
Bantu Mertuaku Ngerjai Pelakor
Bab 4
Paling Sayang Padaku
"Aduh! Ternyata kakimu tidak patah. Tapi, kenapa Bibi berpegangan pada lengan suami orang lain sih? Ah! Jangan-jangan … Bibi Celine, Bibi tidak melakukannya dengan sengaja, 'kan?"
Aku berkata lagi, "Wah! Apakah Bibi kembali kali ini hanya untuk merebut suami orang lain?"
Karena tidak menyangka aku akan begitu lancang pada saat pertama kali bertemu, Celine merasa sangat terkejut.
Dalam sekejap, mata Celine memerah dan dia hendak mencondongkan tubuh ke arah Jonathan.
Aku mendorong ayah mertuaku dan menepuk bahu Celine dengan kuat.
"Bibi, aku hanya bercanda! Lihatlah dirimu! Kamu begitu kaget!"
Karena tidak tahan dengan serangkaian komentar sarkasku, Jonathan langsung membentakku.
"Jessica! Apa yang sedang kamu lakukan? Ini pertama kalinya Celine datang berkunjung, tapi apa yang kamu bicarakan?"
"Aku rasa kamu terlalu dimanja oleh anakku! Cepat minta maaf pada Celine!" tambah Jonathan.
Tepat saat Jonathan hendak berbicara omong kosong lagi, aku berucap terlebih dahulu.
"Bibi, aku ini putri seorang manajer pabrik kecil. Aku tidak berpendidikan dan tidak punya sopan santun. Aku biasanya suka bicara omong kosong. Bibi pastilah orang yang murah hati, pasti tidak akan menganggap serius ucapanku tadi, 'kan?"
Melihatku begitu cepat mengalah, mulut Celine malah terbungkam.
Jonathan menunjuk ke arahku dan terus bergumam untuk waktu yang lama, tetapi tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.
Ibu mertuaku menyaksikan penampilanku dengan raut wajah takjub. Setelah aku menyelesaikan aksiku, dia pun baru berjalan keluar dengan lambat.
Silvia menyambut kedatangan mereka bertiga dan mengajak mereka masuk ke dalam rumah, dia juga meletakkan tangannya di belakang punggung sambil mengacungkan jempol padaku.
Huh, siapa suruh aku tidak punya pekerjaan apa pun dan tinggal di rumah ini dengan santai sepanjang hari.
Saat makan malam, Celine terus menaruh makanan ke dalam piring Silvia.
"Kakak, terima kasih telah merawat Bang Jonathan selama bertahun-tahun."
Sebelum Silvia sempat mengatakan apa pun, Jonathan melambaikan tangannya.
"Celine, jangan terlalu mengkhawatirkan dia. Lihatlah dirimu, kamu kurus sekali, makanlah yang banyak."
Sambil berkata demikian, Jonathan menaruh sepotong daging ayam rebus ke dalam piring Celine.
Celine membuka mulutnya sedikit, lalu menggigit daging ayam rebus tersebut. Kemudian, dia mengambil sisa potongan bekas gigitannya dan menaruhnya ke dalam piring Silvia. Dia tersenyum dan terkikih.
"Kak Silvia, aku masih ingat waktu kita kecil, kamu suka sekali makan makanan sisaku. Waktu itu, Ayah dan Ibu juga bilang kalau kamu paling sayang padaku. Apakah kamu masih ingat?"
Anda Mungkin Juga Suka





