APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bercinta Dengan Sang Presdir

Bercinta Dengan Sang Presdir

Pengkhianatan kejam adik tirinya menghancurkan mimpi Alice Harper untuk menikah dengan Dean Walcott. Setelah dipermalukan di hari pernikahan, Alice memilih pergi ke Birmingham demi menata ulang hidupnya. Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sang mantan kekasih, Dastan Lancaster, yang dulu pergi tanpa kabar. Pesona sang presdir kembali menyalakan api asmara masa lalu. Saat Dastan tiba-tiba melamarnya di hadapan publik, akankah Alice meraih kebahagiaan yang sempat sirna?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aku minta dua helai handuk bersih dan obat untuk luka lecet. Bawa ke lantai atas." Dastan melirik pada Augusta, pengurus rumah tangganya, wanita paruh baya keturunan Nigeria itu mengangguk cepat dan menutup pintu depan dengan buru-buru.

Augusta langsung bergegas pergi ke dapur dan mengambil kotak obat. Pelayan itu kemudian mengantarkan semua yang diperlukan Dastan ke kamarnya. Dia mengetuk pintu kamar dengan sopan, menaruh barang-barang yang majikannya minta di atas nakas, dan keluar tanpa menanyakan identitas wanita yang dia pikir sedang tidur dalam gendongan Dastan.

Setelah bunyi klik dari pintu kamar terdengar di belakangnya, Dastan lalu membaringkan Alice yang masih belum sadar di ranjang. Pakaian Alice basah dan Dastan tahu dia harus segera menggantinya. Alice benci suhu dingin, kenangnya.

"Sudah dua tahun dan itu waktu yang cukup lama, tetapi pesonamu masih sama seperti dahulu." Dastan berbisik di dekat bibir Alice, jemarinya menyentuh ujung rambut Alice yang lembut dan setengah ikal, warnanya terang seperti seteko teh madu.

Dastan selalu menyukai rambut Alice yang panjang dalam kondisi basah karena warnanya akan terlihat gelap dan menurutnya itu lebih cocok untuk wajah Alice. Dan bagi Dastan, bibirnya, bibir Alice juga merupakan salah satu aset terbaik yang wanita itu punya selain rambutnya. Tatapan Dastan lantas jatuh pada bagian yang lebih rendah dari leher Alice.

Blus Alice basah dan itu memberi keuntungan yang tidak terduga untuk Dastan. Dia bisa melihat warna kamisol milik Alice yang mencetak siluet tubuhnya dari balik blus. Dia bahkan bisa membayangkan pemandangan yang luar biasa dari balik kain itu.

Dastan merindukan Alice dan tubuhnya merespons dengan cara yang kuat dan primitif. Dastan tahu dia tidak akan pernah sanggup lari dari jerat yang merantai hatinya. Tidak peduli kesalahpahaman di masa lalu telah membuat mereka berdua asing satu sama lain sekarang, tetapi Alice tetap satu-satunya wanita yang menempati posisi pertama dalam hidup Dastan sendiri.

"Aku harus mengeringkan tubuhmu sebelum aku kehilangan kendali," gerutu Dastan parau, seolah-olah sisa hujan dari baju Alice sudah menyakitinya.

Dengan penuh tekad, Dastan kemudian melakukannya. Dia melucuti seluruh pakaian Alice, mengeringkan tubuhnya, dan menukar blus juga celana panjang wanita itu dengan kemeja dari lemarinya sendiri. Ukurannya tidak pas, terlalu longgar untuk tubuh Alice yang kecil, dan terlalu pendek untuk bisa menutupi kedua pahanya.

"Hanya sementara," geram Dastan mengingatkan dirinya sendiri.

Hanya pria tidak terhormat yang akan mencuri kesempatan dalam situasi ini, renung Dastan. Namun, Dastan adalah pria normal dan sehat yang memiliki hasrat. Berada seruangan dengan Alice yang selalu hadir dalam bunga tidurnya setiap waktu sama sekali bukan sikap yang bijaksana.

Dastan memutuskan untuk keluar. Menghirup udara segar sebanyak mungkin di balkon, meskipun dia tahu bukan udara segar yang dibutuhkan oleh tubuhnya saat ini. Tubuh Dastan meraungkan nama Alice di setiap tempat dan membuat pembuluh darahnya meledak mendambakan gairah yang liar tanpa akhir.

Persis seperti dua tahun yang lalu. Persis seperti penyesalan yang menyiksa hari-hari Dastan. Jika dia tidak pergi meninggalkan Alice tanpa kabar malam itu, apa segalanya akan berbeda bagi mereka? Mungkin akhir yang lain. Sesuatu yang bisa disebutnya dengan 'bahagia'.

Dan ketika Dastan kembali, dia sudah terlambat untuk itu. Alice ada di posisi yang mustahil dia jangkau. Dastan pikir mereka tampak serasi dan tidak ada alasan baginya untuk mengacaukan hubungan baru Alice.

"Bagaimana kau bisa muncul di depanku lagi, Alice?" Dastan menggumamkan pertanyaan itu sambil memandang muram ke kejauhan.

Hanya ada dua kemungkinan untuk jawabannya, asumsi Dastan. Alice bisa jadi tengah mengunjungi kerabat atau menikmati waktu libur yang memang jarang dilakukannya. Dastan tidak pernah percaya pada omong kosong seperti takdir, tetapi untuk pertama kalinya, dia ingin mempercayai sesuatu yang selalu dia ragukan.

Dastan lalu menangkap suara Alice yang baru sadar. Dia berbalik dan menemukan pemandangan feminin dari balik pintu sorong kaca yang memisahkan jarak mereka di antara balkon dan ruang kamar. Alice sedang duduk memegangi kepalanya di sana.

"Jadi, kau tidak memerlukan sihir untuk bisa bangun dari tidur panjangmu?" tegur Dastan yang kini menyandarkan satu sisi tubuhnya di sebelah pintu dengan kedua tangan yang terlipat di dada.

Alice menatap Dastan yang lalu menaikkan salah satu alisnya. Terkejut dengan fakta bahwa Dastan masih seperti pria yang pernah dikenalnya di masa lalu, kecuali jambang halus yang tumbuh menutupi garis rahangnya dan otot-otot padat yang membentuk torso menakjubkan dari yang pernah Alice ingat. "Sihir? Apa maksudmu?"

"Sesuatu untuk mematahkan kutukan dari peri jahat. Sesuatu seperti ciuman," sahut Dastan melempar seringai pada Alice.

Alice spontan memalingkan wajah. Merasakan sensasi panas yang menyengat menciptakan gelenyar memalukan di perutnya. Hanya Dastan yang bisa membuat Alice salah tingkah, tidak dengan Dean, tidak juga dengan pria-pria lain yang pernah ditemuinya di luar sana.

"Kau bahkan membuang muka. Aku bertaruh bahwa tubuhmu memberi reaksi yang sama seperti yang sedang kupikirkan. Apa aku benar?" Dastan membisikkan kalimatnya, tetapi justru terdengar seperti teriakan lantang yang membenarkan segalanya bagi Alice.

"Aku tidak membuang muka dan aku baik-baik saja," sanggah Alice meninggikan nada, kemudian menyadari sesuatu dengan pakaian barunya.

"Berterimakasihlah, lass. Itu kemejaku. Aku tidak punya bra atau rok."

"Ke-kemejamu?" Alice meremas kerahnya, merasakan serat kain, kepalanya menunduk mengamati bahan tipis itu mempertontonkan bagian pribadinya.

"Masih lebih baik daripada telanjang, bukan? Aku tidak akan keberatan dengan ide itu, tetapi kau pasti punya prinsip yang berbeda tentang privasi." Dastan mengerling pada Alice yang melotot.

"Kau sebut ini baju?" Alice hampir saja menjerit histeris.

"Kau tidak suka? Kau boleh melepasnya dan aku akan dengan senang hati menyaksikan mantan kekasihku berkeliaran telanjang di sini."

Alice menggertakkan gigi. Kecanggungan yang dia pikir akan membentang di antara mereka sama sekali tidak terjadi. Dastan menyerangnya secara verbal, vulgar, dan Alice tidak siap untuk menghadapi sisi Dastan yang satu itu.

"Aku tidak akan membiarkanmu merasa senang," geramnya menyipitkan mata.

Bermaksud menuruni ranjang untuk mencari blusnya sendiri, Alice lantas menyibak selimut dan memijakkan sepasang kakinya ke lantai yang dilapisi karpet. Namun, Dastan mendadak menekan tubuhnya ke ranjang. Kepala Alice membentur bantal-bantal yang empuk dan punggungnya melesak ke tengah-tengah ranjang. 

Bobot tubuh Dastan menghimpit dada Alice dengan cara yang erotis dan Dastan memanfaatkan momen itu untuk membuat Alice tidak berdaya. Tangannya menggapai tangan Alice. Menelikungnya ke atas kepala, menahan kedua pergelangan tangan Alice dengan jemarinya, dan menikmati ketegangan sensual muncul menyulut perasaan di antara mereka.

"Berani-beraninya kau!" pekik Alice yang meronta berusaha membebaskan diri.

"Bagaimana bila kondisinya dibalik, Alice? Bagaimana bila aku yang akan menyenangkanmu?"

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu
8.7
Nayla, seorang ART yatim piatu, berhasil menyelamatkan bayi majikannya dari sebuah tragedi berdarah yang fatal. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Arkan. Pria misterius itu menawarkan perlindungan lewat pernikahan kontrak senilai satu miliar rupiah. Demi keselamatan sang bayi, Nayla bersedia menjadi istri palsu. Namun, saat perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, berbagai rahasia besar serta ancaman bahaya justru mulai mengintai kehidupan baru mereka.
Sampul Novel Di Hari Nikah, Aku Pergi
9.3
Liana Tandra mengambil langkah ekstrem demi melarikan diri dari pernikahannya dengan miliarder Hansen Gunadi. Melalui panggilan telepon rahasia, ia memastikan persiapan mayat palsu yang sangat mirip dengannya untuk dikirim tepat di hari pernikahan sepuluh hari lagi. Setelah mendapat jaminan bahwa rencana ini tidak akan dicurigai, Liana akhirnya bisa bernapas lega. Namun, ketegangan baru langsung menyambutnya saat ia melangkah masuk ke dalam ruang VIP, di mana keheningan mendadak mencekam seluruh ruangan.
Sampul Novel Dihina Miskin, Aku Istri Konglomerat
8.5
Ziva mengakhiri hubungan lima tahunnya setelah Luis Loren memberikan hadiah murah sementara membelikan kapal pesiar mewah untuk cinta pertamanya, Paula. Lima tahun kemudian, mereka bertemu kembali di sebuah konferensi bisnis. Luis yang kini sukses menggandeng Paula, mengejek Ziva yang berpenampilan berantakan di dekat air mancur hotel mewah. Luis mengira Ziva hidup menderita dan mengemis belas kasihan. Padahal, Ziva hanya sedang mencari berlian biru milik putranya yang tidak sengaja terjatuh ke air.
Sampul Novel Gairah Tuan Besar
8.2
Zain, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan trauma mendalam. Sejak kecelakaan tragis akibat pengkhianatan Bella lima tahun lalu, ia mengalami disfungsi seksual. Kondisi ini dimanfaatkan sang istri untuk berselingkuh dan menginjak harga dirinya. Namun, gairah Zain yang padam mendadak bangkit setelah bertemu Yvone di kelab malam. Konflik rumit pun terjadi karena Yvone ternyata adalah kekasih Daniel, anak tiri Zain sendiri.
Sampul Novel Hello Love Sign
8.7
Kebencian mendalam Sheina pada keluarga Levanchois tak menghalanginya bertahan demi sebuah misi rahasia di kantornya yang toksik. Namun, tepat saat ia berniat mundur dan menuntut balas, takdir mempertemukannya dengan Samuel Clark Levanchois. Pria terkuat di dinasti tersebut justru menyodorkan kontrak bisnis menggiurkan untuk melepaskan Sheina dari atasannya. Kini, terjebak dalam pusaran dominasi, sanggupkah ia menghindari jerat asmara dari pria yang paling ia benci?
Sampul Novel My Husband Is My CEO
7.9
Aghata sangat terpukul saat kekasihnya memilih bertunangan dengan seorang pegawai biasa. Didorong obsesi besar, ia mencoba mendekat demi menegaskan bahwa pria itu hanya miliknya. Meski penolakan keras yang ia terima hingga membuatnya menangis pilu karena merasa dicampakkan demi wanita kelas bawah, Aghata tidak menyerah. Ketegangan pun memuncak ketika ia nekat menggoda kembali sang pujaan hati di tengah penolakan yang begitu dingin.