APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Back To School

Back To School

Geng Prit..Prit..Can yang beranggotakan Diwi, Tari, Lani, dan Emily adalah detektif hiperaktif di SMA Siliwangi yang gemar mengusut kejanggalan. Mereka memiliki janji bersama untuk tidak jatuh cinta pada kakak kelas. Namun, komitmen tersebut mulai goyah saat perasaan cinta tumbuh dan memicu konflik besar. Keadaan menjadi kian rumit ketika mereka menyadari telah menyukai cowok yang sama. Kini, persahabatan erat serta perasaan mereka dipertaruhkan dalam pilihan yang sulit.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 07.20 pagi, Emily bergegas mempercepat langkahnya menuju kelas 1B, kelas pertamanya hari ketiga di SMA Siliwangi. Langkahnya dilanjutkan dengan berlari.

“GUBRAAAAAAK…” Suara pintu kelas memecahkan suasana.

“Nah, loh, lo, darimana Aja, Mil?” Tanya Diwi yang duduk paling depan bangku nomer dua, setengah berbisik.

Semua mata terbelalak. Pandangan mereka terarah pada Mily yang tergesa-gesa ketakutan. Guru yang sedang duduk dan fokus mengajar, tiba-tiba berdiri melangkah menuju Mily yang masih di depan pintu cengar-cengir tanpa doa. Eh, dosa. Raut muka guru itu berubah, seperti ada aura Iblis yang merasukinya. Sangat-sangat menakutkan, matanya mendelik dan hidungnya mengembang.

“AMPUUUUN….BUK, saya takut, saya khilaf, saya cantik!!” teriak Mily dengan menutup matanya.

“Huuss……” jari telunjuk bu Guru tepat pada bibirnya. “Sudah cepat duduk sana!” perintah bu Guru.

“Ngapain, lo, terlambat Mil. Ati-ati sama nilai lo, entar dikurangi, beehhh!!” tanya Lani yang duduk dibelakang Mily.

“Sudah, sudah, kita lanjut lagi ya.” Kata bu Guru.

Pelajaran yang sempat tertunda kemudian dilanjutkan kembali, hari ini jam pertama dibuka dengan pelajaran Sejarah, di depan sudah duduk Guru yang bernama bu Wayan. Salah satu Guru yang paling ditakuti murid-murid SMA Siliwangi. Ada beberapa sebab yang sangat mengerikan menurut mereka. Pertama, beliau paling tidak suka ada siswa perempuan rambutnya di cat. Kedua, beliau tidak suka ada murid memakai aksesoris berlebihan. Ketiga, sayang adek kakak. Eh, nggak ding. Ketiga, beliau paling tidak suka ada murid yang terlambat. Lalu, yang seterusnya masih banyak, capek gue jelasinnya. Intinya beliau adalah salah satu Guru yang sangat disiplin, tidak salah beliau ditunjuk sebagai Kepala Kesiswaan.

Gaya beliau yang khas, tegas, lugas dan sangat lantang dalam menyampaikan materi tentang Sejarah begitu mengagumkan. Tetapi semua itu tidak membawa Mily dan sahabat-sahabatnya untuk menyukai pelajaran Sejarah, mereka berpikir buat apa belajar tentang Sejarah. Sejarah ‘kan mengungkit masalalu. Masalalu untuk dilupain bukan untuk di ingat-ingat. Yaelah, Mil.

Yang terlihat dari arah depan, Mily, Diwi, dan Lani sudah sangat bosan dengan pelajaran Sejarah, padahal jam baru menunjukkan beberapa menit berlalu. Tampak Diwi hanya bertopang dagu, kemudian Lani cuma menguap-menguap beberapa kali, dan Mily sesekali jail ke Tari yang duduk disebelahnya.

Mereka berempat adalah satu geng yang dibentuk mulai SMP, mereka sudah berjanji untuk masuk SMA yang sama dengan alibi persahabatannya tidak boleh berakhir sampai Bapak-Ibu. Singkatnya, mereka sekarang duduk di kelas yang sama. Geng ini dibentuk mulai dari SMP kelas 1, yang awalnya dulu Mily pernah dilabrak oleh kakak kelasnya dengan tuduhan mencuri barang yang ada di tas kakak kelasnya, padahal itu memang sengaja dimasukkan ke tas Mily oleh murid laki-laki yang iseng. Melihat kejadian itu, Lani dan Tari bermaksud menolong Mily yang terkena tuduhan. Namun, Lani dan Tari merasa kurang power untuk melawan kakak-kakak kelasnya. Jadi mereka berdua memboking Diwi yang pada saat itu memang terkenal dengan sebutan jago pukul, itu turunan dari bapaknya yang juga terkenal sebagai pelatih pencak silat yang terbaik di desanya dan se SMP. Maka dari itu mereka kompak menolong Mily dengan bermodalkan Diwi sebagai tameng di depan.

Setelah kejadian tolong-menolong selesai, mereka akhirnya berkenalan satu sama lain, sampai mereka memutuskan untuk membentuk geng dengan alih-alih agar persahabatannya tetap awet. Geng terbentuk pas bertepatan dengan perlombaan sekolah atau class meeting. Lomba pada saat itu sepak bola. Nah, kemudian Mily nyeletuk Prit pelanggaran kepada salah satu murid yang menendang bola keluar lapangan. Tiba-tiba Lani juga nyeletuk nama gengnya.

“Eh, gimana kalo nama geng kita ada kata-kata Pritnya?” saran Lani kepada ketiga anak SMP itu.

“Prit, gimana, Lan? tanya Tari.

Sedangkan Diwi hanya diam saja, memandangi ketiga temannya merumuskan nama gengnya. Diwi memang cewek yang tidak banyak omong, dia kalo ngomong seperlunya saja.

Tari juga menyarankan untuk nama gengnya, “Gimana kalo Prit, prit, gitu?”

“Apaan sih lo, Tar!!” sahut Lani.

“Begini anak cantik!” kata Tari memandang wajah Lani yang ada di dekatnya. “Nama kita kalo, Prit-Prit Can, gimana?”

“Prit-Prit punya arti Prit itu kita simpulin sebagai berhenti atau stop seperti peluit sepak bola yang tadi berbunyi, terus kalo can itu penggalan dari kata cantik. Kita ‘kan emang cantik-cantik to!” imbuh Tari memperjelas nama gengnya.

“Emm, boleh juga tuh.” kata Diwi yang daritadi belum ada ngomong sama sekali.

“Kalo, gue, sih yes.” imbuh Mily, “Gimana, Lan, menurut lo? Tanya Mily ke Lani yang sepertinya raut wajahnya menunjukkan rasa setuju.

“Fix, mantap. Duh, Tari emang pinter deh. Udah pinter, cantik, imut.” Lani nyerocos, untung saja air liurnya tidak muncrat-muncrat.

“Diem, lo.” Sahut Tari. “Oke ya, jadi mulai sekarang, tanggal 22 Juni jam 10.15 WIB, hari selasa, kita semua tergabung di geng dengan nama Prit-prit Can.” Tari menjelaskan kepada ketiga sahabatnya dan diteruskan dengan anggukan setuju dari ketiga sahabatnya.

Mereka pun berkumpul membentuk lingkaran dan mengedepankan tangan kanan masing-masing dan bersorak yel-yel yang dibuat dadakan oleh Mily.

Semenjak hari itu mereka berempat kemana-kemana bareng, mulai dari mengikuti ekstrakulikuler yang sama, kelas yang sama hingga lulus SMP, juga masuk ke SMA yang sama tepatnya di SMA Siliwangi.

Cerita mereka berlanjut di SMA Siliwangi, salah satu sekolah unggulan yang ada di Kota. Yang tiap tahunnya selalu naik angka murid yang daftar disana. SMA Siliwangi itu selain terkenal dengan olahraganya, disana juga terkenal dengan sekolahannya yang sangat luas. SMA Siliwangi sering sekali merebut juara 3 besar untuk olahraga Volly-nya karena notabene murid-muridnya hobby dan sebagian ada yang ikut tim-tim Volly diluar sekolahan.

Mily, Lani, Diwi, dan Tari juga tergabung dengan tim bola Volly cewek sewaktu di SMP. Karena kebetulan ayah Lani ikut dalam tim Volly di rumahnya, jadi kadang kalau berkunjung kerumah Lani, mereka bertiga juga diajak berlatih Volly dilapangan sebelah rumah Lani. Ayah Lani juga seringkali mengikuti Tournament-tournament antar wilayah, beliau juga pernah sesekali diajak hingga ke pertandingan Kabupaten.

Maka dari itu, mereka berempat memutuskan untuk ikut berlatih Volly. Itu semua bukan secara paksaan, mereka memang sangat menyukai olahraga Volly dan mereka diuntungkan dengan postur tubuh yang tinggi-tinggi. Apalagi Lani, dia sangat persis ayahnya, mulai dari tingginya, cara berjalannya, sampai-sampai gaya bermainnya juga hampir sama sama.

Persahabatan yang baik adalah persabahatan yang saling support, tidak membatasi dalam perhatian, tidak memberhentikan masukan demi keangkuhan. Buang jauh-jauh keegoisan agar tercipta sebuah keharmonisan. Persahabatan yang Indah adalah menemani dikala susah dan senang, merangkul disaat sedang dihujani kesedihan dan bersama-sama mencari jalan keluar untuk sebuah kebahagiaan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bisikan Abu
7.8
Menyamar sebagai gadis bisu di kuil Ezen, Asha menyembunyikan kemampuan terlarang membaca memori dari sisa abu. Di kekaisaran pemuja api ini, ia mengungkap sejarah perang masa lalu bersama Kael, seorang pejuang misterius. Saat konspirasi besar dan pemberontakan mulai pecah, benih cinta tumbuh di antara mereka. Melalui ritual kuno serta pelarian yang mengancam nyawa, kekuatan unik Asha kini menjadi penentu mutlak apakah dunia mereka akan bangkit atau lenyap selamanya.
Sampul Novel CAUGHT IN A BAD CHARACTER
9.1
Tewas secara tragis membawa Juwita Chou bereinkarnasi menjadi Sallyana Fedelian. Karakter barunya ini adalah putri bangsawan kejam yang ditakdirkan mati di usia muda. Demi bertahan hidup, Juwita harus mengubah nasib buruk tersebut. Ia pun berusaha mengacaukan alur cerita asli sambil menghadapi kecurigaan dari lima tokoh utama pria. Namun perlahan, sebuah rahasia takdir yang kelam mulai terkuak, mengungkap hubungan misterius antara dirinya dan sosok asli Sallyana.
Sampul Novel Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)
8.8
Demi kedamaian abadi, dunia menuntut pemusnahan total kaum kegelapan. Di tengah kerumunan yang haus darah, seorang gadis dirantai erat, menghadapi kebencian massa yang menginginkan kematiannya. Sorak amarah terus mendesak agar nyawanya segera dilenyapkan. Namun, saat eksekusi mati tampak tak terelakkan, sebuah teriakan tegas memecah keputusasaan. Sosok penyelamat tiba-tiba muncul membela sang ratu, mengubah takdir tragis yang semula sudah berada di depan mata.
Sampul Novel Kesetiaanku Kau Balas Dengan Luka
8.3
Haura Ghania Eftikhar, eks tentara bayaran, luluh oleh kesabaran CEO karismatik Sean Wijaya dan bersedia menjadi CEO demi menutupi masa lalunya. Namun, pernikahan mereka hancur seketika saat Haura memergoki perselingkuhan Sean. Di tengah penyesalan Sean yang memohon kesempatan kedua, hadir seorang remaja tampan yang menawarkan cinta tulus namun obsesif, kian memperumit luka batin Haura yang mendalam.
Sampul Novel Misi pangeran mermaid
8.2
Tirta, pangeran duyung berumur enam belas tahun, mengemban tugas penting ke daratan demi memenuhi ramalan kuno berusia seratus tahun. Ditemani kakaknya, Natasya, ia harus beradaptasi di dunia manusia. Namun, rencana itu terusik saat Tirta terpikat oleh Bella pada pertemuan pertama mereka. Kini, ia dihadapkan pada rintangan perbedaan dunia yang sulit ditembus. Bisakah jalinan asmara ini bertahan di kala misi besar mengancam takdir mereka?
Sampul Novel Salah Target
8.6
Demi membalas dendam pada Dicky Prasetyo, Andrey memimpin sindikatnya untuk menculik Flamboyan Prasetyo demi tebusan. Sialnya, mereka salah sasaran; Flamboyan hanyalah anak asisten rumah tangga Dicky, sementara target asli, Kirana yang difabel, sedang pergi. Ketika Dicky mendadak lenyap misterius, Bramastyo Hartawan harus berjuang sendirian. Ia mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan kekasih sekaligus calon mertuanya dari ancaman kematian yang kian nyata.