APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Belaian Cinta

Belaian Cinta

Demi masa depan Chika, sang putri, Prima rela bekerja di Kalimantan dan terpaksa menjalani hubungan jarak jauh dengan Ratih. Sayangnya, perpisahan ini memicu masalah pelik. Tanpa kehadiran suaminya, daya pikat Ratih justru mengundang perhatian Wira si duda, Heru tetangga depannya, serta Derry yang masih sekolah. Ratih pun terbuai godaan mereka hingga akhirnya hamil. Kini, rumah tangganya di ambang kehancuran, menyisakan misteri besar tentang siapa sebenarnya ayah dari janin tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tatapan mereka bertemu, pikiran dan hati Ratih tidak menentu. Tangan dan kakinya masih melingkar di tubuh Wira, bisa merasakan sesuatu di bawah senang sudah berdiri tanda bahwa Wira siap memasukinya, hanya saja kalau Ratih melakukannya berarti mengkhianati perkawinannya.

“Bisakah kita berhenti?” tanya Ratih tapi tidak dengan hasrat dan hatinya.

“Apa kamu yakin?” tanya Wira tanpa melepaskan gendongan Ratih.

“MBAK RATIH!” Teriak Derry dari luar “MBAK RATIH! GOJEK NGGAK?”

“Aku temuin Derry dulu,” ucap Ratih tersadar membuat Wira melepaskannya dengan malas.

Menurunkan Ratih dalam gendongannya, membiarkan Ratih berjalan kearah luar. Wira langsung memegang tangan Ratih membuat langkahnya terhenti menatap bingung, Wira membelai wajah Ratih yang membuatnya terlena dan tanpa disadari Wira membuka kancing dasternya dengan membuat belahan payudaranya terlihat.

“Sudah temui Derry, setelah itu kesini lagi.” Wira mencium bibir Ratih lembut.

Ratih keluar dari rumah, membuka pintu berjalan kearah Derry yang memandangnya tanpa berkedip. Wira menatap dari balik jendela apa yang terjadi pada mereka berdua, dari dalam Wira yakin saat ini bocah itu sedang bergairah menatap Ratih, wanita yang menjadi tatapan semua pria di tempat ini.

“Nanti agak sorean ke kampus, kamu bisa?” Ratih berkata dengan menatap Derry yang menatap kearah belahan payudaranya “Derry.” Ratih menggerakkan tangannya depan mata Derry.

“Hah? Sore ya, Mbak? Nanti kabarin aja ya.” Derry berkata setelah menenangkan dirinya.

“Ya, Der.” Ratih menjawab dengan lembut “Aku tinggal ya kasihan Chika.”

Meninggalkan Derry yang masih menatap kearahnya, langkah Ratih terhenti menatap kesamping mendapati Heru yang sedang memberi makan hewan peliharaannya.

“Sudah bangun, Kang?” tanya Ratih membuat Heru menatap kearahnya.

“Eh...Mbak Ratih, sudah barusan. Mas Prima jadi berangkat?” tanya Heru menatap belahan payudara Ratih “Derry kagak ngojek lo?”

“Eh...berangkat dulu, nanti kesini lagi.” Derry terkejut dengan panggilan Heru.

Ratih mengalihkan pandangan kearah Derry yang hanya bisa menggelengkan kepalanya, menatap Heru yang masih setia menatap dirinya. Tidak lama suara motor terdengar tanda bahwa Derry sudah menjauh dari rumahnya.

“Mas Prima udah berangkat tadi, Kang. Kang, nanti Mbak Ayu datang jam berapa?” tanya Ratih membuat Heru mengalihkan pandangan menatap matanya “Mau titip Chika, aku mau ke kampus.”

“Kalau belum datang nanti sama akang aja Chikanya.” Heru menawarkan diri.

Ratih tersenyum “Baiklah, akang sudah pengalaman juga sama anak-anak.”

“Kamu bisa aja.” Heru menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Berpamitan pada Heru, masuk kedalam rumahnya dimana Wira sudah menunggunya dengan membelai penisnya. Ratih tidak menyadari Heru masih setia menatap kearah dirinya sampai benar-benar menghilang dari hadapan pria itu. Membuka pintu dan langsung menutupnya, seketika terkejut dengan tarikan tangan Wira yang langsung melumat bibirnya kasar.

“Jangan disini ada Kang Heru,” ucap Ratih mendorong tubuh Wira sedikit menjauh.

“Aku sudah nggak tahan,” erang Wira dengan suara desahannya.

Menatap kedua mata Wira yang sudah dipenuhi gairah, secara perlahan Ratih menundukkan kepalanya tepat dihadapan penis Wira. Membuka celananya secara keseluruhan membuat penisnya keluar, memejamkan matanya saat melihat penis Wira yang berbeda dengan Prima. Memegang penis Wira pelan dengan bergerak maju mundur, suara desahan keluar dari bibir Wira dan Ratih melihatnya dari bawah apa yang Wira rasakan.

“Shit! Lidahmu...oughh...” erang Wira saat merasakan lidah Ratih di kepala penisnya.

Mendengar reaksi Wira membuat Ratih semangat melakukannya, memasukkan penis Wira yang sedikit lebih besar dibandingkan Prima. Menggerakkan mulutnya maju mundur dengan penis Wira didalam, memberikan gerakan memutar pada lidahnya di penis Wira, tangan Ratih meremas buah zakarnya. Suara desahan terdengar dari bibirnya, tangan Wira memegang rambut Ratih mengikatnya menjadi satu dan menggerakkan naik turun untuk membuat penisnya merasakan kenikmatan.

Mendesah tertahan atas apa yang Wira lakukan pada dirinya, bibir Ratih semakin bergerak dengan lidahnya memberikan jilatan sekitar penis Wira, tangannya masih memainkan buah zakar yang membuat Wira mendesah semakin keras.

“Oughhh...kamu terbaik...ahhh...aku mau keluar.” Wira mengerang dan langsung mengeluarkan spermanya di mulut Ratih.

Ratih yang mengetahui Wira telah mencapai klimaks langsung menelan semuanya, dorongan penis yang Wira lakukan membuat spermanya masuk kedalam mulutnya. Melepaskan penis Wira dengan memberikan tatapan menggoda, melihat itu Wira langsung melumat bibir Ratih kasar membuat tangannya langsung melingkar di leher Wira.

“Apa ini jawaban kita akan melakukannya?” tanya Wira yang dijawab gelengan kepala Ratih “Kenapa? Kamu nggak kasihan sama penis aku yang ingin merasakan berada didalammu?”

“Beri waktu, Mas Prima baru saja berangkat tidak mungkin kita langsung melakukannya.” Ratih menjawab pertanyaan Wira. “Lagian, usia aku sama Mega nggak beda jauh. Masa mau sama aku?”

“Bukan masalah besar buatku, lagipula bagus kalau Mega punya ibu baru.” Wira berkata santai.

Ratih membelalakkan matanya “Aku nggak akan berpisah dari Mas Prima, jadi nggak akan terjadi itu semua.”

“Kita lihat aja nanti, kalau kamu hamil anakku maka harus berpisah dengan Prima.” Wira berkata dengan nada datar.

Suara tangisan Chika membuat Ratih langsung mendatanginya, meninggalkan Wira di ruang tamu. Membuka kancing bajunya dengan mengeluarkan payudaranya untuk menyusui Chika, menepuk bokong Chika pelan dengan menyanyikan lagu kesukaannya. Ratih tidak tahu Wira masih ada di ruang tamu atau tidak, tidak peduli dengan keberadaan Wira.

“Mbak Ratih,” ucap Heru yang membeku melihat Ratih menyusui Chika “Lagi menyusu ya?”

“Kang Heru kenapa bisa masuk?” tanya Ratih bingung.

“Tadi ketemu Pak Wira di depan rumahnya terus suruh langsung masuk aja,” jawab Heru menatap Chika atau tepatnya payudara Ratih “Sudah lama nggak lihat wanita menyusui, terakhir Mila sampai sekarang Ayu belum hamil juga.”

“Sabar, Kang.” Ratih menghibur Heru yang hanya mengangguk pelan “Kak Ayu istri ke berapa, Kang?”

“Istri kedua, kenapa?” tanya Heru penuh selidik.

“Memang akang nggak puas dengan satu istri?” tanya Ratih penasaran.

“Kamu mau menjadi istri ketiga aku?” tembak Heru langsung.

Ratih tertawa mendengarnya, “Akang bisa aja, lagian aku udah menikah juga sama Mas Prima. Chika juga udah ada, masa mau jadi istri ketiga akang.”

Heru mengangkat bahunya “Siapa tahu.”

“Akang shift malam?” Heru menganggukkan kepalanya “Jadwal sama Teh Mila kapan? Biar bisa women time sama Mbak Ayu.”

“Dua hari lagi kayaknya,” jawab Heru tidak yakin “Kalau kamu mau menggantikan posisi Mila juga boleh.”

“Akang bisa aja ngerayunya.” Ratih menggelengkan kepalanya.

“Kalian berdua tadi ngapain? Aku melihat Pak Wira keluar dari rumah ini, kalian melakukan hal gila?”

Ratih membeku mendengar pertanyaan Heru “Ada lampu mati tadi, Kang.”

Heru mendekati Ratih yang membuatnya otomatis mundur ke belakang, senyum kecil terlihat di wajah Heru yang membuat Ratih menjadi ketakutan.

“Mulut kamu tercium aroma sperma, apa itu milik Pak Wira? Kalau ya bagaimana jika aku meminta hal yang sama seperti Pak Wira?”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Penuh Rahasia
8.0
Risa menaruh hati pada dosen mudanya, Bima, walau sadar hubungan mereka terlarang. Impian Risa seolah menjadi nyata saat perjodohan menyatukan mereka. Namun, di balik kehangatannya, Bima menyembunyikan rahasia kelam. Ketika kebenaran menyakitkan itu terbongkar, Risa yang terluka parah berubah menjadi pribadi yang tertutup dan memilih lenyap tanpa jejak. Kepergian sang gadis meninggalkan penyesalan mendalam bagi Bima yang kini didera rasa bersalah selama bertahun-tahun.
Sampul Novel Hasrat Dunia Lain
8.8
Masuki sebuah dimensi fantasi memikat yang menawarkan kepuasan mendalam bagi mereka yang berani melangkah ke dalamnya. Kisah ini mengajak Anda menembus batas realitas demi merasakan sensasi luar biasa yang tak terbayangkan. Menyajikan narasi romansa yang sangat intens dan menggugah, karya khusus dewasa ini menjadi pelarian penuh gairah di tengah dunia baru yang misterius sekaligus menawan hati.
Sampul Novel JANGAN AMBIL ANAKKU
9.3
Almira, seorang ibu muda berumur 30 tahun, terdesak untuk bercerai demi kesehatan mentalnya setelah 1,5 tahun menderita akibat ulah suaminya, Iqbal, yang kikir dan sering berselingkuh. Namun, proses perpisahan ini tidak berjalan lancar. Iqbal justru memanfaatkan rasa takut Almira akan kehilangan hak asuh anak mereka untuk mengancam dan menekannya. Kini, Almira harus berjuang sekuat tenaga demi mempertahankan sang buah hati dari cengkeraman mantan suaminya.
Sampul Novel Jodoh Serigala Putih yang Ditolak Sang Alpha
8.2
Pameran seni perdanaku hancur saat Baskara, Alpha pasanganku, melindungi wanita lain di media. Demi aliansi baru, dia mengabaikan ikatan kami, meremehkan karyaku, dan mencuri ide bisnis triliunanku. Setelah empat tahun dihina sebagai Omega penurut, kesabaranku habis. Melalui dokumen palsu yang dikira pengalihan hak seni, aku menjebaknya untuk menandatangani Ritual Penolakan. Kesombongan sang Alpha akan menjadi senjata yang menghancurkan dirinya sendiri.
Sampul Novel Kakakku Menjadi Gila Setelah Kematianku
9.5
Hubungan persaudaraan ini dipenuhi kebencian mendalam. Sang kakak sangat menginginkan kematian adiknya, hingga dengan dingin menolak mengakui hubungan darah mereka saat sang adik memohon kejelasan sambil menangis. Tragisnya, malam itu juga sang adik tewas akibat ditabrak mobil. Namun, kematian yang selama ini dinantikan justru menjadi awal kehancuran mental sang kakak, menyeretnya ke dalam jurang kegilaan yang tak berujung.
Sampul Novel Pengantin SMA
8.4
Akibat tertangkap basah berduaan di kamar, Laura dan Kavin terpaksa menikah muda di masa SMA demi menuruti kemauan keluarga. Di balik perbedaan sifat yang kontras, kehidupan pernikahan ternyata sangat rumit bagi emosi labil remaja mereka. Meski sama-sama mendambakan perceraian, keduanya belum cukup berdaya untuk berpisah. Sambil menanti momen itu tiba, mampukah pasangan muda ini bertahan dan menjaga kewarasan saat harus hidup bersama?