APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ALASKA

ALASKA

Bhalendra Alaska Arlic meyakini bahwa perubahan sejati harus muncul dari kesadaran pribadi. Meski terus didera kepedihan hingga batinnya hancur, Alaska tetap berusaha tegar. Masa lalunya bersama Yesaya justru menorehkan trauma hebat dibanding memori indah. Di sisi lain, Azka memandang cinta tak lebih dari sekadar bualan belaka. Terperangkap dalam bayang-bayang kepedihan lama, sanggupkah kehadiran orang baru meruntuhkan benteng pertahanan Alaska dan memulihkan luka di hatinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aku kira kita saling cinta. Tapi ternyata aku hanya cinta sendiri?"

***

Pagi ini Alaska tampak sibuk, ia krasak-krusuk sendirian tidak menentu yang membuat Azka menatapnya heran. Bahkan Alaska yang kali ini tampak rapi entah kemana. Padahal ini masih terlalu pagi.

"Ka, mau kemana pagi-pagi gini?" tanya Azka pada Alaska yang tak dapat menahan rasa penasarannya itu.

"Mau ke kampus."

"Sekarang? Kok cepet banget?" tanya Azka lagi.

"Gue mau ke kampus Ka, gue mau ketemu sama Yesaya, karena hari ini dia pasti datang pagi. Gue khawatir dia kenapa-napa." pungkas Alaska lagi dengan terburu seraya memakai tali sepatunya yang bersiap akan berangkat.

"Yaelah Alaska Arlic, positif thinking aja kali. Siapa tau aja, semalam itu dia gak kabarin lo karena handphone-nya mati, atau baterainya lowbet, kan bisa aja, jangan nethink dulu dong!" Azka yang berusaha menenangkan sahabatnya yang tampak amat gelisah pagi ini.

"Bukan itu masalahnya Azka, gue itu tau gimana pacar gue. Dia gak akan pernah ngebiarin baterai handphone-nya mati apalagi lowbet Azka!"

"Iya tapikan mungkin aja dia ketiduran, karena capek pulang dinner, lo udah berpikiran buruk aja." tukas Azka lagi mencoba membuat Alaska tenang, tapi tetap saja pria itu dipenuhi dengan ketakutannya.

"Udah deh Ka, dari pada menerka-nerka yang belum pasti, mending gue temui langsung aja sama orangnya, gue mau berangkat dulu! Oh iya, lo nyusul ya, gue tunggu di kampus!" teriak Alaska yang udah berlari duluan ke arah kuda besinya yang siap untuk membelah jalanan raya pagi ini.

"Emang dasar ya, kalo udah bucin susah banget dibilangin." omong Azka sendiri, seraya memakan roti bakar bikinannya sendiri menikmati kesendiriannya saat ini, sebelum waktu kuliah.

Sementara Alaska? Ia tetap melajukan kuda besinya dengan cepat membelah jalanan raya berharap pagi ini tidak terjadi macet sama sekali, karena ia ingin bertemu dengan Yesaya yang tidak ada kabar sama sekali dari semalam. Padahal, Alaska berpesan jika ia sudah sampai, beri kabar dan berharap jika gadis itu menghubunginya.

Tiga puluh menit berlalu.

Akhirnya Alaska sampai di kampus. Sedangkan waktu masih menunjukkan pukul 09.45. Berbeda beberapa jam dengan jadwal kuliah Alaska yang akan berlangsung hari ini, tapi demi bertemu dengan Yesaya ia rela datang sepagi ini.

Udah datang buru-buru, tapi yang akan ditemui Alaska belum juga datang. Dan biasanya, Yesaya selalu datang pagi sebelum waktu kuliah berlangsung, untuk sekedar kumpul atau mungkin menikmati taman seraya melihat hasil dari pemotretannya.

Alaska rela menunggu kekasihnya itu datang. Bahkan sampe setengah jam sekalipun. Ternyata benar saja, Yesaya akhirnya sampai saat tepat pukul 10.15, tapi ada yang ganjal dari penglihatan Alaska pagi ini.

Yesaya, turun dari sebuah mobil yang bukan miliknya, dan yang paling mencurigakan ada pria yang turun membukakan pintu mobil untuk gadis itu.

Deg!

Hati Alaska bak dihujam sembilu yang harus membuat luka yang menganga lebar di relung hatinya. Tapi lagi-lagi pria itu berusaha untuk terlihat baik-baik saja di hadapan kekasihnya dan pria yang tidak ia kenali itu. Akan tetapi, ia masih menggunakan kepala dingin untuk tidak langsung berpikiran buruk. Alaska berjalan ke arah Yesaya dan berusaha dengan tenang menanyakan padanya siapa pria ini, dan kenapa semalam tidak bisa dihubungi.

Alaska berjalan mendekati keduanya, dengan langkah pasti namun dengan hati yang sedikit berkecamuk, jika harapannya tidak sesuai dengan kenyataan.Sontak wanita itu terkejut dan menatap Alaska dengan mata yang membulat.

“Hai." sapa Alaska dengan pembawaannya yang tenang.

"Ha-hai. Alaska kok kamu cepat banget datangnya?" jawab gadis itu gelagapan karena tidak menyangka jika Alaska datang pagi ini. Entah apa yang ada dalam benak wanita itu, ia masih berusaha untuk terlihat biasa meskipun dari sikap dan tingkahnya mudah dibaca bahwa ia tengah gelisah.

"Tadi mau ketemu sama kamu makanya datang pagi. Semalam kok gak kasih kabar kalo udah di rumah?" tanya Alaska yang masih berusaha tenang, meskipun sebenarnya ia ingin berteriak, menangis, dan menampar pria yang ada di hadapannya itu.

"Iya, semalam itu aku ketiduran. Jadinya gak kabarin kamu." elak Yesaya yang masih terlihat canggung.

Dan tiba-tiba pria itu angkat suara.

"Ini siapa Yesaya?" tanya pria itu.

"Hah? Di-dia Alaska." jawab Yesaya, yang wajahnya semakin panik meskipun ia berusaha terlihat santai.

"Oh iya kenalin aku Robi pacarnya Yesaya." tutur pria itu seraya mengulurkan tangannya pada Alaska. Sontak kalimat itu membuat sembilu menghujam jantung dan hatinya, tapi Alaska harus diam, karena ia tidak ingin memperlihatkan kecewa dan lukanya di hadapan pria dan wanita yang ia cintai itu.

Bagai disambar petir disiang bolong.

"Pa-pacar?" ulang Alaska gugup.

"Iya pacar, emangnya Yesaya gak pernah cerita ya? Kita itu satu agensi, jadi cinlok deh, ya walaupun kita diam-diam sih." tutur pria itu dengan semringahnya pada Alaska yang hati dan jantungnya remuk redam. Bahkan kebenaran pun tidak pernah dikatakan oleh Yesaya orang yang amat ia cintai.

Apa Alaska salah? Terlalu berharap kepada manusia hingga akhirnya kecewa?

Yesaya yang berada di hadapan Alaska hanya terdiam dan semakin gelisah.

"Oh gitu, ya. Kalo gitu, gue pulang dulu ya, maaf ganggu kalian." tukas Alaska yang kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua berlalu ke parkiran.

Ingin rasanya memberontak, berteriak, dan menangis tapi itu tidak mungkin dilakukan oleh pria itu, yang hanya bisa ia lakukan saat ini adalah diam. Dalam diamnya Alaska berpikiran kenapa harus dia yang jatuh dalam kehidupan seperti ini. Kenapa bukan yang lain?

Hari ini adalah hari yang membuat Alaska kecewa. Harapan dan kenyataan tidak seiras dengan yang ia bayangkan. Alaska memutuskan untuk pulang ke kostnya dan tidak ingin berada di kampus untuk saat ini, karena luka yang kali ini begitu terasa.

Perjalanan kembali ditempuh Alaska, tapi kali ini dengan suasana hati yang berbeda. Dengan rasa kecewa.

***

Suara motor Alaska membuat Azka kepo dan bergegas keluar.

"Heh? Kok balik lagi? Bukannya tadi lo mau ketemu apa pacar lo itu?" tanya Azka setengah kepo.

"Udah ketemu." singkat Alaska yang masih membuang asap kendaraannya dengan suara gas motor yang amat mengganggu telinga.

"Lah terus kenapa wajah lecek amat dah?" -Azka.

"Karena lagi gak enak hati." ketus Alaska yang turun dari motornya. Lalu masuk ke dalam rumah, namun satu hal yang membuat Azka penasaran mata Alaska yang sembab dan hidungnya yang memerah seperti habis nangis.

Apa jangan-jangan pacarnya berulah lagi? Pikir pria itu saat melihat sahabatnya yang galau.

"Hahaha Alaska, lo itu lucu banget yah! Pake nangis segala, baru kali ini deh gue liat cowok nangis. Pasti gara-gara pacar lo ya? Lembek amat lo, hahahaha." ledek Azka dengan tawa semringahnya. Padahal, ia hanya ingin membuat suasana cair, tapi nyatanya tanggapan Alaska tetap dingin.

Alaska sontak menatap Azka dengan tajamnya, dan Azka harus tersentak diam. Ia tau jika kali ini, Alaska sedang marah. Tatapan Alaska padanya begitu tajam, setajam tatapan elang yang amat menusuk dan mengerikan.

Deg!

"Hehehe, itu tatapannya biasa aja dong." elak Azka yang berhenti tertawa.

"Lo pikir ini lucu!" tegas Alaska lagi.

"I-iya enggak. Jangan gitu juga dong Ka, kan gu-gue gak maksud ledekin lo." gugup Azka yang gemetar menatap wajah tampan sahabatnya berubah menjadi tajam dan mengerikan tak seperti biasanya.

Namun dibalik itu, Azka juga menaruh curiga pada Yesaya.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Mengunci Keluarga Suamiku
9.0
Di hari jadi pernikahan mereka, sebuah rahasia kelam terungkap. Sang istri menemukan draf catatan kehamilan penuh kasih sayang di ponsel lama suamiku, James Vance, padahal dirinya tak pernah hamil. Meski James berdalih itu milik temannya, bukti foto USG atas nama Amelia Harper di folder sampah tak bisa berdusta. Menahan perihnya pengkhianatan ini, ia mencoba tenang dan langsung menelepon Margaret, sang ibu mertua. Kini, tabir misteri keluarga mereka mulai terbuka.
Sampul Novel Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat
9.4
Sejak kondisinya menjadi bodoh, sang pemuda selalu dirawat sendiri oleh ibu angkatnya melalui pijatan dan bantuan olahraga. Sang ayah angkat pun memanfaatkan keadaan tersebut untuk bermesraan di depannya tanpa ragu. Namun, mereka tidak tahu bahwa ia sebenarnya sudah lama sembuh normal. Saat sang ibu melakukan panggilan video dengan suaminya sambil menggunakan alat bantu, pemuda ini diam-diam mengambil alih benda tersebut ke tubuh sang ibu tanpa disadari sang ayah.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Married The Wolf Queen
8.4
Akibat menentang perjodohan dari sang ayah, Ratu Jenny dikutuk menjadi seekor serigala putih dan dibuang dari kerajaannya. Terasing di dunia manusia tanpa wujud aslinya, ia bertemu dengan seorang pria asing. Pria tersebut menjadi tumpuan harapan Jenny untuk membebaskan diri dari sihir jahat itu. Mampukah Jenny mematahkan kutukan tersebut dan merebut kembali takdirnya sebagai ratu? Ikuti kisah perjuangannya di sini.
Sampul Novel Misi; Mengandung Benih Tuan Vince
9.3
Qiara Selena Odelia sangat mendambakan sebuah pernikahan yang tulus dan bahagia. Sayangnya, impian itu harus tertunda saat ia terikat kontrak dengan Vincenzo Nick Emyr. Pria dingin tersebut telah menutup rapat hatinya akibat luka mendalam dari cinta pertamanya di masa lalu. Berawal dari sebuah misi rahasia, takdir justru menjebak mereka dalam komitmen formal yang disepakati bersama. Di tengah trauma masa lalu Vince, mampukah hubungan sandiwara ini berubah menjadi cinta yang nyata?
Sampul Novel Suami Sempurnaku Memiliki Kehidupan Ganda?
8.2
Demi lolos dari pernikahan paksa dengan lelaki tua, Rena memilih menikah cepat dengan Kellan, pria asing yang terlihat begitu perhatian dan ideal. Mulanya, rumah tangga mereka berjalan manis dan penuh perlindungan. Namun, kebahagiaan itu hancur setelah Rena membongkar rahasia besar serta motif tersembunyi sang suami. Merasa dikhianati, Rena mengajukan perceraian lalu memutuskan pergi, tetapi Kellan menolak melepaskannya begitu saja.