APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Anak Suamiku yang Dirahasiakan

Anak Suamiku yang Dirahasiakan

Tujuh tahun membina rumah tangga, Dhea harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Yordan, suaminya, menyembunyikan seorang putra berusia enam tahun. Rahasia ini terungkap saat Dhea menyaksikan interaksi hangat Yordan dengan bocah yang sangat mirip dengannya di sebuah TK. Pengkhianatan ini meruntuhkan dunia Dhea, terutama karena ia pernah mengorbankan rahimnya demi menyelamatkan nyawa Yordan di masa lalu. Janji suci Yordan yang mengaku hanya membutuhkannya kini terbukti palsu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Keesokan paginya, hujan reda dan langit cerah kembali. Dhea tidak tidur semalaman.

Dia memikirkan banyak hal sepanjang malam. Dia pernah melihat cinta yang paling murni, jadi bagaimana mungkin dia bisa menerima hati yang sudah berubah?

Dia adalah Dhea, perempuan yang sungguh-sungguh mencintai Yordan, sekaligus putri sulung Keluarga Prawita. Dia tidak bisa menerima sedikit pun kesalahan dalam hidupnya.

Dengan pikiran itu, dia menelepon orang rumah. "Ayah, aku ingat Keluarga Prawita berencana mengembangkan bisnis di Inlandia. Kebetulan suaminya Naira berasal dari keluarga kekaisaran di sana. Setengah bulan lagi dia akan kembali bersama anaknya, aku mau ikut ke sana lihat-lihat."

Mahesa terdengar heran. "Yordan yang suruh kamu telepon Ayah?"

"Bukan, kali ini aku sendiri yang mau pergi." Dhea tersenyum pahit. Semua orang menganggap dirinya dan Yordan adalah satu kesatuan, bahkan ayahnya pun begitu.

Mahesa terkejut. Putrinya yang biasanya tak rela berpisah dari Yordan, tiba-tiba ingin pergi sejauh itu?

"Dhea, apa Yordan melakukan kesalahan padamu?" Nada Mahesa berubah serius.

Dhea menggigit bibir, akhirnya memilih menyembunyikan lebih dulu. "Ayah, jangan tanya dulu. Setelah aku sampai Inlandia, aku akan ceritakan semuanya."

Keluarga Furama dan Keluarga Prawita memang sahabat lama, apalagi setelah adanya hubungan pernikahan. Dhea tak ingin keluarganya terseret masalah karenanya.

Akhirnya, Mahesa tak bisa menolak keinginan putrinya. "Oke. Nanti kamu datang ke Grup Prawita sebentar, kenali dulu urusan-urusan yang berkaitan."

Dhea mengangguk. Setelah menutup telepon, dia bangkit untuk mencuci wajah. Saat menatap cermin, dia mendapati matanya bengkak seperti kenari, membuat hatinya semakin getir.

Pengacara sudah menyiapkan surat cerai dan mengirimkan kepadanya, tetapi dia masih tak tahu bagaimana harus mengatakannya kepada Yordan. Bagaimanapun, hubungan mereka sudah bertahun-tahun. Mana mudah diputuskan begitu saja?

Dhea menutupi kesedihannya dengan riasan, mengenakan setelan kerja yang penuh wibawa, lalu keluar kamar.

Di bawah, Naira sedang menemani Lauren sarapan. Sepertinya, kondisi Dhea kemarin benar-benar membuat Lauren ketakutan.

"Bibi sudah bangun!" Lauren berlari dengan kaki mungilnya, menggenggam tangan Dhea, lalu meniupkan napas ke telapak tangan itu. "Mama bilang kemarin hati Bibi sakit. Aku tiup biar nggak sakit lagi."

Anak enam tahun memang polos. Dhea mengelus pipinya. "Lauren anak baik. Bibi sudah nggak sakit lagi, ayo kembali ke meja makan."

Lauren mengangguk polos, lalu berlari ceria ke pelukan Naira. Melihat itu, Dhea kembali teringat senyuman dan tawa Yordan bersama anak itu kemarin. Kalau saja anak mereka hidup, mungkin usianya lebih besar daripada Rafael.

Dhea menarik napas panjang, menekan kegetirannya, lalu pamit sebentar sebelum pergi. Namun, baru saja keluar dari gerbang vila, dia melihat di dekat mobil Maybach, berdiri satu sosok.

Itu adalah Yordan. Wajahnya lelah, sebatang rokok terselip di bibir, asap mengepul mengelilinginya membuat wajahnya tampak samar.

Dhea terkejut. Menurut informasi, ulang tahun Larissa dan anaknya jatuh di bulan Juli. Ulang tahun Larissa sudah lewat, sementara Rafael belum. Lantas, kenapa dia pulang mendadak?

Mungkin karena tatapannya terlalu panas, Yordan menyadari, lalu menoleh. Ketika melihat Dhea, mata yang semula redup itu tiba-tiba bersinar.

Yordan melangkah cepat menghampiri, langsung menarik Dhea ke dalam pelukannya. Pelukan itu masih sama hangatnya, tetapi kali ini membuat tubuh Dhea gemetar.

"Sudah agak baikan belum? Suaramu kemarin terdengar aneh, jadi aku langsung buru-buru pulang Sampai rumah nggak lihat kamu, aku tahu pasti di tempat Naira." Nada suara Yordan penuh kekhawatiran, tampak tulus tanpa dibuat-buat.

Dhea masih tak mengerti. Bagaimana mungkin pria yang dulu begitu mencintainya, bisa tenang-tenang bersama wanita lain sampai punya anak?

Bibirnya bergetar, menelan rasa pahit yang menyumbat tenggorokan. Dhea ingin bertanya, tetapi akhirnya hanya menyahut pelan, "Aku nggak apa-apa. Tadi juga memang mau pulang."

Yordan menghela napas lega. "Kalau sakit, jangan sembunyiin dari aku. Aku bisa khawatir setengah mati."

Suaranya lembut, dalam, membuat Dhea hampir percaya pada kehangatan semu itu. Namun, dari sudut matanya, dia melihat sosok ramping berdiri di bawah pohon.

Larissa. Wanita itu sedang menelepon. Tak lama kemudian, ponsel Yordan berdering.

Yordan menunduk melihat layar, wajahnya tampak kikuk. "Perusahaan ada urusan mendesak, aku harus urus sebentar."

Dhea tertegun. Dia jelas melihat nama itu sekilas, Larissa. Kegetiran di hatinya hampir meluap. Dia menahan diri, lalu berkata, "Pergilah, urusan perusahaan memang penting."

Tatapan Yordan dipenuhi rasa bersalah. Dia masih sempat mencium kening Dhea, lalu buru-buru masuk mobil dan pergi.

Begitu Yordan masuk mobil, Larissa menutup panggilannya. Sambil berlenggak-lenggok, dia berjalan mendekat. "Halo, Bu Dhea. Aku Larissa, aku ...."

Kalimatnya terhenti. Melihat bibir Dhea yang terkatup rapat, dia memahami sesuatu. "Sepertinya kamu sudah tahu tentang keberadaanku dan Rafael. Kalau begitu ... kita lihat saja nanti."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku dan Adik Tiriku
8.7
Raffael akhirnya pulang setelah enam tahun pergi ke luar negeri akibat fitnah kejam dari adik tirinya, Syaqila. Meski kini Syaqila berniat tulus untuk meminta maaf atas kesalahan masa lalu yang membuat Raffael terasing, ia justru disambut dengan tatapan dingin dan penuh kebencian. Hubungan mereka pun kini berada di ujung tanduk. Apakah pertemuan ini akan menjadi momen rekonsiliasi yang damai, atau justru menjadi awal dari rencana pembalasan dendam Raffael?
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Istri Pengganti
9.5
Liburan semester seorang gadis hancur saat dipaksa Sabda Ahmad dan istrinya menjadi pengantin pengganti. Kakaknya, Asma, mendadak kabur misterius menjelang pernikahan. Tanpa pilihan, ia harus menikahi Adam Kusuma Wardana, cucu tunggal dari Juragan Zein. Di tengah ketidakpastian dan tanda tanya besar mengenai alasan hilangnya sang kakak, sanggupkah ia menjalani pernikahan yang diawali keterpaksaan ini?
Sampul Novel Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok
8.2
Gala sangat takut terluka secara emosional, sedangkan Lingga terobsesi pada popularitas meski sebenarnya muak dengan pujian. Di balik kepalsuan masing-masing, keduanya terjerat dalam relasi toksik yang diwarnai ancaman serta pemerasan demi mengejar kebahagiaan semu. Hubungan destruktif antara sosok yang fasik dan munafik ini memicu dinamika cinta yang kelam, di mana mereka saling menyakiti satu sama lain untuk memuaskan hasrat batin serta obsesi gelap mereka.
Sampul Novel Kehilangan Kendali Atas Kegilaanku
8.5
Di bawah kegelapan malam, sebuah tindakan nekat di kursi taman menjadi awal dari obsesi yang tak terkendali. Menyadari kehadiran sosok pria berotot setinggi dua meter yang mengamatinya, wanita ini justru sengaja memuaskan hasratnya sendiri di tempat terbuka. Alih-alih takut, tatapan intens itu memicu sensasi menantang yang melumpuhkan akal sehatnya. Kegilaan impulsif ini berubah menjadi candu yang membakar, membuatnya kian haus akan gairah yang terlarang dan mustahil untuk dihentikan.
Sampul Novel Kutemukan kebahagiaan ku
9.0
Keyakinan bahwa orang baik akan berjodoh dengan jiwa yang sama kini terbukti nyata dalam hidupku. Usai duka mendalam karena melabuhkan hati pada orang yang keliru, doa-doaku akhirnya dikabulkan. Sosok pria tulus kini hadir, selalu peduli dan melimpahiku dengan kasih sayang luar biasa. Penantian panjangku pun berakhir manis, menemukan kebahagiaan sejati bersama pasangan yang mampu menghargai diriku sepenuhnya.
Sampul Novel Tarian Aksara
8.5
Sambil menangis di atas kursi roda, Ara meratapi kepedihan hidupnya di bawah langit senja. Ia merasa takdir begitu tidak adil padanya. Namun, Aksa hadir sebagai sahabat setia yang berjanji untuk selalu mendampingi gadis bermata hazel tersebut. Di tengah keputusasaan Ara yang mendalam, Aksa memohon agar ia tetap bertahan. Kisah ini menyoroti perjuangan berat menerima kenyataan hidup yang pahit dengan dukungan tulus dari orang terdekat.