APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Air Force Skadron7

Air Force Skadron7

Yudi Juliansyah, pemuda Bandung berdarah Prancis, memilih mengejar cita-citanya menjadi tentara meski didepak dari rumah oleh orang tuanya yang menentang keras. Demi bertahan hidup dan membiayai studinya di AAU Yogyakarta, ia rela bertahan dengan berjualan gorengan. Perjuangan itu membawanya meraih predikat lulusan terbaik peraih Adi Makayasa. Kini Yudi kembali pulang demi membuktikan baktinya. Akankah restu dan pengakuan orang tua akhirnya ia dapatkan?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ok Brother, kamu harus tetap semangat. Ingat kamu harus buktikan kepada orang tua kamu, jika kamu ini pekerja keras!" ucap sahabatku yang terus memberikan aku semangat.

Aku sangat mengantuk sekali, aku akhirnya masuk ke dalam kamar. Ingatlah aku ini pejuang dan petarung yang menggila, yang tak akan pernah letih dan menyerah. Walau terkadang tubuhku penuh luka dan koyo karena pegal-pegal karena kecapean. Aku harus sekolah militer, aku pula harus berjuang banting tulang walaupun terkadang letih aku harus kuat. Aku menjual gorengan dan pakaian. Tetapi aku selalu bersyukur, karena kawanku, seniorku bahkan dosenku di sekolah militer. Selalu membeli daganganku.

Aku percaya dengan ungkapan yang mengatakan, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Walaupun itu merupakan ungkapan sederhana, tetapi memiliki arti yang mendalam bagi hidup kita.

Supaya kita berjuang demi meraih mimpi dan asa kita, karena di dunia ini nggak ada yang instan. Kita harus meraihnya walau pun harus menempuh jalan terjal mendaki.

Kita harus memperolehnya walau pun kita sampai berdarah-darah, terima kasih Tuhan. Akhirnya mimpi aku menjadi kenyataan aku mampu lulus hanya sekolah dua tahun saja. Tetapi tidak dengan mudah.

Aku harus mengalami tahapan hidup dan pendewasaan diri, terima kasih Tuhan aku juga mendapatkan Adi Mahakasa.

Lulusan Akademi AAU yang di berikan secara langsung oleh Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden.

Setelah aku lulus, aku di tempatkan di Skadron7 Halim Perdana Kusuma.

Aku sangat takjub sekali, setibanya saya di Jakarta.

Kini saya sedang senam Maumere, bersama para anggota. Kami sangat bahagia berolahraga dan senam bersama, tiba-tiba komandan aku menghampiri aku dengan raut wajah penuh ketegasan.

"Yudi kamu ikut saya!" titah Komandan aku dengan penuh ketegasan.

"Siap Komandan," ucap aku dengan memberikan penghormatan kepadanya.

"Silahkan kamu duduk Yudi!" titah Komandanku dengan penuh ketegasan.

"Siap Komandan," jawabku dengan penuh ketegasan.

"Kamu sudah berapa lama dinas di Skadron7?" tanya Komandan aku dengan penuh ketegasan.

"Mohon izin menjawab Komamdan, saya baru dua minggu. Saya baru dua minggu di Skadron 7 Komandan," jawabku dengan penuh ketegasan.

"Ok kamu bisa berbahasa Asing?" tanya Komandanku dengan penuh ketegasan.

"Mohon izin menjawab Komandan, saya hanya bisa sedikit. Saya hanya bisa bahasa English, Prancis dan Chinese Komandan," jawabku dengan penuh ketegasan.

"Oia kamu bisa bahasa Prancis, wajah kamu seperti orang bule. Kamu bersedia menjadi mata-mata?" tanya Komandanku dengan penuh ketegasan.

"Siap Komandan, saya bersedia apa pun pekerjaannya. Demi membela tanah air dan tumpah darah," ungkap aku dengan penuh ketegasan.

"Ok jika kamu bersedia, ini kamu pelajari. Kamu ini postur dan wajah kamu bule, jadi saya akan mengirim kamu ke Eropa, Australia dan America Serikat. Tetapi tidak ke Cina. Sekali pun kamu bisa berbahasa Cina, kamu selidiki penyeludupan senjata. Kamu nanti bekerja sama dengan Angkatan Darat dan Laut," titah Komandan aku dengan penuh ketegasan.

"Siap Komandan," ucap aku dengan penuh ketegasan.

Komandan aku memberikan aku tugas ke Jerman, aku harus kursus dulu bahasa Jerman selama dua bulan sebelum berangkat.

Jantung aku rasanya mau copot, aku takut gagal. Tetapi aku hanya mampu berdoa dan menguatkan diri. Aku harus tetap semangat, demi misi aku menjadi mata-mata. Aku di Jerman selama setengah tahun.

Setelah misi sukses, aku akhirnya pulang ke Indonesia. Di Indonesia aku di sambut oleh Komandan dan Wakil Komandan Batalionku.

"Selamat Yudi, kamu memang hebat dan berbakat. Aku nggak salah menyerahkan tugas ini kepada kamu Yudi," ucap Komandan aku dengan tersenyum.

"Siap Komandan," jawabku dengan singkat.

Dari rumah Komandan aku, ada seorang gadis yang sangat cantik sekali. Wajahnya menggetarkan hatiku, langsung membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama.

Komandan aku yang seakan tau, jika aku menatap lekat gadis itu langsung berucap.

"Namanya adalah Jasmine, dia adalah putriku. Jika kamu mau memilikinya kamu harus memiliki segudang prestasi demi Skadron tujuh," ucap Komandan aku dengan menepuk pundakku dengan tersenyum.

Sahabatku Jeremy, Josep dan Iwan yang ada di sana langsung meledekku.

"Cie..., Yudi kamu sudah di berikan restu untuk menjadi calon menantu. Selamat iya tinggal tunggu undangannya saja aku," ucap Jeremy dengan meledek aku.

"Hebat sekali kau Yudi, bisa meluluhkan hati Komandan kita yang galak dan sanggar. Tetapi jika kamu menjadi menantunya cocok. Karena baik kamu dan Komandan kita sama-sama gila, sama-sama gila kerja dan uang," ucap Josep dengan meledek aku.

"Kau sangat beruntung sekali Yudi, Komandan kita langsung tersenyum dan memberikan lampu hijau. Jika yang lain atau senior terdahulu melihat putrinya seperti itu, kamu tau nggak apa yang terjadi sama prajurit tersebut? Prajurit tersebut langsung di pindahkan tugas dan bahkan langsung di marahi. Jika komandan kita tidak suka dan berkenan," ucap Iwan dengan menakuti-nakuti aku.

"Kalian bertiga ada-ada saja, jangan menjelekan komandan kita. Bagaimana jika itu hanya rumor? Jatuhnya adalah fitnah," ucap aku dengan memperingatkan bertiga.

"Terserah kau saja, kau ini tak percaya. Apa yang kami katakan, kami ini bicara sesuai fakta. Lagi pula kami lebih dulu berada di sini," ungkap mereka bertiga dengan sangat kompak sekali.

"Ok baiklah, yasudah aku mau ke kamar dulu iya. Soalnya aku sangat mengantuk, besok aku ada pengamanan. Permisi iya," ucapku dengan tersenyum.

Aku langsung masuk ke dalam kamarku, aku segera tertidur pulas. Aku terbangun pagi sekitar jam pagi, aku segera mengenakan seragam PDL(Pakaian Dinas Loreng) lengkap dengan univormku sebagai Angkatan Udara.

Setelah rapih, aku berlari membawa senapan sebanyak 100 putaran. Setelah itu senam Maumere. Kini aku sudah bersiap-siap untuk berangkat melakukan pengamanan.

Aku harus semangat, aku harus mengumpulkan uang yang banyak. Aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku. Semoga saja Mama dan Papaku mau menerima aku.

Tuhan aku mohon kepadamu, tolong lunakan hati kedua orang tuaku yang sekeras batu. Begitulah doa aku setiap hari, aku mau bertemu dengan mereka.

"Yudi kamu kenapa? Kenapa kau melamun?" tanya Riki membuyarkan lamunan aku.

"Aku tidak apa-apa brother," jawabku dengan ekpresi sedih.

"Jika kamu capek dan lelah, kamu istirahat di mobil saja. Kamu tau kan kedatangan kita ke sini mau apa? Kita ini mau memata-matai pergerakan musuh," ucap Riki dengan menasehatiku.

"Iya aku tau, kita ke sini mau memantau pergerakan musuh. Kamu tenang saja nggak usah risau dan khawatir, mataku tajam setajam elang. Walaupun dengan satu mata tertutup aku masih bisa menembak sepuluh musuh sekaligus," ungkap aku dengan penuh percaya diri.

"Buktikan saja Yudi, kamu jangan banyak cakap. Siapa tau kamu hanya banyak omong tetapi kerjanya dikit," ejek Riki dengan tertawa menyindirku.

Bersambung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian
9.1
Tiga tahun Wenny Cladia merawat suaminya, Hendro Jamil, miliarder Kota Livia yang terbaring koma. Namun setelah siuman, Hendro justru berpaling pada cinta pertamanya yang baru kembali, membuat Wenny sadar bahwa ia hanya dimanfaatkan. Enggan terus dihina, Wenny melayangkan gugatan cerai dengan alasan sang suami impoten. Saat Hendro yang murka datang melabrak, ia terkejut mendapati Wenny yang dulu dianggapnya jelek kini menjelma menjadi dokter ahli medis yang menawan dan siap menantangnya.
Sampul Novel KASIH UNTUK FAITH
8.2
Faith Hoewar, pengusaha dingin yang antipati pada wanita, terpaksa menikahi dokter Kasih Alayah demi mewujudkan wasiat terakhir Oma Meri yang sakit. Kasih pun tak bisa menolak karena utang budi keluarganya pada sang Oma. Tanpa cinta, pernikahan mereka dilingkupi badai emosi yang berat. Sanggupkah ketulusan Kasih melunakkan hati beku Faith yang dipenuhi kebencian, ataukah perpisahan menjadi akhir dari segalanya?
Sampul Novel Kau Bersandiwara Seolah Tak Bersalah
8.0
Hari pernikahan Nadira berujung kacau setelah kedok Fadlan, sang calon suami yang ternyata sudah beristri, terbongkar. Guna menghindari aib keluarga, Nadira terpaksa menerima saran sang ibu untuk menikahi Rafli, seorang duda dingin yang usianya terpaut jauh. Walau awalnya merasa asing dan enggan, lambat laun Nadira mulai menyadari kelembutan serta tanggung jawab dalam diri suaminya. Kini, ia harus berjuang menyesuaikan diri demi menemukan arti cinta yang sesungguhnya.
Sampul Novel Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain
8.9
Saat putri kecilnya berjuang melewati masa kritis di ICU, Calla harus menghadapi kenyataan pahit sendirian. Ares, suaminya, justru pergi demi menyambut kepulangan cinta pertamanya, Lyanna. Di kala Calla meratapi kepergian sang buah hati yang mengembuskan napas terakhir, Ares malah asyik berdansa di pesta bersama Lyanna. Kebahagiaan sesaat itu harus dibayar sangat mahal oleh Ares, karena ia telah kehilangan kepercayaan Calla serta keutuhan keluarganya untuk selamanya.
Sampul Novel Kuperdaya Adik Iparku
7.9
Sekembalinya dari studi bedah di Amerika, Jolie terpaksa tinggal di kediaman mewah kakak iparnya demi menuruti Elie, sang kakak. Di sana, ia terjebak dalam dinamika rumit bersama Dave, Kendra, dan Gerald. Alih-alih tenang, Jolie justru menghadapi perlakuan obsesif dan tidak manusiawi dari tiga pria dominan: Jimin, Jungkook, dan Taehyung. Di tengah tekanan mereka serta konflik dengan Ara, mampukah ia bertahan dari jeratan obsesi yang menyesakkan ini?
Sampul Novel Mendadak Dinikahi Om-Om
9.6
Demi membiayai pengobatan sang ibu setelah kecelakaan tragis, Nala terpaksa menyetujui pernikahan darurat dengan Bastian Wilantara, pria asing yang menyelamatkannya. Seiring waktu, pernikahan yang semula dingin mulai diwarnai perasaan cinta. Namun, kedamaian itu terusik ketika Nala menemukan rahasia mencurigakan yang disembunyikan Bastian. Begitu motif asli di balik pernikahan mereka terungkap, Nala kini dihadapkan pada pilihan sulit untuk bertahan atau pergi.