APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Menantu, Bukan Pembantu

Aku Menantu, Bukan Pembantu

Pernikahan atas dasar cinta yang kuat dengan Reza, pria dari kalangan terpandang, awalnya terasa indah bagi Fera. Namun, impian indahnya lenyap seketika saat kenyataan pahit mulai menerpa. Fera kini harus menghadapi tekanan luar biasa dari keluarga sang suami yang mengubah total jalan hidupnya. Di tengah badai cobaan yang terus menguji ketabahan, mampukah ia bertahan sebagai menantu di keluarga tersebut, atau justru memilih menyerah pada takdir barunya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Di sebuah rumah yang cukup kecil dan sudah hampir rusak terdapat seorang gadis yang tengah berbincang dengan seorang wanita paruh baya.

"Nak, apakah kamu yakin dengan keputusanmu untuk menikah dengan Nak Reza?"

Seorang gadis cantik bermata bening itu menoleh ke arah wanita tersebut dengan tatapannya yang heran, "Mengapa Ibu bertanya seperti itu?"

Wanita itu hanya diam, ia merasa tidak setuju jika anaknya menikah dengan lelaki pilihannya sendiri. Bukan ia tidak memikirkan kebahagiaan anaknya, justru ia sangat ingin anaknya bahagia.

"Keputusanku sudah bulat, Bu."

Percakapan itu terbayang-bayang oleh wanita yang menjadi sosok seorang Ibu untuk gadis yang menikah dengan lelaki bernama Reza. Setelah kepergian anaknya, wanita itu terus teringat bagaimana kehidupan anaknya nanti.

Apalagi, setelah selesai acara pernikahan anaknya langsung dibawa oleh keluarga suaminya dengan alasan tidak mau tinggal di rumah perempuan karena tidak nyaman. Biasanya, setiap yang menikah akan tinggal terlebih dahulu di rumah perempuan, tetapi Reza tidak sama sekali justru ia membawa istrinya untuk langsung tinggal di rumahnya.

Fera Anindi, ia menatap takjub kala melihat rumah yang begitu mewah dengan segala isi yang terdapat barang-barang mewah di sekelilingnya. Reza tersenyum melihat istrinya yang bahagia ketika datang ke rumah tersebut.

"Apakah kamu senang ada di sini?" tanya Reza yang diangguki oleh Fera.

Lantas, lelaki itu membawa istrinya ke kamar yang terdapat banyak tumpukan pakaia. Fera sangat senang dengan banyak hadiah yang telah disiapkan oleh mertuanya. Ia adalah seorang gadis kampung yang ketika melihat barang yang sedikit bagus sebut saja, ia akan senang padahal pakaian yang ada di sana hanya barang biasa bukan barang-barang mahal yang sering digunakan oleh keluarga Reza.

Ketika waktu terus bergulir, kala pagi tiba Fera memang sudah terbiasa bangun lebih awal daripada siapapun. Ia pergi membersihkan tubuhnya yang kemudian setelah itu datang ke dapur. Ia memang biasa memasak setiap pagi ketika berada di rumahnya, maka dari itu hari ini juga ia melakukan hal yang sama.

"Nyonya kenapa ke sini?" tanya asisten rumah tangga.

"Gak apa-apa, saya ingin memasak untuk suami saya."

Seorang wanita yang bersama dengan Fera itu kembali melarangnya untuk berada di dapur karena melihat majikannya datang.

"Nya maaf Nyonya Fera tidak bisa dibioangin, dia ngeyel mau masak untuk suaminya." Wanita itu berbicara pada sang majikan.

"Kamu pergi aja kerjain yang lainnya," titahnya.

"Tapi Nya, saya lagi masaka buat sarapan."

"Gak apa-apa itu gampang, kamu pergi aja."

"Baik, Nya." Wanita itu berlalu pergi.

Fera tersenyum kala melihat mertuanya dan dibalas pula senyuman itu olehnya.

"Apa yang kamu masak hari ini?" tanyanya.

Fera menjelaskan apa yang ia masak, mertuanya mengangguk setuju. Lantas, dikarenakan ia pikir Fera jago memasak, sehingga ia memerintahkan padanya untuk memasak semua makanan yang tadi hendak dimasak oleh asisten rumah tangganya.

Fera mengangguk setuju karena ia memang pandai dalam memasak. Wanita itu tersenyum yang kemudian pergi meninggalkan Fera. Sementara, di ruangan yang cukup luas pun Reza mencari keberadaan istrinya yang ternyata sudah tidak ada di kamar.

"Sepagi ini Fera pergi kemana?" Reza bertanya-tanya sendiri sambil membuka gorden jendela kamarnya.

Kemudian, lelaki itu pergi menuruni anak tangga menuju lantai utama untuk mencari istrinya. Ibunya melihat Reza yang sedang celingukan, sehingga wanita itu bergegas pergi ke dapur untuk menemani Fera.

"Mama ngapain ke sini?" tanya Fera.

"Mama mau bantuin kamu sayang," jawabnya.

Reza tersenyum kala melihat dua ratu yang berada di satu ruangan itu, "Ternyata kamu ada di sini."

"Eh, Mas. Maaf tadi aku bangunin lebih pagi," ucap Fera pada suaminya.

"Iya Fera ini rajin banget sampai bangun pagi-pagi karena mau masak buat kamu katanya," sela ibunya Reza.

"Ya ampun, kalau gitu Reza gak salah pilih menantu buat Mama."

"Gak dong sayang, Fera adalah menantu yang pas buat Mama."

Reza pun pamit pergi karena ia mau mandi, lalu Fera kembali melanjutkan aktivitasnya. Irene, ia adalah Ibu kandung Reza yang tentu saja sangat berkuasa di rumah itu. Ia mengatakan pada Fera agar segera menyelesaikan memasaknya karena setelah itu masih banyak pekerjaan lain yang menunggunya.

"Tapi kenapa Fera, Ma? Bukannya ada asisten rumah tangga di sini?"

"Kalau kamu bisa mengerjakan semua tugas yang ada di rumah ini, untuk apa saya membayar pembantu?"

"Maksud Mama?"

"Kerjakan apa yang saya perintahkan."

Mendengar ucapan seperti itu Fera hanya diam, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Fera juga tidak mengerti maksud dari ucapan mertuanya. Baru kemarin ia menikah, tetapi Irene sudah banyak perintah.

Setelah selesai memasak, Fera dan keluarga Reza pun makan. Sehabis itu Reza hendak mengajak istrinya untuk pergi jalan-jalan karena memang Reza belum masuk kerja lagi. Irene melarang Reza untuk pergi karena ia pikir sebaiknya tetap di rumah saja.

"Tapi kasian Fera kalau gak diajak pergi jalan-jalan sama sekali, apalagi nanti Reza akan sibuk kerja lagi dan gak akan mungkin ada waktu buat jalan-jalan."

"Yaudah pergi aja."

"Makasih ya, Ma."

Irene hanya mengangguk saja, Reza pun mengangguk, lalu ia kembali ke kamarnya mengajak sang istri untuk pergi keluar. Fera pun menurut ikut dengan suaminya itu ke tempat pusat perbelanjaan.

"Tempat ini begitu ramai," ucap Fera yang dibalas dengan senyuman oleh Reza.

"Apakah kamu suka dengan tempat ini?" tanya Reza.

"Kemanapun itu yang terpenting sama Mas Reza, aku pasti menyukainya."

"Betulkah?"

"Iya."

"Adakah yang kamu inginkan di sini?" tanya Reza.

Wanita tersebut menggelengkan kepalanya, ia tidak tahu apa yang diinginkan apalagi ia juga baru kali ini pergi ke tempat semewah itu.

Lelaki tersebut membawa Fera ke tempat yang terdapat beberapa potong pakaian yang sangat bagus. Reza menyuruh sang istri untuk memilih pakaian mana yang ia sukai.

"Aku gak tahu, Mas. Mas Reza aja yang pilihkan untukku, ya."

Reza hendak menjawab ucapan Fera, tetapi ponsel di saku celananya berbunyi, sehingga ia mengangkat teleponnya.

"Sebentar, ya. Kamu pilih-pilih aja dulu, ya." Setelah berbicara demikian Reza pun agak menjauh karena di sana terlalu ramai sehingga suara di balik telepon tidak terdengar dengan jelas.

Fera pun melangkah melihat-lihat pakaian yang tertata rapi di sana. Ia terus berjalan tanpa melihat ke arah jalan karena ia pandang hanyalah pakaian, sehingga ia berhasil menabrak seseorang yang membuat pakaian di tangan orang itu berjatuhan ke lantai.

Wanita itu terkejut, sehingga ia membantu mengambil pakaian tersebut. Namun, Fera semakin terkejut ketika melihat wajah seseorang yang baru saja ia tabrak. Netra Fera sempat membola sambil terus menatap wajah orang itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kembalinya Marsha yang Tercinta
9.5
Pasca didepak dan direndahkan karena terbukti bukan putri kandung, Marsha difitnah sebagai anak petani oleh pewaris asli yang culas. Padahal, ayah kandungnya adalah miliarder nomor satu, lengkap dengan saudara-saudara hebat yang siap memanjakannya. Marsha sendiri sebenarnya pengusaha mandiri yang sukses. Begitu mantan kekasih yang angkuh mendepaknya, sesosok pria misterius yang sangat berpengaruh hadir melindunginya sekaligus membungkam semua orang yang pernah menghinanya.
Sampul Novel Kesemptan Kedua Juna
8.9
Penyesalan hebat melanda Juna tepat setelah resmi bercerai. Sebuah tragedi terjadi ketika Dara justru mengorbankan nyawanya sendiri demi menyelamatkan Juna dari kematian. Peristiwa tragis tersebut menjadi kunci pembuka berbagai rahasia besar yang selama ini tersimpan rapat. Juna akhirnya berhasil mengungkap identitas asli di balik D'SecretAdmirer, sosok misterius yang kerap mengiriminya puisi cinta. Kini, lembaran kebenaran yang sesungguhnya mulai terbentang.
Sampul Novel Miliarder Mendadak!
8.4
Demi wasiat keluarga, Vera Dianthe terpaksa menikahi Dorian Ashford, sang CEO kapal pesiar mewah. Merasa terikat tanpa kehendaknya, Dorian pun mengajukan kesepakatan yang menyulitkan Vera. Namun, keteguhan dan keberanian Vera dalam menghadapi Dorian justru mulai memikat hati sang suami. Konflik semakin rumit saat Isabella Moreau, kekasih Dorian, mulai melancarkan serangan demi merusak hubungan mereka. Di tengah intrik kekuasaan ini, mampukah benih cinta sejati tumbuh?
Sampul Novel Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
8.7
Usai berjuang keras demi bayi tabung, pengkhianatan Hardian terbongkar lewat video mesra dan pencurian uang perusahaan. Di acara kantor, selingkuhannya, Celine, mengaku hamil hingga memicu insiden yang membuatku keguguran. Hardian justru mengabaikanku demi Celine. Di tengah kehancuran, rival bisnisku, Baskara Prayoga, hadir menyelamatkan. Kini, kami bersekutu secara rahasia untuk merebut kembali segalanya dan menghancurkan para pengkhianat itu.
Sampul Novel Sahabatku Menyembuhkan Gairahku
7.9
Dalam keheningan kamar yang diterangi cahaya kekuningan yang temaram, sebuah sentuhan dari tangan besar dan kasar terasa begitu lentur menjalar. Posisi intim yang memalukan ini membuatku terbenam di atas bantal tanpa daya untuk memberikan perlawanan. Di tengah kepasrahan yang membingungkan, batas antara rasa sakit dan kenikmatan instan menjadi kabur, menyisakan tangisan tertahan yang meluncur begitu saja saat semuanya terasa mengalir terlalu dalam.
Sampul Novel Unfinished Story
9.3
Pasca-perceraian orang tua, hidup Nesya yang kini berusia dua puluh empat tahun hancur lebur. Ia hidup sebatang kara dan ditinggalkan begitu saja oleh sang kekasih. Merasa kehilangan kehormatan diri setelah kesuciannya direnggut, ia terpaksa bekerja sebagai penari erotis untuk menyambung hidup. Saat masalah besar kembali datang menghimpit, ia pun berniat mengakhiri hidupnya. Masihkah ada secercah harapan bagi akhir kisahnya yang tragis dalam Unfinished Story?