APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Akupun Menandatangani Namanya

Akupun Menandatangani Namanya

Setelah dikhianati oleh suaminya, Marvin Kurniawan, dan diracuni hingga tewas oleh putra kandungnya sendiri demi kekuasaan Irma Fasnitan, seorang wanita mendapatkan kesempatan kedua. Terbangun tepat di hari pernikahannya di masa lalu, ia bertekad mengubah nasib tragisnya. Alih-alih menandatangani dokumen pernikahan, ia menuliskan nama Irma, lalu melarikan diri bersama seluruh harta warisan peninggalan orang tuanya demi menyelamatkan diri dan membalas dendam secara elegan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Perjanjian antar keluarga memaksa tunangan aku, Marvin Kurniawan, untuk menikah dengan aku.

Orang tuaku telah meninggal.

Sementara dia tergila-gila dengan Irma Fasnitan, putri dari musuh keluarga kami.

Pada akhirnya, Marvin menelan seluruh kekaisaran keluargaku dan membuang aku ke dalam bahaya.

Ia memamerkan Irma di sisinya, seolah wanita itu adalah trofi atas kemenangan yang berhasil diraihnya.

Dua puluh tahun kemudian, aku berada di ambang kematian.

Putra kami sendiri, anak aku dan Marvin yang menggenggam racun itu.

Dia berkata aku tidak berguna, dan ayahnya butuh kekuatan keluarganya Irma.

Lalu saat membuka mata lagi, aku sudah hidup kembali.

Kembali ke hari sumpah pernikahan aku.

Kali ini, untuk menyelamatkan keluargaku, aku tidak akan menandatangani namaku di perjanjian itu.

Aku menandatangani namanya, Irma Fasnitan.

Sedangkan aku? Aku membawa lari seluruh harta warisan yang ditinggalkan orang tuaku dan menghilang.

Kali ini, aku tidak akan menjadi orang bodoh yang sekarat demi pria yang tak pernah menjadi milikku.

Dua puluh tahun pernikahan berakhir dengan kematian aku. Suamiku, Marvin dan putra aku adalah pembunuhku. Tentu saja, dia sudah menelan seluruh kekaisaran keluargaku. Semua ini demi Irma, putri dari musuh keluarga kami.

Aku membuka mataku. Aku... hidup kembali.

Kembali ke gereja, pada hari sumpah pernikahanku bersama Marvin, sehari setelah pemakaman orang tuaku.

“Dengan nama Marvin Kurniawan dan Sara Rusadi, kita menyaksikan sumpah pernikahan ini. Sumpah untuk mengikat dua kekaisaran, dengan darah dan hukum.” Suara pendeta bergema di ruang besar Gereja Santa Maria di Kota Cessana.

Tunangan aku, Marvin, berdiri di sebelahku.

Dia memegang keris upacara, pusaka keluarga.

Namun matanya terpaku pada Irma yang duduk di bangku paling belakang.

Sama seperti sebelumnya.

Ia mengenakan gaun sutra berwarna merah terang, dengan senyum kemenangan terukir di wajahnya.

Aku mengenali kalung safir itu.

Itu barang unggulan dari lelang Sortina terakhir.

Tampaknya Marvin tak segan mengeluarkan biaya besar untuk membuatnya bahagia.

Dia tahu Marvin mencintainya.

Dan aku? Aku hanyalah korban yang akan disembelih.

Kenangan dari kehidupan sebelumnya menusuk hatiku.

Malam pernikahanku, aku menunggunya dengan gaun tidur sutra baru.

Namun sepanjang malam, Marvin tidak pernah datang.

Dia sibuk menghibur Irma yang konon “terkejut” oleh upacara kami.

“Dia itu tamu, Sara. Kamu itu keluarga. Keluarga harusnya bisa mengerti.”

Kebohongan itu terus diulangnya selama dua puluh tahun.

Dan selama dua puluh tahun itu, aku melawan dia dengan satu-satunya senjata yang aku punya: pengawal lama ayahku dan kemampuan aku mengelola bisnis keluarga.

Tapi dia sabar.

Seperti rayap, ia menggerogoti fondasi aku sedikit demi sedikit.

Dia menghabiskan dua dekade untuk mengisolasi, merampas kekuatan aku, dan menunggu.

Dia menunggu sampai putra kami mencapai cukup umur, dan menjadi penerus yang sah untuk mewarisi segalanya.

Setelah itulah ketika aku telah memenuhi tugas aku, aku benar-benar menjadi tak berguna.

Sampai putra kami berdiri di sisi ranjangku yang sudah sekarat dengan membawa racun di tangannya...

“Kamu tidak berguna lagi, Ibu. Ayah butuh keluarganya Irma.”

Lalu Marvin mendekat, kata-kata terakhirnya lebih menusuk seperti pisau.

“Emang kamu benar-benar berpikir aku bisa mencintai alat? Kamu selalu begitu naif, Sara.”

Kuku aku menancap ke telapak tangan hingga berdarah.

Rasa sakit tajam itu menarikku keluar dari pusaran kenangan.

Itu membuat aku tetap sadar.

Sekarang, pria ini akan memainkan permainan yang sama.

Tapi kali ini, aku tidak akan menjadi bidaknya.

“Marvin,” kataku dengan suara lembut.

Dia akhirnya melepaskan pandangannya dari Irma. “Apa?”

Nada suaranya datar, tak sabar, seolah aku hanya orang asing yang menjijikkan.

“Sumpah pernikahan ini...” tanyaku dengan pelan, “Sudah kamu baca dengan teliti?”

Alisnya mengkerut. “Tentu saja. Kamu pikir aku bisa buat kesalahan semacam itu?”

Hatiku terasa seperti terbelah menjadi dua. Bahkan di depan Tuhan, suaranya masih penuh penghinaan pada aku.

“Aku hanya ingin konfirmasi nama pengantin wanita,” ujarku dengan tenang.

Marvin melirik perjanjian dan mendengus. “Sara Rusadi. Siapa lagi kalau bukan kamu?”

Penghinaan di matanya menjadi jaminan yang kubutuhkan.

Pada saat dia beralih ke pendeta untuk mengkonfirmasi, aku bergerak.

Tangan aku gemetar, tapi tekad aku sekeras baja.

Aku menukar perjanjian di atas altar dengan perjanjian identik yang telah aku sembunyikan di lengan.

Versi baru itu memiliki satu perubahan kecil.

Setelah ditandatangani, perjanjian ini sah secara hukum keluarga. Tidak dapat diubah.

Marvin menginginkan Irma?

Baiklah. Aku akan memberikannya pada Marvin.

Aku menusuk jariku dengan ujung keris, membiarkan darah menetes ke nama baru.

Rasa perih hampir membuat air mata aku menitik.

Bukan karena luka itu. Tapi karena dua puluh tahun penderitaan akhirnya berakhir.

Setiap tetes darah aku jatuh tepat di atas nama yang telah kutulis: Irma Fasnitan.

“Sumpah ini sah,” ujar pendeta, dengan suaranya terdengar jauh.

Marvin mengangguk puas, kilatan kemenangan lewat di matanya.

Dia berpikir dia telah memainkan semua orang dengan sempurna.

Dia tidak tahu, dia sendiri yang baru saja menjebak dirinya dengan wanita yang sebenarnya dia inginkan.

Dan aku? Aku akhirnya bebas.

Setelah upacara, para tamu pergi satu per satu.

Marvin langsung menghampiri Irma, bisik-bisik di telinganya.

Irma tertawa dengan suaranya yang manis tapi kejam, dan memastikan semua orang melihatnya bersama “penerus yang diharapkan.”

Tak ada yang memperhatikan aku di sudut ruangan.

Sama seperti dua puluh tahun lalu.

Aku kembali ke rumah keluarga aku dan langsung ke kamar aku.

Aku membuka loker, mengambil dokumen dana amanah rahasia yang ditinggalkan ibuku.

Delapan ratus miliar rupiah.

Sebelum meninggal, ibuku pernah menggenggam tanganku dan berbisik. “Sara, kalau kau nanti perlu kabur, gunakan uang ini. Bangun hidup baru untuk dirimu.”

Saat itu aku tak mengerti. Tapi sekarang aku sadar.

Ibuku juga pernah menjadi korban karena pernikahan politik lainnya.

Penderitaan seumur hidupnya menjadi kunci untuk kebebasan aku.

Aku sedang mengambil paspor dan kartu identitas ketika mendengar suara Marvin di luar pintu kayu tebal. Ia sedang menelepon. Nada suaranya begitu lembut, hingga aku hampir tak mengenalinya.

“Jangan khawatir, Irma. Sumpah pernikahan itu cuma formalitas.”

Tanganku berhenti.

“Setelah perjanjian itu jadi sah, aku akan punya alasan sah untuk menyingkirkannya.”

Mata aku terbelalak.

Di kehidupan sebelumnya, dia seperti kelinci. Begitu hati-hati, takut pada kekuatan yang aku miliki.

Kali ini, dia salah menilai diamnya aku sebagai kelemahan aku.

Bodoh. Dia mencoba bertindak lebih cepat dari yang seharusnya.

“Kamu yakin bocil itu tidak akan buat masalah?” Tawa Irma terdengar tajam seperti kaca, yang bahkan menembus pintu kayu.

Aku mendengar suara Marvin, begitu penuh kasih sayang yang tidak pernah dia tunjukkan pada aku.

“Kalau dia berani bicara satu kata saja, aku akan membuatnya menghilang. Selamanya.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DESTINY OF LOVE
9.7
Bagi Reyna, impian pernikahan abadi berubah menjadi takdir kelam. Gadis desa yang polos ini harus menelan pil pahit kegagalan rumah tangga sebanyak dua kali dari tiga pernikahannya. Prahara hidupnya dimulai sejak masa kuliah, ketika ia salah mencintai Riko hingga hamil di luar nikah. Walau dipaksa aborsi, Reyna teguh mempertahankan bayinya. Meski akhirnya mereka menikah resmi, hubungan itu hancur dan meninggalkan trauma mendalam pada diri Reyna terhadap pria.
Sampul Novel Hanin & Wahyu
8.0
Hanin dan Wahyu tumbuh bersama sebagai saudara kembar yang tak terpisahkan. Namun, jalan hidup mereka berubah drastis setelah menikah. Suratman berhasil membangun karier sebagai konsultan bank dan beristrikan sekretaris hotel yang penuh ambisi. Di sisi lain, Suratmin hanya menjadi petugas kebersihan dengan istri seorang ibu rumah tangga biasa. Jurang status sosial serta perbedaan pola asuh anak yang sangat kontras ini memicu perselisihan besar yang mengorbankan masa depan anak-anak mereka.
Sampul Novel My Crazy Teacher
8.6
Arka Bimantara, guru pengganti rupawan sekaligus cucu pemilik SMA elite di Bandung, menjadi idola baru para siswi. Namun, fokus Arka hanya terkunci pada Nayena Lim, siswi pintar penerima beasiswa. Terpikat pesona Naya, Arka memakai segala taktik untuk mendekatinya. Ia bahkan nekat melanggar batasan etika guru dan memanfaatkan pengaruh besarnya demi memastikan gadis itu tunduk pada semua kemauannya.
Sampul Novel Possessive Husband
7.9
Di usia 17 tahun, Kiara terpaksa menikahi Keith Wilson, gurunya sendiri, karena perjodohan mendadak. Kiara menolak keras, namun Keith menerima pernikahan itu demi rencana terselubung. Setelah sah menjadi suami, Keith bersikap sangat posesif dan membatasi kebebasan Kiara. Konflik rumah tangga mereka kian memanas saat rahasia masa lalu terbongkar dan sosok wanita lain hadir menguji kesetiaan. Di tengah rasa sakit, mampukah Kiara memaafkan Keith yang mulai dicintainya?
Sampul Novel Sekretaris Cupu Vs Boss Arrogant
8.5
Pasca-kecelakaan pesawat yang merenggut ibunya, Carla Azannadia, putri seorang ART, terjebak di pusaran nasib malang. Kini ia bekerja di Royal Group bukan hanya sebagai sekretaris biasa, melainkan menjadi mata-mata bagi Gerald Barrack Amyts. Di balik kemewahan dunia elit, Gerald memperlakukan Carla layaknya pion dalam permainan hati yang manipulatif. Sanggupkah Carla meloloskan diri dari cengkeraman bosnya yang arogan demi menemukan cinta sejati?
Sampul Novel Wanita Malam Kesayangan Tuan Muda
8.1
Alayya Farhana, wanita malam berusia 24 tahun, mendapat kesempatan hidup kedua lewat donor jantung misterius. Hidupnya berubah setelah bertemu Ibrahim Abhimata. Pria itu menuntut Alayya meninggalkan dunianya karena jantung di tubuhnya adalah milik mendiang istri Ibrahim. Di tengah paksaan Ibrahim dan debaran aneh di dadanya, Alayya terjebak dilema. Saat rahasia donor itu terungkap, sanggupkah ia pergi atau malah terikat selamanya?