APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Alice and The Blue Sea

Alice and The Blue Sea

Nyawa Alice terselamatkan dari gulungan ombak maut berkat aksi heroik Archer. Sosok misterius penolongnya itu ternyata adalah duyung jantan, fakta luar biasa yang baru Alice percayai setelah menyentuh ekor berototnya sendiri. Usai kejadian ajaib tersebut, Archer meminta bantuan kepada Alice. Akankah kehidupan tenang Alice berubah sepenuhnya setelah terikat takdir dengan sang penghuni samudra? Ikuti kisah fantasi romantis modern yang penuh keajaiban ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Aku di tempat biasa, di pantai," kata Alice dengan santai. Maria masih khawatir di senerang sana.

"Cepatlah pulang. Sudah hampir larut malam, apa kau tidak takut diculik?" Alice menertawakan kata-kata Maria, Mana mungkin dia diculik semudah itu?

"Oke oke, aku pulang. Tenang Maria, kau tidak perlu takut. Alice tidak mudah diganggu."

Alice tertawa ketika Maria masih mengoceh. Tidak ingin membuat temannya khawatir, Alice akhirnya menuruti perintahnya dan meninggalkan pantai.

***

"Jika dia melihat kita lebih awal, maka hidup kita dan masa depan kita pasti selesai!" ujar Kai, jantungnya masih berdebar kencang karena ketakutan.

Bertentangan dengan Kai, Archer malah tersenyum. Senyum yang sangat lebar.

"Alice ... nama yang cantik."

***

"Dunia manusia tidak seindah yang kau pikirkan. Mereka itu menyeramkan, mereka mungkin tidak punya kekuatan seperti kita tapi entah kenapa mereka selalu bisa mengancam keselamatan kita. Jadi berhentilah berpikir untuk naik ke atas sana dan bergaul dengan mereka. Kau mengerti? Harus berapa kali aku menjelaskan kalau-"

"Ide bagus!"

"A- apa?"

Kai terbelalak saat Archer malah tersenyum lebar setelah mendengar peringatannya. Bukannya merasa takut pria itu malah terlihat lebih bersemangat. Tiba-tiba perasaannya berubah tidak enak. Entah kenapa ia yakin ada hal buruk yang mermaid tampan itu rencanakan.

"Terimakasih Kai, karna perkataanmu aku jadi sadar. Aku harus naik ke atas sana dan hidup layaknya seorang manusia untuk tahu apakah pemikiranku selama ini benar atau salah. Aku tidak bisa mengatakan kalau perkataanmu salah jika aku belum membuktikannya sendiri. Aku pergi dulu."

Kai terdiam. Rasanya ekornya tidak bisa berenang setelah mendengar perkataan sahabatnya itu. Kai baru sadar dari lamunannya setelah beberapa saat kemudian Archer sudah menghilang dari depannya.

"Sial!" maki Kai. Ia kemudian berenang menyusul Archer yang pergi entah kemana.

***

"Iya Maria ... aku tahu. Kau tidak perlu khawatir."

Alice menghela nafas panjang saat Maria, sahabatnya yang sekarang sedang menelponnya terus mengingatkannya untuk berhati-hati. Padahal Alice hanya ingin pergi ke pantai yang biasa ia datangi saat pikirannya sedang suntuk. Ia ingin menjernihkan pikirannya bukan untuk bunuh diri atau apalah yang dipikirkan oleh sahabatnya itu.

"Oke aku paham. Sekarang aku harus pergi, jadi telponnya aku tutup dulu, dah ...."

Alice tersenyum sembari menggeleng pelan mengingat betapa cerewetnya sahabatnya itu. Kalau dipikir-pikir sudah cukup lama ia dan Maria tidak bertemu. Mau bagaimana lagi, Maria agak sibuk belakangan. Namanya sedang naik sebagai seorang YouTuber. Meski begitu, Alice senang karna Maria selalu menyempatkan diri untuk menghubunginya. Alice harus menemui gadis itu nanti.

Alice melangkahkan kakinya menuju mobilnya. Menikmati perjalanan menuju tempat biasa di mana ia menghabiskan waktu luangnya. Gadis cantik itu tersenyum saat beberapa menit kemudian matanya disuguhi hamparan laut biru dan pasir putih yang cantik. Setelah memarkirkan mobilnya, gadis itu kemudian melangkah cepat menyusuri pantai, duduk di batu karang besar di mana ia biasa menghabiskan waktunya. Cuaca sangat bagus hari ini, meski beberapa kali ada ombak yang cukup tinggi. Alice yang awalnya memakai cardigan bahkan membukanya karna merasa agak kegerahan, menyisakan baju kaos putih dan hotpants membalut tubuh indahnya.

Tiba-tiba Alice merasa sangat ingin berenang, sepertinya akan terasa lebih segar jika ia melompat ke dalam air jernih di depannya. Tanpa pikir panjang, Alice kemudian melompat ke dalam laut dan berenang menuju bagian yang sedikit lebih dalam.

***

"Sial!" teriak Archer saat melihat gadis yang sejak tadi ia intip tiba-tiba melompat ke laut. Matanya terbelalak saat gadis itu tak kunjung timbul ke permukaan. Pikiran buruk tiba-tiba menghampiri Archer. Bagaimana kalau gadis itu bunuh diri? Bagaimana kalau dia berencana mengakhiri hidupnya dengan menenggelamkan dirinya? Archer banyak menemukan manusia yang mengakhiri hidup seperti itu. Entah apa masalah yang mereka hadapai hingga mereka berakhir memutuskan untuk mengambil langkah mengerikan seperti itu. Hal itu juga lah yang memperparah pandangan para mermaid soal manusia. Jika pada sesamanya sama mereka bisa setidak peduli itu, apa lagi pada makhluk yang berbeda seperti mereka.

Archer yang panik langsung berenang menyusul gadis itu. Berusaha sebisa mungkin mengikutinya tanpa ia ketahui, sekedar memastikan apakah benar gadis itu berniat bunuh diri atau tidak.

Archer menghela nafas lega saat tahu bahwa Alice hanya berenang. Ia tersenyum saat melihat senyum lebar di wajah Alice. Jarang sekali ia melihat senyum selebar itu di bibir ranum milik gadis cantik itu. Biasanya jika bukan wajah murung, maka yang ia tunjukkan adalah senyum kecil. Archer dibuat turut senang karenanya. Sayangnya itu tak bertahan lama saat Archer sadar kalau gadis itu mulai terseret ombak. Tanpa pikir panjang, Archer langsung berenang dengan cepat berusaha menyelamatkan Alice.

Alice tersentak saat tiba-tiba kakinya kram, oksigennya semakin habis saat ia merasa tubuhnya diseret ke tengah laut oleh ombak. Alice yang tidak bisa apa-apa hanya berusaha menggerakkan kakinya. Apa ia akan mati di sini? Apa hidupnya akan berakhir di tempat di mana ia paking menikmati waktunya? Itu sangat sadis! Alice masih ingin hidup. Atau kalau pun ia harus mati maka bukan di sini. Saat kesadaran gadis itu mulai hilang, sekelebat bayangan yang terlihat seperti seorang pria mendekatinya dan merengkuh pinggangnya. Alice berubah lega, sadar bahwa ada seseorang yang menyelamatkannya.

Alice terengah saat ia dan pria yang menyelamatkannya akhirnya sampai di pinggir pantai. Menarik nafas berkali-kali, Alice mengucapkan terima kasih pada pria yang tidak ia ketahui namanya itu karna telah menyelamatkannya. Tapi mata Alice terbelalak saat ia melihat bahwa seseorang yang menyelamatkannya bukanlah manusia biasa, melainkan seorang pria tampan dengan otot sempurna membalut tulangnya dan ekor dengan sisik cantik dari pinggang hingga ujung ekornya.

"Ka-kau? Siapa kau?" teriak Alice dengan mata terbelalak.

"Aku? Aku Archer," kata Archer dengan senyum cerah di wajahnya.

Alice menggelengkan kepalanya. Dia kemudian melihat ekor Archer. Tidak, tidak mungkin pria itu adalah mermaid. Mereka tidak nyata. Itu tidak mungkin. Alice kemudian menertawakan dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa mengira pria itu adalah Merman? pasti dia hanya sedang shuting.

"Jadi, kamu sedang membuat film atau apa? Kenapa kamu memakai kostum mermaid seperti itu? Oh, tapi ... sebelumnya terima kasih karena sudah menyelamatkanku."

Dua alis Archer mengerut. Tatapannya jatuh pada ekornya sendiri dan kembali menatap Alice. Oh, gadis itu pasti tidak percaya bahwa dia adalah seorang Merman. Ya, memang sulit dipercaya. Mermaid selalu hidup bersembunyi, di bawah laut yang paling dalam. Manusia bahkan akan sulit menemukan mereka bahkan dengan menggunakan teknologi secanggih apapun, karena di bawah sana tekanan air sangat tinggi. Apapun tak akan berhasil melewatinya. Itu sebabnya keberadaan mereka selalu dianggap sebagai mitos belaka meskipun beberapa orang mengaku pernah melihat wujud mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Salesman Biasa
9.0
Nasib Ardhan Aji Pradiptio berbalik arah setelah menyelamatkan seorang kakek misterius yang memberinya benda ajaib. Dari pria malang yang kariernya hancur, sering dihina atasan, dan gagal menikah, Ardhan kini bisa melihat kadar kebaikan serta kejahatan orang lain lewat matanya. Namun, kemunculan sosok pria bermata ganjil seketika memicu kebimbangan besar. Sanggupkah Ardhan membongkar jati diri sebenarnya dari sosok misterius tersebut?
Sampul Novel Geger di Bhumi Manggala
8.2
Tangisan Tadah Asih menggema di bawah langit Kilen yang memerah, menjadi awal dari ramalan kelam seorang petapa suci tentang kehancuran Bhumi Manggala. Saat sebuah kerajaan dirundung duka akibat kematian tragis seorang bangsawan agung, para prajurit setianya pun bangkit melakukan aksi bela pati. Di tengah situasi yang kian kacau dan dunia yang mulai runtuh, seorang pemuda berdiri dengan kemarahan memuncak. Ia memutuskan melangkah pergi demi menuntaskan dendam membara di hatinya.
Sampul Novel Luna Tak Terikat
8.0
Lima tahun memimpin suku, Kaitlin tetap menjaga kesuciannya. Ketika Rosalyn, kakaknya, pulang tanpa keturunan, Phillip Elliott mendadak menuntut seorang pewaris. Hati Kaitlin hancur saat mengetahui niat busuk Phillip yang hanya ingin menjadikannya rahim pengganti untuk menyokong posisi Rosalyn. Merasa dikhianati, Kaitlin memilih pergi dan kembali ke orang tua angkatnya. Tak disangka, Phillip yang biasanya bersikap dingin kini justru memohon padanya untuk kembali dengan penuh keputusasaan.
Sampul Novel Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran
8.1
Kehidupan mewah Tanya Quinn hancur seketika setelah keluarganya habis dibantai dalam sebuah serangan. Demi bertahan hidup dari kekejaman dunia luar, gadis cantik ini terpaksa melarikan diri ke Hutan Malapetaka yang terkenal sangat mematikan. Di ambang kematiannya, ia justru diselamatkan oleh pria asing tanpa busana yang misterius. Kini, di tengah rasa duka dan hasrat membalas dendam, Tanya harus menghadapi sosok tersebut. Apakah pria ini bahaya baru atau pelindung baginya?
Sampul Novel Terlahir Kembali: Suamiku Merasakan Sakitnya Melahirkan
8.5
Setelah kehilangan pekerjaan saat hamil empat bulan, seorang istri menghadapi kekejaman suaminya yang meminta pembagian pengeluaran masing-masing. Bahkan saat pendarahan, pria itu menolak membantu hingga ia dan bayinya tewas. Beruntung, ia terbangun kembali di hari suaminya mengajukan usulan tersebut. Kali ini ia langsung setuju, sebab suaminya tidak tahu bahwa ia adalah siluman kuda laut yang bisa memindahkan janin ke perut sang suami.
Sampul Novel Tunangan Kontrak Grand Duke
9.5
Cette terlempar ke dunia novel fantasi dan menjadi putri bangsawan yang ditakdirkan mati tragis di tangan Morrigan. Sang Grand Duke kejam berjuluk Pria Musim Dingin itu adalah sosok yang nantinya akan merebut takhta. Bertekad menyelamatkan diri, Cette mencoba kabur sejauh mungkin. Sialnya, rencana itu gagal total saat Morrigan mendadak muncul dan menyodorkan proposal pertunangan kontrak. Kini, ia harus menjalani kesepakatan maut demi mengubah takdirnya.