APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Belang si Janda Kembang

Belang si Janda Kembang

Pernikahan Amy dan Tesla yang berjalan lima tahun kini di ambang kehancuran karena belum hadirnya buah hati. Meski Amy telah mencoba berbagai pengobatan medis dan terapi spiritual, tekanan besar justru datang dari Dialin. Sang ibu mertua yang menuntut kehadiran cucu nekat menjodohkan Tesla dengan janda muda bernama Arem. Situasi ini memaksa Amy menghadapi pilihan pelik antara mengizinkan suaminya berpoligami atau mengakhiri rumah tangga mereka lewat perceraian.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dalam perjalanan pulang aku mampir ke toko buah, membeli beberapa buah, yang katanya bisa meningkatkan kesuburan rahim. Seorang teman menyarankan agar aku rajin mengkonsumsi avokad dan buah naga, menurutnya seorang kerabatnya yang sudah sepuluh tahun menikah, dan belum dapat anak akhirnya hamil setelah rajin makan dua jenis buah itu.

Harapan adalah tujuan, untuk sampai pada tujuan banyak pilihan jalan yang harus ditempuh. Aku mengikuti setiap arah jalan yang disarankan, demi sampai pada tujuan. Avokad, dan buah buah naga--jalanku menuju harapan memiliki momongan. Selesai membeli buah, aku memesan taxi online untuk mengantarkan aku pulang ke rumah. Aku lirik jam yang melingkar di tangan kiri menunjukkan pukul tiga sore, masih ada waktu untuk menyiapkan menu makan malam nanti.

Taxi online meluncur dengan kecepatan sedang, untuk menghilangkan bosan aku mengambil handphone yang tersimpan di dalam tas. Ada lebih dari sepuluh kali panggilan tidak terjawab, semuanya berasal dari nomor Tesla suamiku. Ya Tuhan ... aku lupa mengabarinya, ditambah pula ponsel aku atur silent selama proses ruqyah berlangsung.

"Halo, Sayang," sapaku pada Tesla di ujung sana.

"Kamu ada di mana?" tanyanya.

"Baru selesai ruqyah, Sayang. Ini sudah jalan mau pulang," jelasku.

Sebelum panggilan berakhir, Tesla berpesan agar aku mengabarinya setelah tiba di rumah. Tesla memang begitu, dia selalu mengecek keberadaanku. Banyak teman berkata aku beruntung bersuamikan Tesla, seorang penulis, yang tidak cuma puitis dalam merangkai kalimat, tetapi juga romantis dalam bertindak. Dia tidak sungkan merangkulku di depan banyak orang, seakan dia ingin berkata dengan bangga; "Ini adalah istri saya." Dia juga kerap memberikan buket bunga, mengirimi aku sekotak coklat, atau menuliskan puisi. Lalu, dimintanya mahasiswa membacakan untukku. Tesla seperti pangeran impian, yang ada di dunia nyata, dan aku sangat beruntung menjadi permaisurinya.

Masih teringat dengan jelas, bagaimana dulu ketika pertama kali kami bertemu Tesla langsung menyatakan, bahwa dia ingin menjadi kekasihku. Aku tertawa, menertawakan kepolosannya. Tentu saja pernyataannya itu aku anggap sebuah candaan, saat itu aku berpikir dia pastilah seorang lelaki pengobral cinta. Lalu, setelah itu mengalirlah pesan-pesan romantis, yang masuk ke ponselku. Aku mulai risih karena, jujur saja aku tidak pernah diperlakukan begitu, dan aku tidak terlalu suka dengan itu. Kemudian, aku berkata padanya: "Maaf Tesla, Amy tidak mau pacaran," ucapku. Jawaban darinya, yang aku terima sungguh di luar dugaan. "Aku juga tidak ingin menjadikanmu seorang pacar, kamu tidak pantas menjadi pacarku. Bagiku, wanita sepertimu lebih pantas dijadikan istri, bukan pacar."

Aku kembali tertawa, karena menganggap kata-katanya lelucon para pengobral cinta. Kemudian, Pak Handoko--seniorku mendatangi ayah, dan berkata kalau kedatangannya diutus oleh Tesla untuk meminangku menjadi istri lelaki itu. Rumah kami menjadi gempar, ibu, abang, dan adikku tidak menyangka. Kalau seorang Amy tiba-tiba ada yang melamar. Karena, yang mereka tahu selama ini. Amy tidak pernah dekat dengan lelaki, lebih dari sekedar teman. Aku berkata pada mereka, Tesla juga hanya teman biasa bagiku. Kalau akhirnya dia menjadi teman hidupku, itu pasti takdir,i yang dituliskan Tuhan untukku.

Singkat cerita, tanggal pernikahan kami ditentukan. Aku, dan Tesla bersanding indah di pelaminan. Teman, dan sahabat bersukacita merayakan pernikahan kami. Semua tidak menyangka, seorang Amy, yang tidak pernah punya kekasih akhirnya menikah juga. Hari-hari selanjutnya menjadi hari, yang sangat membahagiakan, aku menjadi ratu Tesla. Tesla memboyong aku ke rumah orang tuanya, karena Tesla anak tunggal aku seperti menjadi anak perempuan di rumah itu. Jika banyak orang mengeluh tinggal serumah dengan mertua, tidak begitu denganku. Bagiku mama mertua adalah sahabat, kami saling berbagi apapun. Aku juga tidak merasa, diperlakukan sebagai pelayan di rumah mertua. Karena suamiku, benar-benar memperlakukan aku layaknya seorang ratu.

Tesla tidak pernah menuntut, aku harus melakukan ini dan itu. Di rumah itu ada pembantu, yang mengerjakan semuanya. Makan tinggal makan, pakaian tinggal pakai. Kemudian aku sendiri yang memilih ingin mandiri demi kenyamanan hati. Dengan alasan aku ingin melayani suamiku di rumah sendiri, maka kami pun terpisah dari orang tua, dan mertua. Setelah empat tahun usia pernikahan.

****

"Kamu dari mana?" todong mama, saat aku baru sampai di rumah.

Entah sejak kapan beliau tiba, kulihat sudah duduk di kursi teras.

"Dari ruqyah, Ma." jawabku, sambil membuka kunci pintu.

"Ruqyah rahimmu itu?" selidiknya.

Aku tersenyum kecut, mama selalu begitu sejak setahun lalu. Bicaranya tidak lagi memikirkan perasaanku.

Padahal, dulu beliau tidak begitu saat aku baru-baru menikah dengan Tesla. Setelah tahun ketiga pernikahan, dan aku belum juga hamil sejak itu mama berubah. Jujur saja alasan kepindahan kupun karena perubahan sikap mama, beliau selalu saja bertanya kapan aku hamil, dan memberinya cucu. Mama kerap menyindir dengan bercerita tentang anak teman, sahabat, dan kerabatnya, yang sudah momong anak padahal baru menikah. Mama juga rajin bertanya setiap bulan, apakah aku datang bulan atau tidak? Bila aku jawab aku sedang datang bulan, maka wajah mama langsung berubah masam.

"Datang bulan terus, apa kau tidak bosan? Kapan rumah ini akan ada tangis bayi, kalau setiap bulan kau selalu datang bulan?"

Begitu tajam kata-kata mama, seolah dia lupa soal anak itu hak prerogatif Allah. Aku dan Tesla sudah berusaha, tetapi jika Allah belum percaya, maka kami bisa apa?

Kata 'sabar' seumpama tanaman, yang terus kupupuk sejak dua tahun lalu, 'sabar' menanti hadirnya janin di rahimku. Juga 'sabar' menghadapi sikap bawel mama, yang sudah melampaui ambang batas kewajaran.

"Terus apa hasilnya? kamu kerasukan kan? Teriak-teriak kepanasan?" selidik mama.

Seakan dia membayangkan tubuhku dipenuhi oleh jin dan setan. Tidak dia pikirkan kalau perkataannya itulah, yang kemungkinan merubah sikapku menjadi sejahat setan.

"Nggak Ma, Amy baik-baik saja," ucapku tenang.

Aku mempersilahkan mama masuk, di dalam mama kembali berkata.

"Masa sih, kalau nggak ada gangguan mengapa kamu belum hamil juga?"

"Kata peruqyahnya, mungkin Allah tengah menguji kesabaran kita, Ma," jawabku.

Aku masih mencoba bersabar dengan sikap mama, agar tidak pecah perang saudara. Bukankah sikap sinis akan menyulut api permusuhan, bila tidak segera disiram dengan tetes air kesabaran?

"Ah, itu cuma teori. Mana ada Allah menguji diluar batas kesabaran hambanya, kamu tahu? Tesla itu sudah gak sabar mau momong anak, aku juga sudah tidak sabar ingin menimang cucu. Cuma kamu saja, yang terlihat santai seperti tidak ada beban," cercanya.

Aku seketika membeku mendengar kata-kata mama, bagaimanapun aku ini manusia. Hatiku juga bisa terluka, kesabaranku juga bisa sirna kapan saja. Apa yang akan terjadi kalau aku usir wanita itu sekarang juga?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benci Bila Harus Mencinta
8.0
Dunia Viona runtuh saat memergoki Aldi, sang tunangan, mengkhianatinya demi menikah dengan sahabatnya sendiri. Saat meratapi luka itu, sebuah kecelakaan tragis menimpanya hingga tak sadarkan diri. Beruntung, pria asing yang menabraknya bertanggung jawab penuh dan tulus merawatnya hingga pulih. Kini, Viona fokus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia bersedia membuka hati untuk sang penolong setelah semua pengkhianatan terbalaskan?
Sampul Novel Bos Mafia yang Kejam Ingin Aku Kembali
9.8
Eleanor, mantan pewaris angkuh, dulu kerap meremehkan Andreas yang hidup menumpang di rumahnya. Delapan tahun berselang, situasi berbalik sepenuhnya. Andreas kini menjelma sebagai bos besar yang berkuasa, sedangkan Eleanor jatuh miskin dan menderita. Pertemuan kembali membawa ketegangan karena Andreas masih menyimpan dendam lama. Ia menekankan bahwa rasa benci atas penghinaan Eleanor di masa lalu menjadi bahan bakar utamanya untuk meraih kejayaan saat ini.
Sampul Novel Hijaunya Rumput Tetangga
7.8
Fian selalu menjadi suami yang setia dan sempurna, tetapi rumah tangganya mendadak hancur ketika Anti, sang istri, menuntut perceraian. Anti merasa bosan dengan sikap Fian yang dinilai kurang romantis walau sangat baik hati. Keinginan Anti untuk berpisah kian bulat setelah ia berjumpa lagi dengan mantan pacarnya yang berkarakter sangat berbeda dari Fian. Kini, pernikahan mereka pun terancam kandas akibat kehadiran sosok dari masa lalu.
Sampul Novel Janjinya, Penjaranya
9.6
Bebas dari penjara setelah tujuh tahun menebus kesalahan Keysha, kakak angkatnya, sang protagonis justru dikhianati. Orang tua kandung dan Dion, tunangannya, tega membuangnya ke gudang kotor demi Keysha. Di tengah penderitaan ini, sebuah email misterius hadir menawarkan pekerjaan dan identitas baru. Kesempatan emas ini langsung ia ambil untuk melarikan diri, siap menyusun rencana demi membalas dendam atas segala rasa sakit yang mereka perbuat.
Sampul Novel Kesucianku Ternoda
8.7
Manusia hanya bisa merancang rencana dan memimpikan masa depan dalam kehidupan yang berliku ini. Namun, takdir Tuhan tetap memegang kendali penuh atas segalanya. Kisah romansa modern ini memperlihatkan bagaimana garis hidup bekerja secara tak terduga. Takdir akan melampaui segala usaha keras dan niat manusia dalam menentukan arah perjalanan serta akhir perjuangan cinta mereka.
Sampul Novel Ketika Dendam Berbicara
8.2
Demi menyembuhkan migrain bawaan istrinya setelah tiga tahun menikah, seorang suami berhasil menciptakan obat khusus. Namun, saat mengantarkan obat dan bekal ke kantor sang istri, Nadya, ia justru dituduh sebagai sopir penggoda oleh sekretaris istrinya. Di depan umum, sekretaris itu menumpahkan makanan ke kepalanya, merobek pakaiannya, dan menginjak obat berharga tersebut hingga hancur. Tanpa rasa bersalah, sekretaris itu justru dengan bangga melapor kepada Nadya bahwa dia telah berhasil mengusir sopir yang mencoba menggodanya.