APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Benci Membawa Cinta

Benci Membawa Cinta

Eleonore Duvall, pewaris angkuh Duvall Enterprises, menjalani pernikahan dua tahun dengan Kaelan Ravenswood, pria yang dicurigai sebagai pembunuh keluarganya. Walau dipandang sebelah mata, Kaelan menyimpan obsesi mendalam sejak malam rahasia masa lalu mereka. Ia pun bertekad mempertahankan pernikahan demi melindungi rahasia besarnya. Saat Eleonore menyelidiki kematian tragis keluarganya, kebenciannya goyah oleh cinta tak terduga dan identitas asli sang suami.
Bab
Bagikan

Bab 2

Eleonore tidak bisa tidur malam itu. Meski tubuhnya lelah, pikirannya terus berputar, mengitari sosok Kaelan yang tak kunjung keluar dari benaknya. Setiap kata yang dia ucapkan, setiap tatapan yang dia lemparkan, seolah menyusup ke dalam setiap sudut pikiran Eleonore. Ada yang tidak beres. Itu yang dirasakannya. Ada sesuatu yang Kaelan sembunyikan. Sesuatu yang bahkan mungkin jauh lebih gelap dari yang dia bayangkan.

Di luar jendela, langit sudah mulai berubah. Fajar perlahan menyusup masuk ke kamar, memecah kesunyian yang terjalin sejak malam. Eleonore menatap ke luar jendela, merasakan angin pagi yang lembut menyentuh wajahnya. Dia ingin kabur, ingin lari dari semuanya. Tapi dia tahu itu bukanlah solusi. Dia tidak bisa bersembunyi selamanya.

Tidak ada yang bisa dia percayai lagi. Keluarganya sudah tiada, dan yang tersisa hanya kekayaan yang semakin banyak, yang semakin membuatnya terbelenggu. Dalam keadaan seperti ini, dia tak pernah merasa lebih kesepian.

Di saat seperti ini, Eleonore tahu dia harus mencari jawaban. Pencarian ini lebih dari sekadar mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kematian keluarganya. Ini tentang menemukan siapa dirinya di dunia yang tidak lagi mengenalinya. Tentang siapa Kaelan yang sebenarnya.

Eleonore menyadari satu hal yang tak bisa ia hindari. Kaelan memiliki kekuatan. Bukan hanya kekayaan yang melimpah dari keluarga Ravenswood, tetapi juga sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang membuatnya begitu berpengaruh, begitu memikat, dan sekaligus menakutkan.

Setelah berjam-jam berpikir dan merencanakan langkahnya, Eleonore memutuskan untuk mencari informasi lebih dalam. Dia perlu menggali lebih banyak tentang Kaelan dan hubungan keluarga mereka. Tetapi, mengetahui bahwa segala gerak-geriknya diawasi ketat, dia harus hati-hati. Segala sesuatunya harus direncanakan dengan sempurna, tanpa jejak.

Dia memasuki kantor pribadi ayahnya, ruangan yang selalu terasa seperti tempat yang penuh dengan kenangan pahit. Meja kayu besar yang dahulu menjadi tempat ayahnya bekerja kini terlihat sepi, dengan hanya tumpukan dokumen dan arsip yang tertinggal. Eleonore membuka laci meja ayahnya, mencoba mencari sesuatu yang bisa membantunya.

Matanya terhenti pada sebuah kotak kayu kecil yang terkunci. Eleonore merasa ada yang aneh, ada sesuatu yang misterius di dalam kotak itu. Tanpa pikir panjang, dia membuka laci tempat kotak itu disimpan dan mengeluarkannya. Guncangan yang dia rasakan hampir membuatnya ragu, tapi rasa ingin tahu yang menguasai dirinya membuatnya mengabaikan rasa takut itu.

Dengan hati-hati, dia mencoba membuka kotak itu. Kunci itu ternyata tersimpan di dalam laci sebelahnya, seolah sudah dipersiapkan untuknya. Eleonore membuka kotak itu, dan di dalamnya terdapat serangkaian dokumen yang usang, foto-foto lama, dan surat-surat yang sepertinya tidak pernah sampai ke tujuannya.

Namun, satu foto di antara semuanya menarik perhatiannya. Foto itu memperlihatkan ayahnya, yang tampak jauh lebih muda, sedang berdiri di samping seorang pria yang tak dikenal, dengan senyuman tipis yang menggelikan. Pria itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan Kaelan, dan tanpa ragu, Eleonore dapat merasakan bahwa pria itu adalah Kaelan, meskipun foto itu diambil bertahun-tahun yang lalu.

"Kenapa foto ini ada di sini?" gumam Eleonore, merasakan kegelisahan merayap di dalam dirinya.

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka dengan suara keras, dan Eleonore terlonjak kaget. "Apa yang kau lakukan di sini?" Suara itu begitu dalam dan dingin, suara Kaelan.

Eleonore berbalik, dan sosok Kaelan berdiri di ambang pintu, matanya tajam menatapnya. Eleonore tak bisa mengelak. Dia tahu, dia sudah terperangkap.

"Kaelan," suara Eleonore bergetar sedikit, meski dia berusaha keras untuk tidak menunjukkan kelemahannya. "Ada sesuatu yang harus aku ketahui."

Kaelan tidak bergerak, tetap berdiri di tempatnya dengan tatapan tajam. "Apa yang kau cari, Eleonore?" tanyanya, nada suaranya begitu tenang, bahkan menakutkan. "Kau tidak tahu apa yang kau lakukan. Kamu sedang menggali sesuatu yang seharusnya tidak perlu kamu ketahui."

Eleonore mencoba menenangkan dirinya. "Aku hanya ingin tahu siapa kamu sebenarnya," jawabnya pelan. "Dan apa yang terjadi pada keluargaku. Kenapa ayahku menyimpan foto ini? Apa hubunganmu dengan mereka, Kaelan?"

Kaelan tidak langsung menjawab. Dia maju selangkah, dan Eleonore merasa dadanya semakin sesak. "Keluargamu... mereka terjebak dalam dunia yang lebih gelap daripada yang kau bayangkan, Eleonore. Semua yang terjadi pada mereka, dan apa yang terjadi padamu, itu bukan kebetulan."

Eleonore merasa darahnya berdesir. "Jadi, apa yang kamu katakan? Kau terlibat dalam semuanya?" Suaranya mulai meninggi, mengungkapkan ketegangan yang semakin memuncak dalam dirinya.

Kaelan menghela napas. "Aku terlibat, ya. Tapi itu bukan seperti yang kau pikirkan. Aku tidak ingin kau terjebak dalam permainan ini, Eleonore." Tatapannya tajam, namun ada kesedihan dalam matanya yang sulit dia pahami. "Tapi, jika kamu terus menggali, kamu akan menemukan lebih dari yang kau inginkan. Tidak ada jalan keluar lagi."

Tiba-tiba, Eleonore merasa dunia sekelilingnya seperti berputar. Semua yang dia percayai-semua yang dia anggap benar-ternyata hanyalah lapisan tipis yang menutupi kebenaran yang jauh lebih kelam. Semua yang dia pikirkan tentang Kaelan mungkin hanya sebagian dari cerita yang jauh lebih besar.

"Kaelan," ucapnya, suara itu hampir seperti bisikan. "Apa yang terjadi pada keluarga kami? Apa yang kau sembunyikan dariku?"

Kaelan hanya diam sejenak, lalu berkata dengan nada yang lebih dalam, "Suatu saat, kau akan tahu jawabannya. Tapi tidak hari ini, Eleonore."

Eleonore ingin membalas, tetapi kata-kata itu terhenti di bibirnya. Ada sesuatu yang lebih besar di balik semua ini, dan dia tahu bahwa mengungkapnya tidak akan mudah. Tapi kini, lebih dari sebelumnya, dia merasa tak ada pilihan selain terus menggali, terus mencari jawaban.

Tetapi, satu pertanyaan yang menggantung di benaknya adalah: apakah dia siap untuk menghadapi kebenaran yang akan datang, yang mungkin akan merobek segalanya yang dia percayai?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bodyguard Mafia Seksi
8.4
Drystan Cordner kini harus mengemban tugas sebagai pengawal pribadi Avyana Burcardo. Avyana, seorang putri mafia dengan hobi mengoleksi pria rupawan, terus melancarkan godaan intens yang menguji keteguhan hati Drystan. Meski mulai goyah, sang bodyguard tetap berupaya keras menjaga profesionalitasnya. Hal ini membuat Avyana geram karena Drystan selalu mempertegas batasan status mereka. Mampukah sang putri mafia mengubah pengawal yang polos ini menjadi sosok pria yang lebih agresif?
Sampul Novel [BUKAN] PELAKOR
8.0
Penantian empat tahun Irish berujung hancur setelah Galen mengkhianatinya. Pria yang dulu berjanji setia itu malah menikah dengan perempuan lain. Enggan meratapi nasib atas janji manis yang kini menjadi dusta, Irish memutuskan untuk bertindak ekstrem. Demi memperjuangkan cinta dan masa depannya, ia nekat menyusup sebagai orang ketiga dalam pernikahan Galen. Irish bertekad merebut kembali pria itu. Akankah Galen kembali padanya, ataukah aksi nekat Irish ini berakhir sia-sia?
Sampul Novel Pengasih Kesayangan CEO
8.6
Sekembalinya dari Hongkong, Maya harus menghadapi kenyataan pahit saat kekasihnya menikahi adiknya. Kemarahan sang ayah membuatnya diusir karena statusnya sebagai anak luar nikah. Di tengah keputusasaan setelah nyaris menjadi korban pemerkosaan, nasib menuntunnya bekerja merawat kakek dari keluarga kaya. Di sana, ia bertemu Jonatan yang kemudian jatuh cinta padanya. Walau mendapat penolakan keras dari ibu Jonatan, hubungan mereka tetap bertahan hingga akhirnya bersatu di pelaminan.
Sampul Novel Suami Tampan Istri Tak Rupawan
9.5
Naila menjadi korban perundungan siber setelah sang kakak ipar menyebarkan foto pernikahannya. Publik mencemooh penampilannya yang dinilai tidak serasi dengan ketampanan Riko, suaminya. Guna melindungi Naila, Riko mengubah istrinya menjadi wanita yang sangat menawan. Namun, perubahan ini memicu obsesi berlebih. Riko menjadi terlalu protektif hingga Naila merasa terisolasi. Di tengah konflik ini, pernikahan mereka diuji oleh rasa terkekang.
Sampul Novel Tergoda Suami Tetangga
8.0
Amanda kerap merasa nyaman dengan kesendiriannya, meski adakalanya kesunyian tetap melanda. Di tengah lamunannya, ia sering memperhatikan rumah Raka dan Laila yang terlihat begitu damai. Tetangga sekitar memandang mereka sebagai pasangan yang sangat serasi. Raka adalah pria tampan yang penuh wibawa, sedangkan Laila merupakan sosok istri menawan yang ramah. Keharmonisan hidup mereka pun menjadi tontonan harian bagi Amanda.
Sampul Novel Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta
8.0
Pernikahan impian Intan berubah menjadi penderitaan saat menyadari bahwa Wili menikahinya tanpa cinta, melainkan hanya sebagai pelarian. Menghadapi sikap dingin sang suami, batin Intan tersiksa hingga ia harus memilih antara bertahan atau merelakan segalanya. Kisah ini melanjutkan perjuangan Intan dari novel Mutiara Istri Yang Dijual dalam menghadapi getirnya rumah tangga.