APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ANTARA BISNIS DAN CINTA

ANTARA BISNIS DAN CINTA

Jessica Marie Armantyo terpaksa memimpin PT Gembira Raya setelah ayahnya wafat dan Arnold, kakaknya, terlilit judi. Masalah membesar saat Joshua Danujaya menguasai saham mayoritas perusahaan lewat utang Arnold. Jessica pun terpaksa bermitra dengan Joshua yang ambisius. Di tengah kemelut ini, asmara sepuluh tahun Jessica dengan Alan kandas akibat karier YouTube Alan. Saat patah hati, pesona Joshua mulai mengikis kebencian Jessica. Akankah cinta tumbuh di antara persaingan bisnis mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Pukul sembilan malam. Jessica duduk di sofa ruang tengah sambil memijat-mijat tumitnya yang pegal. Seharian tadi dia memakai Stiletto hitam di kantor. Dia ingin tampil sebaik mungkin karena ada kunjungan buyer dari Dubai. Bersama Joshua, Jessica mengajak buyer tersebut berkeliling workshop untuk melihat alur produksi.

Dia menyesal menggunakan sepatu bertumit runcing berwarna hitam itu. Kalau saja tadi pagi dia memakai sepatu flat, kakinya tidak akan terasa sakit seperti ini.

"Kenapa kakimu, Jess?" tanya Arnold yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahnya. Di pangkuannya ada es krim Haagen-Dazs rasa Macademia Nut.

"Pegal, lecet, capek," keluh Jessica masih sambil memijat-mijat tumitnya. Diliriknya Arnold yang sedang menikmati es krim sesendok demi sesendok.

"Ada apa?" tanya Jessica balik bertanya pada kakaknya.

Arnold mengedikkan bahunya, "Nggak ada apa-apa."

Jessica tahu itu jawaban bohong. Arnold hanya makan es krim kalau sedang banyak pikiran. "Kamu main judi lagi?"

Arnold membelalakkan matanya mendengar tuduhan Jessica. "Nggak! Dari mana uangnya!" jawabnya kesal.

Ibu mereka murka kepada Arnold. Dalam keadaan marah, ibunya menggunting kartu-kartu kredit Arnold. Rekening bank-nya juga kosong karena semua uangnya sudah ditransfer ke rekening ibunya. Bahkan paspornya pun tidak selamat dari amarah ibunya. Paspor itu dibakar di perapian.

Lelaki yang berusia dua puluh delapan tahun itu sekarang diperlakukan seperti seorang anak remaja oleh ibunya. Dia tidak boleh keluar rumah kecuali diantar supir. Dan yang paling parah, ibunya melarangnya kembali bekerja di PT Gembira Raya. Dia hanya mendapatkan uang saku mingguan dalam bentuk tunai.

"Terus, kamu lagi mikirin apa?" Pancing Jessica. "Kenapa makan es krim malam-malam?"

Arnold tampak murung. "Aku nggak bisa menghubungi Felice. Dari kemarin handphone-nya nggak aktif. Aku WhatsApp cuma centang satu."

Jessica menghela napas mendengar nama Felice disebut. Dia adalah kekasih kakaknya. Mereka sudah berpacaran selama dua tahun. Rencananya tahun ini Arnold akan melamarnya.

"Felice sudah tahu semuanya?" tanya Jessica.

Arnold cuma mengangguk.

"Tahu dari kamu langsung?"

“Mana berani aku cerita sama dia. Aku nggak tahu dia tahu dari siapa,” Arnold mengedikkan bahu. "Terakhir kali dia meneleponku, dia marah besar. Dia bilang minta putus."

"Alasannya?"

"Dia nggak mau nikah sama tukang judi."

Walaupun apa yang dikatakan Felice benar, hati Jessica merasa sedih kakaknya diperlakukan seperti itu oleh wanita yang dicintainya.

"Kamu sudah ke apartemennya? Sudah bicara langsung sama dia?"

Arnold menggeleng. "Dia mengganti kunci apartemennya. Aku nggak bisa masuk."

"Mau dengar saran dari aku?"

"Apa?"

"Pergilah ke Amerika. Masuklah ke panti rehabilitasi. Atasi kecanduan judimu." Arnold terdiam. Diaduk-aduknya es krim yang ada di atas pangkuannya.

"Mama dan aku sayang kamu, Arnold. Kami mau kamu berubah demi kebaikanmu sendiri. Setidaknya kali ini saja, tolong ikuti saranku."

Tanpa diduga, sebutir air mata jatuh di pipi Arnold. Disusul butiran-butiran air mata berikutnya. Walaupun Arnold banyak melakukan kesalahan dalam hidupnya, dia adalah pria yang berhati lembut. Secara reflek Jessica memeluknya. Demi Tuhan, Jessica begitu menyayangi kakaknya. Dia ingin Arnold bahagia.

"Aku selalu mengecewakan kalian."

Jessica mengusap-usap punggung kakaknya. "Belum terlambat kalau kamu mau memperbaiki keadaan."

***

PT Gembira Raya adalah perusahaan yang memproduksi perlengkapan bayi seperti stroller, car seat, dan bouncer. Perusahaan ini dibesarkan oleh Felix Armantyo, ayah Jessica. Perusahaan yang berorientasi ekspor ini menguasai pasar Asia Tenggara.

Walaupun terlahir kaya, Jessica selalu bekerja dengan sepenuh hati. Dia ingin bekerja berdampingan dengan ayahnya untuk mengembangkan perusahaan ini. Sayangnya impian itu pupus dua tahun yang lalu ketika ayahnya meninggal dunia.

Pagi itu Jessica berangkat ke kantor memakai sepatu flat Hush Puppies warna coklat yang sangat serasi dengan setelan kerjanya yang berwarna beige. Tumitnya masih terasanya nyeri gara-gara kemarin dia memakai Stiletto seharian.

"Maaf, Bu. Ibu sudah ditunggu Pak Joshua di ruangannya," kata Mila ketika Jessica melewati meja resepsionis.

Jessica menghela napas. ‘Kenapa dia mencariku pagi-pagi begini?’ gerutu Jessica dalam hati.

"Bapak mencari saya?" Jessica masuk ke ruangan Joshua setelah mengetuk pintu.

"Iya. Silahkan duduk." Joshua mengisyaratkan tangannya supaya Jessica duduk berhadapan dengannya. Joshua menjejerkan beberapa gambar di atas mejanya.

"Bu Jessica yang mendesain ini?" tanya Joshua.

Jessica memperhatikan satu per satu gambar stroller bayi yang dirancangnya beberapa bulan yang lalu. "Iya. Dari mana Bapak dapat gambar-gambar ini?"

"Dari tim Research and Development. Saya suka sekali motif untuk kanopinya. Belum ada kompetitor kita yang memiliki kanopi bermotif seperti ini. Saya yakin ini akan cepat terjual habis,” kata Joshua optimis.

“Terima kasih atas pujiannya. Tapi saya masih belum menemukan supplier kain yang bisa mencetak motif seperti itu di atas kain lycra.”

“Oh, jadi itu kendalanya. Saya sempat heran kenapa desain sebagus ini belum terealisasi.” Jessica mengangguk.

Joshua tersenyum. Dia mengeluarkan ponselnya lalu mengetik sesuatu. Sepertinya dia menghubungi seseorang melalui WhatsApp. Tiba-tiba dia mendongak. Matanya menatap Jessica.

“Besok kita pergi ke Bandung. Tolong minta Mila pesankan dua tiket kereta untuk kita.”

Jessica mengangkat kedua alisnya, "Maaf, untuk apa kita ke Bandung?”

“Saya punya teman di Bandung yang bisa membantu kita untuk mendapatkan kain lycra bermotif.”

“Saya harus ikut?" tanya Jessica.

“Iya dong.”

“Saya bisa mengirim desainnya melalui email. Saya nggak perlu ikut ke Bandung,” tolak Jessica secara halus.

Joshua tersenyum tipis. “Kita ke Bandung bukan cuma untuk pesan kain. Kita perlu membangun relasi dengan supplier kain yang baru.”

“Supplier kain itu kan teman Bapak. Saya rasa relasi itu sudah terbangun dengan baik.” Jesica bersikukuh.

Joshua diam sejenak. Dipandangnya Jessica lekat-lekat. “Coba jujur, kenapa nggak mau ikut ke Bandung? Bu Jessica takut sama saya?” tanyanya terang-terangan.

Mendengar pertanyaan itu, Jessica meradang. ‘Aku? Aku takut padanya? Yang benar saja!’ batin Jessica.

“Baik, Pak. Saya akan ikut ke Bandung. Nanti setelah tiket keretanya issued, saya akan minta Mila untuk mengirimkannya melalui WA,” kata Jessica menahan diri. Kalau boleh jujur, dia kesal sekali pada Joshua yang memaksakan kehendaknya. “Kalau begitu, saya permisi dulu, Pak.”

Joshua mengangguk. Dia melihat Jessica berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju pintu dengan gerakan kaki yang sedikit aneh.

“Tunggu!” Seru Joshua seolah-olah dia tidak rela Jessica menyudahi pembicaraan mereka.

Jessica memutar badannya. “Ya? Ada yang bisa saya bantu lagi, Pak?” tanyanya tidak sabar.

Joshua berjalan menghampiri Jessica. Dia berdiri cukup dekat dari Jessica sehingga dia bisa mencium wangi parfumnya yang lembut. Dilihatnya Jessica dari atas ke bawah. Sepertinya dia baik-baik saja. Kenapa cara berjalannya sedikit aneh?

“Bu Jessica kenapa? Maaf, cara jalannya kok nggak seperti biasanya.”

Jessica terkesiap. Dia tidak menyangka Joshua memperhatikan caranya berjalan. “Kaki saya lecet. Kemarin terlalu memaksa diri keliling workshop pakai stiletto.”

Joshua ingat stiletto hitam yang dipakai Jessica kemarin. Kakinya tampak lebih jenjang mengenakan sepatu itu. Berkat rok sepanjang lutut yang dikenakan Jessica, Joshua jadi bisa berlama-lama mengagumi keindahan betisnya ketika sesekali Jessica berjalan di depannya.

“Ada yang mau Bapak bicarakan lagi?” tanya Jessica membuyarkan lamunan Joshua.

Joshua tersenyum. “Besok untuk perjalanan dinas ke Bandung, tolong pakai sepatu yang nyaman saja ya.”

Jessica jadi salah tingkah mendengarnya. Pipinya sedikit tersipu. “Terima kasih atas perhatiannya,” kata Jessica segera berlalu dari ruangan Joshua.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Bucin
9.2
Amanda, gadis sederhana dari panti asuhan, harus menjalani pernikahan tanpa cinta bersama Antonio, seorang CEO tampan yang dingin. Sikap suaminya yang acuh tak acuh membuat Amanda sangat menderita hingga hampir menyerah pada rumah tangga mereka. Namun, di tengah keputusasaan Amanda, Antonio perlahan menyadari bahwa sang istri telah mengubah dirinya menjadi sosok yang lebih baik. Ia pun mulai berbalik mengejar cinta Amanda. Bisakah Amanda membuka hatinya kembali?
Sampul Novel DINIKAHI CEO TAMPAN
9.6
Luna, gadis desa yang sederhana, mendadak terseret dalam takdir rumit bersama Damar, seorang CEO kaya raya. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal kekayaan sang ayah, Damar wajib memenuhi satu syarat mutlak: menikahi putri dari sahabat lama ayahnya. Takdir rupanya menunjuk Luna sebagai sosok tersebut. Akankah Damar rela menjalani pernikahan demi harta, atau dia justru menolak kehadiran Luna yang memiliki latar belakang yang sangat jauh berbeda dengannya?
Sampul Novel Guru Untuk Nona Muda Nakal
8.2
Demi meloloskan diri dari kejaran sosok misterius, Dihan terpaksa bersembunyi. Di waktu yang sama, keluarga Rahadian tengah pusing mencari guru privat untuk mendidik dua putri mereka yang terkenal sangat nakal dan enggan belajar. Dihan akhirnya mengambil kesempatan itu walau harus menghadapi tantangan berat. Sanggupkah ia mengatasi kebandelan dua nona muda tersebut? Sementara itu, di balik kekacauan ini, misteri masa lalu Dihan perlahan mulai membayangi langkahnya kembali.
Sampul Novel Love Me Om
9.4
Demi orang tua, Lala terpaksa menerima perjodohan dengan Ray yang berperangai kasar. Namun, segalanya berubah setelah pesta lajang di vila Daniel. Pertemuan tersebut membangkitkan kembali rasa cinta lama Lala pada Daniel hingga mereka hanyut dalam keintiman. Kasih sayang Daniel menyadarkan Lala untuk memperjuangkan kebahagiaannya sendiri dan membatalkan pernikahan. Akankah Ray melepasnya begitu saja, dan mampukah Daniel menyambut cinta tulus Lala?
Sampul Novel Tapal Batas
8.6
Effendik, pemuda desa yang didera takdir pahit sejak kecil, berjuang menemukan jati dirinya. Sepuluh tahun ia terpuruk akibat kegagalan cinta pertama, hingga akhirnya bertemu Chusnul yang dikira sebagai jawaban atas doa. Namun, kenyataan pahit kembali menerpa saat ia mengetahui bahwa Chusnul adalah sepupu jauhnya yang telah mendambakan pria lain. Ikuti kisah pilu perjuangan Effendik menghadapi patah hati yang teramat dalam di romansa penuh liku ini.
Sampul Novel Tetanggaku yang Menggoda
9.2
Kisah dalam novel romantis remaja ini bermula saat seorang gadis tetangga berusia 18 tahun yang polos menunjukkan rasa penasaran yang besar terhadap perbedaan fisik antara dirinya dan sang protagonis pria. Saat ia mempertanyakan perbedaan di area sensitif tersebut dengan tatapan penuh selubung hasrat, sang pria memilih untuk berpura-pura tidak mengerti. Tantangan itu berlanjut ketika sang gadis tanpa ragu melepas rok mini putihnya demi membuktikan bahwa tubuhnya berbeda.