APKDock Logo
Sampul Novel Terperangkap Kebencian Tuan Muda

Terperangkap Kebencian Tuan Muda

9.6 / 10.0
Thalia Anastasia, gadis kaya yang sombong, sangat membenci rivalnya, Abian Tristan. Kehidupan Thalia hancur saat keluarganya bangkrut, memaksanya menyembunyikan kemiskinan itu. Ternyata, kehancuran tersebut adalah rencana licik Abian. Berada dalam kekuasaan Abian yang penuh rahasia, Thalia tak berdaya ketika pria itu membalas dendam melalui kontrak pernikahan rahasia. Kini, ia terperangkap sepenuhnya dalam jerat kebencian sang tuan muda.

Terperangkap Kebencian Tuan Muda Bab 1

"Elsa, aku udah di depan rumah kamu. Ayo cepat turun, nanti kita enggak tahu pengumumannya lagi. Teman-teman yang lain pasti udah pada kumpul sekarang." Thalia Anastasia sedang menunggu sahabatnya ke luar dari rumahnya.

"Iya-iya sabar! Gue lagi ambil sepatu nih!" teriak Elsa dari dalam rumahnya.

"Duh ... lama banget sih. Pasti udah rame sekarang," protes Thalia yang terlihat kesal dengan sahabatnya itu.

"Iya udah yuk!"

Selama satu Minggu penuh, Thalia selalu saja menjemput dan mengantarkan sahabatnya, sebab mobil sang sahabat sedang berada dalam perbaikan. Sifatnya yang sangat setia dalam berteman selalu membuat para teman-temannya senang, dan ditambah ia terlahir dari keluarga yang kaya raya hingga mempermudahkannya dalam menjalin pertemanan.

Meskipun dirinya memiliki sifat yang sangat setia, tapi sayangnya Thalia memiliki sikap buruk yang terlalu angkuh, dan hanya kepada temannya saja ia akan berbuat baik, tidak dengan yang lain. Terlebih kepada mereka yang sering dengan sengaja mencari gara-gara, bahkan wanita berumur 22 tahun ini dijadikan sebagai ketua dalam komplotannya.

Tepat di hari ini adalah waktunya Thalia sedang menantikan pengumuman atas hasil lomba debat yang ia ikuti dalam perwakilan untuk jurusan di kampusnya. Ia begitu terburu-buru, namun sayangnya dalam perjalanan sedikit ada hambatan ketika sebuah sepeda motor tiba-tiba saja berhenti mendadak.

Tak suka jika ada orang lain yang sengaja mencari masalah, dan membuat Thalia segera turun dari mobilnya dengan raut wajah yang terlihat marah.

"Oh ... Jadi, kamu yang sengaja halangi mobilku. Benar-benar ya kamu selalu saja cari masalah. Udah sana minggir yang ada sial terus kalau ketemu kamu," cetus Thalia di saat melihat seorang pria yang sangat ia kenal. Bahkan selalu menjadi lawannya dalam lomba debat.

"Motorku tiba-tiba berhenti. Jadi, santai dong enggak usah nyolot juga," sahut Abian dengan mencoba untuk tetap tenang sembari ia terus mencoba menghidupkan kembali sepeda motornya itu.

"Ya udah sekarang mendingan kamu minggir karena aku mau lewat, cepat!" paksa Thalia tanpa memperdulikan dengan perasaan Abian yang baru saja ia bentak.

Membuat Abian berusaha menahan dirinya agar tidak membalas amarah. Ia pun mencoba menarik nafasnya dengan perlahan sembari ia berkata. "Tahan, Bian, tahan. Untung aja cantik. Tapi, ngomong-ngomong kalau nunggu sampai motorku hidup pasti bakalan lama. Apa sebaiknya minta tumpangan aja kali ya? Mudah-mudahan Thalia mau."

"Hey! Tunggu apalagi sih, Abian? Cepat minggir!"

"Iya-iya sabar. Thalia, tunggu dulu. Aku boleh minta tumpangan enggak? Lagian kan kita juga searah. Soalnya motorku pasti bakalan lebih lama hidupnya," pinta Abian dengan raut wajahnya yang terlihat sedih. Ia benar-benar tidak sedang berbohong.

"Apa? Minta tumpangan? Enggak! Mendingan aku naikin orang lain daripada harus kasih tumpangan sama kamu. Ya udah sana minggir. Mobilku mau lewat jangan berhenti di tengah jalan dong." Thalia terlihat tak peduli, dan saat itu Elsa pun mencoba memanggilnya.

"Thalia! Ayo cepat. Kita udah telat nih," paksa Elsa tanpa memikirkan keadaan orang lain.

"Iya tunggu. Ya udah awas sana."

Kembali melanjutkan perjalanannya, meskipun saat itu Abian melirik kearah Thalia dengan tatapan yang tajam ketika wanita itu pergi. Namun, hanya Elsa yang menyadari lirikan dari pria tersebut. Alhasil, membuat Elsa sedikit kebingungan dengan pandangan kebencian dari Abian.

"Um, Thalia. Kenapa Abian bisa tiba-tiba berhenti di tengah jalan begitu? Mana jalannya sempit lagi," tanya Elsa.

"Ya mana aku tahu, tapi katanya sih motornya rusak. Udahlah enggak penting banget urus itu orang," sahut Thalia dengan nada suara yang terdengar bosan.

"Ya udah deh, tapi lo sadar enggak sih kalau Abian itu ganteng? Bahkan dia termasuk loh pria tertampan dalam kampus kita. Gue rasa lo juga berpikir sama kan sama gue?" tanya Elsa dengan tiba-tiba.

Bukannya menjawab justru membuat Thalia terkekeh geli ketika mendengarnya, ia pun melirik dengan tatapan yang begitu lama kearah sahabatnya. "Tumben, jangan bilang kalau kamu mulai suka sama Abian?"

"Suka? Ayo dong jangan ngelucu, Thalia. Mana mungkin gue suka, apalagi gue juga udah punya Jhonson. Tapi, gue heran deh sama lo kenapa sih bisa benci banget sama Abian?" Elsa terlihat tak terduga dengan jawaban dari sahabatnya, namun ia tak kekurangan akal untuk bisa membuat Thalia terdiam.

Sejenak membuat Thalia berpikir, namun batinnya berkata. "Emang sih Bian memiliki wajah yang tampan, dan bisa dibilang kalau tubuhnya juga tipe pria yang aku sukai. Tapi sayangnya, dia tidak memiliki kekayaan yang dapat aku banggakan."

"Aku rasa kamu udah tahu jawabannya, Elsa. Jadi, enggak ada yang perlu dijawab. Udahlah jangan bahas dia lagi, aku lagi nyetir," sahut Thalia yang langsung memutuskan perbincangan mereka.

"Ya baiklah."

Berbeda dengan Abian Tristan, pria berumur 24 tahun itu sedang sibuk menghidupkan sepeda motornya. Ia terlihat kelelahan hingga peluh keringat membasahi tubuhnya. Benar-benar menguras tenaga, namun apa boleh buat dirinya hanya memiliki sepeda motor butut yang selama ini menemaninya berpergian.

Walaupun merasa lelah, Abian tidak pantang menyerah, sebab ia memiliki janji dan tekad yang besar untuk dapat membuktikan bahwa ia mampu bertahan di dalam masa-masa yang sulit seperti ini. Meskipun semua ini hanyalah ujian sementara dari keluarganya.

Demi bisa mendapatkan tahta, dan membuktikan kepada semua kerabat keluarganya bahwa ia mampu berdiri di kakinya sendiri, dan menemukan gelar sarjana yang tinggi sebelum akhirnya diangkat menjadi seorang pewaris besar.

"Semangat, Bian, semangat!" Berusaha menyemangati diri sendiri sembari terus mencoba menghidupkan mesin butut milik peninggalan neneknya itu.

Dalam tekadnya yang kuat, juga ada dendam yang amat besar yang harus ia tuntaskan. Walaupun semua orang tidak pernah tahu dengan identitas dirinya yang asli. Begitupun ia yang selama ini mencoba menutup diri dan menjauh dari teman-temannya. Meskipun, selalu saja cemoohan yang dapat ia terima dari Thalia. Tetapi, semua itu tidak membuatnya menyerah sebelum hari penobatan di gelar.

Usaha yang besar tentu saja tidak akan mengkhianati hasil, dan akhirnya membuat Abian berhasil menghidupkan sepeda motornya.

"Yes! Akhirnya kamu nyala juga. Mari kita buktikan bahwa kita berdua adalah pemenang!" Abian terlihat sangat senang, bahkan ia memberikan kecupan kepada sepeda motornya dengan sengaja. Hingga orang-orang yang lewat menatap dirinya dengan keanehan.

Melaju dengan kecepatan tinggi, meskipun tidak seberapa. Namun, berhasil tiba di universitas ternama miliknya. Orang-orang sedang berbondong-bondong melihat hasil pengumuman atas lomba debat antar jurusan, dan begitupun dengan Thalia yang dari jauh sudah dipantau oleh Abian.

"Ternyata dia masih berusaha terlihat percaya diri meskipun sudah tentu akulah juaranya. Lihat saja, Thalia. Tak lama lagi kamu akan bertekuk lutut dihadapan ku," batinnya Abian dengan tatapan yang penuh dendam.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Terperangkap Kebencian Tuan Muda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama tidak punya pilihan selain menjadi istri kedua dari miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalunya. Hidup yatim piatu ini kian pelik saat ia menyadari perannya dalam pernikahan tersebut hanyalah untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses. Tanpa status sosial yang jelas, Kayla harus bertahan menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya tidak lebih dari sekadar alat tanpa posisi nyata di mata sang suami.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan