APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bayangan Pengantin yang Terlupakan

Bayangan Pengantin yang Terlupakan

Selama lima tahun menjalin kasih, aku percaya pada cinta Ronan Leach, CEO miliarder Grup Leach. Namun, tiga tahun hidup bersama justru diwarnai pengkhianatan. Ronan menikahi janda sahabatnya, mengumumkannya sebagai istri di depan media, hingga menghamilinya. Meski terus memohon maaf atas nama cinta, luka yang ditorehkan terlalu dalam. Kini, aku memilih pergi selamanya sambil membawa rahasia kehamilan yang dinantikannya, meninggalkan sang CEO dalam penyesalan terdalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ronan Leach adalah CEO Grup Leach, menempati peringkat ketiga dalam daftar Forbis.

Aku dan dia saling mencintai selama lima tahun dan tinggal bersama selama tiga tahun. Ronan berkata mencintaiku sampai rela mengorbankan nyawanya, tetapi dia tidak pernah memberiku status sebagai istrinya.

Selama tiga tahun hidup bersama, Ronan telah mengkhianatiku tiga kali, dan tiga kali mendorongku ke dalam neraka.

Pertama, Ronan diam-diam menikahi janda sahabatnya tanpa sepengetahuanku, lalu berlutut di hadapanku sambil menangis dan memohon agar aku percaya, bahwa itu hanyalah bentuk perlindungan.

Kedua, di hadapan sorotan media dan ribuan pasang mata, Ronan menggandeng tangan wanita itu dan mengumumkannya sebagai Nyonya Grup Leach, Nyonya Besar Keluarga Leach. Namun, di belakang panggung, Ronan menggenggam tanganku erat-erat dan bersumpah pelan, begitu semua berakhir, dia akan segera menikahiku.

Ketiga, Ronan bermesraan dengannya semalaman hingga membuat wanita itu hamil. Aku baru tahu kenyataannya ketika melihat mereka datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan

Atas nama cinta, segalanya berubah menjadi pisau paling tajam.

Aku berkali-kali memaafkannya, tetapi Ronan berkali-kali mengkhianatiku.

Akhirnya, aku berbalik pergi, membawa alat uji kehamilan yang menunjukkan hasil positif di dalam saku. Anak yang paling dinantikannya.

Saat itu, barulah Ronan berlutut dalam penyesalan dan keputusasaan, berteriak sekuat tenaga memanggil namaku...

Kali ini, yang hilang darinya bukan hanya aku, tetapi juga pewaris yang tidak pernah diketahuinya!

Di depan pintu poli kandungan rumah sakit, aku menggenggam erat alat uji kehamilan yang menunjukkan hasil positif di dalam saku. Aku melihat suamiku menemani wanita lain melakukan pemeriksaan kandungan. Aku ingin meminta penjelasan darinya, tetapi Sophie Gray tiba-tiba menjerit sambil memegangi perutnya.

"Ronan, perutku sakit sekali!"

Ronan refleks mendorongku ke samping, lalu berbalik dan memeluk wanita itu.

Aku terdorong hingga terhuyung dan membentur dinding. Rasa sakit menusuk dari punggungku, mataku pun langsung memanas.

Namun, Ronan hanya mengkhawatirkan keadaan Sophie.

"Ada apa? Perutmu sakit? Aku akan segera membawamu ke dokter."

Ronan menggendong Sophie dengan cemas. Saat melewatiku, dia seakan baru teringat aku masih berdiri di sana dan buru-buru menjelaskan.

"Mollie, Sophie lagi nggak enak badan. Aku harus segera membawanya menemui dokter. Kamu pulang sendiri dulu, ya?"

Aku hanya menatapnya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aku mengangguk pelan dan diam-diam menyingkir memberi jalan.

Ronan menggendong Sophie dan berjalan melewatiku tanpa sedikit pun keraguan.

Aku berdiri sendirian di lorong dan bersandar pada dinding. Menatap punggung mereka yang perlahan menjauh, air mataku pun mengalir deras.

Rasa sakit di punggung menembus tulang, tetapi tidak sebanding dengan perih di hati.

Aku menghapus air mataku, lalu tersenyum getir.

Hari ini, aku datang ke rumah sakit untuk memastikan kabar kehamilanku, lalu memberitahunya.

Namun, kini, aku tidak ingin mengatakannya lagi.

Ini adalah pengkhianatannya yang ketiga, sekaligus yang terakhir. Aku tidak ingin lagi mendengar alasannya, apalagi memberinya maaf.

Aku keluar dari rumah sakit dan naik ke mobil yang dikirim Keluarga Leach untuk menjemputku. Setelah menutup pintu, aku bersandar di jok belakang, menatap pintu utama rumah sakit dengan hati yang membeku.

Sopir bertanya hendak ke mana. Aku terdiam sejenak, lalu menjawab dengan suara dingin.

"Jangan kembali ke vila. Antar aku ke kantor imigrasi."

Setibanya di sana, aku masuk sendirian untuk mengurus paspor serta permohonan visa ke Negara A.

Visa baru bisa diterima dalam tujuh hari. Setelah keluar dari gedung, aku kembali naik ke mobil, menatap pemandangan yang bergerak di luar jendela dengan hati yang tenang.

Tujuh hari lagi, setelah visa keluar, aku akan memutus semua hubungan dengan Ronan.

Saat kembali ke Vila Keluarga Leach, aku masuk ke kamar tidur, menutup pintu, dan mulai berkemas.

Hadiah pemberian Ronan begitu banyak dan hampir memenuhi seluruh ruangan ini.

Mulai dari kalung dan perhiasan yang elegan, hingga tas dan boneka edisi terbatas dunia.

Semuanya kukeluarkan dari lemari dan kutaruh di atas tempat tidur, lalu kusatukan dalam sebuah kotak kardus besar.

Saat membereskan meja di samping tempat tidur, gerakanku terhenti.

Di dalam laci tersimpan foto-fotoku bersama Ronan, juga kerajinan tangan yang kami buat bersama, serta patung tanah liat yang kami bentuk berdua.

Itu semua adalah kenangan ketika kami saling mencintai, kenangan paling berharga yang pernah ada.

Namun, saat ini, aku bahkan tidak berani lagi menatapnya.

Dengan menahan air mata, aku mengeluarkan foto dari bingkainya, merobeknya menjadi serpihan kecil, lalu membuangnya ke tempat sampah. Patung tanah liat itu pun juga kumasukkan kembali ke dalam kotak. Semua barang kukumpulkan ke dalam kardus.

Baru saja selesai menutup kotak, terdengar suara dari lantai bawah.

Aku berjalan ke arah tangga dan melihat para pelayan memindahkan kotak besar maupun kecil ke ruang tamu, yang di dalamnya penuh dengan perhiasan.

Sophie duduk di sofa dan berpura-pura menolak.

"Ronan, mengapa kamu membelikanku begitu banyak barang? Aku nggak mungkin memakainya semua."

Ronan mengusap rambutnya dengan penuh kasih, lalu berkata lembut.

"Aku nggak kekurangan uang. Selama kamu menyukainya, sebanyak apa pun akan kubelikan."

Setelah mengatakannya, Ronan mendongak dan kebetulan melihatku berdiri di lantai dua.

Dia sempat tertegun, lalu refleks melepaskan Sophie dan buru-buru memberi penjelasan.

"Mollie, kamu sudah pulang. Sophie hari ini merasa kurang sehat, jadi aku menemaninya pulang. Jangan salah paham."

Aku memandangnya dengan tenang, tanpa berkata sepatah kata pun.

Wajahnya tampak panik, dia menambahkan lagi.

"Beberapa hari lagi ada lelang di Christie’s. Saat itu, aku akan mengajakmu ke sana. Kudengar ada kalung safir. Bukankah kamu paling menyukai perhiasan safir?"

Sophie bersandar dalam pelukan Ronan dengan lemah, lalu menguap sambil berkata.

"Ronan aku agak mengantuk, mungkin karena sedikit pusing setelah perjalanan tadi."

Ronan langsung terlihat cemas, dia dengan hati-hati menopang Sophie dan berkata dengan khawatir.

"Kalau begitu, sebaiknya kamu istirahat. Ayo, kupapah ke kamar."

Setelah mengatakannya, Ronan memapah Sophie menuju kamar tidur.

Aku menatap mereka dan hatiku kembali sakit.

Kamar pengantin itu kupilih bersama Ronan, bahkan tata ruang dan dekorasinya dibuat mengikuti seleraku.

Namun kini, kamar itu justru dihuni oleh wanita lain.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cermin Retak Masa Lalu
8.0
Pertanyaan suami tentang kenyamanan bra tanpa kawat awalnya dikira perhatian biasa. Namun, kecurigaan muncul saat asisten suaminya panik mengambil kembali paket yang salah alamat. Kebenaran terungkap lewat unggahan Susan Kumala di media sosial yang memamerkan hadiah lingerie dari kekasihnya di hotel romantis. Sadar suaminya berselingkuh demi wanita lain, sang istri langsung menyukai postingan tersebut. Ia mengirim tangkapan layar itu kepada suaminya dengan sindiran tajam tentang diskon belanja.
Sampul Novel Cinta Barunya Adalah Taipan Misterius
8.9
Charlee hancur setelah dikhianati tunangan dan saudara tirinya tepat di hari pernikahan. Di tengah rasa sakit, ia melewati malam penuh gairah dengan seorang pria asing yang misterius. Tak diduga, pria tampan nan kaya ini selalu pasang badan melindunginya sekaligus membantunya membalas dendam. Namun, saat cinta baru mulai tumbuh, sang mantan pacar datang lagi meminta balikan. Kini, sang taipan menuntut ketegasan Charlee untuk memilih siapa pria yang berhak memilikinya.
Sampul Novel Jejak Cinta Terlarang di Kampus Perjuangan
8.0
Di tengah dinamika kampus perjuangan, Adrian nekat menjalin hubungan terlarang dengan Maya. Padahal, Maya telah bertunangan dengan Romeo, yang berjuang keras menjaga komitmennya dari kejauhan demi norma keluarga. Situasi kian rumit saat Rina memanfaatkan kekecewaan Romeo demi menghidupkan kembali cinta masa lalu mereka, yang justru memicu luka baru. Ketika kebenaran terungkap, mereka terjebak dilema besar antara cinta, idealisme, dan tanggung jawab dalam pencarian jati diri.
Sampul Novel Kronik Kenikmatan Abadi
9.6
Di balik kedok persahabatan dan harapan baru, ada sosok manipulatif yang sangat lihai. Ia tampak suportif, padahal diam-diam mendominasi hidup orang-orang di sekitarnya lewat pesta mewah serta perjalanan jauh. Dengan menguasai festival dan hari libur kota, ia mengubah tatanan dunia demi ambisi pribadi. Bagi para mantan kriminal, ia adalah momok mengerikan yang memegang kendali mutlak atas nasib mereka secara kejam.
Sampul Novel Wanita Simpanan CEO
8.8
Nasib Diandra berbalik total sejak Gemilang Aditama, sang CEO di tempatnya bekerja, mengklaim dirinya secara sepihak. Hubungan yang semula dikira cinta biasa berubah menjadi mimpi buruk saat Diandra mendapati fakta bahwa bosnya telah beristri dan punya anak. Terjebak sebagai selingkuhan, ia kini menghadapi dilema batin yang berat. Diandra harus memilih antara bertahan dalam kepalsuan atau pergi menjauh demi menyelamatkan masa depannya.
Sampul Novel When I Met You (Ketika Bertemu Denganmu)
9.1
Hidup Belva yang menjunjung tinggi nilai tradisional mendadak kacau setelah melewati cinta satu malam bersama Ares Ducan, seorang miliarder angkuh nan dingin. Masalah kian pelik ketika Belva mendapati dirinya hamil. Di hadapan jurang perbedaan status sosial yang begitu lebar, keduanya kini terpaksa menghadapi jalinan hubungan yang rumit dan penuh rintangan. Akankah benih-benih cinta dapat tumbuh di antara dua dunia mereka yang sangat bertolak belakang?