APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin

Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin

Aisyah, gadis biasa, menjalin cinta dengan Krisna yang merupakan seorang bangsawan. Sayangnya, ayah Krisna menentang keras hubungan mereka karena perbedaan status sosial dan keyakinan. Enggan menyerah pada keadaan, Krisna memilih menentang keputusan ayahnya demi tetap bersama Aisyah. Mereka pun memutuskan pergi jauh demi menjaga cinta mereka. Akankah kegigihan keduanya sanggup melunakkan hati sang ayah hingga restu yang dinanti akhirnya mereka dapatkan?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kamu kenapa, Aisyah, kok dari tadi cemberut terus?" tanya Widia.

"Kakak kamu tuh, ingkar janji lagi," kesal Aisyah.

"Janji apaan?" tanya Widia.

"Kemarin, Dia bilang mau antar aku ke sekolah, eh aku tungguin lama, ga nongol-nongol, tuh, kakak kamu," ucap Aisyah kesal.

"Oh itu, aku tadi subuh liat kak Krisna joging, dan saat aku mau berangkat sekolah belum balik dia," terang Widia.

"Mungkin lupa kali, kak Krisna," sambung Widia.

"Masa lupa sih, kan dia sendiri yang bilang."

"Mungkin terlalu fokus."

"Ya masa aku di lupain, sih."

"Sabar aja, kakak aku emang gitu orangnya."

"Bikin kesel aja tau ga pagi-pagi," gerutu Aisyah membuat Widia geleng kepala.

***

"Assalamualaikum!" ucap Aisyah, memberi salam kepada ibu Mariam, meraih tangan dan mencium punggung tangan dengan takzim.

"Waalaikum salam!" sambut Mariam dengan senyum lebar.

"Mama masak makan siang apa, hari ini?"

"Mama belum masak."

"Aisyah bantuin masak, ya, Ma," pinta Aisyah.

" Ya sudah sana ganti baju."

"Siipp Mama," Aisyah melangkah maninggalkan Mariam menuju kamar, dan mengganti pakaian seragam dengan kaos merah oblong dan celana jins selutut.

"Kita masak apa, Ma?" tanya Aisyah yang sudah berada di dapur sambil mengikat asal rambut panjang hitamnya.

"Masak, ikan santan gimana?" usul Mariam.

"Boleh Ma, tapi jangan sering-sering, ga baik untuk kesehatan," terang Aisyah.

"Iya, ibu dokter," ucap Mariam.

"Amin," ucap Aisyah meng-aminkan ucapan sang Mama.

****

Dreeet dreeettt dreeett

Suara getar ponsel, membuat Aisyah terbangun dari mimpi indah, segera Aisya mencari benda tersebut, dengan mata masih enggan untuk terbuka, tangan Aisyah meraba dibalik bantal dan menemukan benda yang dia cari, sejenak Aisyah memandang nama yang tertera di layar kemudian mengangkat dengan malas.

"Halo!"

"Hay sayang!"

"Heem."

"Kamu masih marah ya, sama aku?"

"Kamu pikir saja sendiri."

"Aku minta maaf."

"Sampai kapan, kamu terus minta maaf, dan selalu melupakan janji yang kamu buat sendiri?" ucap Aisyah kesal dengan sikap Krisna.

"Aku tau, aku salah tapi aku janji ga akan mengulangi lagi," ucap Krisna.

"Terserah kamu." Aisyah hendak menutup panggilan.

"Aku cinta sama kamu Aisyah," ucap Krisna dari sebrang.

"Aku, akan berusaha untuk tepat waktu, dan selalu ada untuk kamu."

"Maaf, aku tidak antar dan jemput kamu ke sekolah, tadi mendadak ada pelatihan dan sekarang aku harus ke sana, dan mungkin kita jarang bertemu," ucap Krisna membuat Aisyah gelisah.

"Kakak bakalan lama di sana?"

"Tidak, cuma sebentar di sana. Dan aku ke sini, mau pamit sama minta doa dan restu kamu untuk semangatin aku."

"Aku boleh nitip sesuatu ga, sama kamu?"

"Boleh, emang mau nitip apaan?"

"Tolong, jagain hati aku di sini," ucap Aisyah sambil menunjuk ke arah dada bidang Krisna.

"Pasti, tanpa kamu minta aku akan menjaga cinta kita," ucap Krisna yakin yang diberi hadiah senyuman indah oleh Aisyah.

***

Seorang gadis berambut hitam sebahu tengah duduk di bangku kayu panjang dipinggir kolam ikan buatan. Aisyah memberi makan ikan peliharaan, terdapat banyak jenis dalam kolam tersebut dari yang besar hingga yang kecil warna pun beragam campuran putih oren dan hitam berpadu menjadi satu. Tatapan mata Aisyah kosong ke depan, entah apa yang dia lihat sampai tanpa sadar seorang pria paruh baya menyadarkan Aisyah.

"Assalamualaikum!"

"Waalaikum salam!"

"Apa yang kamu pikirkan, Nak?" tanya pria yang merupakan ayah Aisyah.

"Tidak ada, Bapak sendiri kapan pulang?" tanya balik Aisyah setelah mencium punggung tangan Gani.

"Dari tadi, bahkan Bapak sudah panggil-panggil, kamu tidak dengar," ucap Gani melangkah duduk di samping sang putri.

"Ada apa? Hem," tanya Gani. Aisyah menghela napas panjang, sebelum menceritakan hal yang mengganggu pikirannya.

"Bapak!"

"Iya." ucap Gani yang lengannya di gelendoti sama Aisyah.

"Bapak marah gak, kalo aku berteman dengan yang non-muslim?" tanya Aisyah.

"Kalau sekedar berteman, Bapak tidak masalah, karena berteman itu bisa dengan siapa saja, yang ga boleh itu jika teman kamu seorang brandal," jelas Gani mengusap rambut halus Aisyah.

"Kalau, lebih?" tanya Aisyah lagi dengan ragu, Gani menatap sang anak.

"Jangan bilang kamu?" tanya Gani terputus.

"Aisyah, pacaran sama kak Krisna, Pak," aku Aisyah, Gani sejenak terdiam, terdengar hembusan napas yang keluar dari mulut Gani.

"Kalian, sudah lama berhubungan?"

"Sudah tiga bulan," jawab Aisyah

"Kamu, cinta sama Krisna?" tanya Gani yang dijawab anggukan oleh Aisyah.

"Kamu tau kan, kalau Krisna itu berbeda dari kita." Aisyah hanya mengangguk.

"Aisyah, keluarga Krisna itu keluarga terpandang, sedangkan bapak hanya seorang mebel biasa, dan lagi agama kita yang berbeda, itu hanya akan membuat kalian sakit hati," terang Gani membuat hati Aisyah sakit.

"Tapi, kak Krisna dan Aisyah saling cinta, Pak," ucap Aisyah.

"Bapak tau nak, kalian tidak salah karena saling mencintai. Apalagi Krisna pria yang baik, tapi yang bapak takut orang tua Krisna menentang hubungan kalian, dan berusaha memisahkan kalian," ucap Gani merangkul pundak sang putri tak tega melihat putri satu-satunya menangis.

Dilain tempat, Krisna tengah memasukan pakaian yang akan dia bawa kedalam koper, dan memasukan perlengkapan lain yang dia butuhkan, mata Krisna tertuju pada bingkai foto dirinya dan seorang gadis cantik berambut hitam panjang, seulas senyum terbit dibibir Krisna, kemudian meraih bingkai dan mengeluarkan foto.

"Aisyah, tunggu aku pulang," gumam Krisna memandang foto dia dan Aisyah yang tengah tersenyum bahagia.

"Krisna !" panggil pria paruh baya yang duduk di sofa. Krisna yang merasa terpanggil segera turun menghampiri sang ayah.

"Kamu yakin, akan melanjutkan akademi ini?" tanya bagas.

"Iya Pa, ini sudah menjadi cita-cita Krisna, dan Krisna harap Papa bisa menerima keputusan Krisna," ucap Krisna.

"Sebenarnya, Papa tidak ingin kamu mengambil Akademi itu, Papa mau kamu meneruskan perusahaan keluarga, karena kamu adalah pewaris dan anak laki-laki dari keluarga Bagaskara," terang Bagas mencoba menasehati sang putra.

"Ini sudah menjadi keputusan Krisna, Pa," ucap Krisna tetep pada pilihannya.

"Lalu, siapa yang akan meneruskan dan pengganti Papa nanti di perusahaan?"

"Suami dari Widia nantinya, Pa."

"Itu tidak bisa Krisna. Hanya laki-laki keturunan asli keluarga Bagaskara yang bisa menggantikan bukan orang lain," kata Bagas dengan nada keras menegur sang putra yang keras kepala.

"Kalau begitu biar keturunan Krisna nanti yang akan menggantikan posisi, Papa," ucap Krisna.

"Baik, berikan Papa cucu segera!"

"Tunggu dia lulus dulu, Pa."

"Siapa?"

"Siti Nur Aisyah."

Bruk! Prang!

"Apa!" Bagas yang mendengar nama gadis yang disebut Krisna, sontak membuat Bagas geram dan menggebrak meja kaca hingga pecah.

"Krisna akan menikah, hanya dengan Aisyah," ucap Krisna tegas.

"Apa tidak ada gadis lain hah?"

"Krisna hanya mencintai Aisyah, Pa." Bagas semakin marah mendengar tolakan sang putra yang berani membantah.

"Apa yang gadis itu berikan? Apa dia telah memberikan ke suciannya?"

"Pa, jangan samakan Aisyah dengan gadis lain, Aisyah gadis baik-baik," ucap Krisna tak terima atas tuduhan sang Papa.

"Aisyah itu gadis biasa, tidak cocok untuk kamu, sampai kapan pun Papa tidak akan menerima Aisyah sebagai pendamping apa lagi istri kamu Krisna," tolak Bagas keras tepat di depan wajah tampan Krisna.

"Dengan atau tidak ada ya restu dari Papa, krisna akan tetap menikahi Aisyah," ucap Krisna melangkah pergi menjauh sambil menarik koper keluar dari rumah menuju garasi kemudian masuki mobil sedan warna hitam menyalakan dan melaju keluar meninggalkan kediaman Bagaskara.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku  Dan Ayahku Super Tajir Melintir
7.8
Secara misterius, jiwa Ana tertukar ke dalam raga ibunya. Kejadian aneh ini justru menyingkap fakta bahwa ayah kandungnya adalah seorang bangsawan keraton bergelimang harta yang dahulu sempat merusak hidup mereka. Menghadapi kenyataan rumit tentang asal-usul dirinya, Ana bertekad untuk kembali mempersatukan cinta orang tuanya yang terpisah jurang sosial. Namun, merajut kembali hubungan yang penuh perbedaan itu menghadapkannya pada rintangan yang sangat berat.
Sampul Novel Ayah Beranak Tiga yang Hebat
9.1
Usai patah hati, Yasmin Tanoto tidak menyangka satu malam bersama pria yang dikira model bar akan mengubah hidupnya. Dua tahun kemudian, ia kembali dan mengetahui pria itu adalah Daniel Guntur, penguasa Kota Imperial sekaligus anak tiri tantenya. Di luar negeri, Yasmin rupanya telah melahirkan anak kembar tiga dari pria dingin tersebut. Rahasia ini mulai terkuak saat putri kecil mereka mendatangi kantor Daniel dan mengenali kemiripan wajahnya. Sang miliarder pun kini bangga akan keturunannya.
Sampul Novel Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
8.9
Arsitek ternama berusia 37 tahun, William Samsons MacRay, tidak sengaja bertemu Emmy Estelia Setiawan di bandara saat situasi kacau. Siapa sangka, lulusan Harvard yang baru kembali ke Jakarta itu ternyata bekerja di perusahaan miliknya. Terpikat oleh Emmy, William kerap mengajaknya dalam perjalanan bisnis global hingga hubungan mereka berlanjut sebagai sugar daddy dan baby. Sayangnya, rencana perjodohan dari orang tua William kini mengancam kelangsungan kisah cinta beda usia ini.
Sampul Novel Istri yang Terabaikan
9.7
Lima tahun pernikahan kulalui tanpa kehadiran suami di hari ulang tahunku, yang selalu mengganti kehadirannya dengan uang. Ironisnya, ia justru sibuk menyiapkan pesta untuk Fiona dengan alasan hanya dialah yang Fiona miliki. Saat melihat kemesraan mereka di media sosial pascatragedi kebakaran yang menyisakan trauma mendalam, batasan sabarku habis. Aku pun menuliskan komentar tegas bahwa kini aku merelakan pria tak berguna itu sepenuhnya untuk Fiona.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong Alif dan Hana ke sebuah apartemen sederhana. Di hunian baru itu, takdir mempertemukannya dengan Yudha, duda menawan yang juga berjuang mengasuh putrinya, Mira, pasca-tragedi memilukan. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan memantik getaran rasa di hati mereka yang sama-sama terluka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi masa lalu atau berani membuka hati bagi cinta yang baru.
Sampul Novel KIRANI SI WANITA MALAM
8.5
Kirani, seorang istri muda, terpaksa menempuh jalan kelam sebagai wanita malam demi menopang kondisi finansial dan menghidupi keluarga suaminya. Kisah ini mengupas tuntas pergolakan batin serta perjuangan beratnya dalam menjalani profesi rahasia tersebut di tengah ikatan pernikahan. Sebuah drama modern yang menyoroti pengorbanan, impitan ekonomi, serta rahasia gelap yang menyelimuti kehidupan rumah tangganya.