APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Lima tahun mengabdi sebagai istri tak dianggap bagi pewaris dinasti mafia Dario Mahardika, wanita ini akhirnya memilih pergi. Meninggalkan mimpi senimannya demi pria yang selalu mengutamakan Arisa, ia melangkah pergi membawa surat cerai bertandatangan dan janin berusia tiga bulan. Kini, setelah sang mantan suami menyadari kehilangan besar ini dan mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk mencari keberadaannya, ia telah bertransformasi menjadi ibu sekaligus pejuang tangguh yang tidak akan mudah menyerahkan kembali kehidupannya yang sempat hancur.
Bab
Bagikan

Bab 4

Sepertinya Dario takut dia berubah pikiran dan pergi. Tanpa menunggu lama, dia langsung memerintahkan staf untuk memindahkan koper Arisa ke kamar tamu terbesar.

Serina bahkan tak berusaha menyembunyikan kepuasannya.

"Lalu apa lagi yang kamu tunggu? Makan malam tidak akan masak sendiri. Dan jangan lupa, Arisa tidak bisa makan pedas. Buat masakan biasa saja."

Kata-kata itu terdengar begitu biasa. Karena memang akulah yang selalu berada di dapur. Bukan karena dipaksa, tetapi karena aku ingin rumah ini terasa seperti rumah sungguhan. Dulu aku percaya, kalau aku bisa mengisinya dengan kehangatan, aroma roti baru, semangkuk sop panas, mungkin bisa melunakkan sikap dingin Dario, mungkin bisa menjembatani jarak di antara kami.

Namun, entah sejak kapan, cintaku berubah jadi kebiasaan mereka. Dario makan tanpa komentar, Serina mengkritik tanpa ragu, dan para staf selalu pulang lebih awal, yakin aku yang akan menyelesaikan semuanya. Pengabdian yang dulu kulakukan dengan cinta, kini tak lagi terlihat.

Dan malam ini, untuk pertama kalinya, aku menggeleng.

"Aku tidak bisa."

Suasana ruangan mendadak hening. Dahi Dario berkerut, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar dari bibirku. Dalam ingatannya, aku tak pernah berkata tidak.

Sebelum dia sempat bicara, Arisa menatapku dengan mata yang berkilat lembap.

"Ini salahku. Aku tidak seharusnya datang. Aku tidak bisa berharap Nona Viona yang mengurus semuanya."

Dia hendak berbalik menuju tangga, tetapi tangan Dario cepat menahan pergelangan tangannya.

"Ini bukan karena kamu."

Tatapannya lalu beralih padaku, menuntut jawaban.

"Kamu bilang tidak marah. Lalu ini apa?"

Aku hanya mengangkat tanganku pelan. Dua jariku terbalut perban putih bersih.

"Aku terluka. Tanganku terbakar. Jadi… aku tidak bisa masak untuk sementara."

Kebohongan kecil. Namun, keputusan di baliknya jauh lebih besar. Aku tidak terbakar, aku lelah.

Kontrakku dengan rumah ini, dengan hidup seperti ini, hampir berakhir. Aku sudah muak mencoba mendapatkan penghargaan lewat hidangan yang bahkan tak lagi mereka rasakan.

Keheningan menebal. Serina mengerutkan kening.

"Kamu bisa bilang lebih awal. Apa kamu mau kami kelaparan sekarang?"

Nada suaranya menusuk, tetapi Arisa cepat menenangkan dengan sentuhan lembut di lengannya.

"Jangan begitu, Serina. Dario…" Suaranya melunak, sarat nostalgia, "Kamu masih ingat bistro kecil di Swess, dekat kampus dulu? Yang punya sop krim enak itu. Kita sering sembunyi ke sana setelah kelas, ingat? Kamu selalu pesan roti tambahan."

Dia tertawa kecil, menundukkan kepala seolah larut dalam kenangan.

Dan wajah Dario langsung melunak. Senyum yang jarang muncul, kini kembali terlihat.

"Tentu saja. Aku akan membawamu ke sana."

Waktunya sempurna. Aku pun hilang dari pandangan mereka, seperti bayangan yang tak lagi penting.

Dalam perjalanan, mobil penuh dengan tawa dan kenangan yang tak bisa kumiliki. Arisa duduk di depan, memperbaiki lipatan lengan jas Dario dengan gerakan akrab yang terlalu alami. Serina ikut tertawa, menambah keceriaan yang asing di telingaku.

Aku duduk di samping jendela, menatap kota yang berlari di luar kaca. Dunia mereka terasa hangat… tetapi tertutup rapat.

Di tengah perjalanan, Arisa menoleh padaku, tersenyum manis tetapi canggung.

"Maaf, Nona Viona. Kami tidak bermaksud mengabaikanmu. Hanya saja… kamu tidak ada di masa itu."

Bukan hanya masa lalu. Aku tahu aku juga tidak akan ada di masa depan mereka.

Aku hanya mengangguk pelan dan menyandarkan kepala. Dari kaca spion, mata Dario sempat menangkap pantulan wajahku. Ada seberkas kebingungan di sana. Mungkin untuk pertama kalinya, dia sadar aku agak tidak peduli.

Di restoran, aku pamit ke kamar mandi. Air dingin memercik di kulitku, menenangkan panas yang menekan di balik mataku.

Lima tahun pernikahan. Lima tahun memasak, merawat, mencintai. Aku telah menuangkan seluruh diriku untuk rumah ini, sampai tak tersisa apa pun. Arisa memancarkan vitalitas, Serina penuh percaya diri. Sedangkan aku? Aku hanya tampak seperti arwah. Ada, tetapi tak terlihat.

Saat kembali ke meja, hidangan sudah tersaji. Dario sedang berbicara pada pelayan. "Tolong tanpa bawang putih. Arisa tidak suka."

Dia masih mengingat semua tentangnya. Bahkan sekarang.

Lalu, seolah baru teringat akan keberadaanku, dia menoleh sekilas.

"Dan kamu? Ada yang tidak bisa kamu makan?"

Lima tahun dan ini pertama kalinya dia bertanya.

"Makanan laut," jawabku datar.

Makan malam pun dimulai. Dario nyaris tak menyentuh piringnya. Dia sibuk mencelupkan roti ke dalam sop krim, lalu meletakkannya di depan Arisa dengan hati-hati. Tangan mereka bersentuhan. Arisa tertawa lembut dan tatapan mata Dario lembut.

Sementara aku hanya makan diam-diam, setiap suapan terasa hambar seperti menelan abu.

Lalu tiba-tiba, kekacauan terjadi. Dari meja sebelah terdengar suara bentakan. Kursi bergeser, seseorang berteriak. Seseorang meraih panci baja berisi sop panas.

Dalam sekejap panci itu terbalik dan sop isinya yang mendidih menyembur ke depan.

Dario langsung bergerak melindungi Arisa di dalam pelukannya.

Dan aku?

Aku bahkan tidak sempat bereaksi.

Panas itu datang bagai gelombang, menyapu tubuhku dan membakar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel LELAKI YANG TERKHIANATI
9.6
Demi memberi kejutan manis untuk istrinya, Susanti, Tarno pulang setelah lima tahun merantau ke luar negeri dengan membawa sebuah kalung berinisial khusus. Namun, kepulangan tanpa kabar itu justru mengungkap kebenaran yang menyakitkan. Tarno memergoki Susanti di ranjang mereka bersama Joko, sahabat karib yang ia percayai untuk menjaga istrinya. Hancur karena dikhianati oleh dua orang terdekatnya, bagaimanakah cara Tarno melanjutkan hidup setelah rahasia kelam ini terku ini terungkap?
Sampul Novel Pesona Istri Yang Kuabaikan
8.5
Pernikahan karena mandat sang ibu membuat seorang pria matang harus terikat dengan Husniah, gadis muda yang jauh dari kriteria wanita idamannya. Selama setahun penuh, ia menelantarkan istrinya yang dianggap tidak menarik demi mengejar cinta perempuan lain. Namun, dinamika rumah tangga mereka berbalik total ketika Husniah bertransformasi menjadi sosok perempuan yang sangat anggun dan memikat. Sayangnya, kesadaran dan penyesalan sang suami datang terlambat setelah sekian lama mengabaikannya.
Sampul Novel Resiko Pekerjaan Pengasuh Menyusui
8.3
Karena nyonya dari keluarga kaya tidak bisa menghasilkan ASI, protagonis wanita yang masih dalam masa menyusui disewa untuk datang langsung ke kediaman mereka demi menyusui sang bayi. Namun, sebuah kekeliruan besar terjadi di rumah megah tersebut. Ketika sedang menjalankan tugasnya menyusui si kecil, suami miliarder dari majikannya tiba-tiba salah mengenali identitasnya. Pria kaya itu mengira pengasuh bayinya adalah istrinya sendiri, memicu ketegangan dan situasi tak terduga.
Sampul Novel The Present Of Love
8.6
Sebagai anak mucikari, hidup Seila dipenuhi hinaan. Namun, takdir mempertemukannya dengan Aksara yang menyelamatkannya dari aksi pemerkosaan. Setelah malam intim yang membawa kebahagiaan sesaat, Aksara justru pergi ke luar negeri dan meninggalkan Seila dalam kepedihan serta kerinduan mendalam. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang terus mengejar, mampukah Seila bangkit mengatasi keterpurukan dan menemukan kedamaian hidupnya kembali?
Sampul Novel The Villain's Captive
9.1
Ayuma menghadapi dilema besar setelah suaminya, Bastian, menyerahkannya sebagai jaminan utang kepada bos mafia kejam, Rollan. Pertemuan ini memaksa Ayuma berhadapan kembali dengan Rollan, mantan kekasih yang masih ia rindukan di balik komitmen pernikahannya. Rollan sendiri bersumpah tidak akan membiarkan Ayuma pergi lagi. Terjebak dalam kuasa sang penjahat, Ayuma mulai mengabaikan kesetiaannya demi cinta lama yang membara, mengabaikan ancaman kehancuran yang kini mendekat.