APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ANTARA BISNIS DAN CINTA

ANTARA BISNIS DAN CINTA

Jessica Marie Armantyo terpaksa memimpin PT Gembira Raya setelah ayahnya wafat dan Arnold, kakaknya, terlilit judi. Masalah membesar saat Joshua Danujaya menguasai saham mayoritas perusahaan lewat utang Arnold. Jessica pun terpaksa bermitra dengan Joshua yang ambisius. Di tengah kemelut ini, asmara sepuluh tahun Jessica dengan Alan kandas akibat karier YouTube Alan. Saat patah hati, pesona Joshua mulai mengikis kebencian Jessica. Akankah cinta tumbuh di antara persaingan bisnis mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bu Windi tampak melamun memandangi taman bunga dari jendela besar di ruangan CEO, tempat mendiang almarhum suaminya dulu bekerja. Hari ini dia merasa begitu lelah. Dia masih tidak percaya bahwa keluarga Danujaya berhasil menguasai lima puluh persen saham perusahaan yang dibesarkan oleh suaminya.

Selain membeli dua puluh lima persen saham Arnold, ternyata mereka juga telah membeli dua puluh lima persen saham milik para direksi PT Gembira Raya. Apa yang sebenarnya mereka inginkan? Perusahaan ini bukanlah apa-apa dibandingkan dengan Danujaya Group.

Terlintas kembali wajah Joshua Danujaya di benak Bu Windi. Dia berharap bahwa lelaki yang usianya baru di awal tiga puluhan itu adalah anaknya. Tidak seperti Arnold yang selalu saja membuat masalah, Joshua kompeten dan bisa diandalkan. Hal itu terlihat dari cara Joshua tadi mengambil alih rapat pemegang saham.

“Jangan melamun, Ma.” Jessica menyentuh lengan ibunya.

Bu Windi tersenyum tipis. Untung saja dia masih punya Jessica, anak gadisnya yang selalu bisa diandalkan. “Sudah selesai keliling ke area workshop?” tanyanya lembut.

“Sudah sih, Ma. Tapi saya masih mau di sini. Mama pulang saja duluan.”

“Mau ngerjain apa sih, Jess?”

“Mau cek data penjualan bulan ini. Sekalian mau koordinasi dengan tim marketing,” jawab Jessica berbohong.

“Ya sudah, mama pulang dulu ya. Kamu jangan malam-malam pulangnya.”

“Iya, Ma. Nanti saya makan malam di rumah.” Jessica mencium pipi ibunya yang tampak pucat.

Setelah melihat ibunya berjalan keluar dari ruangan itu, Jessica segera meraih pesawat telepon. Dia menekan nomor extension ruang kerja yang dulunya ditempati Arnold.

“Halo,” sapa suara berat di telepon setelah beberapa detik.

“Pak Joshua, saya Jessica. Bapak ada waktu? Saya ingin bicara berdua saja dengan bapak,” kata Jessica tanpa basa-basi.

Ada jeda sebentar di antara mereka. “Boleh, beri saya waktu lima menit,” jawab Joshua akhirnya.

Siang ini dia harus membujuk Joshua Danujaya untuk menjual sahamnya kembali. Dia tidak tega melihat ibunya susah tidur dan susah makan sejak kemarin. Ibunya punya keyakinan bahwa perusahaan ini harus tetap menjadi milik keluarga, apapun yang terjadi.

Jessica duduk di sofa kulit yang ada di ruang kerja CEO. Sampai saat ini dia tidak nyaman duduk di kursi kerja ayahnya walaupun tidak ada yang melarang. Joshua belum datang juga. Diliriknya jam tangan Fossil yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Lima menit belum pernah terasa selama ini, batin Jessica.

Terdengar suara ketukan di pintu lalu dengan cepat pintu itu terbuka. “Nggak keberatan kan kalau saya langsung masuk?” tanya Joshua sambil menutup pintu.

“Nggak, silahkan duduk.” Jessica menyunggingkan senyum.

Joshua duduk di sofa yang berhadapan dengan Jessica. Dia mengenakan kemeja abu pucat yang lengannya digulung sampai ke siku, menampakkan sebagian kecil tattoo yang ada di lengan kirinya. Dari sudut mana pun, Joshua tampak enak dilihat. Postur tubuhnya yang tegap membuat Jessica bertanya-tanya dalam hati, apakah dia pernah menjadi model fashion?

“Jadi, apa yang mau kita bicarakan?” tanya Joshua membuyarkan lamunan Jessica.

“Maaf,” ucap Jessica. Pipinya tersipu. Dia malu karena Joshua memergokinya sedikit termenung memperhatikannya.

“Never mind, saya sudah terbiasa dengan perhatian-perhatian semacam itu,” jawab Joshua dengan kepercayaan diri yang luar biasa. “Jadi, apa yang mau kita bicarakan?” tanyanya tidak sabar.

“Saya nggak mau membuang waktu Bapak yang berharga, jadi langsung saja ya. Saya ingin membeli saham yang sudah Arnold jual kepada Bapak. Itu merupakan kesalahan yang sangat fatal. PT Gembira Raya adalah perusahaan keluarga. Tidak seharusnya Arnold menjual saham bagiannya kepada orang lain.”

Joshua mengamati gadis yang ada di depannya. Bibirnya yang berwarna pink pucat tampak lembab menggoda. Bulu matanya lentik alami menaungi dua bola mata hitam pekat yang menatapnya.

Sebelum bertemu dengannya pagi ini, Joshua telah mempelajari latar belakang Jessica Marie Armantyo, putri bungsu keluarga Armantyo. Lulusan Nanyang Business School, Singapura dengan gelar summa cumlaude. Jujur, dia tidak menyangka bahwa Jessica jauh lebih cantik dibandingkan dengan foto-fotonya yang beredar di media sosial.

“Ehem, bagaimana, Pak?” Jessica berdeham. Dia tidak nyaman duduk berdiam diri berhadapan dengan pria tampan yang belum dikenalnya dengan baik itu. Sebenarnya bukan ketampanannya yang membuatnya tidak nyaman, tapi kekuasaan yang dimiliki keluarga Joshua yang membuat Jessica tidak nyaman.

Joshua hanya tersenyum.

"Jadi bagaimana dengan tawaran saya tadi? Apakah Bapak bersedia menjual dua puluh lima persen saja dari saham yang sudah Bapak beli sebelumnya?”

“Bu Jessica sudah tahu berapa nilai saham yang saya beli?”

“Iya, saya sudah dapat angkanya dari pengacara kami.”

“Lima kali,” kata Joshua. Sekali lagi senyum mengembang di wajahnya.

“Lima kali? Maksud Bapak?”

“Saya bersedia menjual dua puluh lima persen saham itu kepada Bu Jessica dengan nilai lima kali lipat.”

Apa dia sudah gila? Batin Jessica. Dia tidak menyangka akan berhadapan dengan orang yang serakah. Kalau saja dia tidak memikirkan ibunya yang pucat pasi tadi di ruang meeting, Jessica sudah pasti akan mengumpat dan memaki lelaki itu sekarang.

"Naik lima kali lipat? Hanya dalam waktu satu bulan saja? Saya yakin Bapak bisa bermurah hati untuk menurunkan harganya," kata Jessica mengiba.

Tiba-tiba wajah Joshua yang tampan itu terlihat memuakkan di mata Jessica. Bisa-bisanya dia menaikkan harga sesukanya!

"Kita sama-sama tahu saya tidak membutuhkan uang itu," kata Joshua sambil berdiri dari duduknya.

Joshua berjalan ke arah pintu. Tangannya sudah memegang handle pintu ketika Jessica menarik lengannya. "Tunggu! Bagaimana kalau saya setuju dengan harga tersebut?" tanya Jessica yang hampir hilang akal.

Joshua menaikkan sebelah alisnya. Dia bisa mencium aroma keputusasaan menguar dari lawan bicaranya. Dia yakin Jessica tidak punya uang sebanyak itu. "Jangan gegabah. Keputusan semacam itu seharusnya Bu Jessica bahas dengan Bu Windi."

"Arnold menjual sahamnya kepada Bapak tanpa membicarakannya terlebih dulu dengan ibu kami. Maka saya juga berhak membeli saham itu kembali tanpa sepengetahuan ibu kami."

Joshua tersenyum, "Hati-hati, Bu. Belum tentu apa yang Bu Jessica inginkan sama dengan keinginan Bu Windi."

Tanpa sadar, Jessica masih memegang lengan Joshua. Mata mereka beradu. Perasaan yang berbeda berkecamuk di benak mereka masing-masing. Jessica merasa kesal karena menghadapi Joshua yang serakah, sedangkan Joshua terpesona dengan kecantikan Jessica dari dekat.

Rambut hitamnya yang sebahu membingkai sempurna wajah mungilnya. Kulit wajahnya bersih dan lembab. Pipinya bersemu merah. Sekali lagi Joshua menatap bibirnya. Bibirnya penuh dan tampak lembut. Ya Tuhan, gadis ini cantik sekali, batin Joshua.

"Saya masih ada urusan," kata Joshua akhirnya. Walaupun enggan, dia perlahan melepaskan genggaman tangan Jessica dari lengannya. "Bu Jessica ikut meeting dengan tim marketing kan besok pagi?"

Jesica mengangguk saja tanpa berkata apa pun lagi.

"Kalau begitu, sampai ketemu besok pagi," kata Joshua mengakhiri pertemuan mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dan Dosa
9.5
Bisma, putra konglomerat yang terjebak dalam kehidupan kelam, gemar mempermainkan hati wanita. Namun, dunianya berbalik saat obsesi membawanya mengejar Melati, kekasih dari sahabatnya sendiri. Alih-alih membawa kebaikan, tindakan Bisma justru menyengsarakan gadis yang ia harapkan bisa mengubah dirinya. Kini, bayang-bayang masa lalu memperingatkannya bahwa ia tak layak bahagia. Akankah ia menyerah atau terus mengejar cinta di tengah kutukan dosanya?
Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku
8.7
Pertemuan tak terduga terjadi di rumah sakit saat Intan Arselina, seorang perawat, kembali dipertemukan dengan Abian Dirgantara. Fitnah dari ibu Dirga empat tahun lalu yang sempat memisahkan mereka kini menyisakan luka mendalam bagi Intan. Pasca kecelakaan yang menimpanya, Dirga berupaya keras mendapatkan kembali hati sang mantan kekasih. Namun, rintangan berat menghadang akibat kebencian mendalam keluarga Intan serta kehadiran Zidan. Dirga pun bertekad menebus masa lalunya demi cinta sejati.
Sampul Novel Janda Dua Anak Untuk Arjuna
9.6
Dibuang oleh Ricky dalam kondisi mengandung, Raisa berjuang menghidupi bayi kembarnya sendirian. Nasib membawanya bekerja sebagai sekretaris Samuel Tirta. Meski sempat ditolak, kepolosan Raisa berhasil memikat Samuel, sebelum pria itu berpaling pada Lidya—sosok yang dahulu merusak pernikahan Raisa. Kini, Raisa berpindah tugas mendampingi Arjuna, adik Samuel. Lamaran Arjuna membuatnya bimbang karena bayang-bayang Lidya kembali mengintai. Namun, Raisa akhirnya mantap menikahi Arjuna Desta Mahendra Tirta.
Sampul Novel Jebakan Cinta Sang Miliarder (Amata: Beloved).
7.9
Kepulangan Hwanhee setelah tiga tahun justru berujung pada paksaan sang ayah untuk menikahi Ayda Hannah Elsworth demi ambisi keluarga. Di sisi lain, Hannah yang keras kepala curiga rahasianya dimanfaatkan sebagai alat kendali, sehingga ia menolak menjadi menantu boneka. Meski kewalahan menghadapi sikap Hannah yang rumit dan liar, kemandirian wanita itu perlahan memicu dinamika benci jadi cinta yang tak terduga di antara keduanya.
Sampul Novel Jodoh Pengganti
7.9
Shanaya hidup menderita karena diperlakukan layaknya pembantu oleh ayah dan ibu tirinya. Penderitaannya kian bertambah saat dipaksa menggantikan adik tirinya menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak keras pernikahan tersebut lantaran rumor bahwa calon suaminya adalah pria yang sangat dingin dan kejam. Terjebak tanpa pilihan, Shanaya terpaksa melangkah ke dalam pernikahan misterius ini. Mampukah ia bertahan menghadapi sosok suami yang begitu ditakuti?
Sampul Novel Mendadak Kaya
8.4
Nasib malang menimpa seorang gadis berlesung pipi yang baru saja dipecat. Namun, sebuah tawaran ajaib datang menghampirinya. Ia diminta menemani seorang pria misterius makan malam di kediamannya selama satu malam saja. Tanpa ada syarat aneh lainnya, ia dijanjikan bayaran fantastis senilai seratus juta rupiah. Kesempatan emas di tengah himpitan ekonomi ini menyadarkannya bahwa takdir hidup dapat berubah drastis dalam sekejap mata.