APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bahagiaku Bukan Denganmu

Bahagiaku Bukan Denganmu

Pasca-perselisihan besar, Imron menceraikan Humaira demi meminang Laras yang dirasa lebih menarik. Namun, penyesalan segera tiba karena Laras tak becus mengurus rumah tangga dan menyimpan rahasia gelap yang membahayakan mereka. Saat tak sengaja berjumpa kembali dengan Humaira yang kini tampak jauh lebih menawan, hasrat Imron untuk rujuk pun berkobar. Akankah ia tetap terjebak dalam kepalsuan Laras, atau mampu merebut kembali hati mantan istrinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Dengan bersusah payah, akhirnya Humaira berhasil keluar dari kerumunan para tetangga di sekitar halaman rumahnya yang sedang beradu mulut, ia sudah tak mempedulikan lagi semua  itu.

Humaira berjalan menyusuri komplek perumahan di dekat rumahnya, yang mungkin tidak akan pernah lagi ia akan kembali.

Humaira berjanji di dalam hatinya, ia tidak akan mengharapkan harta apapun dari mantan suaminya yang sangat pelit itu, Ia ingin membuktikan kalau ia juga bisa mandiri dan sukses walaupun tanpa bantuan dari Imron.

Malam semakin larut, Humaira masih berada di jalanan, ia terus melangkah menyusuri jalan di sekitar komplek perumahan yang tidak begitu jauh dari rumah yang pernah tempati bersama Imron, yang kini telah menjadi mantan suaminya.

Dengan  bermodalkan uang sebesar dua puluh ribu rupiah, sisa upah hasil kerjanya tadi siang, menjadi pegangannya untuk saat ini.

Humaira terus berjalan tanpa arah dan tujuan yang pasti, ia sebenarnya sangat kebingungan, karena untuk ongkos pulang ke kampungnya yang berada di luar kota, jelas tidak akan cukup.

Humaira tertunduk lesu, sesekali ia mengusap air mata di wajahnya dengan saputangan berwarna merah muda.

Sepanjang perjalanan Humaira senantiasa  berdoa dalam hati agar dilindungi dan dijauhkan dari segala macam marabahaya.

Kakinya telah lelah untuk melangkah, ia ingin beristirahat sejenak di warung yang berada di seberang jalan yang baru saja tutup.

Humaira menoleh ke arah kiri dan kanan sambil menyeret kopernya, namun ketika ia hendak menyeberang jalan, tiba-tiba, dari arah sebelah kiri jalan, melintas sebuah mobil Xenia berwarna hitam.

 Angga yang sedang asyik melakukan panggilan telepon di dalam mobil tersebut, ia sangat terkejut melihat seorang wanita yang sedang menyebrangi jalan

Angga membanting setirnya ke arah yang berlawanan demi menghindari wanita yang berada di depannya, namun sisi mobil sedikit menyentuh tubuh Humaira, sehingga ia pun terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Angga segera membawa Humaira ke rumah sakit terdekat dibantu oleh beberapa warga yang kebetulan melintasi jalan tersebut.

Sesampainya di rumah sakit humaira segera ditangani oleh tim medis.

Angga berjalan mondar mandir di depan ruangan tunggu tempat Humaira sedang dirawat,

Ia mencemaskan keadaan wanita yang baru saja ditabraknya itu, berkali-kali ia mengintip ke dalam melalui sela-sela kaca jendela yang tertutup gorden.

Angga mengeluarkan gawainya untuk melakukan sambungan telepon, ia ingin mengabarkan keluarganya.

["Halo! Assalamualaikum Rani! Mas Angga enggak bisa pulang hari ini, lagi ada musibah,"] ucap Angga.

["Besok kalau sempat ajak ayah sama ibu pergi ke rumah sakit ya?"] imbuhnya lagi.

["Siapa yang sakit mas Angga?"] tanya Rani.

"[Mas nggak tahu siapa namanya, mas hampir saja menabrak orang, sekarang sedang menunggunya sadar, dia pingsan,"] balas Angga.

["Baiklah Mas! Besok aku ajak ayah sama ibu ke rumah sakit,"] ucap Rani.

["Iya, Mas tunggu. Assalamualaikum,"] balas Angga.

["waalaikumsalam."] Rani memutuskan sambungan telepon.

                     ***

Keesokan harinya

Setelah semalaman Humaira pingsan, pagi harinya humaira terbangun, ia melihat ke sekeliling ruangan sambil memicingkan matanya.kemudian ia berusaha untuk duduk, tapi ia masih merasakan sakit di kepalanya.

"A.. aku di..  dimana ini." Humaira sambil memegang kepalanya.

"Eh, kamu sudah siuman, " balas Angga.

"Kamu siapa?" Humaira bertanya.

"Kenalkan Aku Angga, maaf aku yang membawamu kesini, tadi malam kamu kecelakaan," balas Angga.

"Kamu gimana keadaannya? Apa sudah mendingan?" tanya Angga.

Beberapa saat kemudian, dokter pun datang bersama perawat. Kemudian memeriksa humaira.

"Keadaannya sudah mulai membaik, tinggal lecet-lecet sedikit, kalau nanti siang sudah kuat, sudah boleh pulang." ucap dokter, kemudian ia berlalu pergi untuk memeriksa pasien yang lainnya.

"Baik Dok," jawab Humaira.

Dalam hati, humaira merasa bingung, akan kemana ia setelah ini.

"Udah jangan bengong, nanti aku antarkan pulang. O ya, rumah kamu dimana? Atau ada keluarga kamu yang bisa dihubungi enggak?"

"Keluargaku jauh ada di kota lain," jawab Humaira, ia masih enggan menceritakan padanya kalau ia meninggalkan rumah.

"Tak apa, biar aku antar," ucap Angga dengan tulus.

"Terima kasih, tidak usah repot-repot," jawab Humaira sungkan.

"Nggak apa-apa, nggak repot juga, sudah seharusnya aku bertanggung jawab" ucapnya lagi.

"Terima kasih banyak Angga," imbuh Humaira.

"Iya, sama-sama, aku juga minta maaf sudah membuat kamu jadi begini, untung kamu enggak kenapa-napa," ucapnya.

Tidak lama kemudian, pintu pun terbuka, terlihat keluarga Angga memasuki ruangan rumah sakit, tempat Angga dan Humaira berada.

"Rani!" ucap Humaira terkejut, netranya membulat melihat kedatangan Rani.

"Huma!" balas Rani tak' kalah terkejutnya, ia sama sekali tidak menyangka, kalau orang yang ditabrak oleh kakaknya ternyata sahabatnya sendiri.

"Loh! Kalian sudah saling kenal" Angga menatap Humaira dan Rani keheranan.

"Iya, Huma ini teman kerjaku dulu waktu di catering" jawab Rani.

"Tapi setelah menikah, saya sudah tak bekerja lagi," sela Humaira.

"Apa kabar, Ran? Masih kerja di catering kah?" tanya Humaira.

"Alhamdulillah kabar baik, aku sudah tidak kerja lagi disitu, Huma. Sekarang aku sedang merintis usaha catering sendiri," balas Rani.

"Alhamdulillah, semoga sukses ya Ran?" ucap Humaira.

"Aamiin.," balas Rani.

"Om, Tante, " Humaira bersalaman dengan kedua orang tua Angga yang baru saja masuk.

"Gimana keadaannya, Nak apa sudah baikan," tanya Rena seraya menatap Humaira.

"Huma, Tante! Alhamdulillah sudah mendingan. Kata dokter siang ini sudah boleh pulang,"  Humaira menyalami Rena.

"Keluargamu apa sudah diberitahu, Nak" ucap Om Burhan

"Belum Om, keluarga saya jauh, disini saya tinggal dengan suami saya, tapi baru saja kami bercerai" ucapku dengan berderai air mata, malu sebenarnya jika harus jujur, tapi aku tak tau harus bagaimana, mengingat keluarga ku jauh, dan uang pun tak punya.

"Kamu sudah bercerai dengan Bang Imron?" Rani membulatkan netranya, ia sangat terkejut mendengar Humaira dan Imron sudah bercerai, menurutnya mereka adalah pasangan yang sangat serasi.

"Kasian sekali kamu Huma, tinggal di rumahku saja dulu, ya kan Ma, Pa?" imbuhnya lagi.

"Iya, sementara kamu dirumah kami dulu," ucap Om Burhan.

"Terimakasih Om, Tante tapi saya tidak mau merepotkan kalian," ucap Humaira, ia merasa terharu.

"Tidak merepotkan kok, nak Huma, biar kamu tinggal bersama kami sementara waktu, setelah keadaannya membaik dan benar-benar pulih, baru pulang kampung,"

"Baiklah Om, Tante, terimakasih banyak atas kebaikan keluarga Om," ucap Humaira.

"Iya sama-sama," balas Om Burhan Tante Rena.

 "jangan sungkan ya, anggap kami sebagai keluargamu juga," ucap Tante Rena lagi.

"Iya Tante, terimakasih untuk semua kebaikan keluarga Om dan Tante" jawab Humaira terharu, kebaikan keluarga Angga mengingatkan ia kepada keluarganya di kampung

"Ayo kita siap-siap, sebentar lagi kan' kita mau pulang," ucap Angga menyadarkan Humaira yang sedang melamun.

Rani dan Tante Rena membereskan barang-barang milik Humaira, sementara Om Burhan pergi ke bagian administrasi rumah sakit.

Angga membantu mengangkat barang-barang milik Humaira ke mobil milik Om Burhan.

Suster pun datang  memeriksa keadaan Humaira terlebih dahulu, sebelum mereka pulang.

"Sebelum pulang makan dulu lalu minum obatnya ya?" ucap suster.

 "Dan ini resep dokter yang harus ditebus, untuk beberapa hari kedepan setelah obatnya habis, cek lagi kesini ya" ucap Suster dengan ramahnya.

"Baik, Suster terimakasih" jawab Humaira.

Setelah makan dan minum obat, mereka pun pulang, Humaira ituntun oleh Rani dan Tante Rena.

"Huma...!" seseorang berteriak memanggil Humaira ketika ia sedang berada di area parkir.

Next

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Apakah Ini Cinta?
8.4
Menikah dengan Tristan yang super posesif karena sindrom Jacob membuat hidupku terkunci. Setelah memaksa tunanganku pergi dan menuntut pernikahan, Tristan memantauku selama sepuluh tahun dengan gelang pelacak. Meski sangat mengekang, sang miliarder juga melindungi dan memanjakanku tanpa batas dari siapa pun yang menghinaku. Namun, saat aku akhirnya hamil setelah dia membatalkan vasektominya demi mendapatkan hatiku, sebuah tragedi terjadi. Kakaknya menyerbu vila kami, menuduhku berselingkuh berdasarkan bukti palsu, dan memukulku hingga keguguran di hadapan Tristan yang baru tiba.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
8.7
Usai berjuang keras demi bayi tabung, pengkhianatan Hardian terbongkar lewat video mesra dan pencurian uang perusahaan. Di acara kantor, selingkuhannya, Celine, mengaku hamil hingga memicu insiden yang membuatku keguguran. Hardian justru mengabaikanku demi Celine. Di tengah kehancuran, rival bisnisku, Baskara Prayoga, hadir menyelamatkan. Kini, kami bersekutu secara rahasia untuk merebut kembali segalanya dan menghancurkan para pengkhianat itu.
Sampul Novel Suamiku Punya Wanita Idaman Lain
8.6
Kelahiran anak pertama yang dinanti justru menjadi awal keretakan pernikahan Selena dan Roy. Akibat komunikasi yang memburuk sejak masa kehamilan hingga melahirkan, hubungan mereka kian mendingin. Di tengah renggangnya jarak di antara mereka, Roy yang didorong hasrat seksual tidak biasa memilih untuk mendua. Ia tenggelam dalam perselingkuhan dengan wanita lain, hingga tega menelantarkan kewajibannya demi ego pribadi.
Sampul Novel Terjebak Dalam Ikatan Penuh Kebencian
8.1
Alana Evander, seorang pewaris yang berani, terpaksa harus bersanding di pelaminan bersama Michael Jackson. Sosok CEO kejam sekaligus pemimpin mafia tersebut sangat dibenci oleh Alana. Kendati telah berupaya melarikan diri, penjagaan ketat membuatnya tak berkutik hingga pernikahan digelar. Di altar, Michael mengikatnya tanpa rasa iba. Malam pertama mereka pun menjadi awal dari mimpi buruk saat Michael mengklaim Alana sepenuhnya. Kini, ia terperangkap dalam pernikahan bagai neraka.
Sampul Novel Terjebak Miliarder Posesif
8.0
Michael, miliarder Tionghoa ateis, bertekad menikahi Fahima demi menghindari nasib buruk setelah memecahkan guci pernikahan sakral. Namun, guru religius asal Pulau Bangka itu menolak karena perbedaan iman dan trauma masa lalu pada pria Tionghoa. Di tengah persaingan Michael dengan saudaranya, Jordan, perjuangan gigih sang miliarder dan serangkaian peristiwa spiritual perlahan mulai mendekatkan mereka berdua.