APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Amarah Dan Cinta

Amarah Dan Cinta

Yasnina harus menelan kepahitan karena cinta tulusnya pada Devan selalu bertepuk sebelah tangan. Kabar rencana pernikahan Devan menjadi hantaman keras yang menghancurkan perasaannya. Dipicu oleh kemarahan dan rasa kecewa, Yasnina mengambil langkah nekat dengan menjebak Devan dalam sebuah malam intim menjelang hari bahagianya. Akankah nekatnya tindakan ini berhasil menumbuhkan cinta Devan, atau justru memicu kebencian mendalam yang akan mengusirnya selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Lo gila?!” Jeffano murka setelah mendengar pengakuanYasnina tentang apa yang semalam terjadi. “Devan itu mau menikah besok! Kenapa lo bertindak sebodoh itu, Yas?”

“Gue frustasi Jeff! Gue udah enggak tahu lagi harus bagaimana mendapatkan Devan.” Yasnina menatap Jeffano dengan hampa. Hatinya sudah sangat kacau, namun Jeffano malah menyalahkannya.

“Gue tahu, tapi enggak dengan menjebaknya. Dia jadi salah paham sama gue!”

Jeffano jadi ikut frustasi setelah Devan menghubunginya bertanya soal siapa saja yang semalam datang, dan apa yang sudah dicampur ke dalam minumannya sampai Devan tak sadarkan diri. Jeffano memangyang menggagas pesta bujang itu, tapi sekali pun tidak berniat untuk melakukan hal sekotor itu pada Devan hingga membuat sahabatnya itu berakhir di atas ranjang Yasnina.

“Gue minta maaf.”

Jeffano melirik Yasnina kesal. “Sekarang gue tanya, siapa yang bantu lo?”

“Lo enggak perlu tahu.”

“Yas?!”

“Enggak Jeff! Gue enggak akan kasih tahu. Ini urusan gue.” tegas Yasnina berucap. Dia tidak ingin Jeffano mengetahui siapa yang membantunya.

“Jadi urusan gue juga karena Devan nyalahin gue.”

Sialnya malam itu Jeffano juga ikut mabuk, jadi dia tidak tahu siapa yang membawa Devan pulang. Ada sekitar dua puluh orang yang diundang Jeffano, namun yang datang melebihi perkiraannya. Jeffano tidak mungkin bertanya pada mereka satu persatu, itu hanya akan menimbulkan kecurigaan lebih banyak lagi, sedangkan Devan tetap ingin masalah ini menjadi rahasia.

“Gue tahu ini salah Jeff, tapi…”

“Tapi apa? Lo merasa setelah tidur dengan Devan, sepenuhnya lo bisa memiliki dia? Apa itu akan membuat Devan mencintai lo?”

“Stop nyalahin gue! Lo ingat dulu lo pernah bilang kalau sebenarnya Devan juga punya perasaan ke gue, dan gue percaya dengan ucapan lo. Gue tunggu bertahun-tahun, Jeff. Gue pikir semua yang lo katakan itu benar, tapi ternyata sampai sekarang Devan enggak pernah bilang cinta sama gue.”

Jeffano mengacak-acak rambutnya kesal bukan main menghadapi Yasnina kali ini benar-benar membuatnya kalut. “Yas, yang punya perasaan itu lo dan lo juga yang mesti mengontrolnya. Lo enggak bisa berpatokan dengan perkiraan gue.”

“Lo yang selalu bilang sabar ke gue soal Devan,” lirih Yasnina dengan bahu bergetar mengingat bagaimana dulu dirinya cukup bersabar menahan perasaannya. “Gue yakin karena lo sahabatnya.”

Kali ini emosi Jeffano melunak. Sadar karena mungkin dirinya juga turut andil dalam asmara Yasnina. “Gue minta maaf, tapi gue juga enggak membenarkan tindakan lo. Seberengsek apapun gue, demi Tuhan sekalipun gue enggak pernah menyeret dalam keburukan.”

“Sudahlah sekarang semuanya sudah terjadi. Ini akan tetap jadi rahasia.”

Yasnina berdiri dari duduknya. Dia melangkah ke dapur untuk mengambil segelas air putih dan meminumnya hingga tandas. Jeffano diam memperhatikan, lalu menghela nafas. Pria itu beranjak dan mendakati Yasnina.

“Ini bukan hal sederhana yang bisa dilupakan begitu saja. Lo mesti menjelaskan ke Devan kalau gue enggak terlibat rencana lo itu.”

“Tenang aja nanti gue kasih tahu.”

“Kasih tahu baik-baik jangan merusak rencana pernikahan Devan.”

“Apa sekarang pandangan lo ke gue berubah, Jeff?” tanya Yasnina sengit ketika mendengar pernyataan Jeffano sebelumnya.

“Entahlah, tapi gue merasa perasaan cinta lo terhadap Devan sudah sangat berlebihan. Lo terobsesi, bukan hanya sekedar cinta.”

Yasnina terkekeh sendiri menyadari bahwa sekarang sudah tidak ada siapapun yang berada di pihaknya. “Oke, sepertinya memang harus gue sendiri yang berusaha.”

“Jangan macam-macam, Yas!”

“Tenang saja gue enggak akan merusak nama baik lo,Jeff.”

***

Yasnina diundang ke acara pengajian yang dilakasanakan di kediaman keluarga besar Devan. Wanita itu datang dengan pakaian anggunnya. Sopan dan selalu menarik perhatian. Kedatangan Yasinan disambut hangat oleh keluarga besar Devan. Siapa yang tak mengenal wanita itu, bahkan beberapa dari mereka pernah berharap dan menduga-duga bahwa Devan akan menikah dengan Yasnina.

“Kamu sehat?” tanya Sarjita ketika Yasnina menyalaminya dengan sopan.

“Sehat. Mama sendiri bagaimana?”

“Pusing ngurusin pernikahan Abang.”

Yasnina tersenyum menanggapi. “Ada yang bisa aku bantu, Mah?”

“Enggak usah. Kamu duduk saja, temani eyang dan neneknya Devan. Mereka lagi di belakang sama Agatha.”

“Ya sudah kalau begitu aku ketemu mereka dulu. Mama jangan capek-capek ya.” pesan Yasnina sembari mengusap lengan Sarjita.

“Iya.”

Yasnina berdiri di ambang pintu melihat Agatha, eyang dan nenek yang bercengkrama. Mengenal keluarga Devan adalah sebuah anugerah bagi Yasnina. Hidupnya yang seakan mati dibuat hidup kembali karena kebaikan pria itu, lantas wanita mana yang tak berharap lebih ketika diajak kenal dengan keluarga seorang pria. Salahkah Yasnina jika terlampau berharap pada Devan?

Sebelum Yasnina menghampiri mereka, Devan sudah berdiri di dekatnya. Bertanya dengan ketusnya. “Ngapain kamu datang?”

“Tenang aja Van, aku enggak akan kasih tahu soal percintaan panas kita semalam.”

“Yas!”

Tawa Yasnina meledak melihat Devan yang begitu panik. Orang-orang kini tertuju pada mereka. Agatha yang melihat pun menjadi penasaran. “Kak Yas, ada apa? Kok ketawanya seru banget.”

Yasnina melihat pada Agatha sedikit meredakan tawanya. “Tadi abang kamu kejatuhan pup cicak.”

“Ih! Abang jorok! Bersihin sana!”

Mengabaikan Devan yang geram padanya, Yasnina kemudian memilih menghampiri Agatha. Seperti ketika menyalami Sarjita, sopan dan lembut adalah cara Yasnina menyalami eyang dan nenek. Apa yang dilakukan Yasnina tidak lepas dari pandangan Devan. Masih sama dan tak pernah berubah cara wanita itu menyayangi keluarganya.

“Jadi gimana kebayanya, Nek?” tanya Yasnina pada nenek Hasna yang beberapa hari lalu diceritakan Agatha bahwa kebaya nenek sedikit kebesaran.

“Sudah diperbaiki, jadi pas.”

“Iya dong, siapa dulu Agatha.” Agatha dengan bangga menepuk dadanya memberitahu Yasnina bahwa kursus menjahitnya selama setahun ini tidak sia-sia.

“Pinter kamu,” Yasnina mengusap puncak kepala Agatha sampai gadis belia itu memeluk lengannya dengan manja. “Udah kayak kucing kamu.”

“Kenapa bukan kakak aja yang menikah dengan bang?”

Pertanyaan Agatha ditimpali dengan tawa. “Mana ada kakak jadi istri abang kamu yang galak itu.”

Yasnina mendapatkan usapan lembut di tangannya. Rupanya eyang membawa tangannya ke atas pangkuan. Eyang jauh lebih tua dari nenek sehingga hanya bisa duduk di kursi roda. Yasnina tersenyum lembut padaeyang, membalas mengusap tangan peyot itu.

“Kelak… kamu akan mendapatkan jodoh terbaik.” Eyang berkata dengan suara rentanya yang bergetar.

“Terima kasih Eyang atas do’anya.” balas Yasnina, meski di dalam hatinya tetap dia mau Depan.

Tak pernah semudah itu melupakan cinta pertamanya. Setelah pernikahan itu terjadi besok, Yasnina tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Apa masih bisa dia merasakan kehangatan keluarga ini? Apa harus mengambil jarak karena Devan sudah beristri? Pikiran-pikiran itu membuat sesak dadanya hingga harus membuat Yasnina menghela nafas berat beberapa kali. Eyang mungkin tahu sakit yang dirasakannya, hingga tiba-tiba saja memeluknya.

Namun Yasnina seolah dirinya tegar menutupinya sesaknya tanpa tangisan. Devan masih ditempatnya melihat semua itu. Yasnina seharusnya menangis, tapi seperti biasa wanita itu akan berpura-pura kuat. Tak akan pernah sekalipun menunjukkan air matanya di hadapan orang-orang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hanya Pria Tak Berguna
9.3
Lima tahun membina rumah tangga, pernikahan ini hancur seketika saat Vincent Amjaya membawa pulang cinta pertamanya, Cindy Harris, yang tengah hamil tiga bulan. Alih-alih merasa bersalah, Vincent justru menuntut istrinya untuk menampung wanita itu di rumah pernikahan milik keluarga sang istri. Lupa bahwa seluruh keluarganya hidup dari kekayaan sang istri, kesombongan Vincent memicu serangan balik. Tanpa ragu, sang istri memutuskan menghentikan semua bantuan finansial dan segera menyiapkan surat cerai.
Sampul Novel Luna Tak Terikat
8.0
Lima tahun memimpin suku, Kaitlin tetap menjaga kesuciannya. Ketika Rosalyn, kakaknya, pulang tanpa keturunan, Phillip Elliott mendadak menuntut seorang pewaris. Hati Kaitlin hancur saat mengetahui niat busuk Phillip yang hanya ingin menjadikannya rahim pengganti untuk menyokong posisi Rosalyn. Merasa dikhianati, Kaitlin memilih pergi dan kembali ke orang tua angkatnya. Tak disangka, Phillip yang biasanya bersikap dingin kini justru memohon padanya untuk kembali dengan penuh keputusasaan.
Sampul Novel Poison, I'll Kill My Husband
9.4
Aaron telah meninggalkan dunia pembunuh bayaran demi membina rumah tangga dengan Alice. Di balik pernikahan mereka, Alice rupanya seorang agen rahasia yang mengincar Aaron atas kematian orang tuanya. Sambil memanfaatkan ketulusan sang suami, ia menyelidiki sindikat Greenice Group. Kini, Alice didera konflik batin yang hebat antara menuntaskan dendam atau menjaga rasa cintanya yang mulai tumbuh di tengah bahaya yang mengintai.
Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar
8.4
Maora menghadapi situasi pelik setelah Haidar Alvaro, pria masa lalunya, sah menjadi suami kakaknya, Laura. Keadaan kian menyiksa saat Haidar memaksanya tinggal bersama. Kini, Maora terjebak di antara tuntutan untuk setia pada sang kakak dan godaan hasrat terlarang yang kembali membara. Haruskah ia mengorbankan keluarganya demi perasaan lama, atau sanggupkah ia bertahan menahan penderitaan batin ini?
Sampul Novel Suami Kedua Ayla
8.6
Kebahagiaan rumah tangga Ayla hancur setelah suaminya, Fawaz yang merupakan anggota TNI, lenyap secara misterius. Sebuah wasiat tak biasa ditinggalkan Fawaz, meminta istrinya menikah dengan Pierre Nasution, sahabat barunya. Namun, keluarga besar meragukan kebenaran pesan itu. Ayla pun didera dilema besar, mencurigai Pierre sengaja memanfaatkan keadaan demi cinta, atau bahkan dalang di balik hilangnya Fawaz.
Sampul Novel You Make Me High
8.3
Kemandirian bertahun-tahun membuat Bianca bersikap dingin dan skeptis saat didekati Ravindra, miliarder muda yang gigih. Meski terus-menerus ditolak, Ravindra tidak menyerah. Ia justru menyodorkan kesepakatan menggiurkan berupa Black Card untuk membiayai seluruh kebutuhan Bianca, dengan syarat Bianca harus menjadi miliknya. Kini, Bianca dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan prinsip hidupnya atau menyerah pada tawaran materi tersebut.