APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Belenggu Cinta Tuan Muda

Belenggu Cinta Tuan Muda

Nara, seorang gadis polos anak asisten rumah tangga, menjadi korban dendam Axel. Sang tuan muda tega melecehkannya karena ibu Nara adalah selingkuhan ayahnya. Namun, niat awal menyiksa justru berubah menjadi obsesi cinta yang ekstrem. Axel menjelma sebagai pria posesif yang mengurung kebebasan Nara. Meski terus mencoba kabur, Nara selalu berhasil ditangkap kembali. Akankah takdir membawa hubungan penuh luka ini menuju akhir yang bahagia, ataukah kehancuran?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Tidak tahu, aku hanya merindukan dirimu, peliharaanku yang telah lama kabur," bisik Axel yang kini menghisap leher Nara dengan sedikit kuat sehingga meninggalkan jejak kissmark di sana.

Nara langsung menjambak rambut Axel untuk menyingkirkan kepala pria itu dari menempel di lehernya, tapi Axel dengan beringas mulai menciumi leher dan bibir Nara.

"A-aku bukan peliharaan atau budakmu lagi, Axel. Aku sudah membayar lunas semuanya!" teriak Nara, di sela jeda ciuman Axel yang panas.

Axel yang kini rambutnya acak-acakan karena jambakan Nara, bertanya dengan ekspresi geli.

"Oh, sungguh? Kapan?"

Dia bertanya acuh tak acuh, memasukkan kedua tangannya ke dalam kaus Nara dan kembali meremas buah dada gadis itu dengan keras.

"Axel, jangan bersikap kurang ajar!"

Nara kembali berteriak saat Axel mengangkat kaus Nara dan mulai menggigit ujung merah muda dua gundukan kembar milik gadis tersebut.

Kaki Nara kini menendang-nendang ke segala arah sebagai perlawanan.

"Aku suka kau maki-maki seperti ini, Sayang," jawab Axel sambil tersenyum liar.

Dia benar-benar lega telah mengembalikan ingatan Nara, dengan begitu Axel akan memilikinya kembali tanpa harus melakukan banyak hal yang melelahkan ....

Axel kembali menciumi leher dan bibir Nara seperti orang kehausan dan seakan bibir gadis itu beroleskan madu, dia telah lama kehilangan peliharaannya yang imut ini dan sekarang dia sudah kembali ....

Axel tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

"Ax-Axel.... "

Nara menahan napas saat tangan Axel kini menyusup ke celana dalamnya, membelai pintu masuknya sambil menyeringai lebar.

Dulu dia belum berani mencicipi ini, tapi sekarang ....

Axel tiba-tiba tidak menyesal kembali dari luar negeri.

"Sepertinya kau menjaga tubuhmu dari pria lain dengan baik, kau menunggu kepulanganku dari luar negeri, benar?"

"Jangan berdelusi!"

Dengan keras, Nara mulai mendorong tubuh Axel menjauh dari atas tubuhnya, tapi Axel malah mencengkeram buah dada Nara sehingga gadis itu pun berteriak keras karena kesakitan.

"Kau ingat saat kita SMA? Aku menghisap payudaramu seperti ini," ucap Axel dengan tenang, lalu menghisap kuat-kuat salah satu buah dada Nara sehingga tubuh gadis itu menggelinjang dan pinggulnya terangkat.

Sementara satu tangan Axel, terus membelai pintu masuk Nara, gadis itu kewalahan dengan serangan Axel, dan hanya bisa berteriak dengan frustrasi.

"Mmmhhh! Axel, singkirkan mulutmu dari sana!"

"Apakah budak punya hak untuk melawan majikannya? Ah, tato budakmu masih ada, bukan? Nah, di sini. Cantik sekali. Ini bukti yang tak bisa dibantah, kau adalah budakku, Nara. Sejak dulu, selalu seperti itu, tak ada yang berubah," bisik Axel dengan suara rendah, membuat tubuh Nara langsung merinding.

Tangan Axel kini membelai paha dalam Nara, di sana ... Ada sebuah tato kecil berupa huruf 'A'.

Merujuk pada nama Axel.

"Kau ... kau bilang aku sudah bebas ...." rintih Nara, pasrah.

Tato itu memang masih ada sampai sekarang, tato yang membuktikan semua ucapan Axel, bukti pembayaran atas hutang-hutang yang ditanggung oleh Nara di masa lalu.

Mengabaikan ucapan Nara, Axel kembali menciumi leher Nara dan meninggalkan beberapa kissmark di sana, membuat Nara hanya bisa menahan desahannya karena sentuhan Axel yang menggoda sesuatu dari dalam dirinya untuk bangkit.

"Kau bebas saat aku di luar negeri, tapi sekarang aku sudah di sini, bukan? Kupikir akan kehilangan dirimu untuk selamanya, Nara. Tapi seperti kecelakaan tadi bisa mengembalikan ingatanmu, ya? Aku tak perlu berpura-pura lagi sekarang."

Kecelakaan?

Kecelakaan apa, sih!

Bukankah tadi malam dia hanya minum sendirian di bar sampai mabuk?

Nara benar-benar harus mencari tahu bagaimana dia berakhir di kamar Axel seperti ini.

"Kau ingat sesuatu, kan? Katakan padaku apa yang kau ingat."

Axel mengatakan itu seraya menusukkan jarinya ke dalam pintu masuk Nara, membuat gadis itu tak bisa lagi menekan desahannya, dia berteriak kencang dengan nada erotis.

"Aaaahhhh!!"

"Kau sudah basah, Nara."

Axel menyeringai saat melihat jarinya yang basah setelah menusuk pintu masuk Nara, terlihat senang.

"Jangan sentuh bagian itu!"

Nara mencoba menyingkirkan tangan Axel dari pintu masuknya tapi Axel malah menusuknya sekali lagi.

"Kau sangat cepat basah, Nara, tak berubah sama sekali. Saat bersamaku, kau selalu terangsang, kan?" bisik Axel, memutar mutar jarinya dalam lubang Nara sehingga gadis itu menggelinjang dan mengeluarkan erangan basah yang membuat Axel semakin bergairah.

"Kau hanya berhalusinasi!" teriak Nara, menyangkal ucapan Axel.

"Nara," panggil Axel dengan suara lembut.

"Y-ya?"

Axel tiba-tiba mengeluarkan kalung yang dia pakai, sebuah liontin kunci terlihat di depan Nara.

"Kau ingat benda ini?"

Seketika wajah Nara memucat ketika melihat liontin tersebut, tatapan garangnya berubah menjadi putus asa.

"T-tidak! Ja-jangan bawa aku ke sana lagi!" teriaknya memohon.

Kunci itu ... sesuatu yang mengingatkan Nara pada ruang bawah tanah di rumah Axel yang besar, di mana dulu Nara pernah terkurung di sana selama beberapa bulan.

Kenangan mengerikan tersebut membuat tubuh Nara menegang. Dia tak ingin kembali ke ruang bawah tanah itu lagi!

Terlalu menakutkan ....

Sekelebat bayangan ruang bawah tanah yang mewah tapi penuh dengan alat penyiksaan yang tak pernah terbayangkan Nara sebelumnya ... menari-nari di ingatan gadis itu.

Dulu, Nara sering dikurung dan disiksa di sana oleh Axel, saat berusaha kabur dari rumahnya atau menolak permintaan pria tersebut.

Itu hanya rahasia mereka berdua.

Rahasia kelam yang berusaha Nara lupakan dan hapus dari ingatannya.

Rasa putus asa yang dalam membuat Nara memohon-mohon pada Axel untuk tidak mengurungnya di sana lagi.

"Jeritan yang menyenangkan. Jadi, Nara-ku yang cantik, kau ... mau aku mengurungmu di ruang bawah tanah lagi? Atau memilih bersikap manis padaku?"

"A-aku akan bersikap manis," jawab Nara dengan air mata berlinang.

Apa pun lebih baik, daripada dikurung di tempat seperti itu....

"Sudah kuduga jawabanmu seperti itu, jadi sekarang, layani aku seperti dulu saat kita SMA, Nara."

Damian tertawa senang saat memberikan perintah, berbaring dengan santai di depan Nara yang kini duduk dengan sangat sopan di samping Axel.

Sikapnya kini berubah 180 derajat.

"B-baik."

Axel mengerlingkan matanya pada Nara, lalu mulai memberi perintah.

"Telanjangi aku, cium tubuhku dari bawah ke atas, tanpa ada seinci kulit pun yang terlewat. Seperti dulu."

Nara meneguk ludah kering.

Teringat kembali masa SMA nya yang suram, saat menjadi budak remaja yang merupakan putra majikan ibunya ini.

Dulu Axel sering memerintahkan hal ini padanya di kamar Axel yang luas, terutama ketika dia sedang bosan atau stress ....

Saat ini, Nara seperti terseret kembali ke masa lalu sehingga dia tampak sedikit melamun.

"Jawab, Nara," titah Axel dengan suara dingin.

"Aku ... aku mematuhi perintahmu, Tuan muda Axel," jawab Nara dengan kalimat yang dulu sering diminta Axel untuk mengucapkannya.

Damian benar-benar senang dengan kepatuhan Nara saat ini, dia masih tidak berubah, Nara-nya yang baik dan penakut.

"Lepaskan bajumu juga, jangan memakai apa pun. Aku rindu bersentuhan denganmu," titah Axel lagi saat Nara mulai membuka kancing kemeja pria itu satu persatu.

"B-baik ...."

Nara lebih memilih melakukan ini semua, daripada disiksa dan dikurung di ruang bawah tanah milik Axel.

Pria ini, meski sangat tampan, tapi sifatnya lebih bengis daripada iblis!

Di saat dia menciumi tubuh Axel yang kokoh dan atletis dari bawah ke atas, Nara lagi-lagi teringat kembali masa lalunya yang kelam saat SMA.

Dia ... menghabiskan hampir satu tahun terakhir SMA-nya sebagai budak Axel. Baik di rumah atau pun di sekolah.

Semua itu bermula saat Axel, terpaksa harus tinggal di rumah Axel, bersama ibunya yang seorang pembantu di keluarga tersebut, karena rumahnya yang terjual untuk membayar hutang kakaknya di luar negeri ....

Axel menyebut dirinya sebagai 'teman' Nara, tapi teman dalam kamus Axel, 'teman' adalah budak ....

****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Terlupakan Mr Casanova
8.1
Naladhira harus menghadapi kenyataan pahit. Usai memeriksakan kandungannya yang bermasalah, ia mendapati kabar bahwa suaminya, Theodore, mengalami kecelakaan tragis. Malapetaka tak berhenti di sana; Theodore terbangun dalam kondisi amnesia dan sama sekali tidak mengingat Nala. Kini, ia terasing dan diabaikan oleh belahan jiwanya sendiri. Di tengah kesedihan yang mendalam, Nala memilih bertahan dan berjuang sendirian demi menyelamatkan pernikahan mereka.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang Casanova
8.9
Dalam semalam, hidup Aileen Maharani runtuh akibat pengkhianatan sang pacar dan insiden tak terduga dengan pria asing. Demi menata ulang hidupnya, ia pindah ke Jakarta. Sialnya, ia malah menjadi target obsesi Kendrick Adelard. Miliarder angkuh tersebut mengklaim Aileen dan menuntut tanggung jawab atas malam itu. Aileen kini terjebak dalam dilema besar: kabur dari jerat sang Casanova atau terpaksa tunduk menjadi wanita simpanannya.
Sampul Novel Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain
8.0
Menjelang hari pernikahan, sebuah rahasia besar terungkap. Komitmen Damar selama lima tahun tanpa hubungan fisik ternyata bukan demi menjaga kondisi jantung kekasihnya, melainkan demi kesetiaannya pada sang mantan, Sinta Lestari. Mengetahui pernikahan ini hanyalah amanah wasiat mendiang ayahnya dan Damar telah membangun hidup baru bersama Sinta, sang protagonis mengambil langkah drastis. Ia menukar posisi pengantin wanita dengan Sinta, menjual seluruh sahamnya, lalu pergi ke luar negeri untuk berobat.
Sampul Novel Si Cantik Dengan Berbagai Topeng
7.9
Demi membalas budi setelah diselamatkan dari kecelakaan maut, seorang pria berkuasa memutuskan untuk menikahi sang penyelamat. Pernikahan ini memicu kehebohan publik yang menilai wanita tersebut berwajah buruk dan tidak sepadan. Padahal, di balik penyamarannya, ia adalah sosok jelita yang sedang mengemban misi rahasia demi menguak misteri kematian ibunya. Saat satu demi satu topengnya terbuka, dunia terenyak menyadari bahwa ia jauh lebih hebat dari suaminya.
Sampul Novel Terperangkap Kebencian Tuan Muda
9.6
Thalia Anastasia, gadis kaya yang sombong, sangat membenci rivalnya, Abian Tristan. Kehidupan Thalia hancur saat keluarganya bangkrut, memaksanya menyembunyikan kemiskinan itu. Ternyata, kehancuran tersebut adalah rencana licik Abian. Berada dalam kekuasaan Abian yang penuh rahasia, Thalia tak berdaya ketika pria itu membalas dendam melalui kontrak pernikahan rahasia. Kini, ia terperangkap sepenuhnya dalam jerat kebencian sang tuan muda.
Sampul Novel Wanita Pilihan Suamiku
9.4
Kehidupan Aliyah runtuh setelah kecelakaan tragis merenggut calon bayinya hingga keguguran. Saat berjuang memulihkan luka fisik dan batinnya, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit dari masa lalu Arif. Kehadiran seorang wanita yang mengklaim suaminya sebagai ayah dari anaknya mengguncang pernikahan mereka. Kini, Aliyah didera kebimbangan besar. Haruskah ia bertahan demi mahligai rumah tangganya, atau memilih pergi melangkah pergi meninggalkan semuanya?