APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BERONDONG PERKASA

BERONDONG PERKASA

Lewat teropongnya, Danny Sasmita kerap mengamati Camelia, sang tetangga baru. Saat Camelia histeris akibat kecoak, Danny datang menolong. Sialnya, aksi itu memicu salah paham warga hingga memaksa mereka menikah meski beda usia jauh. Di tengah tekanan itu, mantan tunangan Camelia mendadak muncul setelah dua tahun berpisah. Kini, Camelia pun bimbang memilih sang suami berondong atau pria dari masa lalunya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Aku tak pernah menyangka ... ternyata jodohku seorang bocah remaja yang baru lulus SMA. Memang sih selain kekurangan umur yang masih ijo royo-royo itu, dia memiliki banyak kelebihan dari segi penampilan, kepribadian hangat, dan ... sangat PERKASA. Apa kalian penasaran dengan kisah cinta kami yang unik dan bergelora. Semangat membaca yaa!"

***

"Mbak Camelia, pembayaran kue ulang tahun sudah saya transfer ke rekening ya. Saya pamit dulu!" ujar salah satu klien pelanggan tetap Rosemary and Honey Pattiserie di teras depan rumah seorang wanita cantik berambut panjang.

"Oya, Bu Dyah. Terima kasih dan hati-hati di jalan!" sahut sang pemilik bisnis kue rumahan itu dengan ramah lalu melambai saat klakson mobil berbunyi sebelum kendaraan itu melaju meninggalkan halaman depan sebuah pekarangan asri.

Danny Sasmita, anak tetangga sebelah rumah wanita tersebut memperhatikan dari kejauhan sambil sok sibuk mencuci sepeda motor Ninja miliknya. Matanya terus curi-curi pandang ke arah Camelia yang duduk bersantai di sofa teras depan sambil menikmati secangkir teh hijau dan membaca novel.

'Si tante tuh bohay bingits deh, coba dia seumuran pasti udah gue pedekate habis-habisan. Apalah gue ini yang masih ABG di mata dia, huhh!' batin Danny meratapi nasibnya.

Semenjak beberapa bulan tinggal di sebelah rumah keluarganya, memang Danny penasaran status wanita bernama Camelia itu. Single, tanpa anak maupun suami padahal wanita itu sudah cukup umur untuk berkeluarga dan sangat cantik. Namun, mamanya yang berteman dekat dengan Tante Camelia juga tidak pernah berani menanyakan status wanita tersebut. Alasannya nanti disangka kepo dengan privasi orang.

Danny harus kecewa karena pemandangan bening di Minggu sorenya harus berakhir. Si Tante masuk ke dalam rumah. Namun, aroma kue yang lezat sontak menguar dari rumah tetangga cantiknya. Lima menit berlalu dan pemuda itu masih berdiri di tempatnya hingga ...

"Mas Danny!" panggilan itu membuyarkan lamunannya.

"Ehh ... ada apa, Tante?" sahut Danny mendadak salah tingkah didekati wanita pujaan hatinya.

Camelia yang membawa sebuah kotak putih beraroma sedap itu pun berkata, "Ini lho, aku bikin Kue Mandarin Kenari Almond. Nitip ya buat mama kamu, nggak usah bayar, gratis!"

"Wah, jadi ngerepotin nih, Tante!" jawab Danny dengan senyuman lebar. Dia menerima kotak putih itu dan sengaja menatap lekat-lekat wajah Camelia. Kapan lagi bisa sedekat ini?

"Oke, Tante balik ke rumah ya. Salam buat mama kamu!" pamit Camelia lalu berjalan kembali ke rumah sebelah.

'Yaah ... bentar bingits nyamperin gue. Asli deh, diliat dari deket tuh wajahnya si tante glowing dan belum keriput. Berapa sih umurnya? Apa nekad gue gebet aja dia ya?' Batin Danny seolah sedang berperang sambil berdiri di depan garasi sendirian.

Tiba-tiba mama Danny muncul di teras dan berdecak. "Ckk ... ni bocah, udah mau maghrib malah ngelamun aje. Awas kesambet!" Nyonya Rina Sasmita pun menghampiri putranya lalu menepuk bahu Danny. "Woii ... ngapain kayak patung kamu, Dan!" serunya mengagetkan pemuda itu.

"Eh ohh ... Mama bikin jantungan aja! Nih dapet kue dari Tante Camelia, katanya kue kesukaan Mama, gratis!" ujar Danny seraya menyerahkan kotak kardus berukuran sedang itu ke tangan mamanya.

"Wah, baik banget! Ya udah Mama bawa masuk deh, kamu mau cicipin juga nggak, Dan?" seru Nyonya Rina sembari melangkah masuk ke rumahnya.

"So pasti mau dong, Ma!" sahut Danny seraya mengekori Nyonya Rina lalu duduk menghadap meja makan untuk menunggu kue buatan Tante Camelia dipotong oleh sang mama. Dia mencoba satu gigitan dan auto goyang lidah. "Enaknya pecaah bingits deh ya, Mam!" pujinya.

"Yoii ... Mama senang dia jadi tetangga kita. Orangnya baik dan nyenengin!" sahut mama Danny sambil menikmati kue buatan tetangga favoritnya itu.

Posisi kamar Danny di lantai satu menghadap ke bagian dapur rumah Camelia dan juga di lantai atasnya kamar tidur wanita itu. Dia sering mengintip aktivitas pribadi Camelia dengan teropong canggih yang dia beli ketika masih SMP dulu.

"Wow, si cantik habis mandi malam nih. Duh ... jadi pengin nemenin bobo bareng deh, pasti wangi bingits!" gumam Danny sambil tersenyum miring. Sosok yang sedang dia intip melalui lensa jarak jauh itu tak sadar sama sekali sedang diperhatikan oleh seorang pemuda.

Masih mengenakan handuk putih meliliti tubuhnya, Camelia turun ke lantai bawah dan menuju ke dapur untuk membuat secangkir teh hangat baru. Mendadak dia menjatuhkan cangkir sambil berteriak histeris.

"Waduh ... kenapa si Tante?!" Danny langsung berlari ke rumah tetangga samping rumahnya dalam kondisi bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek seadanya.

Pintu dapur ternyata tak dikunci dari dalam dan Camilia segera memeluk Danny erat-erat. "KYAAAA!"

"Tante, ada apa sih?" tanya Danny yang tak digubris sama sekali oleh wanita itu padahal handuk yang dikenakan Camelia mulai melorot.

Telapak tangan Danny reflek menahan handuk di punggung Camelia. "Tenang, Tante. Pliss ... apa karena kecoak?" tanya pemuda itu karena dia sempat melihat serangga yang memang bisa membuat kebanyakan kaum Hawa jejeritan takut.

"I-iya ... aku takut kecoak!" Usai menjawab Danny, bukannya membaik justru Camilia melunglai pingsan di pelukan pemuda itu.

"Astaga, Tante ... Tante ... kok malah pingsan sih?" Danny menepuk-nepuk pelan pipi Camelia dalam dekapannya. Dia menelan ludah melihat pemandangan yang indah di hadapannya tanpa sensor. Namun, imannya masih kuat menahan godaan tingkat dewi yang menyerbu panca indranya.

"Duh, kok kagak siuman juga? Gue baringin di kamar dia aja kali ya?" ucap Danny lalu membetulkan posisi handuk yang menutupi sepasang gunung kembar wanita cantik itu. Dia pun menggendong Camelia naik ke kamar tidur di lantai dua.

Dengan kedua lengan kokohnya Danny membawa tubuh yang lemah itu menapaki anak tangga hingga masuk ke kamar yang pintunya terbuka. Rumah bertipe minimalis itu tertata rapi dan estetis, nyaman dihuni. Danny menurunkan Camelia di tengah tempat tidur dan sempat memandangi wajah yang kelopak matanya tertutup rapat di hadapannya.

Bunyi derap kaki dari arah tangga membuat Danny sontak kebingungan. Ada apa gerangan malam-malam begini orang berdatangan?

"Ya ampun, tuh Pak RT ... bocahnya lagi di kasur sama Bu Camelia. Ini aib buat kampung kita, Pak!" seru Jajang yang pertama memergoki Danny masuk ke rumah tetangganya.

Pak Ridwan pun menimpali, "Dari pada bikin maksiat, nikahkan saja mereka malam ini!"

"S-sabar ... jangan salah paham dulu, Pak!" seru Danny panik. Dia tadi niatnya hanya menolong Camelia bukan untuk berbuat hal yang tak senonoh.

"Itu perempuannya nggak pake baju di atas kasur. Dia juga cuma pake sempak. Salah paham apanya?!" sahut Pak Bambang tetangga seberang rumah Danny yang ikut menggerebek.

Pak RT pun angkat bicara. "Tolong semua tenang. Semua bisa diselesaikan baik-baik. Hmm ... Nak Danny, dengan segala hormat ya ... Bapak ingin menemui orang tua kamu sekarang. Saya butuh persetujuan mereka untuk menikahkan kamu dengan Bu Camelia agar tidak menjadi aib bagi semua pihak!"

"Pak RT, sumpah ... saya dan Tante Camelia tidak melakukan hubungan badan tadi. Beliau ini pingsan di dapur karena phobia kecoak ... hanya itu!" Danny berusaha menjernihkan situasi yang sudah kepalang kacau balau.

"Maaf. Nak Danny tolong bersikap ksatria, sudah terpergok banyak orang di lingkungan RT kita begini. Jangan berkelit lagi, kasihan kalau wanita ini hamil tanpa suami. Statusnya tidak kawin di KTP yang diserahkan fotocopy-nya ke saya sewaktu dulu pindah ke rumah ini!" bujuk Pak RT dengan halus.

"Pak-Pak ... Tante Camelia nggak mungkin hamil, kami nggak ngapa-ngapain tadi, sumpah!" jawab Danny memelas.

"Alaa banyak bacot kamu, Dan. Sudahlah, dari pada kami laporkan ke polisi karena tindakan asusila. Setuju saja nikahi dia!" bentak Pak Ridwan tak sabar.

Lima orang saksi memergokinya berada di waktu dan tempat yang salah. Dia pun tak tega dengan tetangga sebelahnya yang masih pingsan itu. Apa jadinya kalau saat Tante Camelia siuman, mereka sudah jadi suami istri karena dinikahkan paksa oleh warga?

Tinggalkan komentar kalian untuk tahu kisah Danny dan Camelia selanjutnya!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Harga yang Harus Dibayar : Sugar Baby
8.0
Arina adalah gadis pintar nan ambisius yang hidupnya berubah drastis setelah berurusan dengan Alvaro. Pria awal 40-an tersebut merupakan bos mafia yang memimpin jaringan bisnis ilegal raksasa di kota. Terobsesi untuk memiliki Arina sepenuhnya, Alvaro tanpa ragu mengerahkan segala kekayaan dan pengaruh kekuasaannya. Kini, Arina terjebak dalam dunia gelap, diperlakukan layaknya permata berharga oleh sang penguasa yang dominan tersebut.
Sampul Novel Istri Yang Diacuhkan
8.3
Arvin berniat menceraikan Gina, mengabaikan kehadiran putri mereka, Darcy. Pernikahan ini rupanya cuma kedok balas dendam Arvin kepada Felysia, sang mantan pacar yang ternyata kakak kandung Gina sendiri. Walau Gina sudah berjuang keras mempertahankan rumah tangga mereka, pengkhianatan Arvin yang berselingkuh dengan Felysia di belakangnya merusak segalanya. Akhirnya, demi menyembunyikan kepedihan ini, mereka sepakat bercerai saat Darcy berusia tiga tahun.
Sampul Novel Jejak Cinta di Kota Hujan
9.7
Naya, seorang penulis yang kehilangan inspirasi, memutuskan pergi ke kota kecil yang selalu diguyur hujan. Di sana, ia terpikat oleh Arga, seorang barista misterius dengan rahasia besar. Ketika hubungan mereka semakin dekat, Naya mengetahui bahwa Arga sebenarnya adalah penulis terkenal yang bersembunyi dari skandal masa lalunya. Kini, Naya dihadapkan pada pilihan sulit: membongkar identitas asli Arga demi kebenaran, atau melindungi rahasia pria yang dicintainya.
Sampul Novel Jerat Janda Terhormat
8.2
Kehilangan suami memaksa Serena Aqulea Abraham berjuang mandiri demi putri kecil dan ibu kandungnya yang sakit. Di tengah impitan ekonomi dan pandangan miring masyarakat terhadap status jandanya, ia dituntut berubah dari wanita lemah menjadi sosok yang tangguh. Tanpa tempat bersandar, Serena bekerja keras menghadapi segala rintangan demi bertahan hidup. Mampukah ia terus bertahan melewati hinaan sekitar, ataukah takdir akan mempertemukannya dengan pria baru yang tulus?
Sampul Novel MENOLAK NAFKAH BATIN
9.4
Setelah melahirkan anak pertama, Vania harus menghadapi penolakan nafkah batin dari Prabu, suaminya. Sikap misterius sang suami memicu kecurigaan, hingga Vania menemukan pesan rahasia antara Prabu dan mahasiswinya, Marsya. Walau kepergok berduaan, Prabu berdalih semua itu hanya kebetulan. Merasa dikhianati dan hancur, Vania tidak tinggal diam. Ia menyusun rencana balas dendam demi memberi sanksi sosial bagi dosen tersebut sekaligus membuat suaminya menyesali perbuatannya.
Sampul Novel Saya Pembunuh
7.9
Sinta Amelia dan Lembayung Rindu bersaing ketat demi memikat Aditya Bagaskara, putra direktur rumah sakit yang bergelimang harta. Sayangnya, Aditya malah jatuh hati pada kesederhanaan Dewi Utari. Hubungan persahabatan Sinta dan Lembayung pun hancur, berubah menjadi dendam yang membara. Di saat amarah Sinta memuncak, hanya dokter Hanum Permatasari yang mampu menenangkannya. Kepatuhan misterius Sinta pada sang dokter menyimpan sebuah rahasia besar yang menyelimuti mereka.