APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ashes of Midgard

Ashes of Midgard

Rio terbangun dalam kegelapan tanpa memori apa pun, terkecuali namanya sendiri. Ia terdampar di Midgard, sebuah dunia fantasi abad pertengahan yang asing dan penuh bahaya. Demi bertahan hidup, Rio bersatu dengan orang-orang yang mengalami nasib serupa. Bersama-sama, mereka mendirikan kelompok tentara bayaran dan melatih kemampuan bertarung. Perjalanan penuh ketidakpastian pun dimulai bagi mereka yang bangkit dari abu demi mengukir takdir baru di tengah dunia yang kejam ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Daripada menjadi seorang raja,” kata Rio sambil menatap ke arah Rylan di bawah, “kenapa kau tidak jadi seorang pelayan saja?”

“Pelayan?! Tidak mungkin! Tidak peduli seberapa aku bersujud, aku masih terlihat sangat keren!”

“Hei, jangan membuatku mengulangi ini sampai ketiga kalinya.” Nada pria berambut abu-abu berubah menjadi mengerikan.

Rylan kembali berlutut dan membungkuk begitu rendahna, sampai-sampai dahinya menyentuh jalanan berbatu. “Aku sungguh sangat minta maaf padamu! Mohon berikan belas kasih anda kepadaku.”

Orang ini sudah pasti jadi sang pelayan, pikir Rio, tapi dia tidak ingin mengatakannya. Jika dia mengatakan hal itu, maka Rylan akan terus mengoceh tanpa akhir. Mereka berjalan dengan diam smapai Hyou membawa mereka berhenti di depan sebuah bangunan yang terbuat dari batu setinggi dua lantai.

Benda yang dinaikkan di atas bangunan itu adalah bendera bergambar bulan sabit berlatar langit malam, dan simbol yang sama muncul di papan nama.”PAS---CAD---BATAS---EDIR” ditulis disana, tapi ada sesuatu yang tidak benar terlihat. Setelah dilihat lebih dekat, ia tahu bahwa bagian kata-kata tersebut sudah memudar, dan beberapa huruf telah jatuh.

“Tada!” Hyou menunjuk ke tanda tersebut.”Akhirnya kita tiba! Ini adalah tempat yang terkenal! Pasukan Cadangan Perbatasan Edirne, dan ini adalah Markas Blue Moon.”

“Blue Moon,” Rio menarik napas, dan melihat tanda itu sekali lagi. Memang benar jika huruf yang hilang jika ditambahkan kembali, itu akan terbaca: Pasukan Cadangan Perbatasan Edirne, Markas Blue Moon.

“Ayo kita masuk!” Sembari didorong oleh Hyou, mereka memasuki bangunan itu, dan akhirnya mereka sadar bahwa bagian dalamnya terlihat seperti bar. Ruangannya luas, dilengkapidengan meja dan kursi, dan ada juga meja counter dibelakang. Terlihat seorang pria tengah berdiri dibalik meja counter. Tidak ada orang lain selain pria itu.

“Disinilah tugas ku berakhir!” Hyou membungkuk pada pria di balik meja.”Perlakukan mereka dengan baik Fran dan jelaskan segala macam rincian tugas yang akan diberikan pada mereka.”

“Baik,” pria yang disebut Fran itu menjawab, dan melambaikan tangannya pada Hyou.

“Kalau begitu, aku pamit dulu, sampai jumpa!”

Ketegangan diruangan tersebut tampak meningkat setelah pintu terayun dan ditutup oleh Hyou. Mungkin ini terjadi karena cara Fran  memandangi mereka, seolah-olah dia tengah melakukan inspeksi. Tidak… Itu tak benar… Mungkin alasan utama dari ketegangan ini adalah karena kehadiran Fran itu sendiri. Dia sangat aneh. Sangat aneh sekali.

Fran mencondongkan tubuhnya ke depan, menempatkan siku di meja, dan menyandarkan dagunya di atas jari-jemari yang dilipat. Rio melihat bahwa pria itu memiliki dagu yang terbelah. Rambutnya yang berwarna biru terang. Bibirnya berwarna hitam, tapi mungkin itu hanyalah lipstick. Dia memiliki alis yang lebat dan panjang yang melingkar di  mata berwarna coklat ke kuningan dan itu membuatnya terlihat sedikit menakutkan. Wajahnya ditutupi dengan make-up yang tebal, dan tulang pipinya terlihat jelas karena dia mempertebalnya dengan blush warna merah terang.

Tapi, tak peduli seberapa serius Rio menatapnya, ia masih terlihat seperti manusia biasa.

“Hmmm… Sangat bagus,” kata Fran, sembari mengangguk. Dia meluruskan tubuh dan melanjutkan ucapannya,”Selamat datang wahai anak-anak muda. Namaku Francis. Aku adalah seorang Komandan, atau jika kalian mau, kalian bisa menyebutku dengan’bos’. Aku berasal dari Pasukan cadangan Perbatasan Edirne, Blue Moon. Kalian juga boleh memanggilku’komandan’ atau’Fran’. Semuanya terserah dengan kalian, tapi pastikan kalian memanggilku dengan rasa penuh kasi sayang seperti seorang anak yang memanggil ibunya sendiri, paham?”

“Komandan.” Pria berambut abu-abu melangkah ke depan meja, dan dia memiringkan kepalanya ke satu sisi.”Jawab aku. Aku mengerti kalau tempat ini disebut dengan Edirne. Tapi, apa maksud dari Pasukan Cadangan Perbatasan itu? Apa Pasukan Cadangan itu? Kenapa aku bisa ada disini? Kau pasti mengetahui sesuatu, kan?”

“Kau memang punya keberanian!” Fran berkata dengan gembira sambil tertawa.”Aku suka anak-anak sepertimu. Siapa namamu?”

“Julius. Aku tidak suka dengan orang banci sepertimu.”

“Apakah begitu?”

Apa yang terjadi selanjutnya, Rio tidak cukup mengerti. Gerakan Fran tidak hanya cepat, tapi juga halus bagaikan sebuah benang.

“Julius. Biarkan aku memberikan beberapa alasan kepadamu,” Fran berkata sambil menyipitkan matanya. Tapi Rio menyadari apa yang tengah terjadi saat ini, Fran sudah menodongkan ujung pisau tepat dibawah dagu Julius.” Tak seorangpun yang memanggilku banci bisa hidup lama setelah keluar dari sini. Kau tampak seperti anak yang pintar, jadi kau pasti memahami apa yang kukatakan, ‘kan? Masih ingin lanjut mengejek diriku?”

“Sungguh?” Jawab Julius. Rio tersentak saat Julius meraih pisau tersebut dengan tangan kosong. Dia mencengkeramnya dengan cukup keras sambil mengepalkan genggamannya, perlahan darah mulai mengalir dari sela-sela jarinya.”Aku tidak pernah memiliki niat untuk hidup lama, dan sifatku membuat diriku tidak pernah mundur menghadapi ancaman. Jika kau berniat membunuhku, maka lakukan sekarang juga, wahai Komandan Banci.”

“Akhirnya…” Fran menjilat bibirnya sendiri dan membelai pipi Julius.”Aku akan melakukannya lagi dan lagi dengan sangat sempurna, sampai-sampai kau tidak akan melupakannya.”

“Kau tahu,” Rylan berbisik kepada Rio,”Ketika ia mengatakan ‘melakukan’, maksudnya mungkin adalah hal-hal yang tak biasa. Ya, pasti begitu.”

“Ngelakuin apa sih?” Tanya si gadis berambut kepang kepada Rylan dengan ekspresi bingung.

“Err, yahhh, maksudku… Dia akan meletakkan ‘itu’ pada tempat yang tak semestinya. Kau tahu kan, ‘itu’ adalah tempat dimana biasanya ‘itu’muncul. Kau tahu apa maksudku? Iya kan, Rio?”

“Jangan memulainya. Jika kau memulai percakapan ini, maka kau harus tanggung resikonya nanti.”

“Dingin sekali. Apa kau itu orang anti-sosial atau sejenisnya? Orang-orang sepertimu memiliki keterampilan dibawah titik nol.”

“Hei, hei.” Amagi yang tak-pernah-susah menyela perselisihan antara Julius dan Fran.”Bukankah kalian berdua baru saja bertemu? Lantas, apa gunanya saling berselisih? Mari saling memaafkan dan melupakan masalah ini! Mari kita bergembira dan berteman satu sama lain, oke?”

“Apa kau bercanda?” Julius mencemooh dan memelototinya. Namun demikian, ia melepaskan pisau itu.

Fran juga tampak menarik pisaunya, dan menyeka darah yang berlumuran di pisau nya dengan menggunakan kain.”Tampaknya selalu ada orang bego dalam suatu kelompok. Delapan pria empat wanita. Jumlah wanitanya cukup sedikit, tapi sepertinya itu tak masalah. Pria cenderung lebih baik dalam pertempuran daripada wanita.”

Alis Minato menyipit.”Pertempuran?”

“Oh, kau mendengarnya dengan jelas, kan?” Fran terkekeh dengan pelan. Kemudian Rio mengulanginya dengan suara yang sedikit serak.”Bertarung.”

“Tempat ini adalah markas pasukan cadangan, sehingga…” Minato melirik kebawah.”Itu artinya kami adalah pasukan relawan?”

“Tepat sekali!” Fran menepuk tangannya dengan perlahan.”Kau tampak menjanjikan. Tepat sekali. Kalian semua disini bisa menjadi pasukan relawan. Meskipun begitu, kalian benar-benar tak punya pilihan unutk menolak.”

“Wahai sang ahli membuat pilihan…,” Kata Rio sembari menepuk punggung Rylan.”Sepertinya bakatmu sangat dibutuhkan disini.”

“Oh? Ah! Betul! Betul! Aku… Dibutuhkan?”

“Kalian semua bisa memilih,”kata Fran sembari menjetikkan jari telunjuknya dengan ringan pada mereka.”Mengambil tawaranku atau pergi meninggalkannya begitu saja. Dan tawaranku adalah: Daftarkan diri kalian sebagai Pasukan Cadangan Perbatasan Edirne, Blue Moon. Nah, kalian akan memulai sebagai peserta pelatihan, itu berarti kalian akan belajar menjadi seorang prajurit secara mandiri.”

“Apa,,,,” tanya gadis berpenampilan mencolok, ekspresinya terlihat ketakutan,”kami harus mengerjakan pekerjaan sebagai pasukan cadangan?”

“Tentu saja kalian harus bertarung.”Fran menjentikkan tangan dengan jengkel, seakan-akan dia enggan memberi penjelasan.”Disini, di daerah perbatasan, kita sebagai manusia berselisih dengan ras-ras lainnya. Dan ras-ras tersebut adalah makhluk yang biasa kalian sebut dengan monster. Pekerjaan pasukan perbatasan adalah membunuh monster itu dan melindungi perbatasan kita. Tapi jujur, itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Kalian akan disibukkan dengan pekerjaan melindungi daerah Edirne sebagai markas terdepan. Disitulah kita, sebagai pasukan cadangan, dibutuhkan.”

“Dengan kata lain,” pria berkacamata mendorong kacamatanya sampai menempel di hidungnya,”selagi pasukan perbatasan melindungi kota ini, pasukan cadangan keluar untuk mengurangi jumlah monster-monster itu. Apa aku benar?”

“Sebenarnya…” Kata Fran sembari membuka tangannya lebar-lebar bagaikan bunga mekar. Dia melakukan hal itu agar terlihat manis, namun pada kenyataannya pemandangan itu terliha menjijikkan.”Sebenarnya, kita adalah bagian dari pasukan perbatasan reguler. Kita melindungi daerah perbatasan bukan hanya dengan bertarung. Kalian juga akan ditugaskan keluar perbatasan untuk memukul mundur lawan yang hendak memasuki kota. Namun, operasi skala kecil itu tak membutuhkan pasukan reguler dalam skala besar. Bergerak bersama pasukan besar memerlukan: perencanaan, persiapan logistik, jalur pasokan, dan berbagai hal yang merepotkan lainnya. Itulah yang berbeda pada kita.”

Amagi mengangguk dengan antusias dan lebay ketika mendengarkan setiap keterangan dari Fran.”Jadi maksudnya ‘kita berbeda’?”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Devano Lauder
9.1
Dendam lama dari musuh masa lalu membayangi hidup Devano Lauder. Selama dua puluh tahun, ia berjuang keras menuntaskan perselisihan panjang yang penuh pertumpahan darah. Di tengah kekacauan itu, Devano sempat terjebak dalam cinta segitiga semasa remaja. Kini, setelah dewasa, ia rela mempertaruhkan nyawanya demi memikul tanggung jawab dan mengakhiri konflik. Meski bahaya terus mengintai, takdir akan menuntun perjuangannya menuju titik akhir yang adil.
Sampul Novel Gadis Rahasia Kapten
8.7
Saat Rusia mengumumkan perang, Kapten Anatoly menyembunyikan turis Jerman bernama Helen di kediamannya. Tak disangka, benih cinta tumbuh di hati sang kapten yang dingin di tengah situasi mencekam. Namun, kedamaian mereka sirna ketika Helen terungkap sebagai putri dari musuh besar negaranya. Kini, Anatoly dihadapkan pada pilihan sulit yang menyiksa batinnya: tetap setia pada tanah airnya atau mempertaruhkan segalanya demi melindungi wanita yang sangat ia cintai.
Sampul Novel I'm The Beast
9.0
Rodolfo Silas, mantan pembunuh bayaran, kini berjuang melindungi desa dari teror misterius setiap bulan purnama. Dengan keahlian tempurnya yang hebat, ia menjadi tameng tunggal melawan kawanan serigala yang gemar menculik warga. Namun, takdir menyeretnya ke dalam nestapa saat sekelompok elite werewolf menangkap dan mengubah wujudnya menjadi monster mengerikan. Rodolfo kini harus bertahan hidup sebagai bagian dari makhluk buas yang selama ini ia musuhi.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Demi kakeknya, Sayudha Wistara terpaksa menikahi Diandra Safaluna, perempuan bercadar yang misterius. Meski awalnya berniat bercerai setelah dua tahun tanpa sentuhan, Yudha justru terpikat oleh keahlian tak biasa sang istri. Di balik kelembutannya, rahasia besar Diandra masih tersembunyi rapat. Mampukah Yudha mengungkap bahwa istri yang dicintainya adalah pemimpin dunia mafia yang mengendalikan kakeknya sendiri?
Sampul Novel Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)
8.8
Demi kedamaian abadi, dunia menuntut pemusnahan total kaum kegelapan. Di tengah kerumunan yang haus darah, seorang gadis dirantai erat, menghadapi kebencian massa yang menginginkan kematiannya. Sorak amarah terus mendesak agar nyawanya segera dilenyapkan. Namun, saat eksekusi mati tampak tak terelakkan, sebuah teriakan tegas memecah keputusasaan. Sosok penyelamat tiba-tiba muncul membela sang ratu, mengubah takdir tragis yang semula sudah berada di depan mata.
Sampul Novel MAGIC CARD
8.8
Isamu Kenichi, sang bajak laut penakluk delapan samudra, ditelan paus raksasa di Samudra Hitam yang misterius. Di sana, ia menemukan buku pusaka Magic Card dan memperoleh kekuatan Weredragon dari para penjaga kartu. Namun, kekuatan ini menuntut bayaran besar. Kini, Isamu memikul tugas berat untuk membasmi pasukan Werewolf haus darah. Mengerikannya, monster-monster tersebut merupakan mantan awak kapalnya sendiri yang telah disihir oleh iblis jahat.