APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Lima tahun mengabdi sebagai istri tak dianggap bagi pewaris dinasti mafia Dario Mahardika, wanita ini akhirnya memilih pergi. Meninggalkan mimpi senimannya demi pria yang selalu mengutamakan Arisa, ia melangkah pergi membawa surat cerai bertandatangan dan janin berusia tiga bulan. Kini, setelah sang mantan suami menyadari kehilangan besar ini dan mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk mencari keberadaannya, ia telah bertransformasi menjadi ibu sekaligus pejuang tangguh yang tidak akan mudah menyerahkan kembali kehidupannya yang sempat hancur.
Bab
Bagikan

Bab 5

Sop panas menyembur ke lenganku sebelum aku sempat menghindar.

Rasa sakit yang membakar menyayat kulitku, seperti ribuan jarum menembus dalam satu waktu. Tenggorokanku terkunci. Aku bahkan tak mampu berteriak.

"Viona!"

Untuk pertama kalinya, suara Dario terdengar panik. Dia mendorong Arisa ke samping dan berlari ke arahku, meraih lenganku dengan wajah tegang.

"Kamu terbakar. Sial, kita harus ke rumah sakit sekarang!"

Aku menatapnya di tengah kabut rasa sakit. Bibirku terbuka, tetapi tak ada suara yang keluar.

Lalu terdengar jeritan melengking.

"Oh Tuhan, Arisa, kamu juga terluka!"

Dario terdiam. Perhatiannya langsung berpaling.

Beberapa tetes sop krim panas memang mengenai pergelangan tangan Arisa, tetapi hanya meninggalkan sedikit kemerahan di kulitnya yang pucat. Meski begitu, ekspresi Dario tampak seolah seluruh dunia runtuh di depan matanya.

Arisa menggeleng pelan, menahan air mata yang nyaris jatuh.

"Tidak apa-apa. Tolong lihat Viona dulu. Dia yang lebih parah."

Nada suaranya bergetar, penuh kepedulian yang terdengar tulus, tetapi justru kelembutannya membuat Dario makin menggenggam erat tangannya.

"Kamu memang selalu rapuh," katanya, suaranya bergetar. Tanpa menoleh padaku lagi, dia langsung mengangkat Arisa ke dalam pelukannya.

"Kita ke rumah sakit. Sekarang."

Arisa memegang lengannya erat.

"Kak, jangan buang waktu! Arisa sakit… cepatlah."

Dario sempat menatapku sekali, sekejap, penuh bayangan rasa bersalah.

"Viona… naik taksi saja. Klinik dekat dari sini. Kamu akan baik-baik saja."

Dan dia pergi.

Aku berdiri di sana, kulitku terbakar, perutku melilit. Aku hanya bisa menyaksikan bayangan mereka menghilang ke dalam gelap malam.

Para staf restoran berlarian mendekat, meminta maaf dengan wajah panik. Mereka membersihkan luka bakarku, membalutnya, memberiku obat pereda nyeri, bahkan pakaian baru untuk diganti. Namun, entah kenapa, simpati mereka terasa lebih menyakitkan daripada lukanya sendiri.

Di rumah sakit, dokter menangani lepuh di lenganku dengan tenang.

"Oleskan salep ini setiap hari. Jika dirawat dengan baik, tidak akan meninggalkan bekas," katanya lembut.

Di belakangnya, dua perawat lewat sambil berbisik.

"Katanya Dario Mahardika menyewa satu lantai penuh hanya untuk Arisa. Bahkan memanggil tiga dokter kulit, padahal cuma terkena sedikit sop krim di tangan."

"Bayangkan, seberapa cintanya dia. Banyak wanita rela mati demi perlakuan seperti itu."

Mereka terkekeh pelan, lalu berlalu.

'Cinta,' pikirku getir.

Aku hampir tertawa bersama mereka.

Dia meninggalkan istrinya yang kulitnya melepuh… demi menggenggam tangan wanita lain.

Ya, Dario Mahardika memang istimewa, dalam cara yang menyakitkan.

Saat perban terakhir dipasang, aku sudah mati rasa. Di luar dan di dalam.

Begitu keluar dari rumah sakit, ponselku bergetar dan ada satu notifikasi muncul.

[Selamat. Anda diterima di Akademi Seni Florance.]

Aku terpaku. Akademi Florance, salah satu sekolah seni paling bergengsi di Aropa. Aku mendaftar dua bulan lalu, langkah nekat yang bahkan tak kusangka akan berhasil. Terlebih sekarang, saat aku sedang tiga bulan hamil.

Tanganku gemetar saat membaca kelanjutannya:

[Kehamilan bukan penghalang. Kami menghargai bakat Anda. Kami telah menunggu Anda selama bertahun-tahun, Nona Viona.]

Aku memejamkan mata. Bertahun-tahun aku menolak mereka demi Dario. Meyakinkan diriku bahwa cinta lebih berharga daripada seni. Bahwa suatu hari, dia akan melihatku.

Namun, kini… Arisa telah kembali.

Dan Akademi masih menginginkanku.

Malam itu, aku membeli kuas, arang, dan kanvas baru.

Aku menghapus debu dari bagian diriku yang telah lama aku kubur sejak menikah.

Kupikir aku akan merasa bersalah. Namun, yang kurasakan hanya kejelasan.

Keesokan paginya, aku berkata pada pengurus rumah bahwa aku akan pergi beberapa hari. Aku tidak memberi tahu Dario. Dia bahkan tidak menyadarinya. Seluruh perhatiannya hanya tertuju pada Arisa.

Sementara itu, aku menemukan sebuah teras kecil di tepi laut. Di sanalah aku mulai melukis lagi, menuangkan rasa lapar, duka, dan harapan ke atas kertas.

Setiap garis yang kutarik adalah langkah menjauh darinya.

Setiap sapuan warna adalah bukti bahwa aku masih punya masa depan, bahkan di luar bayang-bayangnya.

Tebing-tebing menjulang di atas air biru toska, bunga liar menunduk ditiup angin. Aku mendirikan kanvasku di atas teras yang sepi, dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, aku menghirup udara yang tak berbau kekuasaan, asap, atau darah.

Kuas bergerak nyaris tanpa kendali.

Tiga hari berlalu seperti mimpi. Aku melukis sampai dunia di sekitarku menghilang. Sampai rasa nyeri di lenganku tak terasa, sampai bayangan rumah Dario tak lagi menghantuiku.

Tak ada yang menegurku. Tak ada yang memerintah.

Hanya aku, udara asin laut, dan kebebasan.

Ketika akhirnya aku menyalakan ponsel, layar dipenuhi panggilan tak terjawab dan pesan. Lebih dari seratus.

Semuanya dari Dario.

Dia belum pernah meneleponku sebelumnya.

Tidak sekali pun, selama lima tahun pernikahan kami.

Dan kini 108 kali.

Aku masih menatap layar ketika nama Serina muncul.

Begitu kuangkat, suaranya langsung melengking dari seberang.

"Viona! Ke mana saja kamu? Tahu tidak, kakakku hampir gila mencarimu! Tapi jangan salah sangka kalau kamu pikir ini akan membuatnya memilihmu, kamu bodoh. Arisa satu-satunya wanita yang pantas jadi nyonya keluarga ini!"

Sambungan terputus.

Aku menurunkan ponsel perlahan, dadaku terasa sesak.

Dario Mahardika… mencariku?

Mengamuk karena aku menghilang?

Harusnya aku tertawa. Namun, jemariku bergetar saat menatap angka di layar, 108 panggilan tak terjawab.

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun… dia yang mengejarku.

Dia tidak tahu.

Dia tidak tahu aku telah diterima di Akademi.

Dia tidak tahu aku mulai menyiapkan portofolio.

Dia tidak tahu aku siap pergi.

Mungkin sekarang dia panik, meronta di tengah keheningan yang kutinggalkan. Akan tetapi, itu tidak mengubah apa pun.

Lukaku telah mengeras menjadi perisai.

Hatiku tak lagi condong padanya.

Biarlah dia marah, menyesal, atau terbakar dalam reruntuhan yang dia ciptakan sendiri.

Karena aku tidak akan menoleh lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel LELAKI YANG TERKHIANATI
9.6
Demi memberi kejutan manis untuk istrinya, Susanti, Tarno pulang setelah lima tahun merantau ke luar negeri dengan membawa sebuah kalung berinisial khusus. Namun, kepulangan tanpa kabar itu justru mengungkap kebenaran yang menyakitkan. Tarno memergoki Susanti di ranjang mereka bersama Joko, sahabat karib yang ia percayai untuk menjaga istrinya. Hancur karena dikhianati oleh dua orang terdekatnya, bagaimanakah cara Tarno melanjutkan hidup setelah rahasia kelam ini terku ini terungkap?
Sampul Novel Pesona Istri Yang Kuabaikan
8.5
Pernikahan karena mandat sang ibu membuat seorang pria matang harus terikat dengan Husniah, gadis muda yang jauh dari kriteria wanita idamannya. Selama setahun penuh, ia menelantarkan istrinya yang dianggap tidak menarik demi mengejar cinta perempuan lain. Namun, dinamika rumah tangga mereka berbalik total ketika Husniah bertransformasi menjadi sosok perempuan yang sangat anggun dan memikat. Sayangnya, kesadaran dan penyesalan sang suami datang terlambat setelah sekian lama mengabaikannya.
Sampul Novel Resiko Pekerjaan Pengasuh Menyusui
8.3
Karena nyonya dari keluarga kaya tidak bisa menghasilkan ASI, protagonis wanita yang masih dalam masa menyusui disewa untuk datang langsung ke kediaman mereka demi menyusui sang bayi. Namun, sebuah kekeliruan besar terjadi di rumah megah tersebut. Ketika sedang menjalankan tugasnya menyusui si kecil, suami miliarder dari majikannya tiba-tiba salah mengenali identitasnya. Pria kaya itu mengira pengasuh bayinya adalah istrinya sendiri, memicu ketegangan dan situasi tak terduga.
Sampul Novel The Present Of Love
8.6
Sebagai anak mucikari, hidup Seila dipenuhi hinaan. Namun, takdir mempertemukannya dengan Aksara yang menyelamatkannya dari aksi pemerkosaan. Setelah malam intim yang membawa kebahagiaan sesaat, Aksara justru pergi ke luar negeri dan meninggalkan Seila dalam kepedihan serta kerinduan mendalam. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang terus mengejar, mampukah Seila bangkit mengatasi keterpurukan dan menemukan kedamaian hidupnya kembali?
Sampul Novel The Villain's Captive
9.1
Ayuma menghadapi dilema besar setelah suaminya, Bastian, menyerahkannya sebagai jaminan utang kepada bos mafia kejam, Rollan. Pertemuan ini memaksa Ayuma berhadapan kembali dengan Rollan, mantan kekasih yang masih ia rindukan di balik komitmen pernikahannya. Rollan sendiri bersumpah tidak akan membiarkan Ayuma pergi lagi. Terjebak dalam kuasa sang penjahat, Ayuma mulai mengabaikan kesetiaannya demi cinta lama yang membara, mengabaikan ancaman kehancuran yang kini mendekat.