APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ayo Cerai!

Ayo Cerai!

Pernikahan kontrak Yutaka dan Arabella dirancang untuk berakhir dengan perceraian dalam enam bulan. Walau Yuta sering memicu konflik lewat rumor perselingkuhan, interaksi harian justru menumbuhkan cinta sejati di antara mereka. Sayangnya, ketika Arabella hendak membuka hatinya, sosok dari masa lalu Yuta hadir membawa kekacauan. Kini, saat masa perjanjian hampir habis, mereka terjebak ego masing-masing. Akankah perpisahan tetap dipilih saat rasa sayang mulai mendominasi?
Bab
Bagikan

Bab 3

Arabella mendengkus sebal begitu hari ini harus bertemu dengan pria menyebalkan itu lagi. Pagi-pagi sekali, Yuta sudah diperintahkan sang Ayah untuk menjemput Ara guna mencari gaun untuk pernikahan mereka yang bakal diadakan beberapa hari lagi.

Beberapa minggu terus dihadapkan dengan pria sipit di sampingnya, Ara cuma bisa menghela pasrah. Bagaimana tidak? Memang dia menjemput Ara untuk pergi keluar bersama. Tapi, di pertengahan jalan pasti bakal ada perempuan lain yang naik juga ke mobil. Tentu saja itu adalah pacar Yuta. Lalu, Ara bakal disuruh pindah ke kursi belakang kemudian terpaksa menyaksikan kemesraan menjijikkan pria tersebut dan pacarnya.

"Kali ini kamu nggak mau jemput pacar kamu lagi?" tanya Ara begitu memasuki mobil mewah Yuta.

"Tidak bisa, Ayah menyuruh saya buat pergi ke sebuah butik milik kenalan dia untuk dibuatkan baju pernikahan kita." Yuta menjelaskan sembari masih sibuk menyetir.

"Kita---" Kalimat Ara terpotong.

"Iya, Sayang. Kenapa?" Yuta mengangkat ponselnya yang berbunyi kemudian menempelkan di telinga sebelum Ara menyelesaikan kalimatnya.

"...."

"Tentu saja aku mencintaimu, 'kan? Memangnya kenapa?" Arabella rasanya ingin muntah sekarang juga mendengar kalimat pria itu.

"...."

"Tidak bisa, Sayang. Hari ini aku sedang ada urusan."

"...."

"Oh yasudah kalau tidak mau mengerti, kamu kira perempuan kamu saja? Mulai detik ini, kita selesai sampai di sini. Jangan hubungi saya lagi!"

Ara melotot tidak habis pikir dengan perubahan gaya bicara dan nada suara pria itu. Gampang sekali dia memutuskan pacarnya. Seolah ganti pacar sama dengan ganti baju. Eh, tapi Ara tahu sih, selingkuhan Yuta terlalu banyak. Jadi, berkurang satu tidak akan cukup berpengaruh baginya.

"Makannya kalau punya pacar itu jangan terlalu banyak, jadi kalau mau menyelesaikan hubungan harus satu-satu dulu. Ribet 'kan jadinya," nasehat Ara sok bijak.

"Itu cuma prinsip orang yang tidak laku, dan dari prinsipmu itu saya sadar kalau kamu memang setidak laku itu." Yuta mendecih meremehkan.

"Saya memang tidak cukup cantik, tapi saya juga tidak cukup buruk untuk menghabiskan waktu dengan hal-hal bernama pacaran yang membuang-buang waktu seperti kamu." Arabella membela diri dengan nada tenang.

"Halah, bilang saja tidak laku. Mana ada perempuan tepos seperti kamu bakal dilirik sama pria," sindir Yuta terang-terangan.

Ara kontan memeluk tubuhnya sendiri waspada. "Kamu memperhatikan hal yang seharusnya tidak pantas kamu lihat. Lancang sekali!" teriak Ara murka.

Yuta terkekeh sinis.

"Percaya diri sekali, lagipula untuk apa memandangi tubuh gadis tepos sepertimu. Membuat sakit mata saja."

Ara baru saja akan kembali melakukan pembelaan diri kalau saja mereka tidak segera sampai di butik yang dimaksud. Tanpa berkata, Yuta segera turun. Ara mengekori saja dalam diam.

"Ohayou, Yuta-kun. Lama tidak bertemu, ya." Baru memasuki butik, Yuta sudah dipeluk oleh seorang perempuan tua berwajah seperti orang jepang.

"Doumo, Oba-san. Gomen ne, baru bisa mampir ke sini lagi." Yuta berucap penuh sesal.

"Daijoubu, kamu datang saja Bibi sudah sangat senang ... eh, ini calon istrimu, 'kan?" tanya perempuan cantik itu sembari tersenyum hangat ke arah Ara.

Ara mengangguk kikuk. Agak bingung juga dengan bahasa yang digunakan kedua orang di depannya. Yuta bukan hanya keturunan Jepang, tapi juga bisa bahasa Jepang ternyata.

"Ara Ara!" ucap perempuan itu yang membuat Ara menggaruk kepala bingung.

"Dia bilang 'sini sini!', " jelas Faraz berbisik pada Ara.

"Ooo ... okey," sahut Ara linglung. Berikutnya, gadis itu pasrah saja ditarik-tarik Bibi Yuta yang ternyata bernama Kana tersebut guna diukur sekaligus ditanyai banyak hal.

****

Hari pernikahan sudah tiba. Ijab kabul sudah dilakukan. Hanya tinggal resepsi pernikahan di sebuah gedung yang disewa Pak Devardo dengan tamu undangan yang lumayan banyak.

Tidak ada binar bahagia dalam wajah Ara. Perempuan itu hanya menyorot kosong tamu yang terus berdatangan. Berbeda sekali dengan Yuta yang masih bisa haha-hehe bersama sahabat-sahabatnya yang lain.

Sedangkan, Ara bisa dibilang tidak mempunyai sahabat ataupun teman dekat. Hanya ada rekan sekantor dan itupun mereka bertemu ketika di jam bekerja saja. Tapi, setidaknya Ara lumayan akrab dengan mereka karena gadis itu yang terkanal baik dan juga ramah oleh para pekerjanya.

"Waah ... Kak Ara cantik banget deh. Ihh nggak nyangka ya udah nikah aja." Febi--- salah satu rekan sekantor yang dulu menjadi sekretarisnya, memuji heboh.

Ara memeluk gadis itu sembari tersenyum senang.

"Kamu dateng?" heran Ara dengan wajah bahagia. Pasalnya, dari sekian banyak rekan sekantor, hanya Febi yang paling dekat dengan Ara meski mereka hanya bertemu saat bekerja saja.

"Tentu saja aku datang lah, Kak. Ya meski hampir nggak bisa datang sih, soalnya mendadak banget. Pantes aja meski kerjaan kantor lagi banyak-banyaknya, Kak Ara nggak pernah dateng ke sana lagi." Febi curhat dengan wajah cemberut.

"Ya maaf, Feb. Aku juga kaget karena secepet ini." Ara menyahut lesu.

"Yaudah ya, Kak. Aku mau nyusul si Bima dulu," pamit Febi terburu-buru.

"Eh ... kamu dateng sama dia? Kalian jadian?" tanya Ara kaget.

"Ya ... gitu deh. Yaudah, Kak. Aku pergi dulu!"

Ara menyunginggkan senyum begitu Febi menghilang di antara kerumunan. Rasanya bahagia sekali melihat mereka akhirnya bersatu. Selama ini, memang cuma Ara yang tahu seberapa mereka berdua saling suka sejak awal bekerja.

"Wajahmu cepat sekali tersenyum hanya karena melihat orang lain jadian, lah melihat kita duduk di pelaminan begini sedari tadi, kamu malah murung. Seolah menikah dengan saya adalah neraka saja." Yuta berbisik di telinga Ara.

Ara mendelik sinis.

"Memang, memang neraka." Ara ikut berbisik sembari berjinjit agar bisa menyejajarkan tingginya dengan telinga pria itu.

Hal itu justru terlihat romantis di mata para tamu yang hadir di sana.

"Lihatlah, mereka bisik-bisikan. Aih romantis sekali!"

"Istrinya cantik ya, tidak salah Pak Devardo Suryantara memilih dia menjadi menjadi calon menantu."

"Dengarlah, kau disebut cantik. Padahal tubuhmu tidak menggoda sama sekali, tepos begitu. Selera orang-orang di sini memang jelek."

"Yutaka Hikaru sialan!" sinis Ara sembari mencubit pinggang Yuta hingga pria itu meringis kesakitan.

"Di hari pertama kita resmi menjadi suami istri, kau malah sudah berani menganiayaku begini, ya. Awas saja, Nona Hanzie!" ancam Yuta sebal.

"Awas apa? Saya nggak takut sama buaya darat kayak kamu."

Keduanya terus berdebat sampai Aldo tiba-tiba datang dan mengulurkan tangan ke arah Ara. Gadis pendek itu mendongak menatap wajah sahabat Yuta yang terlihat muram, tidak sepeerti biasanya.

"Tidak mau bersalaman?" tanya Aldo masih mengulurkan tangan di hadapan Ara.

"Eh bukan begitu," Ara segera meraih tangan pria itu, "terimakasih ..."

"Aldo, panggil saya Aldo. Salam kenal ya, Arabella Belinda Hanzie." Ara mengangguk singkat menanggapi kalimat pria itu.

Berikutnya, Aldo menjabat tangan Yuta tanpa berucap apa-apa. Tapi, sebelum pergi, pria itu berbisik pada telinga sahabatnya.

"Ternyata saya kalah cepat, padahal saya suka Istri kamu."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANITA ( Pernikahan atas penukaran jaminan)
9.4
Demi melunasi kerugian akibat ulah sang saudara, Anita Azaelia terpaksa menjalani pernikahan kilat tanpa landasan cinta. Beban hidupnya kian menumpuk saat mengetahui sang suami sama sekali tidak mencintainya. Setelah sebelumnya terluka oleh pengkhianatan masa lalu, kini Anita harus bertahan melewati kepedihan nasib yang menguji batas kemampuannya. Akankah ia berhasil meraih kebahagiaan sejati di tengah badai rumah tangga yang menempatkannya tak lebih dari sekadar jaminan utang?
Sampul Novel Brondong Toxic
9.1
Pasca bercerai dari Pras, Arum yang berstatus janda tanpa anak memilih berpacaran diam-diam dengan pria yang lebih muda bernama Viki. Langkah ini ia ambil demi mencegah isu miring di tempat kerjanya yang menuding kekasih barunya itu sebagai dalang keretakan rumah tangganya dahulu. Sialnya, hubungan rahasia tersebut justru berjalan toksik. Di balik sosoknya, Viki rupanya sangat boros, emosional, tega bermain fisik, bahkan berkhianat dua kali. Mampukah Arum lepas dari jerat asmara buruk ini?
Sampul Novel Kurebut Istri Mandul Milikmu
8.2
Desakan orang tua untuk segera memiliki anak membuat Morgan hilang kesabaran menghadapi Fla. Ia pun berniat menceraikan sang istri agar bisa menikahi adik iparnya sendiri, Ara. Fla menolak keras rencana tersebut karena tak sudi berbagi suami dengan adiknya. Namun, Morgan tetap nekat berselingkuh dengan Ara di belakang Fla. Sanggupkah rumah tangga mereka bertahan di tengah hantaman badai pengkhianatan serta konflik keluarga yang begitu rumit ini?
Sampul Novel LOVE AFFAIR
8.8
Bhaga kembali ke rumah orang tua dan terpikat oleh Atma, gadis yatim piatu sederhana yang tulus merawat ayahnya. Meski terhalang status sosial, perasaan cinta tak terbendung tumbuh di antara mereka. Konflik rumit pun muncul karena Bhaga telah bertunangan, sedangkan Atma dijodohkan oleh ibu Bhaga. Terjebak hubungan terlarang, keduanya didera rasa bersalah dan tekanan norma sosial. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan melewati segala rintangan dan stigma?
Sampul Novel Love & Destiny
8.1
Mikaela Cassandra Djuanda ditinggalkan suaminya pada hari pernikahan demi perempuan lain. Tiga tahun kemudian, ia kembali dipertemukan dengan Marcel Arya Buana yang telah memiliki kehidupan baru. Marcel sangat terkejut saat mengetahui bahwa pernikahan mereka belum berakhir dan dirinya telah menjadi seorang ayah. Kini, Marcel menghadapi dilema berat untuk memilih antara cinta barunya atau memikul tanggung jawab terhadap anak kandungnya.
Sampul Novel PERNIKAHAN KONTRAK TUJUH MILIAR
9.7
Demi melunasi utang sebesar lima ratus ribu dolar, Selena Watson terpaksa mendatangi kantor Cristian. Meski sempat terhina oleh gurauan sang pria, ia terpaksa menerima tawaran kerja tersebut. Setelah sebuah insiden memalukan yang melibatkan mantan kekasihnya, Selena justru dihadapkan pada kesepakatan besar. Cristian menawarkan uang berlimpah dengan satu syarat yang sangat mengejutkan. Alih-alih pekerjaan biasa, ia meminta Selena untuk menjadi istrinya.