APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ayo Cerai!

Ayo Cerai!

Pernikahan kontrak Yutaka dan Arabella dirancang untuk berakhir dengan perceraian dalam enam bulan. Walau Yuta sering memicu konflik lewat rumor perselingkuhan, interaksi harian justru menumbuhkan cinta sejati di antara mereka. Sayangnya, ketika Arabella hendak membuka hatinya, sosok dari masa lalu Yuta hadir membawa kekacauan. Kini, saat masa perjanjian hampir habis, mereka terjebak ego masing-masing. Akankah perpisahan tetap dipilih saat rasa sayang mulai mendominasi?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ma ... Ara nggak mau terima pernikahan ini," sahut Ara begitu mereka--- Axel, Azura, Luna dan Ara sampai di halaman rumah mereka sepulang dari rumah Keluarga Suryantara.

Azura melirik sinis Ara yang nampak menggusah sebal. Tangannya menarik lengan sang putri keras atau bisa dibilang menekannya kuat seolah hendak meremukkan.

"Saya nggak butuh penolakan kamu." Azura menjawab tegas.

Berikutnya, perempuan tua itu memasuki rumah bersama Luna. Menyisakan Axel yang memandangnya kasihan. Pria itu sangat sadar adiknya yang satu ini begitu dibedakan. Tapi, Axel tidak pernah bertanya kenapa atau paling tidak sedikit membelanya.

"Maaf, Dek. Kak Axel nggak bisa bantu kamu dalam hal ini," sahut Axel sembari mengusap lembut puncak kepala Ara.

Ara menghela berat berikutnya menyunggingkan senyum tipis hingga lesung pipitnya muncul. "Iya, nggak papa kok."

Mungkin, mulut Arabella bisa berkata demikian. Tapi, tidak dengan hatinya yang sudah menjerit meminta keadilan.

'Lalu jika bukan Kak Axel, siapa yang mau nolong Ara?!' teriak perempuan dengan dress putih selutut itu dalam hati begitu frustasi.

Bayangkan saja, sudah beberapa tahun dia mengabdi di perusahaan sang Mama. Mengurus banyak cabang keluarga mereka sendiri tanpa bantuan keluarga yang lainnya. Lalu, malah Axel yang dijadikan pewaris perusahaan. Pria itu juga yang mendapat jabatan tinggi setelah segala pencapaian yang dihasilkan Ara. Sedangkan dirinya, tetap pada jabatan yang sama--- Sekretaris Kakaknya.

Okey, Ara bisa menerima hal itu. Tidak apa-apa tidak mendapat jabatan, toh dia adalah perempuan. Bekerja di kantor bukan hal yang bakal dikerjakannya selalu ketika sudah menikah nanti. Tentu saja atas semua hal yang dilakukannya, Ara mengambil upah layaknya karyawan pada umumnya. Azura memperlakukannya di kantor seperti bukan anaknya sendiri.

Ara tetap terima. Sampai Azura membedakan kasih sayangnya secara gamblang antara Luna -Axel dan Ara, perempuan itu tetap mencoba berlapang dada.

Tapi, kali ini masalahnya berbeda. Dia bakal menikah dengan pria sombong dan seperti Yutaka Hikaru Suryantara loh. Pria yang setelah Ara selidiki akun sosmednya selama acara tadi rupanya adalah titisan playboy yang gonta-ganti pacar beberapa hari sekali.

Ara benar-benar tidak akan mau menikah dengan pria seperti itu!

Masuk ke rumah, langkahnya justru kembali dicegah oleh Azura yang memanggilnya untuk duduk guna bicara di ruang tengah. Ara menghampiri dengan malas-malasan.

"Saya mau kamu nikah sama dia, kamu harus terima kalau pria playboy itu suami kamu." Azura menitah tegas.

Ara memandang sang Mama tidak habis pikir. Dia tahu Yuta adalah pria yang tidak cukup baik. Lalu, kenapa Mamanya malah semakin berniat melihatnya menikah dengan pria itu?

"Mama aja udah tau dia playboy, ya aku nggak mau lah." Ara menolak mentah-mentah.

"Kalau kamu nggak mau, yasudah, jangan anggap saya Mama lagi. Saya sudah bukan Mama kamu," putus Azura final.

"Kok gitu sih, Ma? Kenapa nggak suruh si Luna aja? Kenapa harus aku?" tanya Ara heran.

Azura menyeringai.

"Nggak mungkin saya relain anak saya sendiri buat masuk ke kandang buaya."

Ara menghela napas kasar. 'Terus kalau aku berarti rela-rela aja gitu?' batin perempuan itu menyadari hal menyakitkan dari arti kalimat yang dilontarkan sang Mama.

"Yasudahlah, mau nolak juga nggak bisa. Aku terima aja." Baru saja Ara akan berbalik, tapi, Azura kembali mencekal lengannya.

"Satu lagi, jangka pernikahan kalian 6 bulan. Kalau dalam 6 bulan kamu nggak bisa rebut atau paling nggak jatuhin perusahaan keluarga Suryantara, kamu juga sudah bukan anak saya lagi." Azura memutuskan semena-mena.

Bari saja akan menyanggah, Azura lebih dulu melenggang meninggalkan Ara di ruang tengah sendiri. Perempuan tua menyebalkan yang nyatanya Mamanya tersebut berjalan sembari bersenandung kecil--- seolah kesulitan Ara memang bukan masalah besar baginya.

"Oh iya, besok Yuta bakal jemput kamu ke rumah jam 9 pagi. Siap-siap, ya! Kalian harus pendekatan dulu baru bisa nikah, sekalian saya kasih kamu cuti kerja deh. Jarang-jarang 'kan Mama kamu ini baik begini?"

Ara mengepalkan jemarinya guna meredam amarah yang hampir meledak. Baik dia bilang? Mana ada seorang Mama yang baik tapi tega menyerahkan anaknya sendiri pada seorang buaya darat macam Yuta.

Karena merasa terlalu lelah, Ara melangkah menaiki tangga cepat guna kembali ke kamarnya. Besok, hari-hari menyebalkan bakal datang lebih banyak daripada biasanya. Jadi, Ara setidaknya sudah mempersiapkan diri.

"Semangat, Arabella!" teriaknya pada diri sendiri.

****

Ara dan Yuta duduk di dalam mobil berdua. Jam 9 tepat, pria itu sudah memarkirkan mobil mewahnya di halaman rumah.

Tentu saja dengan tujuan menjemput Ara dalam rangka pendekatan a.k.a PDKT seperti perintah Pak Devardo--- ayahnya. Tapi, yang dijemput malah tidak menunjukkan reaksi berarti begitu Yuta menjalankan mobil dan memberhentikannya di ujung gang komplek perumahan.

"Kamu mau jalan-jalan sama saya atau mau pergi cek gigi yang sakit ke dokter? Mukanya enggak keren banget." Yuta bertanya sekaligus menyindir.

"Apa yang perlu disenengin dari jalan berdua sama playboy kayak kamu?" tantang Ara berani.

Yuta terkekeh geli.

"Kalau kamu tahu saya playboy, berarti kamu tertarik sama saya. Soalnya kamu pasti habis stalker akun sosmednya saya." Tebakan pria agak sipit itu kontan membuat Ara menoleh kepadanya dan melotot tidak terima.

"Saya merasa pendosa paling jahat kalau sampai suka sama kamu," jelas Ara tidak mau kalah.

"Jaga bicaramu, Nona Hanzie. Kesempatan minta maaf itu ada banyak, loh. Tapi jika berurusan dengan saya, kesempatanmu sudah hangus detik ini."

Bukannya merasa takut, Ara justru malah semakin mengejek dengan terbahak nyaring.

"Oh lihatlah wajah memerahmu! Hanya dikatai playboy saja sudah naik darah begitu." Ara semakin mengejek.

"Terserah kau mau mengoceh apa, Nona. Yang jadi masalah, kita akan jalan-jalan ke mana sekarang? Ayah menyuruh saya untuk mengajakmu bersenang-senang kemana saja." Yuta bertanya mencoba mengalah. Padahal dalam hati, ingin sekali menjambak rambut perempuan menyebalkan di sampingnya.

"Tidak usah kemana-mana, di sini saja. Yang penting Pak Devardo dan Mama Azura tidak melihat kita." Ara memutuskan malas-malasan.

"Tapi---"

"Sudah, jangan mengajak saya berdebat, Tuan Suryantara. Saya ngantuk, mau numpang tidur dulu, ya."

Ara segera memotong kalimat pria itu sebelum Yuta mengajaknya adu mulut lebih banyak. Ara sedang tidak cukup berniat berdebat detik ini.

Semalaman dia memikirkan cara agar tidak jadi menikah dengan pria playboy di sampingnya. Tapi, sampai pagi pun dia tidak menemukan caranya.

Justru, yang Ara dapati hanya sakit kepala karena perempuan itu yang sangat jarang begadang. Sekalinya begadang, malah memikirkan hal unfaedah seperti Yuta dan nasib masa depannya yang bakal jadi istri pria itu.

Menyebalkan sekali!

Membiarkan Yuta yang memandangnya sebal, Ara sepersekian detik kemudian sudah terlelap. Dengkuran halusnya bahkan terdengar hingga telinga Yuta. Membuat pria itu yang tadi sempat berniat jahil mengganggu tidur Ara, malah mengurungkan niatnya.

Ara sepertinya memang sangat mengantuk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANITA ( Pernikahan atas penukaran jaminan)
9.4
Demi melunasi kerugian akibat ulah sang saudara, Anita Azaelia terpaksa menjalani pernikahan kilat tanpa landasan cinta. Beban hidupnya kian menumpuk saat mengetahui sang suami sama sekali tidak mencintainya. Setelah sebelumnya terluka oleh pengkhianatan masa lalu, kini Anita harus bertahan melewati kepedihan nasib yang menguji batas kemampuannya. Akankah ia berhasil meraih kebahagiaan sejati di tengah badai rumah tangga yang menempatkannya tak lebih dari sekadar jaminan utang?
Sampul Novel Brondong Toxic
9.1
Pasca bercerai dari Pras, Arum yang berstatus janda tanpa anak memilih berpacaran diam-diam dengan pria yang lebih muda bernama Viki. Langkah ini ia ambil demi mencegah isu miring di tempat kerjanya yang menuding kekasih barunya itu sebagai dalang keretakan rumah tangganya dahulu. Sialnya, hubungan rahasia tersebut justru berjalan toksik. Di balik sosoknya, Viki rupanya sangat boros, emosional, tega bermain fisik, bahkan berkhianat dua kali. Mampukah Arum lepas dari jerat asmara buruk ini?
Sampul Novel Kurebut Istri Mandul Milikmu
8.2
Desakan orang tua untuk segera memiliki anak membuat Morgan hilang kesabaran menghadapi Fla. Ia pun berniat menceraikan sang istri agar bisa menikahi adik iparnya sendiri, Ara. Fla menolak keras rencana tersebut karena tak sudi berbagi suami dengan adiknya. Namun, Morgan tetap nekat berselingkuh dengan Ara di belakang Fla. Sanggupkah rumah tangga mereka bertahan di tengah hantaman badai pengkhianatan serta konflik keluarga yang begitu rumit ini?
Sampul Novel LOVE AFFAIR
8.8
Bhaga kembali ke rumah orang tua dan terpikat oleh Atma, gadis yatim piatu sederhana yang tulus merawat ayahnya. Meski terhalang status sosial, perasaan cinta tak terbendung tumbuh di antara mereka. Konflik rumit pun muncul karena Bhaga telah bertunangan, sedangkan Atma dijodohkan oleh ibu Bhaga. Terjebak hubungan terlarang, keduanya didera rasa bersalah dan tekanan norma sosial. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan melewati segala rintangan dan stigma?
Sampul Novel Love & Destiny
8.1
Mikaela Cassandra Djuanda ditinggalkan suaminya pada hari pernikahan demi perempuan lain. Tiga tahun kemudian, ia kembali dipertemukan dengan Marcel Arya Buana yang telah memiliki kehidupan baru. Marcel sangat terkejut saat mengetahui bahwa pernikahan mereka belum berakhir dan dirinya telah menjadi seorang ayah. Kini, Marcel menghadapi dilema berat untuk memilih antara cinta barunya atau memikul tanggung jawab terhadap anak kandungnya.
Sampul Novel PERNIKAHAN KONTRAK TUJUH MILIAR
9.7
Demi melunasi utang sebesar lima ratus ribu dolar, Selena Watson terpaksa mendatangi kantor Cristian. Meski sempat terhina oleh gurauan sang pria, ia terpaksa menerima tawaran kerja tersebut. Setelah sebuah insiden memalukan yang melibatkan mantan kekasihnya, Selena justru dihadapkan pada kesepakatan besar. Cristian menawarkan uang berlimpah dengan satu syarat yang sangat mengejutkan. Alih-alih pekerjaan biasa, ia meminta Selena untuk menjadi istrinya.