APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Amarah Dan Cinta

Amarah Dan Cinta

Yasnina harus menelan kepahitan karena cinta tulusnya pada Devan selalu bertepuk sebelah tangan. Kabar rencana pernikahan Devan menjadi hantaman keras yang menghancurkan perasaannya. Dipicu oleh kemarahan dan rasa kecewa, Yasnina mengambil langkah nekat dengan menjebak Devan dalam sebuah malam intim menjelang hari bahagianya. Akankah nekatnya tindakan ini berhasil menumbuhkan cinta Devan, atau justru memicu kebencian mendalam yang akan mengusirnya selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Silau cahaya matahari membangunkan Devan dari lelapnya. Kepalanya terasa pusing sampai-sampai tangannya terangkat memijat keningnya. Pengar masih terasa dari sisa-sisa alkohol semalam. Seketika Devan terlonjak kaget tatkala menyadari dimana dirinya sekarang berada. Pikirannya kalut bukan main melihat seorang wanita yang masih terlelap di sisinya. Sedikit ingatan semalam berkelebat dalam benaknya. Nafasnya naik turun akibat sesak yang kini menderanya.

Tubuh tanpa helai kain itu gemetar ketika dibawa turun dari ranjang. Sempoyongan memunguti pakaiannya yang berserakan, lalu mengenakannya dengan terburu-buru. Apa yang terjadi semalam bukanlah sesuatu yang Devan inginkan. Hatinya bukan lagi sesak, namun sakit menderanya. Devan tersentak ketika suara wanita yang semalam tidur dengannya terdengar.

“Masih pagi, Van.”

Perasaan yang kacau, amarah yang menggebu membuat Devan nyalang menatap wanita itu. “Demi Tuhan, Yas! Kenapa kamu menjebak aku seperti ini?”

Yasnina turun dari tempat tidurnya hingga membuat Devan memalingkan wajahnya. Yasnina terkekeh sambil menyambar baju yang dilempar asal semalam. “Ini enggak akan terjadi kalau kamu sekali saja kasih aku kesempatan.”

“Harus aku bilang berapa kali cinta bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.”

Jawaban Devan membuat Yasnina murka. Dia mendekati pria itu. “Kurang apa aku selama ini? Kita kenal dari SMP, tapi kamu selalu memilih perempuan lain, lalu tiba-tiba kamu bilang ingin hijrah dan serius dengan satu gadis. Selama itu kamu enggak mikirin perasaan aku, Van.”

“Cara kamu tetap salah! Kamu sudah membuat aku berzina!”

“Bukannya kamu selama ini juga sudah beberapa kali berpacaran, pasti sudah pernah dong?”

“Demi Tuhan! Aku tidak pernah melakukan hal menjijikan seperti semalam!”

Yasmine hanya tersenyum. Dia melangkah mengambil rokok di atas meja, lalu duduk dengan menopang satu kakinya di atas kaki lainnya. “Aku enggak masalah kamu mau pacaran dengan siapapun, atau kamu hijrah, tapi mendengar kamu akan menikah itu membuatku kacau. Aku enggak bisa membiarkan wanita lain memiliki kamu.”

Devan geram bukan main. Yasnina yang sekarang dihadapinya bukan lagi gadis lugu yang pernah dia kenal dahulu. Yasnina sangat asing baginya. “Awalnya aku ingin meminta maaf dengan tulus, tapi setelah kejadian ini rasanya aku pikir tak perlu lagi minta maaf. Aku kecewa atas tindakanmu.”

“Tapi kamu menikmatinya, Sayang.”

“Menjijikan!” saat Devan hendak keluar, pria itu dibuat kesal karena kamar tersebut terkunci. Membuat Devan kembali menatap Yasnina. “Buka pintunya.”

“Kamu benar-benar enggak bisa melihat aku sebagai wanita yang mencintaimu, Van?”

“Bukan cinta kalau menjerumuskan seperti ini. Itu obsesi!”

Yasnina mematikan rokoknya, menekan puntungnya di atas asbak kaca. “Aku pernah meminta baik-baik, aku menunggu kamu dari SMP sampai sekarang, lalu kamu? sekalipun enggak pernah menganggap perasaanku. Aku temani kamu dari susah sampai kamu punya kedudukan, tapi kenapa kamu harus menikah dengan wanita lain! Kenapa enggak lihat aku!”

Kuat suara teriakan Yasnina terasa menggema di dalam kamar. Mata wanita itu berkaca-kaca menatap Devan. Hatinya terasa perih ketika mendengar kabar pernikahan Devan. Dunianya runtuh seolah-olah tak pernah ada lagi harapan untuknya bisa memiliki Devan.

Kembali Yasnina berkata. “Aku yang selama ini di sisi kamu. Aku enggak pernah pergi bahkan saat kamu berada dalam kondisi terburuk. Waktu kamu bilang kamu mau hijrah, aku senang mendengarnya. Aku enggak masalah waktu kamu ambil jarak dari aku dengan alasan hijrah, tapi…. Aku enggak terima ketika kamu bilang akan menikah dengan wanita lain.”

Mungkin ini adalah untuk yang kedua kalinya Devan melihat Yasnina menangis. Wanita di hadapannya itu selama ini selalu tegar tersenyum, sekuat tenaga tak terlihat lemah di mata siapapun termasuk dirinya.

“Yas…”

“Kamu bilang kamu enggak mencintaiku, apa sekarang kamu mencintai calon istrimu? Kamu ta’aruf, kan dengannya? Kenapa kamu mau menikah dengan wanita yang enggak kamu kenal sebelumnya? Kenapa enggak dengan aku? Kalau perihal cinta enggak cinta, seharusnya kamu bisa kan belajar mencintai aku seperti kamu yang belajar mencintai calon istrimu itu?”

Devan bungkam untuk sesaat, sebelum akhirnya memilih menghentikan perdebatan mereka ketika matanya melihat kunci kamar di atas meja rias. “Tolong jangan beritahu siapapun atas apa yang terjadi semalam di antara kita.”

“Kalau aku hamil?”

Langkah Devan berhenti. Tak menjawab pria itu memilih membuka kuncinya dan pergi begitu saja meninggalkan Yasnina yang terduduk lesu menangis. Dia meraung karena lagi-lagi perasaannya diabaikan.

***

Devan duduk dalam hening di dalam mobilnya. Belum mau melangkah keluar menghadapi keluarganya yang sekarang tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya besok dengan wanita baik-baik yang dikenalnya secara ta’aruf. Sudah jauh melangkah dengan Saskia, terlalu mustahil dibatalkan meski kesalahannya semalam sangatlah fatal. Seharusnya Devan tak menerima tawaran pesta bujang yang diadakan kawan-kawannya, sedangkan dia tahu bahwa itu bukan ajaran agamanya, namun dengan dalih menghormati dan menghargai kawannya Devan akhirnya tetap datang.

Sekarang Devan mengerti mengapa sepasang calon pengantin harus dipingit. Bukan serta-merta sebuah adat, namun juga untuk melindungi keduanya dari hal-hal buruk yang bisa saja terjadi seperti semalam. Devan menyesal karena tak mendengarkan apa yang dikatakan mamanya. Dosanya sekarang bertambah-tambah meninggalkan sesak di dadanya. Devan menangis dengan bahu bergetar hebat. Sakit bukan main rupanya mengkhianati Tuhannya sendiri, dan juga calon istrinya. Sungguh bukan ini yang Devan harapkan dari hijrahnya selama ini..

Tok! Tok!

Kaca mobilnya diketuk menyadarkan Devan. Segera dia menghapus air matanya. Dilihatnya sang adik di luar. “Ada apa, Tha?”

“Abang enggak mau turun? Disuruh mama makan tuh!”

“Iya.”

Devan keluar dari mobilnya. Dia mengusap puncak kepala Agatha dengan sayang. “Semuanya sudah siap?”

“Ya sudah dong. Lagian Abang aneh-aneh aja, calon pengantin kok keluyuran. Nenek sama eyang marah-marah tuh! Nyerocos aja dari semalam! Mama sama papa diomelin tuh sama dua-duanya!”

“Sama kayak kamu nyerocos aja.”

“Ish! Dikasih tahu juga malah ngeledek,” Agatha yang kesal memilih segera berlalu dari sisi kakaknya itu. “Ayam gorengnya buat aku semua ya, Bang!” serunya kemudian ketika dekat dengan pintu masuk.

Devan tersenyum kecil melihat tingkah adik perempuannya. Jilbab lebar yang dikenakannya tidak serta-merta membuat Agatha menjadi anggun, ya setidaknya di luar rumah Agatha masih bisa menjaga sikapnya. Saat Devan masuk semua orang di dalam memandangnya. Terutama nenek dan eyangnya. Sarjita—mamanya menyongsong kedatangan Devan.

“Katanya enggak pakai nginap? Katanya sebentar, ini apa? Kenapa kamu baru pulang sekarang?”

“Maaf, Devan ketiduran di rumah Jeffano.”

“Temen kamu yang kayak preman itu?” tanya nenek dari tempatnya.

Devan melihat wanita berkebaya merah itu dengan senyum. “Nenek masih aja enggak suka sama Jeff.”

“Jelas saja, diakan yang dulu suka ngajakin kamu bolos sekolah? Berteman itu jangan sama begundal, enggak beres nanti hidup kamu.”

Membicarakan Jeffano membuat pikiran Devan tertuju pada temannya itu. Jeffano adalah yang paling ingin mengadakan pesta bujang, dan memaksanya. “Mah, Devan ke kamar dulu ya. Mau istirahat.”

“Iya, tapi habis dzuhur bangun ya. Kita mau pengajian.”

“Iya.”

Segera Devan memasuki kamarnya. Dia harus bicara dengan Jeffano, harus tahu pula siapa yang terlibat semalam hingga dirinya berakhir tidur dengan Yasnina.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 30 Days Lover
8.0
Trauma masa lalu membuat Rayhan takut berkomitmen, hingga ia membuat aturan ketat untuk membatasi hubungan asmaranya hanya selama tiga puluh hari. Namun, benteng pertahanan itu mulai goyah setelah kehadiran Alda, sosok wanita ideal yang sangat memikat hatinya. Kini, Rayhan dihadapkan pada dilema besar. Dia harus memilih untuk tetap aman di balik aturan buatannya atau berani melawan ketakutannya demi memperjuangkan cinta sejati bersama Alda.
Sampul Novel Alia
8.7
Menikah muda setelah dilamar sang kekasih membuat Alia harus membagi waktu antara kuliah dan status barunya sebagai istri. Di bawah tekanan ibu mertua yang membencinya, ia terus berjuang. Bahkan, Alia hampir mengorbankan kehormatannya demi masa depan sang suami. Namun, kemunculan sosok penolong misterius menghadirkan perasaan terlarang di hatinya. Kini, Alia bimbang antara mempertahankan kesetiaan pernikahan atau menyerah pada godaan pengkhianatan.
Sampul Novel Gairah Nikmat Perselingkuhan
9.1
Di tengah keheningan, aku memberanikan diri mendekap Wiwik dengan lembut. Walau sempat mempertanyakan kehadiranku, ia perlahan luluh dan mulai menikmati kehangatan pelukan itu. Suasana kian membara ketika Wiwik membalas dekapanku dengan sangat erat. Kecupan hangat yang mendarat di pipi hingga bibirnya pun disambut penuh gairah. Desahan lirih yang lolos dari bibirnya menjadi bukti nyata bahwa ia telah sepenuhnya hanyut dalam kemesraan yang kami ciptakan.
Sampul Novel Istri yang Dianggap Sempurna
9.6
Kegagalan dua kali pernikahan menyadarkan Keyyan Munir bahwa modal ketampanan fisik saja tidak cukup tanpa kestabilan finansial. Di tengah keputusasaan itu, ia jatuh cinta dan menikahi Shabilal Haq, atau Shabby. Namun, Keyyan tidak mengetahui bahwa sang istri yang tampil sebagai wanita cantik tersebut sebenarnya lahir dengan organ ganda. Akankah pernikahan mereka tetap bertahan saat rahasia biologis Shabby yang selama ini disimpan rapat akhirnya terungkap di hadapan Keyyan?
Sampul Novel SUAMIKU MANTAN PACAR, PACARNYA MANTANKU
8.3
Talitta memilih mengungsi ke Bandung demi menyembuhkan luka akibat pengkhianatan Yuda dan Elsa. Di kota baru ini, Birly mengenalkannya pada Davaro, pria yang ternyata merupakan mantan pacar Elsa. Situasi kian pelik ketika orang tua Talitta kembali dari Jerman dan menjodohkannya dengan Davaro. Talitta pun mencurigai adanya rencana di balik semua ini. Akankah pernikahan yang berawal dari masa lalu rumit ini mampu memicu cinta sejati di antara mereka?
Sampul Novel Teman Tidur CEO Kejam
8.9
Akibat gagal melunasi utang tepat waktu, Beatrice Miller terjebak dalam situasi pelik. Ia terpaksa menyetujui kontrak satu tahun untuk menjadi teman tidur Tyson Lynch. CEO kejam tanpa belas kasihan itu menegaskan bahwa Beatrice boleh pergi kapan saja jika ia sudah merasa bosan, meski masa perjanjian belum berakhir. Kini, Beatrice harus menjalani kehidupan penuh tekanan di bawah kendali pria dingin tersebut. Mampukah ia bertahan menghadapi dominasi sang miliarder itu?