APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku

Ambil Kembali Hatiku

Hari ulang tahun Sena yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir. Namun, kepedihan Sena kian berlipat ganda karena sikap dingin suaminya. Pria itu tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena, tetapi juga memilih absen dari upacara pemakaman ibu mertunya. Sang suami justru melangkah pergi ke bandara demi menjemput wanita yang selama ini menjadi dambaan hatinya, meninggalkan Sena dalam kesendirian dan luka batin yang mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 4

Erik tinggal di kamar Yuki sepanjang malam.

Sebenarnya, Sena tidak terlalu perhatikan masalah ini. Mbak Nur, seorang pelayan yang membawanya ke taman belakang pagi-pagi sekali dan memberitahunya informasi penting ini.

"Nyonya, harap lebih waspada!" Mbak Nur berkata dengan cemas, "Yuki, si pelakor itu terlihat jelas ingin menggodai Tuan Muda! Kamu tidak tahu apa yang dia kenakan tadi malam... Aduh! Aku malu melihatnya!"

Sena tersenyum lembut, "Kamu terlalu banyak berpikir, Nona Yuki dan Erik tumbuh besar bersama. Erik sangat mementingkan Nona Yuki, jangan katakan hal-hal buruk tentang Nona Yuki lagi di masa depan. Erik bakal kesal kalau mendengarnya."

Mbak Nur tercengang, dia menatap Sena dengan ekspresi aneh, lalu bertanya dengan ragu, "Nyonya, ada apa denganmu?"

"Aku baik-baik saja." Sena tersenyum lembut dan berkata, "Aku sangat baik."

Senyuman itu bagaikan topeng yang melekat pada wajahnya.

Sena akan tetap tersenyum dan tidak akan menangis lagi.

"Tidak! Ada yang salah denganmu hari ini!" Mbak Nur mengumpat, "Dulu, saat memanggil Tuan Muda, kamu selalu memanggil dengan penuh kasih sayang, tapi sekarang terdengar asing!"

Sena menundukkan bulu matanya tanpa mengatakan apa pun.

Sebenarnya, saat pertama kali bersama Erik, Sena tidak pernah memanggilnya Erik. Dia selalu memanggilnya Kak Erik seperti teman-temannya.

Kemudian, saat pertama kali berhubungan seks, Erik mendorongnya ke ranjang, menutup matanya dengan kain hitam, lalu menjambak rambutnya sambil mengerahkan tenaga, memaksa Sena untuk memanggilnya Erik.

Sena selalu menyangka panggilan ini merupakan sesuatu yang mesra bagi mereka berdua dan hanya dia yang boleh memanggilnya seperti itu.

Sena bahkan diam-diam merasa senang untuk waktu yang lama.

Baru kemarin ketika mendengar Yuki memanggil Erik, Sena tiba-tiba menyadarinya.

Pantas saja Erik menutup matanya malam itu.

Sebab, mata Sena paling tidak mirip dengan Yuki.

Namun, suaranya mirip, jadi Erik memintanya untuk memanggilnya Erik, berulang-ulang hingga dia pingsan.

"Mbak Nur, hal terpenting ketika bekerja di keluarga kaya adalah bekerja lebih banyak dan kurangi bicara." Sena menepuk bahu Mbak Nur dengan lembut dan mengingatkannya dengan bijaksana, "Jangan katakan hal-hal buruk tentang Nona Yuki lagi."

Dia akan segera pergi, Yuki akan menggantikannya dan menjadi nyonya keluarga ini.

Kalau menyinggung Yuki, Mbak Nur pasti akan dihukum.

Setelah memberi instruksi pada Mbak Nur, Sena naik ke atas untuk mengambil surat perceraian, kemudian datang ke ruang kerja Erik.

Erik sedang menangani pekerjaannya. Ketika melihat Sena datang, dia mendengus dingin, "Sudah tahu bersalah?"

"Ya." Sena berkata dengan tenang. Kalau Erik merasa dia bersalah, Sena akan mengakuinya.

Hanya sisa beberapa hari lagi, Sena terlalu malas untuk berdebat dengannya.

"Bukannya bagus kalau mengerti lebih awal? Ngapain harus berbuat masalah?" kata Erik dengan kesal. Dia mengeluarkan sebuah kotak hadiah dari laci dengan acuh tak acuh, lalu melemparkannya ke Sena, "Ini hadiah ulang tahunmu. Buka dan lihatlah."

Sena ingin menolak, tetapi dia tahu kalau dia menolak, Erik pasti akan marah lagi.

Sena ingin memintanya menandatangani surat perceraian, jadi sebaiknya jangan menyinggungnya.

Jadi, Sena menerima hadiah itu tanpa berkata apa-apa.

Ponsel Erik tiba-tiba berdering, Sena tanpa sengaja melirik layar dan melihat kalau Yuki yang meneleponnya.

Erik melirik Sena, lalu mengeluarkan headphone dari laci dan memakainya.

Dia menekan tombol jawab, senyuman segera muncul di wajahnya yang dingin.

Nada bicaranya pun menjadi lebih lembut, tidak acuh tak acuh seperti saat menghadapi Sena.

Sena menyerahkan surat perceraian, "Tanda tangani."

Erik menandatanganinya tanpa melihat.

Kemudian dia melanjutkan obrolan di telepon dengan Yuki sambil tersenyum di wajahnya.

Sena mengerutkan kening, dia ragu sejenak lalu berkata, "... Apa kamu tidak perlu melihatnya?"

"Tidak perlu." Erik berkata dengan tidak sabar, "Bukankah ini tentang mengundang ahli dari luar negeri untuk merawat ibumu? Kamu bisa mengurusnya sendiri. Kalau ada dokumen yang perlu ditandatangani, berikan saja pada Rudy dan suruh dia berikan padaku. Kalau tidak ada urusan penting, jangan selalu meneleponku. Terakhir kali kamu terus meneleponku, membuatku melewatkan beberapa panggilan penting."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU DAN TEMAN SUAMIKU
9.7
Nasib Tara berbalik total setelah dirinya terpaksa menjadi istri kedua dari teman dekat almarhum suaminya. Pernikahan ini menyeretnya ke dalam pusaran konflik domestik yang rumit dan menyiksa batin. Di tengah badai perasaan yang tiada habisnya, Tara dihadapkan pada persimpangan jalan yang krusial. Haruskah ia tetap tegar mempertahankan ikatan tersebut, ataukah ia akan melangkah pergi karena tak sanggup lagi memikul penderitaan yang kian menumpuk?
Sampul Novel Bisakah Untuk Tidak Memilih
7.9
Hidup kerap berjalan di luar rencana dan menyodorkan berbagai pilihan rumit. Walau satu jalan tampak menjanjikan, selalu ada konsekuensi di balik setiap keputusan. Kita pun dituntut bijak menyikapi situasi demi hari esok. Bahkan, bersikap pasif dan sekadar mengikuti arus tetap membawa risiko tersendiri. Oleh karena itu, pertimbangkan setiap langkah dengan matang agar terhindar dari penyesalan mendalam akibat salah memilih arah di masa depan.
Sampul Novel Dihapus oleh Kebohongan dan Cintanya
9.8
Sepuluh tahun Aria berkorban demi kesuksesan Baskara, namun ia justru dicampakkan setelah sang suami berhasil. Demi memikat investor barunya, Aurora, Baskara tega melenyapkan identitas Aria dan menyekapnya di gudang gelap yang memicu fobianya. Puncaknya, ia membiarkan Aria disiksa penculik demi melindungi Aurora. Di tengah keputusasaan, Aria menghubungi Tante Evelyn, pengacara hebat yang siap menjemputnya dengan jet pribadi untuk menuntut balas atas semua pengkhianatan ini.
Sampul Novel Hello, My Secret Boyfriend
9.2
Dikhianati oleh pacar dan sahabat sendiri membuat hari-hari kuliah Daniar terasa begitu berat. Di masa terpuruk ini, ia menemukan pelipur lara lewat obrolan anonim bersama akun @heroisme34. Namun, situasi menjadi rumit ketika Daniar harus menghadapi Sabda, senior ambisius yang mengincar posisi Presiden BEM. Hubungan mereka justru memantik keberanian Daniar untuk melawan ketidakadilan. Kini ia bimbang di antara dua sosok pria yang telah mengubah hidupnya.
Sampul Novel Keturunan Rahasia
8.5
Akibat intrik licik sang paman, Rajendra Antariksa melakukan kesalahan fatal pada Amara Lucia Haidar. Sepuluh tahun berlalu dalam penyesalan, pewaris Antariksa Group ini terkejut saat tahu Amara mengalami trauma berat dan telah melahirkan putra mereka secara rahasia. Berniat menebus dosanya di masa lalu, langkah Rajendra justru menemui jalan buntu. Ia harus menghadapi penolakan luar biasa dari Amara, orang tuanya, hingga darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Masa Puber Naldo
9.4
Naldo, putra konglomerat yang kesepian, tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Ayahnya, Tuan Anggoro, adalah sosok yang sangat baik, namun kesibukan bisnis membuatnya jarang berada di rumah. Praktis, Naldo hanya dirawat oleh asisten rumah tangganya sejak bayi. Ketika sang ayah memintanya memilih ibu baru, Naldo justru teringat sosok wanita misterius dari mimpinya. Begitu takdir mempertemukan mereka di dunia nyata, Naldo bertekad mengejar cintanya meski terhalang perbedaan usia.