APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel AKU MENYERAH MENJADI ISTRIMU, MAS!

AKU MENYERAH MENJADI ISTRIMU, MAS!

Pernikahan keduaku membawa badai yang tak terduga dalam rumah tangga kami. Andin, yang dulunya adalah sosok istri penurut dan sangat polos, kini berubah total secara mengejutkan. Sikapnya tak lagi hangat seperti sedia kala. Ia kini memperlakukanku dengan sangat dingin serta acuh tak acuh. Perubahan drastis dan ketidakpedulian yang ia tunjukkan secara tiba-tiba ini membuat hubungan kami mendingin, menyisakan ketegangan yang kian menyiksa setiap harinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Aaaaa ... aaaa ... aaaa ...." Teriak ibu saat aku melintas di depan kamar beliau yang pintunya terbuka lebar.

Seperti biasanya, itu kode jika ibu menginginkan sesuatu. Bukan ingin BAB atau BAK karena jika ingin melakukan dua hal itu, ibu cukup membuangnya di tempat tidur lalu Andin akan buru-buru membersihkan.

Kode itu berarti ibu ingin minum atau makan, yang kedua-duanya harus disuapkan dengan telaten.

Mendengar teriakan ibu itu, bergegas aku memanggil Andin yang barusan kulihat sedang membersihkan diri di kamar mandi.

Aku sendiri sedang buru-buru karena Mila sudah menungguku di apartemen, hendak mengajakku sama-sama hunting baju baru di butik.

"Din, Andin. Ini ibu manggil-manggil. Pengen makan mungkin!" teriakku pada Andin yang masih berada di dalam kamar mandi.

Mendengar teriakanku, Andin diam saja. Tumben? Biasanya istri penurutku itu akan cepat-cepat datang untuk melaksanakan perintahku. Tapi kali ini kelihatannya tidak meski aku yakin Andin pasti mendengar seruanku.

"Din? Andin?"

Ceklek. Pintu kamar mandi terkuak. Andin muncul dengan handuk melilit kepalanya.

"Ada apa, Mas?" tanyanya datar sambil dengan acuh tak acuh mengeringkan rambut lalu menggantung handuk di kapstok.

"Itu ibu manggil-manggil. Mungkin minta makan, Din," jawabku.

"Terus?"

"Terus? Maksudnya?" Aku mengernyitkan kening. Merasa heran dengan pertanyaan istriku itu. Apa perlu aku mengingatkannya untuk memberikan ibu makan?

Selama ini toh ia sudah tahu dan paham tugas itu tanpa harus diingatkan lagi?

"Kalau ibu minta makan terus kenapa? Hari ini Mas libur kerja kan? Apa nggak bisa Mas yang suapin ibu makan?" tanya Andin sembari membuka lemari pakaian lalu memilah-milih baju.

Lho, memangnya ia mau ke mana? Biasanya di rumah juga cuma dasteran. Tapi kenapa sudah dasteran kok masih mencari baju yang lain lagi?

"Mas yang suapin? Kan biasanya juga kamu yang nyuapin? Kok jadi mas?" Aku kembali mengernyitkan dahi menatap bingung istriku.

"Iya, itu kan kalau mas kerja. Kalau mas libur, apa salahnya gantian? Toh, itu ibu mas sendiri kan? Aku mau jalan sekali-kali Mas, suntuk di rumah terus. Hidup kan harus seimbang. Ada saat capek ada saatnya refreshing. Lagipula sudah lama aku nggak keluar. Pengen beli baju, Mas," ucap Andin sembari mengambil selembar gamis dan mematutnya di depan cermin.

Gamis itu seingatku dibelinya dua tahun yang lalu saat hendak lebaran. Masih terlihat baru karena memang jarang dipakai. Meski harganya tidak mahal, tetapi karena jarang dipakai jadi masih terlihat bagus. Lalu untuk apa lagi Andin ingin beli baju baru kalau yang lama juga masih bagus?

"Tapi, mas juga mau keluar, Din. Mas ada janji sama rekan bisnis, ada tender yang mau dibicarakan siang ini. Kamu aja urus ibu, ya?" kelitku beralasan supaya Andin batal keluar sehingga acara jalan-jalanku bersama Mila tidak terancam gagal.

Namun, melihat ekspresi datar wajah Andin, aku terpaksa menelan ludah.

Aku tahu watak istriku yang tidak banyak bicara dan tidak banyak permintaan ini.

Namun, jika ia sudah punya keinginan, pantang ditolak. Kalau tidak, bisa sebulanan ia ngambek hingga bisa-bisa ibu terlantar karena Andin tak mau lagi mengurus beliau.

"Setiap hari Mas keluar, sedangkan aku? Coba Mas hitung dalam satu tahun ini pernah nggak aku keluar dan ninggalin ibu sendirian? Aku juga manusia biasa, Mas. Punya rasa capek dan lelah. Pengen refreshing sekali-kali. Aku sudah berusaha menjadi istri dan menantu yang baik di rumah ini. Tapi, kalau Mas nggak puas juga silahkan Mas cari yang lain. Aku nggak masalah dan nggak keberatan sama sekali kok," ujarnya datar lalu tanpa menghiraukan protes dariku, Andin membuka dasternya dan menggantinya dengan gamis di tangannya.

Mendengar perkataannya, aku hanya bisa menutup mulut dengan rasa kaget yang tidak bisa kusembunyikan.

Andin, ada apa dengan istriku itu hingga tiba-tiba sikapnya berubah dingin dan ketus seperti ini???

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila
8.8
Paras menawan tidak menjamin kebahagiaan Arleta. Demi menghindari obsesi keji sang paman, Joshua, ia terpaksa hidup dalam kepedihan dan membangun benteng pertahanan diri yang kokoh. Trauma masa lalu membuatnya yakin bahwa cinta hanya kelemahan yang sia-sia. Kini, seorang fotografer bernama Arkana Sadewa harus berjuang ekstra keras demi meruntuhkan tembok perlindungan tersebut dan menyembuhkan luka di hati Arleta.
Sampul Novel Missing You Like Crazy
8.0
Kehidupan indah Rania hancur setelah Adipati, sang suami, hilang dalam kecelakaan pesawat tragis. Di tengah kesedihan mendalam dan kondisi mengandung, secercah harapan muncul beberapa bulan kemudian. Rania tak sengaja melihat pria yang sangat menyerupai Adi sedang bersama perempuan lain. Kini, ia dilingkupi tanda tanya besar: apakah sosok misterius itu benar suaminya yang berhasil bertahan hidup, atau sekadar orang asing berwajah sama?
Sampul Novel My BadBoy
8.6
Adzando Dalwes, murid berandalan rupawan yang mahir bertarung, selalu menutup diri dari cinta akibat trauma masa lalu. Baginya, semua perempuan tidak ada bedanya. Namun, keyakinan itu mulai goyah sejak kedatangan Vania Deltasya, murid baru berdarah campuran Amerika-Indonesia. Kehadiran Vania membawa warna baru yang mengubah dunia Adzando. Akankah si pembuat onar ini benar-benar terpikat, dan sanggupkah Vania menyambut rasa dari cowok yang terkenal tak tersentuh ini?
Sampul Novel Rahasia di Balik Ruang Gelap
9.5
Di keheningan bioskop pribadi yang remang-remang, sebuah hadiah kedewasaan yang tidak biasa diberikan oleh sang ayah tiri berupa tayangan dewasa. Menyaksikan adegan intim di layar membuat tubuh sang gadis dilingkupi sensasi asing yang menggelisahkan hingga ia tak mampu menahan getaran di tubuhnya. Di tengah kepasrahan dan reaksi tubuh yang memerah, sang ayah tiri mendekat, menarik pakaian dalamnya, dan menawarkan pelajaran untuk menjadi wanita seutuhnya sembari menuntut kepatuhannya yang mutlak.
Sampul Novel Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata
8.9
Ketika cinta lama suaminya bercerai, rumah tangga yang dipertahankan sekian lama runtuh seketika. Yohan menyodorkan surat cerai ke-99 demi menjaga Chika, sementara putra kandungnya sendiri malah mengusirnya demi menyambut wanita baru. Berbeda dari dugaan mereka, sang istri pergi tanpa air mata setelah menandatangani surat itu. Sepuluh tahun berlalu, sang anak yang kini berprestasi hanya bisa menangis di hadapan publik, memohon kepulangan ibunya yang telah lama hilang.
Sampul Novel Satu Malam Untuk Selamanya
9.3
Akibat jebakan sahabatnya, Claire melewati malam panas bersama Levin hingga dirinya hamil. Ia memilih pergi menjauh untuk merawat putranya seorang diri tanpa memberi tahu Levin. Namun, takdir membawa mereka bertemu kembali bertahun-tahun kemudian. Levin yang terkejut saat mengetahui keberadaan anak kandungnya langsung menuntut tanggung jawab. Kini, Claire dihadapkan pada pilihan sulit: memaafkan pria masa lalunya itu atau tetap menutup rapat pintu hatinya.