APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Bercerai dengan Suami Miskin

Aku Bercerai dengan Suami Miskin

Selama tiga tahun membina rumah tangga, aku memikul seluruh beban finansial karena mengira suamiku tidak berpenghasilan. Dia bahkan melarangku membeli tas murah seharga 400 ribu rupiah dengan alasan terlalu boros. Namun, kedoknya terbongkar saat aku mengetahui dia mempersembahkan kalung berlian senilai 8 miliar rupiah sebagai kado ulang tahun untuk cinta pertamanya. Lelaki yang kukira terlilit utang itu rupanya adalah pewaris tunggal dinasti konglomerat yang memiliki kekayaan triliunan rupiah.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suamiku sangat miskin. Selama tiga tahun pernikahan kami, aku yang sepenuhnya menanggung semua pengeluaran rumah tangga.

Bahkan saat aku tertarik pada sebuah tas seharga 400 ribu ketika kami jalan-jalan bersama, dia tetap mengatakan tas itu terlalu mahal, lalu menyuruhku untuk tidak membelinya.

Tanpa sengaja, aku menemukan bahwa di hari ulang tahun cinta pertamanya, suamiku menghadiahkan sebuah kalung berlian senilai 8 miliar.

Ternyata dia bukan pria miskin yang hidup dalam lilitan utang, melainkan pewaris keluarga konglomerat dengan kekayaan triliunan.

Saat aku pulang kerja, hari sudah sangat larut. Setelah mandi, aku duduk di atas tempat tidur sambil bermain dengan ponselku. Tiba-tiba, sebuah pesan berita muncul, membuat dadaku terasa sesak.

[Aktris terkenal Liana Darlan mendapatkan hadiah kalung berlian senilai 8 miliar dari seorang konglomerat misterius di hari ulang tahunnya.]

Aku mengucek mata, lalu dengan tangan gemetaran memperbesar foto yang terlampir.

Pria dalam foto itu hanya terlihat dari belakang, tetapi setelah tiga tahun menikah, aku langsung mengenalinya. Itu adalah suamiku, Joshua Carter. Di belakang telinganya ada tahi lalat hitam yang terlihat jelas.

Bagiku, angka 8 miliar adalah angka yang di luar nalar.

Beberapa hari lalu, saat berjalan-jalan dengan Joshua, aku melihat sebuah tas yang aku sukai. Harganya 400 ribu, tetapi Joshua mengatakan bahwa ini terlalu mahal, lalu menyuruhku untuk tidak membelinya.

Aku sempat menghitung, jika uang 400 ribu ini dipakai untuk membeli tisu, beberapa bulan aku bisa menggunakannya. Jadi, pada akhirnya aku mengurungkan niatku.

Pada saat ini, dadaku terasa sesak, sulit bernapas.

Aku mengenal Joshua melalui internet.

Setelah mengobrol selama lebih dari dua bulan, kami memutuskan untuk bertemu. Cinta pada pandangan pertama membuat kami pun resmi bersama. Di hari Valentine, Joshua melamarku dengan cincin dari tutup kaleng soda. Katanya, kalau nanti dia sudah punya uang, dia akan membelikanku cincin berlian yang besar.

Aku menerimanya karena aku mencintainya.

Joshua adalah seorang anak yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan. Katanya, dia dulu pernah gagal dalam berbisnis, membuatnya memiliki utang lebih dari 2 miliar. Oleh karena itu, pernikahan kami dilangsungkan secara sederhana.

Sekarang kami tinggal di sebuah rumah kontrakan. Aku yang membayar biaya sewa bulanannya. Semua biaya hidup pun aku yang tanggung.

Demi mencukupi kebutuhan hidup, aku bekerja di kantor pada siang hari, lalu menjadi pelayan restoran di malam hari.

Sedangkan Joshua, dia memakai semua gajinya untuk melunasi utang.

Tadi malam, setelah kami bercinta, dia memelukku sambil berkata.

"Sayang, terima kasih karena telah memberiku rumah. Tanpa kamu, aku nggak akan sebahagia ini."

"Setelah aku melunasi semua utangku, aku akan bekerja keras agar bisa membelikanmu mobil, rumah, serta hidup yang layak," lanjut Joshua.

Di akhir kata-katanya, pria itu bahkan menangis.

"Kalau saja aku nggak gagal berbisnis dulu, kamu pasti nggak perlu ikut menderita bersamaku. Sayang, maafkan aku."

Aku mencium pipinya, lalu menghiburnya, "Sayang, jangan bersedih. Selama aku bisa bersamamu, aku sudah sangat bahagia."

Saat itu, aku benar-benar merasa seperti wanita paling beruntung di dunia.

Joshua sangat tampan, tidak merokok, tidak minum alkohol, serta mencintaiku sepenuh hati. Selain tidak punya uang, dia adalah suami yang sempurna.

Aku pikir, selama kami berusaha bersama, utang itu pasti bisa segera lunas.

Namun, malam ini aku menggigit bibir sambil menangis.

Saat sedang menangis, aku menerima pesan dari Joshua.

[Sayang, malam ini banyak orderan. Aku akan bekerja lembur agar bisa segera melunasi utang. Kamu nggak perlu menungguku, tidur duluan saja.]

Joshua bekerja sebagai kurir di siang hari. Terkadang, di malam hari dia akan menjadi sopir.

Jika saja aku tidak melihat foto itu, mungkin aku akan tetap percaya bahwa pria itu sedang bekerja lembur menjadi sopir.

Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa dia harus membohongiku?

Malam itu aku tidak bisa tidur, Joshua juga tidak pulang sepanjang malam.

Setelah mencuci muka dan mengganti baju, aku keluar rumah tanpa sempat sarapan. Aku melangkah keluar dengan pikiran kosong, tanpa sengaja melihat sosok yang tidak asing di seberang jalan.

Aku segera bersembunyi di balik pohon.

Joshua turun dari mobil Bentley. Setelan jas mahal yang dia kenakan semalam sudah berganti dengan kaos dan celana jeans murahan yang aku belikan.

Pada saat ini, seorang pria paruh baya menghampirinya dengan hormat, menyerahkan sekantong makanan padanya. Itu adalah bubur kacang dan bakpao yang sangat aku sukai.

Joshua baru saja menerimanya saat sebuah mobil berhenti di depannya.

Dari dalam mobil itu keluar seorang pria yang aku kenal. Dia adalah bos dari sebuah perusahaan teknologi. Temanku bekerja di perusahaannya.

Pria itu menghampiri Joshua dengan sikap sangat hormat serta penuh sopan santun.

Joshua terlihat santai, hampir tidak menggubrisnya.

Temanku pernah bilang bahwa bosnya itu adalah orang yang sangat berpengaruh. Namun, kenapa dia terlihat begitu rendah diri di depan Joshua?

Sesampainya di rumah, Joshua langsung meneleponku.

Ketika melihat nama kontaknya di layar ponsel, pandanganku mulai kabur oleh air mata. Setelah menarik napas panjang, aku pun mengangkat telepon.

"Sayang, aku sudah pulang. Aku membeli bubur dan bakpao kesukaanmu," ujar Joshua.

"Hari ini aku ada urusan di kantor, jadi aku datang lebih awal. Kamu makan saja sendiri," ujarku.

Suaranya dari seberang telepon terdengar kecewa, "Baiklah, sayang. Nanti kalau kamu sudah pulang, aku akan memasakan makanan enak lagi untukmu."

Aku hanya bergumam pelan, lalu menutup telepon.

Kemudian, aku mengirim pesan untuk meminta izin cuti. Hari ini aku tidak akan pergi ke kantor. Aku harus tahu, sebenarnya ke mana Joshua pergi setiap harinya. Aku harus mencari tahu kebenarannya.

Di seberang jalan ada sebuah kafe. Aku masuk, lalu duduk di dekat jendela untuk menunggu.

Menjelang siang, akhirnya Joshua keluar.

Dia kembali naik mobil Bentley tadi. Aku segera memakai masker, bergegas ke pinggir jalan, lalu menghentikan taksi untuk mengikutinya.

Mobil berhenti di sebuah restoran mewah. Begitu mobil itu berhenti, pelayan langsung datang untuk membukakan pintu. Joshua melangkah turun, lalu melemparkan kunci mobil dengan santai. Terlihat jelas bahwa dia sudah sering datang ke tempat ini.

Aku mengikuti dari jauh dengan sangat hati-hati. Joshua melangkah masuk ke salah satu ruang VIP.

Di dalam ada beberapa pria muda. Semuanya berpakaian jas rapi, jelas tampak seperti anak dari keluarga kaya.

Aku berdiri di lorong, berpura-pura menelepon sambil mengamati.

Mereka memesan banyak makanan mewah seperti lobster, kepiting, sup abalone. Semua ini adalah hidangan yang hanya bisa aku lihat di acara TV.

Sedangkan di rumah, makanan sisa saja Joshua tidak rela membuangnya. Katanya, itu masih bisa dimakan lagi nanti.

Tiba-tiba, terdengar suara tawa dari dalam ruangan.

"Pak Joshua, melihatmu memakai baju murahan begini aku jadi ingin tertawa. Kamu itu pewaris keluarga konglomerat dengan harta triliunan!"

"Kapan kamu akan berhenti berakting? Jangan-jangan kamu benar-benar jatuh cinta dengan si kampungan Sania itu, ya?"

Aku mendengar suara Joshua membantah.

"Apa kamu bercanda? Dia hanya hiburan saja, nggak layak mendapat perhatianku."

"Aku mengatakan padanya kalau aku punya utang lebih dari 2 miliar, tapi dia mengatakan akan menemaniku untuk bersusah payah melunasinya. Aku belum pernah melihat wanita sebodoh itu," lanjut Joshua.

Tawa keras langsung meledak dari dalam ruangan, seolah mereka semua sedang menertawakan kebodohanku.

Pada saat itu juga, hatiku seperti dihantam pedang. Sakitnya seperti mengucurkan darah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Gadis Simpanan
9.2
Carl Davidson gemar menjahili Samantha Walker sejak kecil dengan menaruhnya di meja tinggi hingga menangis. Kebiasaan unik ini bertahan hingga Carl sukses menjadi miliuner otomotif. Kini, ia tidak hanya mendudukkan Samantha di meja, tapi juga membawanya ke ranjang. Di tengah stigma buruk masyarakat yang melabelinya sebagai gadis simpanan, mampukah Samantha mempertahankan kehormatannya dan bersanding dengan Carl di pelaminan?
Sampul Novel Gairah Duda Keren
8.1
Moreno Dava Mahendra menjadi pria dingin dan galak setelah ditinggal wafat sang istri, namun pesona duda tampan ini tetap memikat banyak orang. Sementara itu, Aira Cecilia terpaksa bekerja di rumah bordil karena jeratan utang sang ayah. Sebuah jebakan tak terduga mempertemukan mereka hingga berakhir di ranjang yang sama. Moreno terkejut menyadari paras Cecil sangat mirip mendiang istrinya, hingga ia menuntut pernikahan. Mampukah cinta tumbuh di antara luka masa lalu mereka?
Sampul Novel Hadiah Menginjak Usia Dewasa
9.4
Dalam novel romantis modern remaja berjudul Hadiah Menginjak Usia Dewasa, kehidupan Chika yang baru menginjak usia sembilan belas tahun berubah drastis saat merayakan hari kedewasaannya. Alih-alih perayaan biasa, sang ayah tiri justru memberikan sebuah kejutan yang sangat mengejutkan dan intim. Dengan tindakan agresif, ia merobek gaun Chika secara kasar sambil mengklaim bahwa tindakan tersebut hanyalah sebuah hadiah kejutan ulang tahun yang telah dipersiapkan khusus untuk putri tirinya.
Sampul Novel Imperium Rahasia Miliaran Dolar Penggantinya
9.0
Demi menyokong karier Bima sebagai CEO teknologi, Anya rela berpura-pura miskin selama lima tahun. Sialnya, Bima berkhianat dengan membawa Katrina dan mempermalukan Anya di lelang bawah tanah agar ia patuh. Di sana, Anya tersadar dirinya hanya dijadikan pengganti Katrina. Bima tak pernah tahu bahwa Anya adalah investor rahasia yang menyokong hartanya. Usai hubungan mereka hancur, Anya segera menghubungi Kian untuk menikah dan meninggalkan Bima selamanya.
Sampul Novel Penantian seorang istri
8.9
Pernikahan modern yang dingin menguji ketabahan seorang istri. Di tengah kehampaan rumah tangga, ia terus berjuang tanpa lelah demi melunakkan hati suaminya yang kaku dan sulit digapai. Berbekal kesabaran ekstra, wanita ini berusaha menumbuhkan benih cinta di antara mereka. Namun, konflik batin yang tiada henti terus mengguncang keteguhannya. Akankah perjuangan tulus ini berakhir bahagia, ataukah rasa lelah yang teramat sangat akan memaksanya untuk menyerah?
Sampul Novel Prajurit Raja Perkasa
9.6
Mantan anggota pasukan khusus, Peter Wang, memulai peran baru sebagai pengawal pribadi Bella Song di perusahaan elite Golden City. Walau sempat menganggap remeh pekerjaan ini, Peter justru terseret ke dalam pertikaian sengit melawan geng kejam dan musuh-musuh tangguh. Di tengah pertempuran yang mendebarkan, pesonanya memikat banyak wanita, mulai dari Amelia, Elaine, Shelly, hingga Lisa. Sanggupkah sang prajurit tangguh mengatasi semua bahaya di kota ini?