinya tak terlihat namun tangisnya terdengar begitu menyayat hati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Kisah Peterpan Tinkerbell
8.6
Haera merenungkan analogi Peter Pan yang membahagiakan Wendy tanpa bisa bersamanya, mirip hubungan idola dan penggemar. Namun, sudut pandangnya berubah saat membahas Tinker Bell yang setia. Di tengah proses menulis, ia menyadari bahwa meski Wendy tak tergapai, Tinker Bell akan selalu mendampingi Peter Pan. Ini adalah kisah tentang ketulusan serta perasaan mendalam yang tersimpan rapat di balik kedok persahabatan.
Sampul Novel Diabaikan Berujung Penyesalan
8.8
Kehamilan sang istri seharusnya menjadi kabar bahagia, namun sang suami yang merupakan anggota mafia justru memilih mengakui janin milik kekasih masa kecilnya demi perlindungan. Janji manis untuk mengakui anak kandungnya sendiri nanti tidak lagi berarti setelah penolakan dingin yang ia terima. Menyadari cinta sepuluh tahunnya telah sia-sia, ia harus menghadapi murka keluarganya sendiri yang menuntut aborsi karena mengira bayinya tak berayah. Saat suaminya sibuk menemani wanita lain di luar kota, ia memutuskan untuk melangkah pergi selamanya.
Sampul Novel En-PD168
8.1
Pengkhianatan Lucas dan Sarah di pesta bujang menjadi akhir segalanya. Bukannya menyesal, Lucas malah meremehkan luka tunangannya, sementara Sarah menghina status yatim piatunya. Enggan bertahan, wanita itu melempar cincinnya lalu pergi. Mereka mengira dia akan mengemis untuk kembali. Namun dugaan itu keliru. Tiga hari berlalu, ia justru datang kembali bersama sang ayah, seorang pemimpin pasukan serigala yang memimpin lima puluh ribu prajurit siap tempur.
Sampul Novel Escaping The Madhouse
9.7
Alana, seorang gadis yang dijual oleh ibu tiri dan pacarnya ke sebuah pasar gelap yang menjual wanita-wanita muda untuk dijadikan budak seks. Beruntungnya, sebelum naik ke tempat pelelangan, Lana kabur dengan mengelabui para penjaga meskipun pada akhirnya dia tetap ketahuan. Mereka mulai mengejar Lana yang berlari dengan pakaian yang sangat terbuka dan juga bertelanjang kaki. Dia berlari dan menemukan sebuah rumah yang sangat mewah, kemudian menaiki pagarnya untuk menghindari kejaran orang-orang itu. Sayangnya, Lana tidak tahu rumah seperti apa yang dia masuki. Sekali dia masuk kedalam, dia tidak akan pernah bisa keluar lagi dari rumah itu. "Apakah ini adalah malam keberuntunganku? aku mendapatkan wanita tanpa membuang uangku. Diaz, Charlotte, bawa dia ke kamarku dan persiapkan semuanya." "Bantu aku untuk membalas dendam, sebagai bayarannya kau bisa menggunakan tubuhku sesukamu." "Lana, aku akan membantumu pergi dari tempat ini dan lepas dari cengkraman Jeffrey. Kamu tidak pantas diperlakukan sebagai alat pemuas oleh Jeffrey, malam iuni kau harus pergi setelah aku memberi tanda padamu. Jangan khawatirkan aku."
Sampul Novel Kini Ku Hilang Selamanya
9.6
Merayakan tujuh tahun pernikahan dengan Lionel, sang bos mafia, sang istri awalnya berniat membagikan kabar kehamilannya. Namun, kemesraan mereka hancur saat ia mendengar obrolan rahasia Lionel dan anak buahnya dalam bahasa Iltan mengenai wanita lain bernama Sofia. Tanpa mereka sadari, sang istri memahami bahasa tersebut karena asal-usul neneknya. Menahan rasa sakit hati dan amarah di balik senyum palsunya, ia diam-diam mengambil keputusan besar. Melalui ponselnya, ia menerima tawaran proyek riset medis internasional, bersiap untuk pergi dan melenyapkan dirinya dari kehidupan sang suami dalam waktu tiga hari.
Sampul Novel Mahasiswi dan Jebakan Klub Mewah
9.6
Demi bertahan hidup dan membiayai kuliahnya di luar negeri, seorang mahasiswi terpaksa mengambil pekerjaan paruh waktu di sebuah tempat hiburan mewah di Aurelion. Keputusan tersebut membawanya pada suatu malam yang sangat mengerikan, sebuah peristiwa traumatis yang terus menghantuinya. Kini, setiap kali terbangun di keheningan tengah malam, ingatan akan teror malam itu selalu kembali membayangi pikirannya, menyeretnya ke dalam pusaran misteri dan romansa yang penuh ketidakpastian.