APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK

Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK

Sejak Fajar terkena PHK, Alisya harus membanting tulang sendirian demi menghidupi keluarga besar mereka. Malangnya, ketulusan Alisya justru dikhianati secara kejam. Di kamar tidurnya sendiri, ia menyaksikan sang suami berselingkuh dengan Desy, parasit yang selama ini menumpang hidup di rumahnya. Meski sangat terpukul, Alisya kini dihadapkan pada pilihan sulit: langsung pergi meninggalkan mereka, atau bertahan untuk menyiapkan rencana pembalasan yang setimpal.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2. Permainan Dimulai

=====

“Permisi!”

Wanita itu berlalu menuju kamarnya. Kamar yang disediakan Alisya untuknya. Dia adalah keponakan mertuanya. Sudah sangat lama ikut tinggal bersama mertuanya, bahkan sebelum Alisya dinikahi Fajar tiga tahun lalu. Orang tuanya tinggal di desa. Sejak kuliah dia tidak diizinkan nge-kos seperti mahasiswi lainnya. Itu sebab, dia tinggal di rumah Alisya juga, sejak sang mertua pindah ke rumahnya.

“Sebentar!”

Alisya akhirnya bersuara.

Perempuan yang hanya berbalut selimut tipis itu menghentikan langkah. Alisya berbalik, berjalan pelan menghampiri.

“Ikut aku!” perintahnya mendahului berjalan.

“Maaf, Sya! Maksud kamu apa?” Desy menolak mengikutinya.

Desy bahkan tetap enggan memanggil Alisya dengan sebutan ‘Kak’. Padahal usia mereka terpaut empat tahun. Desy tetap memposisikan dirinya sebagai rival dalam memperebutkan cinta Fajar.

“Ikut saja!” Alisya menarik lengannya dengan kasar.

Terpaksa wanita itu mengikuti langkahnya.

Alisya membawanya ke depan kamar mertua lalu mengetuk pelan. Wajah sang mertua tampak bingung. Namun, sesaat kemudian jadi mengetat. Terlihat kemarahan di wajah yang mulai keriput itu, karena dia merasa terganggu istirahat malamnya.

“Ada apa ini? Baru saja Mama mau terlelap, sakit kepalaku kalian buat! Tidak bisakah Mama berhenti berpikir sesaat saja! Enggak puas juga kalian nambah beban pikiranku yang sudah tua ini, ha!”

“Maaf, Ma. Sebentar saja mengganggu waktu istirahat Mama.” Alisya berkata pelan.

“Kamu itu, ya! Sekali aja pulang lebih awal, sudah mengganggu ketentraman rumah ini. Biasanya tidak pernah ada masalah malam-malam kami! Ada apa?” bentak wanita itu kasar.

“Ada apa ini?” tanya Intan keluar dari kamar ibunya sambil mengucek mata. Wanita muda itu terjaga karena mendengar teriakan ibunya.

“Intan! Kamu tidur di kamar Mama?” Alisya lebih terkejut.

“Iya, kenapa? Kakak kok heran?”

“Lho, terus yang nemani Rena tidur siapa? Kukira kamu masih belajar tadi makanya tidak berada di kamar Rena.”

“Ya, Kakaklah! Kan, kakak gak lembur malam ini! Masa aku juga yang jagain anak Kakak! Kakak, dong!” sungut Intan.

Alisya sekarang semakin paham. Ternyata adik iparnya pun sama wataknya dengan sang ibu. Sekali saja dia tak kerja lembur, semua menunjukkan protesnya. Tetapi, Alisya tidak kecewa. Justru dengan ini dia bisa membuka semua topeng yang dipakai oleh anggota keluarganya. Sekarang dia sudah mengerti apa yang sudah terjadi sebenarnya. Selanjutnya, tinggal menyiapkan cara untuk menyelesaikan semuanya.

“Sya! Udah malam, biarkan semua istirahat! Desy! Kamu ke kamar kamu aja!”

Fajar yang telah berpakaian rapi datang menyusul ke depan kamar ibunya.

Desy segera mengikuti perintah itu, tetapi Alisya spontan mencengkram lengannya.

“Sebentar, saya hanya mau bilang sama Mama, kalau Desy mencintai suami saya.” Alisya berkata datar.

“Apa maksud kamu?” Mertuanya melotot.

“Tidakkah Mama lihat dia? Keponakan Mama ini sedang telanjang. Apa perlu saya tarik selimut ini?” Alisya mencengkram selimut yang melilit tubuh Desy!”

“Terus kenapa kalau Desy tidur gak pake baju? Kamu keberatan?” Bukannya terkejut, ibu mertua justru mengumpat.

“Udahlah, Sya! Hentikan!” Fajar membujuknya.

“Desy telanjang di kamar saya, Ma! Dia dan Mas Fajar tidur di ranjang saya!”

“Bukan begitu! Sya! Kamu kenapa, sih?” Fajar gelisah.

“Desy!” Sang mertua menatap tajam keponakannya. Desy menunduk ketakutan.

Plak!

“Tatap Tante! Kenapa kau lakukan hal memalukan ini? Di mana harga dirimu!” Sebuah tamparan mendarat di pipi gadis itu.

Sempat Alisya terkejut. Tak menyangka kalau ibu mertua mau membelanya.

Plak!

“Kamu juga Fajar! Apa yang ada di pikiranmu? Kenapa kalian senekat ini?”

Kali ini tamparan dihadiahkan juga di pipi Fajar.

Fajar bergeming. Alisya sedikit lega karena merasa kalau sang mertua ada di pihaknya. Harapan baru terbit di hatinya. Tetapi, itu hanya sesaat saja.

“Ya, sudah! Kembali ke kamar kalian!”

Alisya terpana.

Setelah perempuan paruh baya itu mengamuk, menampar kedua mahkluk durjana itu, tiba-tiba mengakhirinya dengan damai! Alisya tersadar. Rupanya semua ini hanyalah drama. Sandiwara sedang diperankan oleh para wayang yang selama beberapa bulan ini dia beri makan dengan tetesan keringatnya.

“Kamu tidak kerja lembur malam ini karena mau istirahatkan? Ya, sudah, kamu istirahat saja, Sya!” usul sang mertua. Drama rupanya masih berlanjut.

“Permisi, Tante. Saya balik kamar saya!”

Desy melangkah mundur. Segera Alisya menangkap lengan kurus putih mulus dan tak berbalut itu.

“Kamu boleh masuk ke kamarmu, tetapi bukan untuk tidur. Kuberi kau waktu sepuluh menit! Kemasi pakaianmu!” Pelan, namun sangat jelas terdengar, Alisya memerintahkan.

“Apa? Maksud kamu apa, Sya?”

Bukan Desy yang protes dan keberatan, tetapi sang mertua.

“Maaf, ini memang rumah Mas Fajar, tetapi sebagai istrinya, saya keberatan kalau Desy tetap tinggal di sini!”

“Kamu tidak bisa mengusir Desy seperti itu! Desy tinggal di sini karena ….“

Ucapan mertuanya menggantung.

“Karena apa? Karena dia keponakan Mama?”

“Bukan hanya karena itu, pokoknya kamu tak berhak mengusir Desy! Kembali ke kamarmu. Desy, sana!”

“Desy, waktumu tinggal sembilan menit!” Alisya mengingatkan.

“Alisya! Kamu tidak bisa mengusir Desy!”

“Mama mau melindungi pezina di rumah ini?”

“Mereka mungkin khilap! Mereka ….“

Kembali ucapan mertuanya menggantung.

“Mereka apa, Ma? Mereka tidak berzina Mama bilang, lalu mereka melakukan apa?”

“Cukup! Pokoknya kamu tak boleh mengusir Desy! Ini rumah Fajar! Bukan rumah kamu!”

“Baik, kalau Desy tidak boleh pergi, maka saya yang pergi!”

Alisya langsung bergerak menuju kamar utama.

“Tidak! Kamu juga tidak boleh pergi!”

Alisya tersenyum miring. Umpan sudah dimakan. Selanjutnya tinggal menjalankan misi.

“Kalau Mama tidak mau saya pergi, maka Desy harus keluar dari rumah ini!” ancam Alisya tegas.

“Tapi, apa yang harus kita katakan pada Om Leo dan Tante Rani, Sya? Mereka mengira anaknya baik-baik saja tinggal bersama kita. Mereka pikir Desy kuliah dengan baik di kota ini. Mama merasa enggak enak sama mereka, Sya!”

“Saya tidak peduli! Terserah Desy mau tinggal di mana, yang penting tidak lagi di sini!”

“Baik, besok pagi Mama akan nelpon Leo. Biar Desy cari kos-kosan saja! Mama akan beri alasan bahwa Fajar kena PHK dan terpaksa rumah ini mau kita jual. ”

“Bagus! Tapi saya mau Desy keluar malam ini juga! Saya tidak bisa bernapas kalau dia masih ada di sini!”

“Lalu dia tidur di mana malam ini! Tidak usah berlebihan begitu, Sya!”

“Saya tidak peduli, pokoknya saya mau dia keluar sekarang juga, malam ini juga!”

“Des! Kamu ke rumah Tante Anis, aja, ya! Bilang nginap semalam, besok pagi sari kos-kosan! Intan! Pesankan taksi online buat Desy!”

Alisya melangkah pergi. Ini baru permulaan! Mereka semua, harus dikembalikan ke jalan yang benar, dengan caraku tentu saja, begitu batin Alisya.

*

Mengguyur seluruh tubuh dengan air, Alisya tak merasa dingin sedikitpun. Desy dan suaminya yang berbuat zina, tetapi dia yang merasa tubuhnya kotor. Dia jijik dengan tubuhnya sendiri.

Entah berapa lama sudah hubungan sepasang durjana itu. Entah berapa kali sudah mereka melakukan perbuatan menjijikkan itu. Setelah menyentuh Desy, lalu Fajar menyentuh tubuhnya. Itu yang membuat Alisya merasa jijik pada tubunya sendiri. Tak bisa dia bayangkan, bekas perempuan lain, menyatu lagi dengan bagian tertentu di tubuhnya.

Alisya mual mengingat itu, dia memuntahkan seluruh isi perutnya. Nasi bekal dari rumah untuk makan siangnya tadi seketika keluar berikut lendir yang membuatnya bertambah mual.

Sengaja dia membawa bekal dari rumah, agar bisa irit. Supaya bisa menyarahkan gaji lengkap dengan bonus lemburnya secara utuh kepada sang mertua. Tetapi, ini balasan yang dia terima.

Bekal yang untuk jatah makan siang, sengaja dia bagi dua. Menyisakan separuhnya untuk makan malam, biar kuat saat kerja lembur. Kadang sayur dan lauknya hampir berlendir. Alisya telan dengan menghanyutkannya pakai air minum, yang penting perut bisa terisi. Begitu pikirnya. Sedikitpun dia tak menyangka, jika di rumah suaminya justru bermain lendir dengan gadis muda berstatus mahasiswa, keponakan sang mama.

“Mulai sekarang, tubuh ini tak akan pernah tersentuh lagi! Aku pastikan, Mas Fajar akan memetik buah dari apa yang dia tanam.” Lirih Alisya berbisik, di bawah guyuran air yang semakin dingin.

*

“Sya, mau ke mana?” Fajar menatap istrinya yang mengeluarkan selimut baru dari dalam lemari, lalu beranjak pergi.

“Aku tidur di kamar Rena.”

“Kenapa tidak di sini saja?”

“Maaf, kain sepre ranjang itu penuh dengan noda lendir, aku jijik tidur di situ!”

“Ok, meskipun sebenarnya tidak ada noda, tapi aku akan menggantinya. Tunggu, ya!”

“Tidak perlu. Aku mau menemani Rena. Kasihan dia tidur sendirian.”

“Aku akan minta Intan menemaninya!”

“Tidak usah, Mas. Kamu tidur saja! Selamat malam!”

“Sebentar!”

Alisya berbalik. “Apa lagi?”

“Ketika kamu mandi tadi, mama bilang kalau dia menggunakan uang simpanannya buat membayar taksi online yang mengantar Desy pergi. Ongkos plus tip buat sang supir, karena ini malam hari, takut Desy kenapa-napa di jalan.”

Alisya tersenyum miring. Jadi, ini alasan suaminya berbaik-baik membujuknya tidur di kamar itu. Agar dia mengganti uang mertua yang sudah terpakai buat membayar taksi plus tip untuk sang supir.

“Sudah laporannya? Kalau sudah, aku mau tidur, permisi!”

“Iya, maksud Mama, kamu jangan lupa menggantinya! Kamukan, berangkat pagi-pagi sekali, sebelum semua orang bangun. Jadi letakkan saja beserta uang belanja besok, juga jatah jajan dan uang bensin Intan kuliah di atas kulkas, begitu pesan Mama. Jatah uang rokok aku juga sekalian.”

Alisya tersenyum lagi, kali ini makin miring. Sayang sekali, Fajar tak bisa menangkap maknanya.

*

Pagi itu, Alisya terbangun saat terdengar azan Subuh. Setelah menunakan kewajiban dua rekaat, dia berkemas. Mempersiapkan bekal bekerjanya hari ini, juga putrinya Rena.

Saat terdengar klakson bus jemputan di ujung gang, segera Alisya meraih putrinya ke dalam gendongan. Dia berjalan ke luar rumah dengan penuh semangat tanpa meninggalkan uang belanja, jatah uang bensin Intan kuliah, dan jatah uang rokok buat Fajar.

*****

Bersambung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Paman dari Tunanganku
8.8
Setelah mengetahui kebenaran pahit di kehidupan sebelumnya bahwa Samuel mengabaikannya demi mencintai adiknya sendiri, sang protagonis menolak melanjutkan kebodohan tersebut. Dalam kesempatan hidup kedua ini, ia menolak pernikahan politik dengan Samuel. Sebagai gantinya, ia memilih Jeffrey Gusmawan, paman Samuel sekaligus penguasa tertinggi di keluarga mereka. Keputusan mengejutkan ini tidak hanya membalikkan keadaan, tetapi juga membuat Samuel kehilangan akal sehatnya di hari pernikahan.
Sampul Novel Antara Cinta dan Keluarga
8.2
Dalam novel modern Antara Cinta dan Keluarga, kedatangan kakak sepupu pacar yang baru bercerai mengacaukan segalanya. Sambil membawa anak berusia lima tahun dalam kondisi hamil besar, wanita itu menumpang tinggal dan memperlakukan kekasih protagonis seolah miliknya sendiri. Ketegangan memuncak di sebuah acara keluarga ketika anak tersebut menyiramkan minuman dan berteriak menuduh protagonis telah merebut ayahnya.
Sampul Novel Cinta Terlarang & Rahasia
9.4
Karina, yang tumbuh dalam keluarga broken home, menjalani hubungan gelap bersama Evan, suami dari saudara perempuan sahabatnya. Begitu skandal ini terbongkar, ia menerima kecaman dari publik serta dimusuhi oleh Siska. Karina akhirnya memutuskan pergi dalam kondisi hamil tanpa memberi tahu siapa pun. Bertahun-tahun berlalu, ia kembali ke Jakarta bersama putranya. Kini, misteri identitas ayah kandung anak tersebut terancam terungkap. Sanggupkah ia terus menyembunyikan rahasia kelam itu?
Sampul Novel Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek
8.5
Viona sengaja menyamar jadi perempuan berwajah buruk dan tidur dengan Daniel, paman tunangannya, demi membatalkan pernikahan dengan pria yang berselingkuh. Namun, setelah malam itu, Daniel yang sangat disegani justru enggan melepaskan Viona. Meski diterpa berbagai gosip miring tentang hubungan mereka, Daniel tetap menunjukkan kesetiaannya. Pria terpandang itu bahkan tak ragu berlutut untuk memakaikan sepatu Viona demi memperoleh kecupan manis dari sang istri.
Sampul Novel Kebersamaan Tanpa Cinta
9.0
Sepuluh tahun bertahan tanpa cinta di sisi Arga membuat Amanda menyerah. Setelah masa kesepakatan mereka berakhir, ia bertekad membawa putrinya, Adele, pergi jauh. Hubungan dingin ini sempat menghasilkan kehamilan setelah satu malam Arga mabuk dan kehilangan kendali. Walau difasilitasi sebuah vila untuk melahirkan, Amanda harus menerima syarat kejam: anaknya dilarang memanggil Arga sebagai ayah. Arga tetap berlagak lajang di depan publik dan menegaskan tidak akan pernah mengakui keberadaan darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.