APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai

Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai

Demi melunasi utang, Lana bersedia menjalankan misi dari Valerie untuk memikat ayahnya sendiri, Cedric Vellani. Rencana ini dibuat demi menggagalkan pernikahan pria kaya raya tersebut dengan wanita oportunis. Namun, menaklukkan Cedric yang berhati dingin tidaklah mudah. Lana justru terbuai oleh pesona sang target hingga kesepakatan rahasia mereka berubah menjadi cinta terlarang. Kini, di tengah rasa dikhianati yang dirasakan Valerie, Lana terjebak dilema antara uang atau cinta palsu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Lana tidak bisa tidur semalaman. Kata-kata Cedric terus terngiang di kepalanya.

"Jika kau mendekatiku dengan motif tersembunyi, aku sarankan kau berhati-hati."

Peringatan itu membuat bulu kuduknya berdiri. Ia tahu sejak awal bahwa Cedric bukan pria biasa. Tapi sekarang, ia menyadari bahwa pria itu jauh lebih berbahaya dari yang ia perkirakan.

Pagi harinya, Valerie datang ke apartemen kecilnya dengan wajah cemas.

"Ada apa? Kau terdengar kacau tadi malam," kata Valerie seraya duduk di sofa lusuh di sudut ruangan.

Lana menghela napas panjang, lalu menceritakan apa yang terjadi di restoran. Tatapan tajam Cedric, pertanyaan-pertanyaannya yang langsung menohok, dan peringatan yang ia berikan sebelum pergi.

Wajah Valerie mengeras. "Aku tahu Ayah pintar, tapi... dia tidak boleh sampai curiga terlalu jauh."

Lana menatap sahabatnya. "Bagaimana kalau dia sudah curiga? Aku merasa seperti tikus yang tertangkap basah di depan seekor singa."

Valerie menggigit bibirnya, berpikir.

"Kita harus buat Ayah percaya bahwa kau bukan ancaman," katanya akhirnya.

Lana menatap Valerie dengan kening berkerut. "Maksudmu?"

Sahabatnya menghela napas panjang sebelum menjelaskan rencananya.

"Kau harus muncul di hadapannya lagi. Tapi kali ini, bukan sebagai seseorang yang ingin mendekatinya. Kau harus jadi seseorang yang tampak... tidak tertarik. Atau bahkan seseorang yang butuh pertolongan."

Lana memutar bola matanya. "Aku memang butuh pertolongan, tapi aku tidak yakin dia peduli."

"Percayalah, Lana. Ayahku punya kelemahan."

Lana menatap Valerie, menunggu penjelasan.

"Dia tidak bisa mengabaikan seseorang yang terlihat rapuh, terutama seorang wanita," kata Valerie.

Lana terdiam. Jika itu benar, maka itu bisa menjadi celah untuk masuk ke dalam kehidupannya.

Tapi, bisakah ia benar-benar memainkan peran itu dengan sempurna?

Dua hari kemudian, Lana menemukan dirinya berdiri di luar gedung perusahaan Vellani Industries.

Jantungnya berdebar keras.

Ia mengenakan pakaian yang lebih sederhana kali ini-blus putih dengan rok pensil hitam, tampilan yang lebih formal namun tetap menunjukkan dirinya bukan seseorang dari dunia Cedric.

Ia berjalan masuk ke lobi, mendekati resepsionis dengan sikap gugup yang tidak perlu dibuat-buat.

"Halo, saya ingin bertemu dengan Tuan Cedric Vellani," katanya dengan suara yang dibuat ragu-ragu.

Resepsionis menatapnya dari atas ke bawah dengan pandangan skeptis.

"Apakah Anda memiliki janji?"

Lana berpura-pura menggigit bibirnya, menunjukkan ekspresi panik. "Saya... tidak. Tapi ini sangat penting. Bisakah Anda memberi tahu beliau? Saya hanya butuh lima menit saja."

Wanita itu tampak ragu, tetapi akhirnya menghubungi seseorang.

Beberapa menit kemudian, seorang pria berjas rapi mendekat. Dari posturnya yang tegas, Lana bisa menebak bahwa ini adalah salah satu tangan kanan Cedric.

"Nama Anda?" pria itu bertanya dengan suara datar.

"Lana," jawabnya.

Mata pria itu meneliti dirinya sejenak, lalu mengangguk. "Ikut saya."

Lana menarik napas dalam-dalam dan mengikuti pria itu menaiki lift ke lantai atas.

Saat pintu lift terbuka, ia langsung merasakan atmosfer berbeda. Kantor Cedric jauh dari sekadar mewah-ruangannya luas dengan jendela besar yang menampilkan pemandangan kota.

Dan di sana, duduk di belakang meja kayu hitam mengkilap, Cedric Vellani menatapnya dengan mata penuh perhitungan.

Ia mengenakan kemeja putih dengan lengan yang sedikit tergulung, tampak lebih santai daripada di restoran malam itu. Tetapi sikapnya tetap sama-dingin, penuh kendali.

"Jadi, kau datang lagi," katanya tanpa ekspresi.

Lana menelan ludah, mencoba bersikap seperti yang telah direncanakan.

"Saya... saya butuh pekerjaan."

Alis Cedric terangkat sedikit, seolah tidak menyangka jawaban itu.

Lana melanjutkan sebelum pria itu sempat menyela.

"Saya tahu ini terdengar aneh, tapi saya benar-benar butuh pekerjaan. Saya tidak punya banyak pengalaman, tapi saya bersedia belajar."

Cedric menyandarkan punggungnya ke kursi, mengamati Lana seperti seorang pemangsa yang sedang menilai mangsanya.

"Kau ingin bekerja di perusahaanku?" tanyanya, suaranya terdengar skeptis.

Lana mengangguk. "Saya bisa bekerja sebagai asisten, sekretaris, atau apa pun yang dibutuhkan."

Cedric tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapnya, seolah mencoba menembus kebohongan yang tersembunyi di balik kata-katanya.

Akhirnya, setelah keheningan yang terasa seperti selamanya, Cedric berbicara.

"Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku akan mempekerjakan seseorang yang bahkan tidak memiliki pengalaman?"

Lana menggigit bibirnya, berpura-pura ragu. "Saya... hanya berharap Anda memberi saya kesempatan."

Cedric masih menatapnya, lalu tiba-tiba berdiri.

"Baiklah."

Lana terkejut. "Maksud Anda?"

Cedric memasukkan tangannya ke dalam saku celana. "Aku akan memberimu kesempatan. Tapi bukan sebagai asisten atau sekretaris."

Lana menahan napas, menunggu apa yang akan ia katakan.

"Aku membutuhkan seseorang untuk mengelola beberapa pekerjaan pribadi. Semacam asisten pribadi di luar kantor. Jika kau tertarik, pekerjaan itu milikmu."

Lana mencoba menyembunyikan keterkejutannya.

Ini adalah peluang emas.

Dengan menjadi asisten pribadi Cedric, ia bisa lebih dekat dengannya-lebih dari yang ia bayangkan.

Lana mengangguk. "Saya akan menerimanya."

Cedric tersenyum kecil, tetapi ada sesuatu di balik senyum itu yang membuatnya merinding.

"Bagus. Maka mulai besok, kau bekerja untukku."

Malam harinya, Valerie langsung menelepon.

"Apa? Ayah benar-benar menerimamu bekerja?"

Lana mengangguk meski Valerie tidak bisa melihatnya. "Ya, tapi bukan di kantor. Aku akan menjadi asisten pribadinya."

Valerie terdiam sejenak. "Itu... tidak pernah terjadi sebelumnya."

Lana mengerutkan kening. "Maksudmu?"

"Ayah tidak pernah mempekerjakan seseorang untuk urusan pribadinya," kata Valerie pelan. "Dia punya sekretaris dan staf profesional yang mengurus bisnisnya. Tapi untuk urusan pribadinya, dia selalu mengerjakan semuanya sendiri."

Lana menggigit bibirnya. Jika begitu, kenapa Cedric menerimanya?

Apakah ini berarti ia sudah mencurigainya?

Atau justru sebaliknya-apakah ini artinya Cedric ingin mengujinya?

Hari pertama bekerja, Lana langsung menyadari bahwa tugasnya jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan.

Cedric memberinya jadwal padat-mengatur pertemuannya, mengurus dokumen-dokumen tertentu, bahkan mengurus pakaian dan barang pribadinya.

Tapi yang paling sulit bukanlah pekerjaannya.

Yang paling sulit adalah menghadapi Cedric setiap saat.

Pria itu memiliki aura dominan yang membuat siapa pun merasa kecil. Tatapan tajamnya seolah bisa membaca isi kepalanya kapan saja.

Tapi yang paling membingungkan Lana adalah sesuatu yang lain.

Ada saat-saat tertentu di mana Cedric tampak... berbeda.

Seperti saat ia sedang menandatangani dokumen, lalu tiba-tiba menatap Lana lama-lama tanpa berkata apa pun.

Atau ketika ia melewatinya di koridor, sengaja berjalan begitu dekat hingga Lana bisa merasakan kehangatan tubuhnya.

Atau ketika pria itu berbicara dengan suara rendah, hampir seperti bisikan, membuat Lana merinding tanpa alasan yang jelas.

Sesuatu berubah.

Cedric Vellani tidak lagi hanya sekadar pria yang harus ia hancurkan.

Kini, ia adalah pria yang perlahan menariknya ke dalam jaring yang lebih dalam dan berbahaya.

Dan Lana mulai takut.

Bukan karena Cedric bisa menghancurkannya.

Tapi karena ia mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ia rasakan.

Ketertarikan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFFAIR
9.5
Mauren, gadis 19 tahun, dipaksa ayahnya menikah dengan Aron, duda kaya berumur 45 tahun. Di bawah atap yang sama, putra Aron yang berusia 23 tahun, Liam, juga menderita dalam pernikahan dingin bersama Bella akibat ketidakpuasan ranjang. Saat Mauren tersiksa melayani hasrat pria tua itu tanpa pernah bahagia, Liam didera frustrasi mendalam terhadap istrinya. Takdir kelam ini menjerat mereka semua dalam pusaran konflik rumah tangga yang penuh penderitaan batin.
Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
9.6
Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.
Sampul Novel Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
8.1
Banyak orang menantikan kabar perceraian Rhett dan Jillian demi kembalinya sang mantan kekasih. Namun, kejutan besar terjadi dalam konferensi pers. Sang CEO justru memamerkan bayi mereka ke publik dan membantah rumor miring tentang rumah tangganya. Rhett menegaskan bahwa pernikahan mereka sangat harmonis dan kian bahagia dengan kehadiran buah hati mereka. Harapan publik untuk melihat pasangan ini berpisah pun akhirnya pupus seketika.
Sampul Novel Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku
9.4
Tujuh tahun kebersamaan Daniela sirna seketika saat ia memergoki perselingkuhan Yosua menjelang pernikahan mereka. Di hari sakral tersebut, Daniela mantap membatalkan pernikahan dan membuang cincinnya. Saat keluarga Clark menghina tindakannya, tiga kakak laki-laki Daniela dari keluarga Stewart hadir membela. Mereka bertekad meruntuhkan dinasti Clark demi adik mereka. Di tengah kekacauan itu, Daniela justru menemukan dekapan hangat dari pria tak terduga yang mengajaknya pulang.
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana mendadak berubah setelah sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria kaya itu merasa hanya Ana yang selalu setia mendampinginya, bahkan hanya masakan buatannya yang cocok di lidahnya. Di tengah kesibukan Bella, pria itu justru memilih melamar asisten rumah tangganya sendiri. Namun, Ana didera kebimbangan besar karena statusnya yang masih seorang siswi sekolah. Akankah ia menerima pinangan tersebut demi masa depan yang penuh ketidakpastian?
Sampul Novel Dia Tidak Tahu Identitas Istrinya Sampai Mereka Bercerai
8.5
Demi menyelamatkan Asher Lambert lima tahun lalu, Bettina Rowe harus kehilangan kemampuan memiliki anak. Asher awalnya mengaku tidak ingin punya keturunan. Namun, Bettina sangat terkejut saat sang suami tiba-tiba berniat memakai jasa ibu pengganti demi mendapatkan ahli waris. Asher bahkan memilih Betsy Sugden, mahasiswi yang mirip dengan Bettina. Di tengah rencana tersebut, Asher tidak menyadari bahwa Bettina telah mantap memutuskan untuk bercerai darinya.