APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam

Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam

Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sejak pengakuan Alara dan janji Adikara untuk bertanggung jawab, kehidupan keduanya tidak pernah kembali normal. Bagaimanapun, dunia mereka kini berada di bawah sorotan yang tajam, meski baru sebagian orang mengetahui rahasia itu. Setiap pertemuan, setiap langkah, terasa seperti tarian di atas pisau-rapuh dan penuh risiko.

Alara merasakan tekanan yang tak terbayangkan. Di satu sisi, ia senang Adikara mengaku bertanggung jawab, tapi di sisi lain, rasa takut terus menghantuinya. Ia sadar bahwa status Adikara sebagai penguasa bisnis dan pengaruhnya di balik layar politik bisa menjadi bumerang bagi kehidupannya dan masa depan anaknya. Ia tidak ingin dunia menilai atau menghakimi, tapi gosip dan bisik-bisik mulai muncul, meski masih tersembunyi di balik senyum dan formalitas.

Ayahnya, bos besar di dunia bisnis yang sama dengan Adikara, semakin gelisah. Ia sering memanggil Alara untuk berbicara secara serius. "Nak... kau harus berhati-hati. Ini bukan soal pribadi lagi. Kau tahu posisi Adikara, dan kau tahu bagaimana orang-orang bisa memutarbalikkan segalanya."

Alara mengangguk. "Aku mengerti, Ayah. Tapi aku tidak bisa membiarkan anak ini lahir tanpa ayah. Aku hanya ingin Adikara bertanggung jawab."

Ayahnya menghela napas panjang. Ia tahu, meskipun ia ingin melindungi putrinya, keputusan Alara kali ini sudah bulat. Ia pun sadar, sebagai seorang ayah, yang bisa ia lakukan hanyalah mendampingi, memberi nasihat, dan berharap segalanya berjalan lancar.

Di sisi lain, Adikara menghadapi dilema yang tak kalah rumit. Ia terbiasa mengendalikan bisnis dan politik, namun urusan ini berbeda. Tidak ada strategi, tidak ada cara licik untuk menghindarinya-ini soal nyawa, rasa bersalah, dan tanggung jawab. Malam demi malam, ia terjaga, memikirkan bagaimana menyelesaikan situasi ini tanpa merusak hidup seorang gadis muda yang kini sedang mengandung anaknya.

Intrik mulai muncul. Beberapa pesaing bisnis mulai mengendus kabar hubungan Adikara dengan seorang gadis muda. Meski mereka belum mengetahui seluruh fakta, cukup dengan rumor setengah jadi untuk mulai merencanakan serangan politik. Telepon Adikara sering berdering di tengah malam, mengabarkan kemungkinan skandal yang bisa menghancurkan reputasi perusahaan dan posisinya.

"Pak Adikara... ada laporan media sosial. Beberapa akun anonim mulai menyebarkan rumor tentang hubungan Anda," lapor asistennya dengan nada cemas.

Adikara menatap layar laptopnya, membaca pesan demi pesan yang berisi tuduhan dan spekulasi. Ia menutup laptop dengan tangan bergetar, menyadari bahwa urusan pribadinya kini telah menjadi arena publik yang kejam. "Kita harus berhati-hati. Ini bisa menjadi bencana," gumamnya pelan.

Di sisi lain, Alara juga harus menghadapi tekanan teman-temannya di dunia modeling. Beberapa mulai menjauh, beberapa menatapnya dengan pandangan sinis. "Aku tidak butuh mereka. Aku hanya butuh kejelasan dan tanggung jawab Adikara," pikirnya. Ia bertekad untuk tidak mundur.

Suatu hari, ayah Alara memutuskan untuk bertemu Adikara secara pribadi, mengatur pertemuan di kantor pusat perusahaan mereka. Mereka duduk di ruang rapat, jarak antara mereka terasa kaku.

"Adikara... aku ingin kau serius dengan apa yang kau katakan pada putriku. Ini bukan sekadar tanggung jawab moral, tapi juga masa depan seorang anak," ucap ayah Alara dengan nada tegas.

Adikara mengangguk, menahan perasaan gelisah. "Saya paham, Pak. Saya tidak akan lari dari tanggung jawab. Ini anak saya juga, dan saya akan memastikan tidak ada yang kekurangan."

Ayah Alara menatapnya lama, mencari tanda ketulusan. Ia tahu posisi Adikara sering membuat pria itu dingin dan sulit dibaca. Namun, kali ini, ada sesuatu dalam mata Adikara yang berbeda-rasa bersalah yang nyata, bukan sekadar permainan atau tipuan.

Sementara itu, Alara menghadapi perubahan fisik dan emosional yang tidak mudah. Kehamilan muda membuatnya sering merasa lelah, mual, dan emosional. Ia harus menyeimbangkan antara pekerjaan sebagai model, menjaga reputasi, dan menghadapi dunia yang mulai menilai dirinya dengan mata yang tajam. Malam-malamnya sering dihabiskan menangis diam-diam, menahan perasaan takut akan masa depan yang belum jelas.

Di sisi Adikara, setiap keputusan bisnis mulai terasa sulit. Ia harus mengatur strategi yang biasa ia lakukan-negosiasi, akuisisi, aliansi politik-sambil menjaga rahasia dan menghadapi tekanan keluarga Alara. Rasanya seperti menyeimbangkan dua dunia yang bertolak belakang: dunia kekuasaan dan dunia pribadi yang rapuh.

Intrik politik mulai menambah ketegangan. Beberapa anggota parlemen dan tokoh penting mulai memanfaatkan rumor tentang hubungan Adikara dan Alara untuk kepentingan mereka. Surat kabar mulai mengintip, beberapa wartawan menyebarkan gosip. Bahkan beberapa mitra bisnis mulai menahan investasi, takut posisi Adikara akan terguncang.

Adikara menyadari bahwa tanggung jawab bukan hanya soal anak yang akan lahir, tapi juga tentang menjaga karier, reputasi, dan stabilitas perusahaan. Ia harus menemukan cara untuk melindungi semua pihak tanpa menambah luka pada Alara.

Suatu malam, setelah rapat panjang, Adikara memutuskan untuk menenangkan diri di ruang pribadinya. Ia menatap kota dari lantai tertinggi gedung perkantoran, lampu-lampu kota berkelap-kelip seperti ribuan mata yang menilai setiap langkahnya. Dalam keheningan itu, ia menyadari satu hal: kekuasaan dan uang tidak bisa membeli ketenangan hati. Tidak ada strategi bisnis yang bisa menyelesaikan masalah yang datang dari hati dan tanggung jawab.

Sementara itu, Alara memutuskan untuk memperkuat diri. Ia mulai mencari informasi, membaca buku tentang kehamilan, menghadiri konsultasi medis, dan menyiapkan diri secara mental. Ia tahu perjalanannya masih panjang, penuh rintangan dan ujian. Namun, ia merasa lebih kuat karena kini ia memiliki kepastian: Adikara tidak akan menghindar.

Hari demi hari, konflik mulai memuncak. Perusahaan Adikara mulai menjadi sorotan media, gosip tersebar di media sosial, dan tekanan dari lawan bisnis semakin nyata. Alara pun menghadapi tekanan teman-teman dan dunia modeling yang kejam. Setiap keputusan mereka kini terasa seperti tarian di atas tali, di mana satu langkah salah bisa menghancurkan segalanya.

Namun di tengah semua itu, ada satu hal yang tetap jelas: tanggung jawab, keberanian, dan ketulusan mulai membangun ikatan yang tidak terlihat antara Adikara dan Alara. Meski mereka berasal dari dunia yang berbeda, kini mereka terikat oleh satu kenyataan yang tidak bisa dihindari-kehamilan Alara, dan tanggung jawab yang harus dihadapi Adikara sebagai pria dewasa dan ayah masa depan.

Dan begitulah, babak ketiga dari kisah mereka dimulai-babak yang penuh intrik, tekanan sosial, politik, dan bisnis, sekaligus pertarungan emosional yang akan menentukan masa depan seorang gadis muda dan anak yang belum lahir.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Seorang Pengasuh
8.1
Kepergian Mbah Tini mendorong Amara meninggalkan Solo menuju Jakarta. Selain ingin menghapus cap anak haram, ia bertekad menemukan ayah kandungnya. Amara lalu bekerja merawat Arya, cucu pengusaha kaya Hadi Pratama yang kurang mendapat perhatian. Di rumah itu, ia harus menghadapi Fathir, ayah Arya yang masih terpukul akibat dikhianati istrinya. Sembari mengasuh sang bayi dan memulihkan trauma Fathir, Amara terus mencari asal-usul dirinya di tengah keluarga yang retak.
Sampul Novel Ayah Beranak Tiga yang Hebat
9.1
Usai patah hati, Yasmin Tanoto tidak menyangka satu malam bersama pria yang dikira model bar akan mengubah hidupnya. Dua tahun kemudian, ia kembali dan mengetahui pria itu adalah Daniel Guntur, penguasa Kota Imperial sekaligus anak tiri tantenya. Di luar negeri, Yasmin rupanya telah melahirkan anak kembar tiga dari pria dingin tersebut. Rahasia ini mulai terkuak saat putri kecil mereka mendatangi kantor Daniel dan mengenali kemiripan wajahnya. Sang miliarder pun kini bangga akan keturunannya.
Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Cinta Aliansi, Cinta Transaksional
9.1
Pernikahan aliansi kaum elite mengizinkan perselingkuhan asal istri sah mendapat kompensasi setara. Dean Ramosh memegang erat aturan ini. Meski keluarga Calista Syahrina bangkrut, Dean tetap memanjakannya dengan kemewahan berlipat ganda dibanding selingkuhannya. Saat orang lain memintanya bersyukur, Calista memang sangat bersyukur. Namun, tepat ketika Dean memberinya Vila Northcoast No. 1 demi mengimbangi hadiah rumah untuk selingkuhannya, Calista justru meminta cerai karena merasa bosan.
Sampul Novel Perjuangan Cinta Terlarang Majikan
8.8
Demi menyembuhkan penyakit jantung sang ibu, Keira Aveline nekat mengadu nasib di kota besar. Ia pun bekerja menjadi asisten rumah tangga di kediaman Reinhard Valegro, seorang CEO kaya raya yang dikenal memiliki pernikahan harmonis. Walau Reinhard awalnya sangat cuek, kehadiran Keira perlahan mulai menggoyahkan prinsip hidup sang majikan. Terjerat dalam intrik kekuasaan dan rahasia kelam, Keira tak kuasa menolak pesona Reinhard. Akankah asmara terlarang ini berujung pada kehancuran?
Sampul Novel Pesona Perawat Tuan Daniel
8.1
Pasca kecelakaan tragis, CEO sukses Daniel lumpuh dan depresi karena ditinggal Isabella, kekasihnya. Clara, sang ibu yang dirundung kesedihan, terus berjuang merawat putranya hingga ia mempekerjakan Elara. Sebagai perawat baru, Elara membawa ketulusan serta empati mendalam. Melalui kesabaran dan perhatian kecilnya, ia berusaha membangkitkan kembali semangat hidup Daniel yang sempat sirna dalam kegelapan.