APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Anak Suamiku yang Dirahasiakan

Anak Suamiku yang Dirahasiakan

Tujuh tahun membina rumah tangga, Dhea harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Yordan, suaminya, menyembunyikan seorang putra berusia enam tahun. Rahasia ini terungkap saat Dhea menyaksikan interaksi hangat Yordan dengan bocah yang sangat mirip dengannya di sebuah TK. Pengkhianatan ini meruntuhkan dunia Dhea, terutama karena ia pernah mengorbankan rahimnya demi menyelamatkan nyawa Yordan di masa lalu. Janji suci Yordan yang mengaku hanya membutuhkannya kini terbukti palsu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dhea menghentikan sebuah taksi, mengikuti Larissa dari belakang.

Di rumah sakit, dia berdiri di depan pintu ruang rawat, menyaksikan semua yang terjadi di dalam. Sakit yang tajam menusuk hatinya hingga nyaris membuatnya tak bisa bernapas.

Dhea menggigit bibir kuat-kuat, menahan diri agar tidak mengeluarkan suara apa pun.

Saat ini, Rafael sedang diinfus. Wajah mungilnya tampak sangat lemah, membuatnya terlihat begitu menyedihkan.

Yordan gelisah setengah mati, mondar-mandir di ruang rawat sambil marah-marah, "Kalian ini kerja apa sih! Anak demam begini saja nggak bisa ditangani!"

Dokter yang sedang sibuk di samping adalah Josh, sahabat baik Yordan. Dhea mengenalnya.

"Anakmu cuma masuk angin, demam, dan pilek. Dirawat sendiri saja nggak becus, malah marah-marah sama rekan kerjaku!"

"Yordan, aku benar-benar nggak ngerti apa maumu. Bukannya dulu kamu bilang setelah perempuan itu melahirkan, kamu bakal kasih uang, lalu suruh pergi? Sekarang baru demam kecil sudah manggil aku ke sini. Kalau Dhea tahu, gimana?"

Setelah terdiam sejenak, suara Yordan akhirnya terdengar, lelah dan penuh ketidakberdayaan. "Aku bisa apa? Ikatan batin ibu dan anak terlalu kuat. Setiap kali menyuruh Larissa pergi, Rafael selalu menangis tanpa henti. Masa aku tega biarin anak terus-terusan menangis?"

Josh mendengus dingin. "Heh, sebenarnya anak yang nggak rela atau kamu yang nggak rela? Kamu sendiri tahu jawabannya."

Wajah Yordan semakin tegang. Dia memijat keningnya yang berdenyut sakit. "Jangan sembarangan! Seumur hidup ini aku hanya mencintai Dhea. Tapi Keluarga Furama nggak bisa tanpa pewaris. Kamu harus bantu aku merahasiakan ini dari Dhea, aku nggak mau dia terluka."

"Bagaimanapun juga, Larissa sudah melahirkan anakku. Aku nggak bisa menelantarkannya."

Mendengar itu, Larissa masuk sambil menangis tersedu-sedu. "Yordan, ini salahku yang nggak menjaga Rafael dengan baik. Semalam setelah kamu pergi, dia demam dan nangis ingin bertemu kamu. Aku takut mengganggumu dan Bu Dhea, jadi aku nggak bilang ...."

Yordan mengelus pipi anaknya yang panas, menghela napas. Hatinya melunak. Dia memeluk Larissa, menenangkan, "Jangan nangis lagi. Aku nggak bermaksud menyalahkanmu. Rafael anak kita, justru aku yang sebagai ayah yang nggak becus."

Larissa menarik kerah baju Yordan, lalu jarinya menyapu dada Yordan dengan lembut. "Yordan, aku tahu aku nggak sebanding dengan Bu Dhea. Tapi aku nggak tega melihat anak kita menderita ...."

Tatapan Yordan menjadi tajam. "Nggak akan ada yang berani menyakiti anakku. Kamu sendiri yang harus jaga kesehatan. Lihat, wajahmu sampai bengkak karena nangis."

Dia mengangkat tangannya, dengan lembut menghapus air mata di sudut mata Larissa. Adegan mesra itu menusuk hati Dhea hingga sakitnya tak tertahankan.

Dhea mengepalkan tangannya, membiarkan kuku-kukunya mencengkeram telapak tangannya hingga berdarah. Namun, rasa sakit itu tak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit di hatinya.

Hujan deras kembali turun. Dhea meninggalkan rumah sakit, berjalan di tengah guyuran hujan. Air hujan mengalir di pipinya, membuat pandangannya kabur. Namun, itu tetap nggak mampu mencuci bersih kehancuran di hatinya.

Saat sampai di Grup Prawita, pergelangan kakinya sudah lecet berdarah karena sepatu hak tingginya.

Penampilannya membuat resepsionis terkejut dan buru-buru mendekat. "Bu Dhea! Ada apa? Perlu aku telepon Pak Yordan? Kalau Pak Yordan lihat Ibu seperti ini, pasti dia sangat khawatir."

Hati Dhea sudah mati rasa. Ya, semua orang selalu percaya Yordan mencintainya, tanpa terkecuali.

Namun, mereka tidak tahu seberapa banyak kebohongan dan pengkhianatan yang tersembunyi di balik cinta itu.

Dia menepis tangan resepsionis yang hendak memapahnya, suaranya serak. "Aku nggak apa-apa. Tadi tiba-tiba turun hujan. Tolong belikan aku pakaian bersih, antar ke sini."

Dhea menyerahkan kartu hitam, lalu mengurung diri di ruang rapat terdekat. Begitu pintu tertutup, dia tak bisa lagi menahan tangisannya. Dia mengira setelah melihat foto-foto itu, hatinya sudah kebal.

Namun, ketika menyaksikan sendiri kebersamaan Yordan, Larissa, dan Rafael, luka terdalamnya kembali terkoyak habis-habisan.

Ruang rapat yang luas bergema oleh isakannya yang memilukan. Dia begitu ingin bertanya kepada Yordan, kenapa dulu dia yang bersumpah setia, kini malah bermesraan dengan wanita lain dan punya anak?

Sampai suara ketukan pintu terdengar, Dhea baru tersadar. Orang yang mengetuk sudah pergi. Hanya ada pakaian baru, kartu hitam, dan segelas air hangat yang ditaruh di depan pintu. Di bawah gelas, ada secarik catatan tulisan tangan.

[ Bu Dhea, tenang saja. Aku nggak menghubungi Pak Yordan. Aku tahu Ibu nggak ingin membuatnya khawatir. ]

Perasaan Dhea campur aduk. Akhirnya dia merobek catatan itu dan membuangnya ke tong sampah.

Dia mengganti pakaian di ruang rias. Sesaat kemudian, sosok tegar dan berwibawa Dhea sudah kembali, seolah-olah tidak ada yang bisa membuatnya gentar.

Dengan sepatu hak tingginya, dia melangkah ke ruang CEO. Hari itu, dia menenggelamkan diri dalam pekerjaan sepanjang hari.

Selama itu, Yordan mengirim banyak pesan, tetapi satu pun tak dia buka, apalagi balas.

Sampai sore, Dhea pulang ke vila dengan tubuh lelah, berniat berkemas dan berangkat besok pagi. Namun, begitu membuka pintu, tawa riang seorang anak terdengar dari ruang tamu. Di sana, Larissa berdiri tepat di hadapannya!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kemauan Dalam Hatiku
9.2
Hidup Caiden Fowler divonis tinggal tujuh hari lagi. Alih-alih bertobat, ia malah mendesak istrinya, Alexandra Clayton, untuk bercerai demi bisa mengejar Leyla, wanita yang ia sebut cinta sejatinya. Caiden tega membuang anak dan istrinya begitu saja. Namun, setelah dikhianati, kini ia kembali bersujud sambil menangis memohon ampunan. Sanggupkah Alexandra menerima kembali pria yang telah menghancurkan rumah tangga mereka demi perempuan lain?
Sampul Novel PERNIKAHAN DINI
8.8
Akibat satu malam tanpa rencana, Anara Quinzy Prayoga dan Andika Surya Gutama terpaksa membina rumah tangga di usia belia. Jurang status sosial begitu nyata; Anara hanyalah anak buruh pabrik, sedangkan Dika adalah pewaris kaya. Demi mempertanggungjawabkan kehamilan Anara, Dika rela melepas semua kemewahannya. Setelah diusir oleh sang ayah yang murka, kini Dika harus berjuang keras sendirian demi menghidupi istri kecilnya tanpa bantuan keluarga.
Sampul Novel SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku Setelah Ayah Mati
9.1
Dunia Gema Dirgantara runtuh seketika saat mendapati Anita, perempuan yang teramat dicintainya, justru dinikahi oleh ayahnya sendiri, Angga Wijaya. Kenyataan pahit ini memaksa Gema memanggil kekasih hatinya itu sebagai ibu tiri. Di sisi lain, Anita pun harus berjuang keras memerankan sosok ibu bagi pria yang sebenarnya ia cintai. Terjebak dalam takdir rumit, mampukah keduanya bertahan di bawah satu atap dengan perasaan terlarang yang terus membara?
Sampul Novel Secret Wife
9.1
Sepuluh tahun menikah, Bram dan ibunya terus menyudutkan Sinta sebagai istri mandul tanpa bukti medis karena belum ada anak. Demi mendapatkan cucu, sang ibu mendesak Bram hingga ia nekat berpoligami secara rahasia. Sinta tidak tahu bahwa suaminya menyimpan rahasia besar tentang kondisi kesuburan Bram sendiri yang sebenarnya bermasalah. Saat pengkhianatan dan kebenaran ini akhirnya terkuak, apakah Sinta akan tetap tinggal diam?
Sampul Novel Suamiku Pengangguran Akut
8.7
Farida menjalani pernikahan pelik dengan Adam, suami manja yang malas bekerja. Sejak awal, hubungan mereka tidak direstui oleh Nadia, sang ibu mertua yang gemar menyudutkan Farida. Walau terus dicap sebagai beban, Farida terpaksa meminta bantuan makanan ke rumah Nadia agar bisa bertahan hidup. Di tengah tekanan mertua yang dominan dan kepasifan sang suami, sanggupkah Farida bertahan dalam rumah tangga penuh derita dan konflik ini?
Sampul Novel TAWANAN CEO KEJAM
8.3
Di hadapan Kaisar yang berhati dingin, Adelia bersimpuh tanpa daya memohon kebebasan. Dendam membara akibat kecelakaan tragis sang adik telah mengubah Kaisar menjadi sosok kejam yang terobsesi mencari sang pelaku. Kini, Adelia terperangkap dalam sangkar emas tanpa jalan keluar. Kaisar bersumpah tidak akan pernah melepaskannya, menjadikan gadis malang itu sebagai tawanan utama untuk menuntaskan amarahnya yang tak berkesudahan.