APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bayangan Pengantin yang Terlupakan

Bayangan Pengantin yang Terlupakan

Selama lima tahun menjalin kasih, aku percaya pada cinta Ronan Leach, CEO miliarder Grup Leach. Namun, tiga tahun hidup bersama justru diwarnai pengkhianatan. Ronan menikahi janda sahabatnya, mengumumkannya sebagai istri di depan media, hingga menghamilinya. Meski terus memohon maaf atas nama cinta, luka yang ditorehkan terlalu dalam. Kini, aku memilih pergi selamanya sambil membawa rahasia kehamilan yang dinantikannya, meninggalkan sang CEO dalam penyesalan terdalam.
Bab
Bagikan

Bab 5

Saat kembali membuka mata, aku sudah berada di rumah sakit.

Dokter memeriksa kondisiku, lalu menghela napas lega.

"Luka lecet di tubuh Anda nggak serius, kedua bayi dalam kandungan juga baik-baik saja."

"Dua?" ujarku dengan terkejut. Awalnya, aku mengira hanya ada satu, tidak disangka ternyata sepasang.

Kehadiran anak-anak itu sedikit mengikis perasaanku terhadap Ronan.

Tanpa sadar, aku meraba perutku yang masih rata, tetapi di dalamnya tengah tumbuh dua kehidupan baru.

"Ya, kembar laki-laki dan perempuan. Mereka sehat."

Mendengar penjelasan dokter, aku pun lega. Rasa syukur selamat dari bencana memenuhi hatiku.

Syukurlah anak-anak baik-baik saja.

Tiba-tiba, dari kamar sebelah terdengar suara yang begitu familier. Tubuhku seketika menegang.

Itu suara Ronan.

Sambil menahan rasa sakit di tubuh, aku turun dari tempat tidur dengan langkah terhuyung, lalu berjalan menyusuri lorong hingga sampai di depan kamar sebelah.

Pintu yang tidak tertutup rapat membuatku bisa melihat ke dalam melalui celahnya.

Sophie terbaring di atas tempat tidur, wajahnya pucat, pergelangan tangan berbalut perban, dia tampak begitu lemah dan menyedihkan.

Beberapa dokter mengelilinginya dan sibuk melakukan berbagai pemeriksaan.

Ronan duduk di tepi tempat tidur, dia menggenggam erat tangan Sophie dengan tatapan lembut penuh kasih.

"Sophie, jangan takut, aku ada di sini."

Sophie bersandar di pelukannya dan mengangguk lemah.

"Ronan, aku takut, takut nggak bisa bertemu denganmu lagi."

"Jangan bicara sembarangan. Kita akan selalu bersama."

Ronan menenangkannya dengan suara lembut, sambil menepuk-nepuk punggung Sophie pelan. Melihat kemesraan mereka, hatiku terasa sakit.

Rasa sakit hebat menyeruak di dadaku, aku segera memalingkan kepala, enggan melihat lagi.

Ternyata, begini rasanya menyaksikan dengan mata kepala sendiri orang yang kucintai bersama wanita lain.

Rasa sakitnya begitu tidak tertahankan.

Aku menutup mulut dan berjalan kembali ke ruang rawat dengan terhuyung. Tanpa memedulikan perawat yang berusaha menghentikan, aku tetap bersikeras mengurus prosedur keluar rumah sakit.

Sesampainya di vila, aku melanjutkan mengemas barang-barang.

Semua hadiah yang pernah diberikan Ronan, aku biarkan tetap tersimpan di lemari dan tidak aku sentuh. Aku hanya membawa paspor, dokumen, dan beberapa helai pakaian ganti.

Setelah selesai berkemas, aku melepas foto kami berdua di sisi tempat tidur. Aku menatap lama wajahku yang tersenyum bahagia dalam foto itu. Setelah terdiam cukup lama, akhirnya aku meremasnya menjadi gumpalan dan melemparkannya ke tong sampah.

Ronan, mulai sekarang, kita tidak akan pernah berjumpa lagi.

Aku menarik koper, meninggalkan vila itu tanpa menoleh sedikit pun.

Setelah memperoleh visa, aku menghapus seluruh data identitasku, membeli tiket pesawat sekali jalan paling cepat, lalu meninggalkan tempat penuh luka ini untuk selamanya.

Pesawat menembus awan, aku menatap ke bawah lewat jendela. Kota yang begitu kukenal makin lama makin kecil, hingga perlahan menjadi titik kecil, sampai akhirnya hilang dari pandangan.

Aku memejamkan mata, hatiku diliputi rasa campur aduk.

Selamat tinggal, Ronan.

Sementara itu, setelah menenangkan Sophie, Ronan baru teringat padaku. Dia buru-buru kembali ke rumah sakit.

Begitu mendorong pintu ruang rawat, dia hanya mendapati ruangan itu kosong. Seorang perawat kebetulan masuk untuk mengganti cairan infus, Ronan segera menghampiri dan bertanya dengan cemas.

"Di mana pasien yang seharusnya ada di sini?"

Perawat itu terdiam sejenak, lalu menjelaskan.

"Dia baru saja pulang."

"Apa?"

Perawat itu masih menambahkan, "Kalau Anda keluarga pasien, jangan lupa mengingatkan pasien untuk rutin mengonsumsi suplemen zat besi dan kalsium. Memasuki trimester pertama, tubuh sangat membutuhkan asupan tambahan. Lagi pula, pasien sedang mengandung sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan, bebannya tentu lebih berat."

Ronan seakan tersambar petir, tubuhnya membeku di tempat.

Mollie hamil?

Kenapa dia tidak memberi tahuku?

Urat di pelipisnya menegang. Ronan berbalik dan berlari keluar rumah sakit, lalu melajukan mobil sekencang mungkin menuju vila.

"Mollie!"

Ronan memanggil sekali, tetapi tidak ada jawaban.

Ruang tamu kosong, dapur kosong, di mana-mana tidak ada siapa pun.

Hati Ronan terasa tenggelam. Dia mendadak mendorong pintu kamarku, tetapi yang terlihat hanyalah kamar tidur yang kosong, semua barang-barangku sudah lenyap.

Yang tersisa hanyalah foto kami berdua yang sudah aku sobek dan tergeletak di dalam tong sampah.

Di sebelahnya ada kotak yang sudah aku rapikan, isinya adalah barang-barang pemberian Ronan.

Ronan tertegun di tempat, firasat buruk merayapi hatinya.

Dia segera mengeluarkan ponsel dan menekan nomorku. Namun, yang terdengar dari seberang hanyalah suara dingin, ponsel telah dimatikan.

"Mollie, angkat teleponku, kamu ada di mana?"

Ronan menelepon berkali-kali, tetapi tetap tidak ada jawaban.

Akhirnya, Ronan terduduk lemas di lantai. Untuk pertama kalinya, rasa panik yang begitu hebat menyeruak di dalam dadanya.

Mollie, apa kamu benar-benar tidak menginginkanku lagi?

Saat itu, tiba-tiba telepon dari asistennya masuk.

Ronan seperti menemukan seberkas harapan, dia segera mengangkatnya.

"Apa kamu sudah menemukan Mollie?"

Sang asisten terdiam sejenak, lalu dengan suara bergetar berkata.

"Pak Ronan, saya sudah menemukan Nona Mollie, tapi..."

"Tapi apa?"

Detak jantung Ronan makin cepat, perasaan tidak tenang menyelimuti dirinya.

Sang asisten menarik napas dalam-dalam, memberanikan diri menyampaikan kenyataan pahit itu.

"Saya baru saja mengecek informasi penerbangan. Nona Mollie menaiki pesawat menuju luar negeri, tapi pesawat itu... baru saja mengalami kecelakaan."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B39713" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B39713
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cermin Retak Masa Lalu
8.0
Pertanyaan suami tentang kenyamanan bra tanpa kawat awalnya dikira perhatian biasa. Namun, kecurigaan muncul saat asisten suaminya panik mengambil kembali paket yang salah alamat. Kebenaran terungkap lewat unggahan Susan Kumala di media sosial yang memamerkan hadiah lingerie dari kekasihnya di hotel romantis. Sadar suaminya berselingkuh demi wanita lain, sang istri langsung menyukai postingan tersebut. Ia mengirim tangkapan layar itu kepada suaminya dengan sindiran tajam tentang diskon belanja.
Sampul Novel Cinta Barunya Adalah Taipan Misterius
8.9
Charlee hancur setelah dikhianati tunangan dan saudara tirinya tepat di hari pernikahan. Di tengah rasa sakit, ia melewati malam penuh gairah dengan seorang pria asing yang misterius. Tak diduga, pria tampan nan kaya ini selalu pasang badan melindunginya sekaligus membantunya membalas dendam. Namun, saat cinta baru mulai tumbuh, sang mantan pacar datang lagi meminta balikan. Kini, sang taipan menuntut ketegasan Charlee untuk memilih siapa pria yang berhak memilikinya.
Sampul Novel Jejak Cinta Terlarang di Kampus Perjuangan
8.0
Di tengah dinamika kampus perjuangan, Adrian nekat menjalin hubungan terlarang dengan Maya. Padahal, Maya telah bertunangan dengan Romeo, yang berjuang keras menjaga komitmennya dari kejauhan demi norma keluarga. Situasi kian rumit saat Rina memanfaatkan kekecewaan Romeo demi menghidupkan kembali cinta masa lalu mereka, yang justru memicu luka baru. Ketika kebenaran terungkap, mereka terjebak dilema besar antara cinta, idealisme, dan tanggung jawab dalam pencarian jati diri.
Sampul Novel Kronik Kenikmatan Abadi
9.6
Di balik kedok persahabatan dan harapan baru, ada sosok manipulatif yang sangat lihai. Ia tampak suportif, padahal diam-diam mendominasi hidup orang-orang di sekitarnya lewat pesta mewah serta perjalanan jauh. Dengan menguasai festival dan hari libur kota, ia mengubah tatanan dunia demi ambisi pribadi. Bagi para mantan kriminal, ia adalah momok mengerikan yang memegang kendali mutlak atas nasib mereka secara kejam.
Sampul Novel Wanita Simpanan CEO
8.8
Nasib Diandra berbalik total sejak Gemilang Aditama, sang CEO di tempatnya bekerja, mengklaim dirinya secara sepihak. Hubungan yang semula dikira cinta biasa berubah menjadi mimpi buruk saat Diandra mendapati fakta bahwa bosnya telah beristri dan punya anak. Terjebak sebagai selingkuhan, ia kini menghadapi dilema batin yang berat. Diandra harus memilih antara bertahan dalam kepalsuan atau pergi menjauh demi menyelamatkan masa depannya.
Sampul Novel When I Met You (Ketika Bertemu Denganmu)
9.1
Hidup Belva yang menjunjung tinggi nilai tradisional mendadak kacau setelah melewati cinta satu malam bersama Ares Ducan, seorang miliarder angkuh nan dingin. Masalah kian pelik ketika Belva mendapati dirinya hamil. Di hadapan jurang perbedaan status sosial yang begitu lebar, keduanya kini terpaksa menghadapi jalinan hubungan yang rumit dan penuh rintangan. Akankah benih-benih cinta dapat tumbuh di antara dua dunia mereka yang sangat bertolak belakang?