APKDock Logo
Sampul Novel Wanita Malam Kesayangan Tuan Muda

Wanita Malam Kesayangan Tuan Muda

8.1 / 10.0
Alayya Farhana, wanita malam berusia 24 tahun, mendapat kesempatan hidup kedua lewat donor jantung misterius. Hidupnya berubah setelah bertemu Ibrahim Abhimata. Pria itu menuntut Alayya meninggalkan dunianya karena jantung di tubuhnya adalah milik mendiang istri Ibrahim. Di tengah paksaan Ibrahim dan debaran aneh di dadanya, Alayya terjebak dilema. Saat rahasia donor itu terungkap, sanggupkah ia pergi atau malah terikat selamanya?

Wanita Malam Kesayangan Tuan Muda Bab 1

Seringai senyum tercetak jelas dari bibir seorang pria yang saat ini sedang berada di atas tubuh seorang wanita cantik. Tangan kanannya bergerak menyusuri sisi wajah wanita itu. Pelan, yang mana membuat bulu kuduk si wanita meremang seketika. Sama halnya dengan si pria, wanita cantik berkulit putih itu pun menebar senyum yang menggoda juga gerak tangannya yang melingkar pada leher kokoh pria yang tak lagi muda, tetapi tetap terlihat garis ketampanannya itu seketika mematik hasrat kelaki-lakiannya. 

“Malam ini kamu harus jadi milikku, Ayya,” bisiknya lirih tepat di telinga sang wanita yang biasa dipanggil Ayya itu. Embusan napas hangat yang menerpa wajahnya seketika membuat sekujur tubuh sang wanita membeku. Pria itu kembali tersenyum lalu menatap penuh nafsu pada bibir berpemulas merah merona juga seksi itu. 

Perlahan dia gerakan bibirnya mendekati bibir wanita itu, tetapi sial. Baru saja kulit bibirnya akan menyentuh bibir seksi yang sedari tadi menggodanya itu, ketukan pintu kamar menginterupsi gerakannya. Mencoba abai, dia teruskan apa yang sempat dia hentikan. Namun, lagi-lagi suara ketukan pintu mengganggunya bahkan kali ini suara itu begitu memekakkan telinganya, pria itu pun mengeram kesal. 

“Brengsek! Siapa yang berani mengganggu kesenanganku seperti itu!” umpatnya kesal seraya beranjak dari atas tubuh sang wanita. 

“Mungkinkah layanan kamar?” Alayya Farhana Pramudhita bicara sambil beringsut bangkit dari rebahnya. Tubuh atasnya yang menyisakan pakaian dalam itu dia tutupi segera dengan selimut tebal dari ranjang tidurnya.

“Nggak mungkin. Aku nggak pesan apa-apa dan orang hotel tahu aku ke sini bersamamu,” ujar pria bertubuh tinggi dan tegap itu sambil mengancingkan kembali pengait celana panjangnya.

“Buka pintunya! Cepat buka pintu ini atau saya dobrak sekarang!” Mendengar seruan dari luar kamar, Alayya membesarkan bola matanya, tubuhnya tiba-tiba gemetar ketakutan. 

“Jangan bilang itu polisi, Tuan.” Bibirnya pun bergetar saat mengucapkan kalimat itu. 

“Tuan Hardiawan Daneja! Cepat buka pintu kamar Anda kalau Anda tidak ingin saya buat malu!” Kali ini pria bernama Hardiawan Daneja itu yang terbelalak.

“Kurang ajar! Siapa dia berani memerintahku!” ucapnya dengan kesal yang tak terkira, Hardiawan segera menuju pintu kamar hotel tempatnya menginap. Dia ingin tahu siapa yang sudah berani mengganggu malam yang seharusnya indah buatnya itu. 

Saat pintu terbuka, mata Hardiawan kembali melotot sempurna karena bukan hanya satu orang yang berada di balik pintu bercat cokelat kayu itu, melainkan ada sekitar enam orang. Mereka semua memakai jas hitam, tetapi ada satu yang mencolok di antara gerombolan kecil itu. Dia adalah pria yang berdiri paling depan dengan jas slim fit yang membalut tubuh atletisnya, wajahnya tampan dengan cambang tipis di rahangnya, sorot matanya bening tetapi tajam menghunus iris mata Hardiawan yang terkejut saat itu juga. 

“Siapa kamu dan apa urusanmu denganku!” tanya Hardiawan dengan mata memincing.

“Saya nggak ada urusan dengan Anda, melainkan dengan wanita yang ada bersama Anda di dalam.” Tegas, lugas, dingin serta raut wajah yang datar itu berbicara. 

Hardiawan berdecih. Dia melipat kedua tangan di depan dada yang tidak tertutup sehelai benang pun lalu dengan nada sinis dia menanggapi ucapan sang pria. 

“Memangnya kamu siapa? Dia wanita yang aku bayar untuk melayaniku malam ini, kalau kamu mau, tunggulah sampai aku selesai dengannya pria bodoh!” 

Rahang pria itu mengeras. Seenaknya saja pria yang lebih tua darinya itu mengatainya pria bodoh. Kedua tangan kanan yang sedari tadi ada di dalam kantong celana bahannya itu pun terkepal dengan kuatnya. 

“Kalian masuk dan bawa wanita itu keluar, ingat, jangan sampai melukainya,” titahnya kepada kelima ajudan dengan tubuh berotot dan wajah sangar itu. 

“Siap, Tuan.” Kompak kelimanya menjawab. Kemudian tanpa menghiraukan keberadaan Hardiawan yang berdiri di ambang pintu, kelima ajudan itu masuk ke kamar President suits itu berbarengan hingga sempat membuat tubuh pria berusia kepala lima itu terhuyung. 

“Hei! Apa yang kalian lakukan! Berhenti!,” cegahnya, tetapi tidak ada satu pun yang mau menurutinya. 

Hardiawan makin kesal jadinya, dia pun menyusul gerombolan itu yang sudah memaksa Alayya turun dari ranjangnya. Wanita itu tidak terlihat takut meski wajah kelima pria di depannya seakan-akan ingin menelan dirinya. 

“Pergi kalian! Apa-apaan kalian memaksaku berhenti melayani pelangganku, memangnya siapa kalian ini!” pekik Alayya dengan seluruh tenaganya. Tubuhnya yang hanya berbalut pakaian dalam berwarna hitam sempat menggoda iman kelima ajudan laki-laki itu, tetapi mereka harus profesional. Wanita ini keinginan Tuannya, hanya milik Tuan mereka. 

“Segera pakai pakaian Anda dan ikutlah bersama kami, Nona. Jangan membantah maka Anda akan aman bersama kami,” ucap salah satu ajudan. 

“Enak saja! Kalian ini siapa? Saya nggak mau nuruti orang yang nggak saya kenal.” Alayya melengos, kedua tangannya pun sudah terlipat di depan dadanya. 

“Silakan pakai pakaian Anda atau kami akan memaksa anda, Nona?” Ajudan itu bicara lagi, dia bahkan sudah berani menyentuh tangan Alayya membuat Hardiawan yang melihat langsung terbakar emosi.

“Kurang ajar, kalian berani menyerobot kamarku dan menyentuh wanitaku, aragghh ….” Satu pukulan berhasil mendarat di ulu hati Hardiawan yang sebelumnya ingin menyerang salah satu dari ajudan pria tampan itu. 

“Jangan banyak bicara pak tua! Jangan sampai kami bertindak lebih kurang ajar dari ini!” desis ajudan berkulit hitam itu setelah berhasil memilin tangan Hardiawan ke belakang punggungnya. 

“Sebenarnya siapa kalian! Apa mau kalian?” tanya Hardiawan dengan berteriak frustasi. Dia tidak bisa bergerak sama sekali karena tubuh ajudan itu begitu kuat. 

“Ibrahim Abhimata Danadyaksa, CEO CULTURE Company, pengusaha muda yang masuk deretan lima pengusaha terkaya di negara ini, itulah saya. Dan malam ini saya akan membawa pergi Nona Ayya bersama saya, apa Anda bisa mengerti sekarang Tuan Hardiawan yang terhormat?” 

Hardiawan kembali tercengang. Pria yang jauh lebih muda darinya itu muncul dan langsung menebar tatapan setajam mata elang padanya yang sedang meringis kesakitan. Pria muda itu ternyata bukan orang sembarangan. Dia tahu benar sepak terjang perusahaan yang pria itu sebutkan, maka tanpa pikir dua kali, Hardiawan berkata pada Alayya, “Ikuti perintahnya agar kamu nggak mengalami kesulitan, Ay.”

Alayya melongo. Tidak percaya kalau pria yang sudah jadi pelanggannya sejak sebulan terakhir ini menurut pada pria yang Alayya akui jauh lebih tampan dari orang yang masih mencoba melepaskan diri dari cengkeraman ajudan itu. 

“Aku nggak mau!” salak Alayya dengan mata membulat, dia memilih duduk di tepi ranjang dan kembali menarik selimut untuk menutupi tubuh setengah bugilnya itu karena AC kamar membuatnya kedinginan. 

Ibrahim tersenyum sinis. Dia melangkahkan kaki mendekati wanita berambut panjang dan lurus itu. Setengah membungkukkan tubuhnya, Ibrahim berkata dengan sangat jelas dan tegas tepat di depan wajah Alayya. “Kamu harus ikut saya pergi karena jantung di dalam tubuhmu itu milik almarhum istri saya, mengerti?”

Ucapan itu sukses membuat Alayya terperangah untuk kesekian kalinya. 

Bersambung …

Lanjut Membaca

Daftar Isi Wanita Malam Kesayangan Tuan Muda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.3
Delapan tahun menikah, Jessica selalu memercayai alasan pekerjaan Rio Aditya setiap hari jadi pernikahan mereka. Namun, rahasia busuk terungkap saat ia mendengar rencana Rio untuk menceraikannya demi Nadia. Di tengah pengkhianatan tersebut, Jessica justru menerima diagnosis medis yang fatal: kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya tidak lagi mencintainya sejak ia keguguran, Jessica memutuskan untuk merelakan hubungan mereka dan pergi dalam damai tanpa pernah bertemu lagi.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan