APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Api Cemburu Ladyboy

Api Cemburu Ladyboy

Diandra, seorang gadis tomboy yang menggemari dunia motor, terpaksa harus bertunangan dengan Handoko. Di balik gelimang hartanya, Handoko memiliki obsesi rahasia untuk berpenampilan anggun layaknya sang ibu. Walau ia berniat memperbaiki diri, kehadiran Diandra malah memicu konflik hebat yang mengancam kelangsungan hubungan mereka. Di tengah badai emosi dan rintangan, akankah cinta sanggup menyatukan dua kepribadian yang saling bertolak belakang ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Julia menoleh mencari orang yang menyapanya. Nampak tak jauh darinya ada seorang wanita berjalan menuju arahnya.

"Meliana, apa kabar? Aku tiba tadi pagi," jawab Julia. Kedua wanita itupun saling peluk, melepas rindu.

Julia mengajak Melia Darwin, sahabatnya itu untuk duduk di sudut cafe milik kekasihnya itu.

"Gimana perkembangan studi kamu?" tanya Meliana.

Julia pun menarik nafasnya, dan menghembuskannya dengan kasar.

"Tidak ada obat untuk itu Mel. Paling therapi dan hormon saja," ujar Julia.

Meliana pun mengelus punggung tangan sahabatnya itu.

"Kalau therapist, kamu bisa membawanya ke klinik ku. Aku punya ... " Meliana belum usai dengan kalimatnya, terdengar suara cempreng melengking memanggil dirinya.

"Kakak!" seru suara gadis dengan suara khas yang dikenal Meliana.

Nampak gadis itu memakai kaos oblong yang lusuh, celana jeans belel dan ransel hitam yang tak kalah lusuh dengan kaosnya itu. Hanya sepatu kets yang nampak mahal itu menyelamatkan penampilannya.

Kecantikan gadis itu tidak pudar dengan cara pakaiannya itu.

Diandra Darwin. Itu lah nama gadis yang berpenampilan sedikit ajaib itu. Diandra adalah adik Meliana.

"Kamu itu ya. Bisa ga sih berpenampilan normal layaknya gadis muda lainnya?" omel Meliana kepada adiknya itu.

Diandra hanya tertawa layaknya seorang lelaki. Tidak ada kesan anggun sama sekali. Kemudian menghempaskan tas ranselnya dan duduk di depan Julia.

Plak.

Meliana memukul bahu adiknya itu. Kesal sekali dengan tingkah lakunya yang seperti lelaki, tidak mau tampil anggun.

"Diandra Darwin! Kamu bisa santai ga sih? Gradak geruduk kaya maling jemuran tau ga!" ucap Meliana geram sambil membelalakkan matanya.

"Jangan sering melotot gitu kak. Nanti matanya bisa pindah loh," ujar Diandra santai, sambil mencomot Red Velvet milik Meliana.

Julia pun hanya menonton kakak beradik itu ribut beradu mulut. Terlintas sebuah ide di dalam pikirannya.

"Kak, minta duit. Mau beli mie ayam di warung seberang sana. Ga banyak aturan kalau di sana," ujar Diandra, sambil menyodorkan tangannya yang kosong itu.

Meliana pun memutar bola matanya kesal. Lalu membuka tasnya, mengambil dompet lalu menyerahkan selembar uang pecahan seratus ribu kepada Diandra.

"Selesai makan kamu balik lagi kesini. Kita pulang sama-sama, paham kamu?" ujar Meliana.

Gadis itu mengambil uang dari tangan kakaknya itu. Kemudian berlalu begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

"Mel. Aku ada ide cemerlang," ujar Julia berbinar.

Meliana mengernyitkan keningnya. Menunggu Julia mengungkapkan idenya.

"Bagaimana ... kalau kita jodohkan saja Handoko dengan adikmu itu. Sifat mereka berbanding terbalik. Siapa tau mereka malah akan saling mengisi dan sikap mereka bisa tertukar karena sering bersama," ujar Julia.

"Apa kamu yakin dengan ide mu ini?" tanya Meliana ragu.

Julia pun merasa yakin dengan idenya itu.

"Ayolah. Aku seorang dokter, kamu seorang dokter spesialis kejiwaan terkenal di kota ini. Kita berdua sama-sama memiliki adik yang ajaib, kenapa tidak kita gabungkan saja?" ungkap Julia.

"Betul juga. Adikku itu tidak ada lelaki yang mau. Lihatlah penampilannya saja selalu dekil, seenaknya saja," keluh Meliana.

Satu jam kemudian, nampak Diandra menuju ke arah mereka. Tak lama, muncul Adrian, kekasih Julia.

Setelah berbasa-basi sejenak, Meliana pun menyampaikan niatnya untuk menjodohkan Diandra dengan adiknya Julia.

"Gak, gak mau. Diandra ga suka!" tolak Diandra.

"Memangnya, Diandra sudah kenal adikku?" tanya Julia.

"Ya ... belum sih," ujar gadis itu santai.

Meliana yang geram dengan jawaban Diandra, mengacak-acak rambut hitam adiknya itu.

"Bahlul, ente. Belom juga kenal, udah bilang ga suka," ujar Meliana.

Mereka pun tergelak karena ulah Diandra itu.

Langit mulai gelap. Pertanda malam akan segera meraja. Meliana dan Diandra pun pamit untuk pulang ke rumah mereka.

Pukul sebelas malam, nampak seseorang mengendap-endap dari bawah jendela kamarnya. Kemudian menuju pintu gerbang. Seorang penjaga membantu membuka pintu besi yang menjulang, agar gadis itu segera berlalu.

"Jangan sampai pagi Non. Bisa kena pecat saya," ujar penjaga itu. Sementara yang di ajak bicara, hanya mengacungkan ibu jarinya saja, sambil berlari menuju sebuah mobil yang sudah menunggunya itu.

"Jalan bro," ujarnya saat masuk kedalam mobil berwarna gelap itu.

Dua puluh menit kemudian, mereka sampai di sebuah area diskotik. Tiga orang keluar dari dalam mobil itu. Kemudian menghilang, masuk ke dalam diskotik.

Terdengar dentuman suara musik yang memekakkan telinga. Namun indah bagi para penikmat musik berjenis house itu.

Ketiganya memilih duduk di sofa. Tepat di tengah. Sehingga bisa menikmati tarian para wanita, dan menggoyangkan tubuh mereka kalau sudah mulai mabuk.

"Ra, seperti biasa. Kamu jaga tas kami ya. Nih upahnya satu juta," ujar Rendi. Diandra pun mengambil uang itu. Kemudian mengambil tas, dan menghilangkan di dadanya.

Tepat pukul dua belas malam, para penari berpakaian minim mulai menaiki panggung. Penampilan di awali dengan tarian  pole dance. Namun, di tempat ini hanya memadukan tari dan akrobat saja.

Diandra merasa kantung kemihnya penuh. Gadis itu pun berjalan menuju toilet. Setelah berdesakan dengan para kaum hawa yang menikmati tarian, akhirnya sampailah di toilet.

Toilet itu nampak bersih, rapi dan sedikit sepi. Diandra pun bergegas menunaikan panggilan alam itu. Setelah selesai, gadis itu pun mencuci dan mengeringkan tangannya dengan tisu yang telah di sediakan.

Bruuuuk.

Diandra menabrak seseorang. Tubuhnya yang mungil dan membawa tiga buah tas itu pun hampir terjengkang . Beruntung, ada tubuh yang menahannya dari belakang.

"Terima kasih, atas ..." Diandra menghentikan ucapannya saat menatap seseorang di depannya.

"Looooh, kamu ... Domo kan? Widiiih, cosplay jadi apa nih? Cakep bener," ujar Diandra sok akrab, sambil menepuk bahu seseorang yang jauh lebih tinggi darinya itu.

"Domo itu siapa ya? Maaf, sepertinya anda salah orang. Permisi," ujar wanita itu, kemudian beranjak pergi, meninggalkan Diandra.

Gadis itu tak percaya jika dirinya salah mengenali lelaki, bukan, wanita yang di panggil nya sebagai Domo itu. Hingga mengejar keluar dari wilayah toilet. Suara bising musik kembali terdengar.

"Hei, tunggu," ujar Diandra, berusaha mengejar orang yang di kenalnya itu. Namun sayangnya, lantai licin karena sepatu kets nya yang menginjak air di toilet tadi. Tubuh Diandra pun mendarat dengan sukses di lantai.

Seorang lelaki membantunya bangun. "Lain kali hati-hati ya cantik," ujar lelaki itu.

Diandra nampak sibuk memungut tas yang terlepas dari dadanya itu. Lelaki itu membantu mengambil tas yang terlempar untuknya.

"Namaku Leofrand," ujarnya setengah berteriak, di telinga Diandra.

"Oh, makasih deodoran. Namaku Diandra," kata Dgadis itu acuh.

'Hah? Deodoran? Budeg ni anak,' batin Leo.

Lelaki berkulit putih dan tampan, dengan perpaduan wajah oriental dan lokal itu pun menarik Diandra menuju mejanya berada.

"Kamu sama siapa? Kok berani amat sendirian?" Tanya Leofrand. Kali ini lelaki itu mendekatkan bibirnya ke arah telinga Diandra, supaya tidak salah mendengar.

"Aku sama si Rendi dan Brandon, tuh mereka di tengah," jawab Diandra, sambil menunjuk kedua temannya.

Lelaki muda itu pun mengangguk. Entah mengapa, ada perasaan menghangat di hatinya. Namun Leo menepis itu semua, dirinya merasa itu adalah pengaruh alkohol dari dalam tubuhnya.

Diandra pun pamit untuk kembali menuju sofa, di mana teman-temannya berada. Leo mengatakan akan mengantarkannya.

"Aduuuh, hati-hati kalau jalan. Kaki aku terinjak," seru seseorang, yang dikenal Diandra sebagai Domo.

"Wooooh, gitu aja pake ngeluh kamu Domo. Biasanya juga jatuh dari sepeda kamu malah ketawa," ujar Diandra sambil menepuk dada wanita itu.

"Hei, singkirkan tangan kotor mu dari bidadariku ini!" bentak seorang pria kekar kepada Diandra.

"Jaga ucapan anda Tuan. Tangan ini sudah ku cuci tadi di toilet, nih cium kalau ga percaya," ujar Diandra sambil menyodorkan tangannya ke arah hidung lelaki itu.

Leofrand pun menarik tangan Diandra dan membawanya ke sofa di mana teman-temannya sudah menunggu.

"Maaf, apakah teman saya ini mengganggu anda?" Tanya Rendi.

Leofrand pun menjawab, jika dirinya hanya mengantarkan Diandra menuju mejanya saja. Khawatir akan di goda oleh lelaki hidung belang.

"Baik. Terima kasih Tuan. Sebentar, saya akan menuliskan sebuah nomor ponsel," ujar Rendi. Kemudian dirinya menuliskan nomor ponsel Diandra di kertas, lalu menyerahkannya kepada Leofrand.

Lelaki itu pun menerimanya, kemudian, meninggalkan mereka bertiga.

"Kamu ngasih nomer ponsel siapa, Ren?" tanya Diandra.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Destination Reveange
8.3
Demi membalas dendam pada keluarga angkatnya, Jiang Shiqi memutuskan kembali ke Kekaisaran Ming. Namun, jalannya terhalang oleh Xuan Ming, seorang pangeran kejam tanpa belas kasih yang terobsesi memilikinya. Meski dipaksa tunduk, Shiqi keras kepala menolak perasaan sang pangeran. Saat malam pernikahan mereka yang dingin tiba, Shiqi justru menuntut perceraian dan berjanji akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan pria keji itu untuk selamanya.
Sampul Novel En-PD161
9.1
Dua tahun membina rumah tangga, seorang pria harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya berubah menjadi gemar bermain wanita. Segala upaya mempertahankan pernikahan, bahkan hingga melibatkan polisi, hanya dibalas dengan sikap dingin. Kebenaran menyakitkan pun terungkap bahwa pernikahan mereka cuma kedok balas dendam atas kematian cinta pertama sang suami. Lelah dikhianati, pria tersebut akhirnya memutuskan bangkit dan menyetujui perceraian.
Sampul Novel Hot Love - Gairah cinta sesama wanita
7.8
Pasca suaminya tewas dalam kecelakaan pesawat di New York, Kara, mantan karyuki yang mendadak kaya, dicurigai Carlos dari FBI sebagai otak teror tersebut. Di tengah penyelidikan, Kara menjalin asmara sesama jenis dengan Rose, sang notaris, dan mengaku telah menyabotase pesawat demi dendam. Demi menyelamatkannya, Rose meminta bantuan pengacara andal bernama Rebeca. Namun, Rebeca malah ikut terpikat pada Kara. Mampukah ia melindungi wanita yang dicintainya dari ancaman hukuman mati?
Sampul Novel Mendadak Disuruh Nikah
8.8
Demi menggantikan sang adik angkat, Raihan terpaksa menikahi Nico dari keluarga Kuiper. Pernikahan mendadak ini bahkan hanya dipersiapkan dalam waktu dua hari. Nico sendiri awalnya tidak menyangka bahwa sosok yang menjadi istrinya ternyata sangat menawan. Pesona Raihan pun sukses memikat Nico setelah mereka sah menikah. Meski Raihan mengizinkan Nico menyentuhnya, ia sempat gemetar saat didekap dengan agresif. Raihan lalu meminta Nico untuk memulai malam pertama mereka secara perlahan.
Sampul Novel Mrs Bodyguard
8.7
Nyawa Kendra, pewaris manja dinasti otomotif Tanaka, terancam akibat ulahnya sendiri. Sang ayah lalu menugaskan Drupadi, mantan anak asuh mafia yang berkarakter dingin, untuk menjadi pengawal pribadi. Menyamar sebagai laki-laki, Dru berkomitmen menjaga Kendra. Meski awalnya kesal, Kendra perlahan mulai bergantung pada Dru. Di tengah ikatan profesional dan beda usia empat tahun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara sang pengawal tangguh dan majikan manisnya.
Sampul Novel Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha
9.7
Tiga tahun aku tulus menyembuhkan kutukan Alpha Kaelan, tetapi ia mengkhianatiku demi Lila saat hari ulang tahunku. Terhasut kelicikan Lila, Kaelan menyiksa keluargaku atas fitnah keji. Ketika ia memaksaku kembali, aku memilih memutuskan ikatan kami. Kini, aku berpaling ke kawanan musuh demi bersatu dengan pasangan takdir sejatiku yang baru saja terbangun dari koma panjangnya.