APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana

Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana

Menjadi kekasih rahasia sekaligus restorator seni bos mafia Denis Sanggu adalah cara mahasiswi miskin sepertiku bertahan hidup. Namun, hubungan lima tahun ini retak saat Denis bertunangan dengan Bella Rosana. Aku tidak hanya dipaksa mengalah saat Bella melukaiku, tetapi Denis bahkan memaksaku menggantikan Bella bermain Rolet Rusia yang mematikan. Setelah mempertaruhkan nyawa demi membalas budi masa lalu, aku pun lenyap, meninggalkan sang mafia yang kini kehilangan akal sehatnya mencariku.
Bab
Bagikan

Bab 5

"Kubilang keluar!"

Suara Denis menggelegar di ruangan seperti guntur.

Wajah Mark memucat, tapi dia berdiri untuk melindungiku.

"Pak, tolong tenang. Elian baru saja cedera… "

"Cederanya bukan urusanmu sama sekali." Denis melangkah maju, bagai pemangsa memburu mangsa. "Siapa kamu sebenarnya?"

"Aku temannya." Suara Mark bergetar, tapi dia tetap tegak. "Aku punya hak untuk peduli padanya."

Denis tertawa tanpa humor.

"Teman?" Dia menoleh padaku. "Elian, sejak kapan kamu berteman dengan orang biasa?"

"Denis, jangan begini." Aku berusaha duduk. "Mark hanya bermaksud baik… "

"Baik?" Denis memotong. "Kamu tahu apa akibat 'kebaikan'? Dibunuh."

Dia mengeluarkan ponsel. "Cari semua informasi tentang seorang Mark Tamil." Suaranya mematikan. "Aku mau silsilah keluarganya, ibunya, ayahnya, dan cari tahu di mana adik perempuannya sekolah."

Warna di wajah Mark lenyap.

"Jangan! Denis, kamu gila?!" teriakku.

"Aku nggak gila." Dia menutup telepon dan menatap Mark. "Aku melindungi milikku."

"Itu ancaman!" kata Mark marah.

"Ya, memang," kata Denis tanpa sedikit pun rasa malu. "Sekarang keluar, jangan pernah dekati dia lagi."

Mark menatapku, matanya penuh permintaan maaf dan ketidakberdayaan.

"Maaf, Elian." Dia meletakkan mawar putih itu dan buru-buru keluar.

Pintu tertutup, menyisakanku berdua saja dengan Denis.

"Puas?" Aku menatapnya dingin. "Satu lagi orang nggak bersalah terluka karena kamu."

"Nggak bersalah?" Denis berjalan ke sisi ranjang. "Elian, kamu begitu naif. Di duniaku, semua orang bersalah."

"Bagaimana denganku? Bukankah aku orang tak bersalah?"

Ekspresinya agak goyah.

"Kamu berbeda."

"Apa bedanya?" Aku tertawa getir. "Kamu juga melukaiku."

Hening.

Setelah lama, dia bicara. "Akan kutebus kesalahanku."

"Aku nggak mau kompensasi darimu."

"Sebuah proyek restorasi tingkat atas di Milana," katanya, mengabaikanku. "Karya asli dari zaman Renaisans, cuma lima orang di dunia yang layak menyentuhnya."

Harus kuakui, jantungku sempat berdegup lebih cepat.

Itu kesempatan yang kuimpikan sepanjang karierku.

"Apa syaratnya?" tanyaku waspada.

"Lupakan yang terjadi, Bella nggak akan mengganggumu lagi." Suaranya melunak. "Aku janji."

"Apa nilai janjimu?"

"Elian." Dia tiba-tiba duduk di tepi ranjang. "Aku tahu kamu membenciku. Tapi kita harus tetap bekerja sama, kamu harus bekerja untukku."

"Nggak." Aku menggeleng. "Aku sudah berhenti."

Aku meraih tas di nakas, bermaksud mengambil surat pengunduran diri yang baru kusiapkan.

Saat itu juga, ponsel Denis berdering.

"Bella?" Dia mengangkat, suaranya langsung melunak. "Ada apa, Sayang?"

Aku melihat ekspresinya berubah, hatiku terpelintir.

"Apa? Sekarang?" Dia mengernyit. "Baik, aku segera ke sana."

Dia menutup telepon dan berdiri.

"Aku harus pergi," katanya sambil melirikku. "Istirahatlah. Besok kembali ke kantor."

"Tunggu… "

Namun, Denis sudah pergi.

Seperti biasa. Dengan satu telepon dari Bella, Denis langsung meninggalkan semuanya.

Aku berbaring di ranjang rumah sakit sembari menatap langit-langit.

Keesokan harinya, aku kembali ke kantor dan mendapati meja Mark kosong.

"Mark di mana?" tanyaku pada rekan kerja.

"Dia dipindahkan ke kantor di Landan," katanya pelan. "Pergi tadi malam."

Hatiku jatuh.

Denis selalu menepati ucapannya.

Aku menerobos masuk ke kantornya.

"Kamu memindahkan Mark?"

"Ya." Dia tidak mengangkat kepala dari berkasnya. "Ada masalah?"

"Aku mau mengakhiri kontrakku, berlaku segera." Aku menampar surat pengunduran diriku di mejanya. "Aku menolak bekerja untukmu sehari pun lagi, meski kamu membuatku masuk daftar hitam di setiap galeri di negara ini."

Dia akhirnya menatapku.

"Pemutusan lebih awal butuh persetujuan khusus dariku."

"Kalau begitu setujui."

"Nggak."

"Kenapa?"

"Karena aku masih membutuhkanmu." Dia berdiri. "Kontrakmu masih tersisa dua tahun."

"Dua tahun? Aku nggak bisa menunggu dua tahun!"

"Kalau begitu, terimalah." Dia berjalan mendekat. "Elian, kamu milikku."

"Aku bukan milik siapa pun!"

Saat itu juga, ponselnya kembali berdering.

"Bella?" Dia menjawab, suaranya langsung tegang. "Apa? Kamu di mana?"

Aku melihat wajahnya berubah dari cemas menjadi panik.

"Kelab Bulan Biru? Ngapain kamu di sana?" Suaranya meninggi. "Sial! Aku segera ke sana!"

Dia menutup telepon, wajahnya muram.

"Ada apa?" tanyaku.

"Bella ikut permainan dengan Mario Valen," katanya sambil mengenakan jaket. "Dia kalah besar."

Mario Valen, nama itu pernah kudengar.

Mafia tua paling sadis di Nawa Yok, terkenal tidak terduga dan brutal.

"Apa hubungannya itu denganku… "

"Kamu ikut denganku." Dia memotong. "Sekarang."

"Aku nggak mau ikut."

"Ini bukan permintaan." Matanya menjadi berbahaya. "Kamu mau bebas?" Dia melangkah lebih dekat, bayangnya menelanku. "Baik, lakukan satu hal terakhir. Ikut denganku malam ini, lakukan persis seperti yang kukatakan. Lalu kamu dapat 'kebebasanmu'."

Aku menatapnya, seketika sadar aku tidak punya pilihan lain.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DI BALIK CADAR
8.0
Katrina terpaksa meninggalkan Reyhan karena tembok perbedaan keyakinan lalu pindah ke Surabaya. Sepuluh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, Reyhan tidak mengenali Katrina yang kini telah berhijrah menjadi mualaf dan mengenakan cadar. Di saat keduanya saling merindukan, rintangan baru muncul. Katrina dijodohkan dengan Hardin, sahabat dekat Reyhan. Sementara itu, Reyhan sendiri bersiap menikahi Anggia. Akankah kisah cinta lama mereka bersatu, atau justru kandas?
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Lima belas tahun hidup miskin setelah diusir oleh Keluarga Wilton, nasib Gerald kian terpuruk. Selama dua tahun pernikahan, ia dicap sebagai menantu tak berguna hingga akhirnya Clarisa menceraikannya. Namun, perpisahan pahit ini justru menjadi titik balik terbesar. Kehidupan barunya dimulai dengan penuh kejutan tak terduga setelah ia tidak lagi menyandang status sebagai suami. Kisah perjalanan baru Gerald pun dimulai pasca perceraian.
Sampul Novel Dusta dan Kenikmatan
8.5
Seorang gadis polos didera keraguan karena belum siap mengemban peran sebagai ibu. Di tengah kebimbangan tersebut, sang kekasih terus membujuknya dengan kata-kata manis hingga ia akhirnya menyerahkan kesuciannya. Namun setelah mendapatkan apa yang diinginkan, pria itu justru pergi dan menghilang tanpa kabar. Kini, sang gadis harus menghadapi kenyataan pahit, meratapi nasibnya yang malang sendirian akibat pengkhianatan kejam dari lelaki yang sangat ia percayai.
Sampul Novel Istri Dekilku Anak Sultan
9.0
Penyesalan mendalam menghampiri Alif setelah menceraikan Shinta, perempuan yang dahulu ia anggap tidak menarik. Ia terkejut saat mengetahui mantan istrinya tersebut adalah pewaris tunggal konglomerat sekaligus pemilik baru perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah konflik perebutan kekuasaan yang membahayakan nyawanya, Shinta harus berjuang mempertahankan diri dari musuh-musuhnya. Beruntung, ada Raka yang selalu siap melindungi Shinta, menumbuhkan harapan akan hadirnya cinta sejati di antara mereka.
Sampul Novel Kau Curangi Aku
8.4
Maya hancur saat tahu pacarnya berselingkuh dengan Miya, kembaran sendiri. Namun, ia segera beralih menyelidiki rahasia kelam harta keluarga yang diincar sindikat kriminal. Ternyata, adiknya hanya diperalat dalam rencana licik ini. Kini Maya harus bergerak cepat mengungkap otak kejahatan serta motif tersembunyi di balik konspirasi yang mengancam keselamatan seluruh keluarganya.
Sampul Novel Nilakandi
9.6
Enam tahun lamanya, Diwana tersiksa oleh mimpi berulang tentang gadis bergaun biru beraroma harum dan berlonceng, yang tak boleh ia sentuh atau ajak bicara karena aturan gaib. Batas antara khayalan dan kenyataan runtuh saat ia bertemu Nilakandi, sosok nyata yang sangat mirip dengan perempuan dalam tidurnya. Pertemuan ini perlahan menyingkap rahasia besar serta takdir misterius yang selama ini menyelubungi kehidupan Diwana.