APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan

Ayah CEO Pengen Pelukan

Akibat pengkhianatan orang terdekat, Nadia terpaksa melewati satu malam bersama lelaki asing. Penyesalan melanda dirinya, tetapi paras rupawan pria itu justru membuatnya salah tingkah hingga nekat meninggalkan sejumlah uang sebelum kabur. Kresna, pria misterius tersebut, merasa sangat direndahkan karena diperlakukan bak lelaki bayaran. Diselimuti amarah, ia langsung menyuruh asistennya melacak identitas Nadia lewat CCTV hotel untuk menuntut balas.
Bab
Bagikan

Bab 3

Selama perjalanan dalam mobil, Bagas terus-menerus tertawa dan bercanda, yang membuat Nadia merasa tidak begitu gundah. Perusahaan di mana Nadia akan bekerja sudah menyediakan tempat tinggal untuknya. Bagas datang ke bandara untuk menjemput Nadia dan Jaya. Selain itu, ia bahkan menemani mereka pergi ke supermarket untuk membeli beberapa barang yang dibutuhkan. Setelah itu, Bagas memberi tatapan serius pada Nadia.

"Apa kamu tahu? Aku ingat aku sudah memberitahumu bahwa selama aku ada di Grup Fadihan, aku bisa memberimu pekerjaan dengan mudah. Aku tidak mengerti mengapa kamu pergi bekerja di Grup Gumelar. Apakah kamu tidak tahu betapa sulitnya menghadapi orang seperti Kresna Gumelar?" Bagas mengatakan hal itu pada Nadia dengan sikap serius dan sedikit menggodanya.

"Ayolah, jangan begitu! Kalau aku mengambil tawaranmu, kamu akan terus menerus menggunakan aku sebagai pacar palsumu."

Nadia dengan tersenyum menggoda Bagas dan membawa dompetnya sambil berpegangan tangan dengan anaknya untuk mentraktir Bagas makan.

"Lagi pula, bukankah ini sudah saat yang tepat bagimu untuk mendapatkan pacar? Aku sudah cukup lelah berpura-pura menjadi pacarmu," ucap Nadia.

'Ya, jika kamu merasa lelah, mungkin kamu bisa menjadi pacarku yang sebenarnya... '

Kalimat ini telah berada di dalam hatinya untuk waktu yang cukup lama. Hanya saja, ia tidak cukup berani untuk mengucapkannya pada Nadia. Bagas membenci dirinya sendiri atas sifat penakutnya ini. Dengan senyuman kecewa, dengan cepat ia menyusul Nadia.

Setelah sampai di rumah baru mereka, Nadia dan Jaya merasa lelah, jadi mereka langsung tidur. Keesokan paginya, Nadia mengantar Jaya ke sekolah dasar yang sudah dia hubungi sebelumnya. Dengan senang, sang kepala sekolah dan guru kelas turun tangan secara langsung menjemput Jaya. Saat mereka mengetahui bahwa anak berbakat seperti Jaya akan mendaftar di sekolah mereka, mereka sangat senang.

Nadia agak khawatir akan putranya beradaptasi di tempat baru dan ingin mengatakan sesuatu, tapi putranya sangat dewasa untuk anak seusianya! Ia bahkan membantu Nadia sedikit merapikan tasnya.

"Mama, lebih baik Mama mengkhawatirkan diri sendiri daripada aku. Hari ini adalah hari pertama Mama bekerja. Mama harus melakukan pekerjaanmu dengan baik. Aku tidak mau mati kelaparan!"

"Dasar kamu anak nakal!"

Nadia sedikit marah sambil menatapnya. Setelah Jaya diantar ke sekolah, Nadia naik taksi ke Grup Gumelar. Setelah tiba, Nadia terus memikirkan bahwa presiden perusahaan yang terkenal ini memiliki selera yang bagus. Seluruh lantai terbuat dari kaca, membuat jadi terlihat begitu sederhana namun elegan. Hanya ada satu masalah...

'Bagaimana aku bisa berjalan di atas lantai kaca ini! ?'

Nadia melihat sepatu haknya yang setinggi 8 cm dengan manis asam. Dari lubuk hatinya dia mengagumi wanita-wanita di depannya yang berjalan dengan cepat di atas lantai itu sampai seperti sedang terbang. Nadia menggertakkan gigi dan mengambil langkah maju dengan yakin. Tepat saat ia baru melangkah, Nadia terpeleset di lantai yang licin.

'Sialan! Apa ini benar-benar harus terjadi padaku di hari pertama bekerja! ?'

Kejadian itu sudah tidak terelakkan lagi sekarang. Nadia menutup matanya rapat-rapat dan bersiap untuk jatuh. Tapi saat itu juga, sepasang tangan yang kuat menahan dirinya.

Sambil sedikit mengintip, Nadia merasa bahwa pria yang membantunya ini tidak asing.

Begitu Nadia mengangkat kepalanya, dia melihat wajah tegas dan dingin pria itu. Pria itu seperti patung sempurna yang diukir oleh pengukir yang handal. Saat Nadia mencoba memikirkan di mana ia pernah melihat pria ini sebelumnya, pria itu dengan hati-hati melepaskannya. Pria ini melihat cara Nadia menatap wajahnya, dan pria ini menatap Nadia lalu mengangkat alisnya.

"Apa kamu sudah selesai menatapku?"

'Sial! Apa yang sedang kulakukan!' Nadia dengan gugup mencubit tangannya. Langsung berdiri tegak, dia merapikan pakaiannya dan tersenyum elegan.

"Terima kasih tuan."

'Hm... Wanita ini mampu menenangkan diri dengan begitu cepat.'

Menyipitkan matanya, pria ini merasa pernah melihat Nadia sebelumnya. Dengan cemberut, ia melihat ke arah asisten di belakangnya.

"Siapa wanita ini?"

pria ini bertanya dengan suara yang kecil.

"Tuan Gumelar, wanita ini adalah Nona Nadia. Dia baru saja lulus dari Universitas Manhattan bulan lalu. Dia adalah direktur yang direkrut dari luar negeri."

Perkataan asisten itu jelas mengejutkan mereka berdua. Kresna hanya sedikit mengangkat alisnya, dan Nadia dengan kaget hampir membuka mulutnya.

Tidak mungkin, kan? Ini adalah hari pertama pekerjaan Nadia dan ia dipermalukan seperti ini di depan Kresna Gumelar yang lebih menakutkan daripada hantu dalam legenda!

Sambil memikirkan perkataan putranya, Nadia sangat sedih hingga dirinya hampir menangis. 'Jaya, sepertinya ibumu tidak bisa mempertahankan pekerjaannya lebih dari satu menit saja!'

Sesuai pemikiran Nadia, Kresna Gumelar menatapnya dari atas ke bawah dengan ekspresi menghina.

"Direktur?" Kresna mendengus dengan ejekan.

Ada hinaan dalam kata-kata pria itu. Nadia menggertakkan giginya. "Saya bisa membuktikan kepada Anda bahwa saya layak untuk pekerjaan ini, Tuan Gumelar.

Setiap orang memiliki dua sisi pada kepribadian mereka. Saya mengakui bahwa kecerobohan saya pasti meninggalkan kesan pertama yang buruk bagi Anda. Tapi saya percaya Anda adalah orang yang mampu menentukan orang berbakat ketika Anda melihatnya. Saya rasa cara saya memasuki gedung ini tidak bisa disamakan dengan etika kerja saya.."

'Wanita ini, memang pandai bicara!' Kresna menatapnya sekilas, lalu berkata dengan nada yang datar.

"Aku harap kamu bisa membuktikan perkataanmu, Nona Nadia."

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Kresna masuk ke gedung perusahaan tanpa menoleh ke belakang. Nadia terkejut. Berhati-hati dalam melangkah, akhirnya Nadia bisa berjalan dengan lancar di lantai kaca itu dan masuk ke dalam dengan percaya diri.

Nadia tidak tahu penyebabnya, tetapi saat ia melihat Kresna, jantungnya mulai berdetak lebih cepat. Ada perasaan yang aneh dan tak asing di dalam dirinya. Tetapi, karena Nadia adalah direktur, ia memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan waktunya dipenuhi oleh segala macam laporan dan kontrak. Saat ini tidak ada waktu untuk memikirkan hal lain.

Walaupun Nadia adalah orang dengan kepribadian yang tidak banyak memperhatikan hal kecil, dia akan menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna. Hanya dalam satu pagi saja, ia sudah sangat paham akan semua bisnis Departemen Pemasaran yang berada di bawah pimpinannya. Nadia mengadakan rapat dengan semua staf, dan meninggalkan kesan mendalam pada mereka tentang dirinya. Dengan cepat seluruh Grup Gumelar tahu semua tentang direktur Departemen Pasar yang cantik dan gigih.

Karena hal itu, Nadia mendapatkan rasa hormat dan posisi yang kokoh di Grup Gumelar. Ia sangat beruntung mendapat rencana kerja sama yang besar, tidak lama setelah ia memimpin departemen tersebut. Ia tegas dalam berbisnis dan berhasil memenangkan banyak kesepakatan di bulan pertamanya bekerja, hal ini membuat semua orang di perusahaan mengaguminya. Bahkan Kresna pun terkesan melihat hal ini. Untuk pertama kalinya, Kresna memesan hotel dalam rangka mengadakan pesta perusahaan untuk menghormatinya.

Di dalam semua keluarbiasaan dan kesuksesan serta kata-kata pujian yang ia dapat, Nadia merasa sedikit sedih.

Dahulu sekali, ketika papanya masih hidup, perusahaan mereka makmur. Pada saat itu, sebagai putri tertua dari keluarga Nismara, Nadia sering bertemu banyak orang selama acara sosial sambil tersenyum, seperti yang ia lakukan sekarang. Tapi alih-alih dengan papanya di samping Nadia, ada Kresna.

Setelah makan malam, band di hotel memainkan musik, dan para eksekutif senior perusahaan menari di lantai dansa. Melihat ini, Nadia memijat pelipisnya yang sakit dan menghela napas.

Semua orang sangat bersemangat akan pesta ini. Nadia harus tetap terlihat semangat, apalagi pesta ini yang diikuti serta banyak eksekutif senior. Jangankan dia, bahkan Kresna pun juga tidak bisa merusak semangat pesta ini. Nadia secara diam-diam melirik Kresna yang berdiri di sampingnya dengan wajah murung. Menarik napas yang dalam, ia mengambil inisiatif dan mengulurkan tangan pada Kresna. "Maukah Anda berdansa bersama saya?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAYAR dengan Tubuhmu
9.6
Celina menghadapi kehancuran hidup setelah dikhianati oleh tunangannya. Selain difitnah, ia dijadikan jaminan utang untuk melindungi saudaranya. Kini, ia terpaksa menyerahkan diri kepada Mikhael, pria berkuasa yang sangat dingin. Saat datang dengan duka mendalam, Celina justru menerima cemoohan kejam dari Mikhael yang menghina kondisinya. Di tengah tekanan ini, ia harus bertahan melayani pria yang terus merendahkannya.
Sampul Novel Bukan Cinta Yang Kandas
8.7
Demi Damian, Aveline rela memendam bakat arsitekturnya selama tiga tahun pernikahan yang dingin. Namun, pengkhianatan sang suami di depan umum menjadi titik balik hidupnya. Aveline memutuskan bercerai lalu bangkit mendirikan firma de la Fontaine. Kini, ia terlahir kembali sebagai arsitek elite dunia yang sukses meruntuhkan dominasi bisnis Blackwood. Di tengah kesuksesan besar ini, mampukah ia membuka kembali pintu hatinya untuk cinta yang baru?
Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Model terkenal Claritta Indriana terjebak pernikahan pelik bersama Aslan Teryeka, sang pewaris Andromeda Group. Walau menyatakan cinta, Aslan justru bersikap posesif, bertindak semena-mena, bahkan mengkhianatinya dengan sang sekretaris. Di bawah bayang-bayang kebencian dan pengkhianatan suaminya, Claritta menghadapi pilihan sulit. Haruskah ia tetap bertahan sebagai boneka tak berdaya dalam rumah tangga yang hancur, atau melarikan diri selamanya demi kebebasan?
Sampul Novel Crazy Maid ( Indonesia )
8.5
Felicity Jolicia Addison, gadis manja yang asing dengan urusan dapur, nekat menyamar sebagai Cia. Demi mendapatkan jet pribadi dari ayahnya, ia rela menjadi pelayan Jerrald Nataniel Mendez, pengusaha jet asal Spanyol. Jerrald dibuat pusing oleh ketidakmampuan Cia yang hampir membakar dapur saat merebus air. Meski dianggap gila karena boros dan polos, interaksi unik pelayan amatir dan majikan angkuh ini perlahan menumbuhkan benih cinta di antara mereka.
Sampul Novel Ex-Husband Or Mr. Ceo
9.4
Demi masa depan putranya, Leira bertekad menata ulang hidupnya setelah bercerai. Ia pun pulang ke Chicago untuk merintis kembali kariernya di dunia penerbitan. Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan sang mantan suami di tempat kerja yang sama. Rumitnya situasi kian bertambah saat Leira terlibat kesalahpahaman dengan sang CEO. Di tengah pusaran konflik ini, mampukah ia tetap tegar, atau justru membuka hati untuk cinta baru?
Sampul Novel Menjadi Istri Musuhku
9.8
Selena Grant, putri bangsawan ambisius dari Kota Seaview, mendadak hilang ingatan tentang tiga tahun terakhir hidupnya. Ia sangat terkejut saat tahu dirinya telah menikah dan rela mengemis cinta dari pria yang membencinya. Meski ponselnya penuh pesan keputusasaan, Selena yang kini sadar tidak akan membiarkan siapa pun merendahkannya lagi. Ia pun bertekad membalas perlakuan buruk sang suami dan merebut kembali martabat serta harga dirinya yang sempat hilang.